Enzo Resmi Gabung Akmil, Fahira: Setop Tudingan Radikal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna Akmil diapresiasi banyak pihak.

 

Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris yang membidangi urusan politik, hukum dan HAM memberikan apresiasi kepada TNI AD karena mampu menjawab keraguan sekolompok pihak atas nasionalisme Enzo secara proporsional dan profesional.

 

Jika merujuk uji tambahan terkait moderasi bernegara yang dilakukan TNI AD terhadap Enzo yang hasilnya cukup baik, Enzo berhak menempuh pelatihan dan pendidikan di Akademi Militer (Akmil).

 

“Cara TNI AD merespon isu terhadap calon tarunanya yang dituding radikal sangat proporsional dan profesional. Semua isu dijawab dengan alat ukur alternatif yang cukup valid dan akurasinya sudah teruji. Sejak awal saya pribadi tidak meragukan proporsionalitas dan profesonalitas TNI terkait persoalan ini,” kata Fahira melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (14/08/2019).

 

Fahira berharap semua pihak menghargai dan menghormati keputusan TNI AD ini dan mengakhiri tudingan radikal terhadap Enzo dan tuduhan bahwa TNI AD sudah kecolongan karena meloloskan Enzo. Keputusan TNI AD ini diharapkan tidak lagi memunculkan keraguan terhadap Enzo sebagai taruna Akmil.

 

“Saya harap kepercayaan ini dibalas Enzo dengan prestasi. Saya mengucapkan selamat berjuang, tidak hanya kepada Enzo tetapi kepada semua taruna lainnya agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan hasil yang baik. Nanti, 10 atau 20 tahun ke depan, kalian lah yang menjadi garda terdepan mempertahankan republik ini,” pungkas Senator Jakarta ini.

 

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan pihaknya meyakini Enzo Zenz Allie tidak berpaham radikal. Keyakinan ini diambil setelah TNI AD memberikan penilaian tambahan khusus untuk Enzo dan beberapa taruna lainnya secara acak terkait ideologi pada 10 dan 11 Agustus 2019 lalu. Hasilnya, indeks moderasi bernegara Enzo cukup bagus, yaitu mendapat nilai 5,9 dari maksimum 7

Kasus Enzo Dinilai Bukti Kuat Ada Pihak Islamfobia di Indonesia

SOLO (Jurnalislam.com)- Ketua Jamaah Ansharu Syariah Jawa Tengah ustaz Surawijaya menyebut orang yang mempermasalahkan bendera tauhid yang dikibarkan Enzo Zenz Allie Taruna militer berdarah perancis dan Sunda sebagai bentuk kebencian terhadap Islam.

 

“Sesungguhnya orang-orang yang mempermasalahkan tentang bendera tauhid atau Al Liwa maupun Ar Rayah merupakan kebencian kepada Islam menurut saya hal seperti itu sangat disayangkan oleh orang-orang yang mengatakan bangsa Indonesia,” katanya kepada jurniscom rabu, (14/8/2019).

 

“Apalagi ditujukan kepada simbol-simbol dan syiar-syiar Islam yang notabene daripada simbol dan syiar Islam itu hari ini memang baru dipermasalahkan oleh pemerintah sekuler,” imbuh ustaz Rowi.

 

Ustaz Rowi melanjutkan maraknya pelecehan terhadap simbol Islam baik kepada Enzo maupun yang lain ini menunjukkan bahwa ada islamfobia yang akut di dalam tubuh pemerintahan Indonesia.

 

“Yang mana ini merupakan tanda-tanda bahwa Indonesia sedang ada penitrasi dari pihak pihak luar dan pihak-pihak dalam yang tidak menginginkan Indonesia dibina dikelola oleh orang Islam,” paparnya.

 

Lebih lanjut, ustaz Rowi meminta umat Islam terus melakukan pembelaan terhadap simbol dan syiar Islam.

 

Sebab, katanya, pemerintah saat ini justru lebih mempermasalahkan orang yang mengunakan atribut Islami daripada orang yang memakai simbol terlarang seperti PKI.

 

“Maka wajib bagi kaum muslimin untuk sadar membela saudara-saudara mereka dan syiar-syiar Islam yang hari ini dinistakan dan juga di apa kriminalisasi,” ujarnya.

 

“Oleh orang-orang yang mereka adalah orang-orang liberal dari kalangan orang-orang PKI marxisme, dan orang-orang yang rasis,” tandas ustaz Rowi.

Elemen Umat Islam Soloraya Tebar Kurban di Wilayah Minim Air Bersih di Pelosok Wonogiri

WONOGIRI (Jurnalislam.com)- Dalam momen Idul Adha 1440 H, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama Yanmas Jamaah Ansharu Syariah, Masjid Raya Iska, Baitulmal Salimah, Kajian Joglo Ar Rahman dan Rumah Quran menggelar aksi bakti sosial di Desa, Nagan, Johunut, Giribelah, Paranggupito, Wonogiri, selasa, (13/8/2019).

 

Dalam Kegiatan yang bertajuk ‘Tebar Kurban dan Air Bersih Bentengi Umat dari Pemurtadan’ tersebut elemen umat Islam Soloraya memberikan 1 ekor Sapi dan 200 tanki air bersih.

 

Tokoh DSKS Kasum Mustofa mengaku sedih saat melihat kondisi desa Nagan yang minim air bersih, warga Nagan sendiri harus membeli air saat musim kemarau seharga 150 ribu pertanki dan terkadang harus menjual hewan ternaknya untuk membeli.

 

“Dengan melihat keadaan yang ada kita yang q Solo harus lebih banyak bersyukur, wudhu dan minum setiap hari kita menghambur hamburkan air, sementara disini air begitu berharganya,” katanya.

 

“Kalau biasanya kita bisa dapat daging kurban sampai 5 kg, maka disini mungkin ada yang bahkan tidak bisa menikmati rasanya daging kurban,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Sukardi Kadus Desa Nagan mengucapkan terimakasih kepada umat Islam Soloraya yang ikut memberikan bantuan kepada warganya.

 

“Mudah-mudahan apa yang diberikan kepada warga kami di desa Nagan, Johunut dibalas pahala oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” ujarnya.

ECR Indonesia Salurkan Hewan Kurban di Desa Pelosok Banjarnegara

BANJARNEGARA (jurnalislam.com)- Emergency Crisis and Response (ECR) bekerjasama dengan KAHMIVET, Garis Depan dan Lawu Park menyalurkan hewan kurban sebanyak 8 ekor kambing di wilayah terdampak longsor Banjarnegara tahun 2014 yakni di Dukuh Pencil Muktisari, Desa Karang Tengah, Wanayasa, Banjarnegara, (13/8/2019).

Ketua Panitia Muntoha mengatakan kegiatan bertajuk ‘Tebar Kurban’ tersebut merupakan salah satu program rutin ECR dalam setiap momen Idul Adha.

“Idul Adha atau momen kurban merupakan salah satu waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah, dimana Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang yang mau berkurban,” katanya kepada jurniscom.

Lebih lanjut, Muntoha mengatakan bahwa ECR akan terus melakukan aksi sosial dalam momen Idul Adha di tempat yang benar benar membutuhkan.

“Program tersebut akan terus kita lakukan setiap tahunnya dan dilakukan di berbagai tempat, kali ini di Dukuh Pencil yang merupakan salah satu desa binaan ECR paska bencana longsor tahun 2014 yang lalu,” paparnya.

Sementara itu, Kadus Dukuh Pencil Muktisari Taufik berterimakasih kepada ECR dan para donatur yang telah memberikan bantuan kepada desanya.

“Alhamdulillah, saya mewakili dukuh Pencil mengucapkan terimakasih kepada ECR dan para donatur semoga apa yang diberikan kepada kami menjadi amal kebaikan dan dibalas pahala oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” katanya.

Pajak Digenjot Bukti Pendapatan Negara Kian Melorot

Oleh: Novita Fauziyah*

(Jurnalislam.com)–Peraturan mengenai wajib pajak makin ketat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan wajib pajak bahwa mereka tak bisa lagi menghindarkan diri dari kewajibannya.

Ditjen Pajak kini bisa mengendus harta sekalipun disembunyikan. Bahkan upaya seperti pengakalan pajak seperti tax avoidance dan tax evasion tidak akan mempan dilakukan.

“Jadi Anda mau pindah nggak jadi ke bank tapi ke insurance ya tetap akan laporin. Kalau mau ya gali aja sumur di belakang rumah taruh duitnya di situ. Oh masih ada yang seperti itu? Nanti saya pakai drone cari di situ”, tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu (finance.detik.com 02/08/19).

Hal tersebut menunjukkan bahwa pendapatan negara kian melorot dan berusaha keras mendapatkan pemasukan berupa pajak dari rakyat. Lagi-lagi rakyat yang “dipalak” untuk membiayai negara. Pajak seolah menjadi jalan satu-satunya pemasukan negara.

Pendapatan negara yang kian melorot tak mengherankan. Bagaimana tidak? Sumber daya alam yang melimpah justru pengelolaannya diserahkan kepada asing. Keuntungan banyak mengalir ke kantong mereka. Ditambah kasus korupsi yang kian menggurita.

Negeri ini yang katanya memiliki sumber daya alam yang melimpah justru sangat miris kondisinya. Dalam hal pendapatan harus menghisap rakyat lewat pajak. Rakyat terus diperas tak peduli miskin kaya, tua muda di manapun berada. Yang miskin makin miskin dan yang kaya makin berkuasa.

Inilah fakta penerapan sistem ekonomi kapitalisme neoliberal di negeri ini. Di mana arus pasar bebas kencang, pembengkakan hutang, kepentingan para korporasi dan pemilik modal dipermudah, sampai privatisasi sektor publik. Sementara layanan kepada rakyat semakin dipersulit dan terasa sangat mencekik.

Dalam sistem kapitalisme yang saat ini bercokol, ukuran kesejahteraan bukan terletak pada kesejahteraan per orang melainkan pendapatan nasional (per capita income). Tidak diperhatikan lagi kebutuhan per orang sudah tercukupi atau belum. Distribusi kekayaan juga tidak proporsional. Di tengah kondisi ini rakyat terus dipaksa dengan membayar pajak. Ini yang membuat beban rakyat makin berat dan terasa begitu dzalim.

Padahal dalam Islam mengambil hak orang lain secara paksa tidak diperbolehkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” (TQS. An-Nisa:29). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda “ Tidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya (HR. Abu Dawud dan Daruquthni)”.

Pajak menjadi pendapatan utama dalam penerapan sistem ekonomi kapitalisme neoliberal. Seolah-olah jika rakyat tidak membayar pajak maka tidak ada pendapatan untuk mengelola negara. Padahal anggapan ini tidaklah benar. Dalam Islam sudah ada aturan mengenai hal ini.

Dalam Islam, pajak memang diperbolehkan namun bukan merupakan pendapatan yang utama. Pajak akan dipungut dari kaum muslim sesuai dengan ketentuan syara’ untuk menutupi pengeluaran Baitul Mal.

Dengan syarat pungutannya berasal dari kelebihan kebutuhan pokok setelah pemilik harta memenuhi kewajiban tanggungannya dengan cara yang lazim. Artinya hanya yang mampu saja, bukan menjadi kewajiban seperti sekarang ini. Pemungutannya hanya pada kondisi darurat misal bencana kelaparan dan Baitul Mal belum bisa mencukupi.

Dalam hal kesejahteraan, negara menjamin seluruh kebutuhan pokok setiap individu secara sempurna. Pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh negara untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat seperti di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan sebagainya.

Haram hukumnya jika sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak diserahkan kepada asing karena Islam jelas memiliki aturan mengenai kepemilikan yakni kepemilikan individu, umum dan negara. Juga larangan orang mukmin dikuasai oleh kafir.

Allah berfirman “Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin” (TQS. An-Nisa:141). Dalam hadist juga dijelaskan “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Maka dengan pengelolaan sesuai dengan syariatNya kesejahteraan hidup akan diperoleh. Rakyat tidak lagi harus diperas atau menanggung beban hidup yang berat. Allah berfirman

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al-A’raf:96).

*Seorang pendidik

 

Pasca Alami Kebakaran, Ponpes Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Bulukumba Mulai di Renovasi

BULUKUMBA (Jurnalislam.com)– Pasca mengalami kebakaran 31 Juli lalu yang mengakibatkan asrama santri Pondok Pesantren Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah Bulukumba sebanyak 3 gedung tak bisa lagi digunakan.
Kebakaran ini mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah, berbagai organisasi dan masyarakat mulai memberikan bantuan untuk renovasi gedung asrama yang ada.
“Alhamdulillah sampai saat ini, bantuan dari ormas, instansi pemerintah dan masyarakat terus berdatangan seperti Polres Bulukumba, Kodim 1411, LIDMI, Stikes, Akbid, IMM, dan HILMI,” ungkap Supriadi Nasir kepala sekolah tingkat SMP.
Bangunan asrama santri yang rusak kini mulai di renovasi mulai dari bagian atap, pengecatan dinding dan pemasangan lantai.
“Sampai saat ini renovasi asrama yang kebakaran masih sekitar 20%,” lanjutnya.
Supriadi Nasir mengajak kepada seluruh masyarakat agar memberikan bantuan untuk renovasi asrama santri yang terbakar.
“Kami mengajak kepada masyarakat Bulukumba secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum untuk membantu renovasi asrama santri yang terbakar untuk mempercepat pembangunan agar aktifitas santri dalam menghafal Al-Qur’an bisa berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.
Lebih lanjut, Supriadi Nasir berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan bantuannya.
“Terakhir kami ucapkan Syukron Jazakumullahu Khairon kepada para donatur yang telah membantu semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan sesuatu yang jauh lebih baik,” tutupnya.
Laporan: Muhammad Akbar

BMH Distribusikan Kurban di Desa Pelosok Jatim

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Sebaran titik distribusi hewan qurban Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dilakukan daerah pedalaman.

Hal ini sesuai dengan prioritas distribusi BMH yang menjadikan desa & pelosok serta pedalaman daerah menjadi target BMH dalam mengentaskan kemiskinan.

Adapun dalam mendistribusikan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440 H. Lebih dari 15.000 paket daging dibagikan serentak di desa pedalaman dan masyarakat pinggiran kota–kota di Jawa Timur.

“Melalui kegiatan grebek qurban ini, dimana penerima hewan qurban tidak harus bersusah payah antri dengan kupon dan pengambilan tetapi mereka didatangi langsung ke rumah–rumah oleh relawan BMH,” kata Manager Program BMH Jawa Timur, Imam Muslim, Ahad (11/8/2019).

Salah satu penerima manfaat daging Grebek Qurban, Husen warga kampung pemulung di Keputih Surabaya, mengaku sangat kaget lantaran mendadak ada relawan BMH yang menyambangi kediamannya lalu membagikan bungkusan daging qurban.

“Saya ucapakan terima kasih kepada BMH, selama ini kami bila ingin mengambil daging qurban harus mengantri panjang dan lama, tapi kali ini dari petugasnya yang mengantar langsung ke rumah kami. Sekali lagi terima kasih ya BMH”,ungkap Husen dengan wajah sumringah.

Untuk tahun ini BMH mendapat kepercayaan yang besar dari masyarakat untuk menyalurkan hewan qurbannya. Tak kurang dari 2.235 kambing 157 sapi disalurkan BMH untuk lebih dari 173 desa di Jawa Timur. Hewan qurban ini diterima dari individu masyarakat yang mempercayakan kepada BMH melalui program qurban berkah nusantara yang digulirkan untuk menambah nilai manfaat hewan qurban agar distribusi tidak menumpuk di kota saja tetapi bisa merata ke daerah pedalaman, daerah kekeringan dan pinggiran kota.

“Qurban berkah nusantara adalah program tahunan BMH untuk membantu masyarakat menyalurkan hewan qurbanya agar bisa terdistribusi hingga daerah pedalaman di mana masyarakatnya di sana lebih membutuhkan, kata Muslim.

Green Kurban Salurkan Hewan Kurban ke Pelosok Negeri dan Mancanegara

(Jurnalislam.com)Sinergi Foundation melalui program Green Kurban berencana mendistribusikan hewan kurban di 85 titik wilayah terkategori miskin, terpencil, rawan konflik, rawan akidah, rawan gizi, hingga daerah bencana. Dua di antara wilayah tersebut berada di mancanegara, yakni wilayah perbatasan Gaza dan kamp pengungsian Rohingya di Cox’s Bazaar, Bangladesh.

Direktur Green Kurban, Handono Bhakti Sungkaryo mengatakan di Indonesia, Green Kurban akan disalurkan ke wilayah seperti Papua, Aceh, Sebatik Kalimantan, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Majalengka, Cianjur Selatan, dan daerah pelosok lainnya.

Ia menjelaskan bahwa Green Kurban di pelosok ini merupakan bentuk aksi kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. “Kami juga mengajak para pekurban membangun rasa empati dan kemanusiaan pada saudara kita yang dilanda konflik. Semoga kurban ini menjadi hadiah yang meringankan beban mereka,” katanya.

Handono pun mengajak masyarakat untuk turut berkurban di Green Kurban. Sebab, katanya, pekurban bisa melipatkan manfaat di Green Kurban. Tak hanya disalurkan di pelosok dan wilayah konflik, Green Kurban juga berikhtiar melestarikan bumi.

Dalam pelaksanaannya, Green Kurban menyalurkan daging kurban pada warga yang membutuhkan tanpa kantong plastik. Sebagai penggantinya, Green Kurban mengajak masyarakat menggunakan kearifan lokal daerah masing-masing. Mulai dari pelepah daun pisang, daun jati besek bambu, ganting, hingga wadah makanan sendiri.

“Pun dari setiap hewan yang dikurbankan, kita juga berkontribusi menanam satu pohon sebagai ikhtiar penghijauan,” tutur Handono.

Sejak permulaan program, Green Kurban telah menyebarkan hewan kurban untuk 136.602 penerima manfaat. Pun terhitung sejak 2013, Green Kurban telah menanam 26.679 bibit pohon produktif, seperti jabon, kelapa, jambu, manga, dan kini tengah menanam bibit bamboo sebagai tanaman konservasi alam.

 

Belajar Keteladanan dari Ibrahim dan Ismail

ARAFAH (Jurnalislam.com)— Usai mendirikan Ka’bah, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk memanggil umat manusia agar berhaji. Awalnya Ibrahim ragu dan mengadu; “Ya Allah, bagaimana saya bisa memangggil orang di seluruh belahan bumi sepanjang masa, sementara suaraku tidak bisa didengar mereka.”

Saat itu, Makkah adalah sebuah lembah yang tidak tumbuh pepohonan, tidak ada kehidupan. Di dekat Ibrahim hanya ada istri dan anaknya. “Siapa yang akan mendengar panggilanku?”

Kata Allah, tugasmu hanya memanggil. Akulah yang akan menyampaikan pesan dan panggilanmu kepada manusia di setiap zaman.

Penggalan kisah ini disampaikan oleh Sekretaris Amirul Hajj KH Muchlis M Hanafi saat memberikan ceramah usai Magrib-Isya berjamaah di tenda masjid misi haji Indonesia di Arafah, Sabtu (10/08).

“Diriwayatkan, ketika Ibrahim memanggil, bukit merunduk. Bahkan, semua yang ada di muka bumi, termasuk yang dalam rahim, mendengar dan menjawab labbaikallaahumma labbaik,” tuturnya.

Kisah ini mengandung pesan bahwa Allah memerintahkan Ibrahim (baca: umat manusia) untuk mengerjakan apa yang bisa dilakukan. Apa yang ada di luar kekuasaan manusia, serahkan kepada-Nya.

“Setiap Rasul, tugasnya hanya menyampaikan. Rasul tidak bisa mengubah orang mendapat hidayah,” tuturnya.

“Apa yang berada di luar kekuasaan kita, serahkan kepada Allah. Lakukan yang terbaik dengan penuh keikhlasan,” lanjutnya.

Pesan kedua yang bisa dipetik dari kisah Ibrahim adalah tentang doa. Menurut Muchlis, Allah dalam Alquran sudah menjanjikan untuk menjadikan Makkah sebagai negeri yang aman (matsaabatan lin naasi wa amna). Meski demikian, Ibrahim tetap bermohon, agar Allah menjadikan Makkah sebagai negeri yang aman (baladan aaminan).

“Ibrahim mengajarkan kepada kita, betapapun kita dalam kenikmatan besar, jangam pernah berhenti berdoa. Jangan putus hubungan dengan Allah dalam doa,” ucapnya.

“Jangan pernah berhenti berdoa.  Kebersamaan dan kedekatan dengan Allah inilah yang akan mendatangkan banyak anugerah,” sambungnya.

Menurut Muchlis, senjata Ibrahim menjadikan kota Makkah sebagai negeri aman adalah doa-doa yang dipanjatkannya.

Sumber: kemenag.go.id

Seluruh Jamaah Haji Indonesia Selesaikan Wukuf di Arafah

ARAFAH (Jurnalislam.com) — Seluruh jamaah haji asal Indonesia dipastikan telah berada di Padang Arafah, Arab Saudi, sejak hari ini, Sabtu (10/8). Di antaranya termasuk jamaah yang sedang sakit dan dalam perawatan di Arab Saudi. Mereka ini disafariwukufkan untuk sampai ke Padang Arafah.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Eka Jusuf Singka, jamaah yang mengikuti safari wukuf tercatat sebanyak 65 orang. Angka ini, lanjut dia, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan jumlah jamaah haji yang disafariwukufkan pada tahun lalu.

“Ini sesuatu yang patut kita syukuri, dan dalam banyak hal juga ada banyak kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Eka jusuf Singka di Arafah, Sabtu (10/8).

Demikian pula dengan perjalanan dari Makkah ke Arafah. Menurut dia, hal itu berlangsung dengan sangat lancar. “Alhamdulillah, nyaris tidak ada kemacetan yang berarti. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya dan juga bersama petugas haji telah melakukan penyisiran (sweeping) ke pemondokan dan hotel-hotel tempat jamaah haji menginap. Ini untuk memastikan tidak ada seorang pun jamaah yang tertinggal di Makkah.

“Semalam itu penyisiran juga lebih cepat daripada tahun-tahun sebelumnya karena pukul 21.00 waktu Arab Saudi (WAS) praktis seluruh sektor, 11 sektor yang akhirnya sektor khusus melakukan sweeping juga sudah bisa diselesaikan,” kata dia.

Tak hanya itu, jumlah jamaah yang sakit menjelang prosesi wukuf juga berkurang bila dibandingkan dengan tahun lalu. Terkait hal itu, Eka mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, yang sakit juga jauh berkurang. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga dan kita pelihara, khususnya oleh tim kesehatan, petugas kesehatan kita,” ucap dia.

Jumlah total jamaah haji Indonesia yang berhaji pada tahun ini mencapai 231 ribu orang. Mereka terdiri atas 215 ribu haji reguler beserta petugas dan 16.962 orang jamaah haji khusus.

Sumber: ihram.co.id