Pasca Penyerangan Wiranto, Megawati Minta Kader PDIP Waspada

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan prihatin atas peristiwa penyerangan terhadap Menko Polhukam, Wiranto.

“Saya prihatin mendengar kabar peristiwa penyerangan terhadap Pak Wiranto. Saya mengecam aksi penyerangan tersebut. Saya berharap aparat kepolisian bisa menyelidiki motivasi pelaku melakukan penyerangan,” kata Megawati di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Presiden kelima RI itu mengaku terkejut atas insiden penyerangan itu. Sehingga, ia berharap, kasus tersebut tak bisa dibiarkan atas nama apa pun.

“Kita tidak mentolerir aksi kekerasan. Semoga Pak Wiranto segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” lanjut Megawati.

Terkait insiden penusukan ini, Megawati menghimbau segenap kader PDIP untuk tetap tenang dan waspada menjaga lingkungan masing-masing.

“Kader PDIP diminta untuk tenang dan waspada,” pungkas Megawati.

Diberitakan sebelumnya, Wiranto diserang dua orang dengan menggunakan belati.

Atas kejadian tersebut, mantan Menhankam Pangab itu harus menjalani operasi akibat tusukan benda tajam di RSPAD Gatot Subroto.

Sumber: sindonews.com

PBNU Minta Penyerangan Wiranto Tak Dikaitkan dengan Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan, Robikin Emhas, menyatakan apa pun motif dan alasannya, penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto tidak bisa dibenarkan.

“Sehingga yang diserang adalah simbol negara. Itu artinya, yang diserang hakikatnya adalah keamanan negara, keamanan masyarakat,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, segala macam tindakan kekerasan bukan merupakan ajaran. Oleh karena itu jangan ada yang mengaitkan dengan agama.

“Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin),” pungkasnya.

Robikin menjelaskan, Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan.

“Untuk itu saya mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut,” tuturnya.

Ia mengajak semua pihak mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini. Termasuk hati-hati mencari referensi, mengambil guru.

“Jangan berguru pada media sosial dan kelompok eksklusif. Cari lembaga pendidikan yang sudah terbukti mengajarkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran,” katanya.

MUI Heran Apa yang UGM Takutkan dari Sosok UAS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ikut menanggapi penolakan kampus UGM yang melarang Ustaz Abdul Somad (UAS) berceramah.

Anwar Abbas merasa heran mengapa kehadiran UAS untuk menyampaikan kuliah umum di Masjid UGM dibatalkan.

“Sebagai sesama akademisi, apa yang harus mereka takutkan dengan UAS,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Kamis (10/10/2019).

Ketua PP Muhammadiyah menilai, pandangan UAS tidak ada yg bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945.

Kalau adanya masalah perbedaan pilihan dalam pilpres yang lalu seharusnya juga tidak mesti menjadi masalah.

“Negara ini kan negara demokrasi jadi sah-sah saja orang punya pilihan yang berbeda dengan kita dan kita harus menghormati hal tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, dunia kampus harus membuka diri dan jangan tertutup seperti itu.

Kecuali kalau yang bersangkutan memang punya pandangan yang akan merusak pancasila uud 1945 dan NKRI.

Pengamat: Sakiti Hati Rakyat Bisa Memotivasi Mereka Nekat Serang Pejabat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme Harits Abu Ulya menilai insiden penyerangan warga terhadap Menkopolhukam Wiranto boleh jadi karena sikap Wiranto sendiri yang dianggap sebagian rakyat menyakiti hati nurani mereka.

“Selama ini publik gelisah dan berharap agar para pejabat atau penguasa bisa bisa kontrol diri tidak keluarkan kebijakan atau statemen yang menyakiti hati nurani rakyat,” kata Harits kepada Jurnalislam.com, Kamis (10/10/2019).

“Jika tidak, bisa-bisa memotivasi warga atau rakyat berbuat nekat  menyerang pejabat,” tambahnya.

menilai insiden penyerangan warga terhadap Menkopolhukam Wiranto boleh jadi karena ada orang yang memang membenci Wiranto karena apa yang dia perbuat.

Misalnya, bisa saja ucapan dan kebijakan Wiranto dianggap menyinggung sebagian masyarakat sehingga orang tersebut melampiaskannya kepada Wiranto.

“Bisa saja itu pelakunya adalah orang-orang yang secara personal benci kepada wiranto sebagai Menkopolhukam yang selama ini di anggap membuat statemen politik yang tidak nyaman disebagian nalar dan nurani publik,” pungkasnya.

Ada Pihak yang Dinilai Ngebet Tunggangi Kriminalitas terhadap Wiranto ke Isu Terorisme

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme Harits Abu Ulya menilai bahwa tindak kriminal terhadap Menkopolhukam Wiranto rentan ditunggangi dan di arahkan ke isu terorisme.

Seharusnya, menurut Harits, pelaku kriminal ditindak sesuai ketentuan hukum, dibawa ke persidangan.

“Jadi kita proporsional saja, pelaku kriminal penyerangan di bawa ke meja hijau dan di adili,” kata dia kepada Jurnalislam.com, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, tindakan kriminal ini bisa saja di arahkan ke isur terorisme.

“Bisa saja oleh sebagian pihak yang ngebet menyeret ke arah isu “isis”,”teroris” dan sebagainya,” katanya.

“Bahkan bisa saja di dramatisasi dengan narasi yang bombastis sesuai kepentingan politik yang menunggangi kasus kriminal ini,” ungkapnya.

Soal Penyerangan, Pengamat: Sebagian Publik Tak Nyaman atas Sikap Wiranto

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme Harits Abu Ulya menilai insiden penyerangan warga terhadap Menkopolhukam Wiranto boleh jadi karena ada orang yang memang membenci Wiranto karena apa yang dia perbuat.

Misalnya, bisa saja ucapan dan kebijakan Wiranto dianggap menyinggung sebagian masyarakat sehingga orang tersebut melampiaskannya kepada Wiranto.

“Bisa saja itu pelakunya adalah orang-orang yang secara personal benci kepada wiranto sebagai Menkopolhukam yang selama ini di anggap membuat statemen politik yang tidak nyaman di sebagian nalar dan nurani publik,” kata Harits kepada Jurnalislam.com, Kamis (10/10/2019).

Ia menilai, boleh jadi kasus kriminal ini seolah menjadi sangat penting karena yang diserang adalah seorang pejabat menteri meski jelang titik akhir jabatannya.

“Tapi jika di bandingkan dengan kasus atau tragedi lainnya yang menimpa rakyat, maka apa yang di alami Wiranto suatu hal yang kecil. Rakyat banyak menderita; pengungsi gempa Ambon, pengunsi dan korban penyerangan di Wamena,” pungkasnya.

 

Jumat Besok, Wapres Akan Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Jumat 11 Oktober, rencananya akan meresmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim yang terletak di jalan Cipinang Cempedak I No 14, Jakarta Timur. Kepastian acara peresmian ini diungkap oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ir Candra Kurnianto.

“Kemarin (Selasa, 8 Oktober 2019) kami sudah bersilaturahim ke kantor Wapres, dan Pak JK (Jusuf Kalla) insya Allah bisa datang meresmikan gedung ini,” jelas Candra ketika dihubungi Rabu (9/10).

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Pimpinan Umum Hidayatullah, Ust Abdurrahman Muhammad, Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr Nashirul Haq, para ulama dan tokoh masyarakat, serta seluruh ketua DPW Hidayatullah dari 34 propinsi di Indonesia.

Acara peresmian akan dimulai pukul 10.00 hingga tiba waktu shalat Jumat. “Pak JK (Jusuf Kalla) rencananya akan shalat Jumat di Masjid Baitul Karim,” kata Candra lagi. Yang bertindak sebagai khatib adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Dr. Sofyan A. Djalil.

Masjid Baitul Karim adalah masjid berkapasitas sekitar 400 jamaah yang terdapat di lantai 1 Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah. Selain masjid, di gedung ini juga terdapat ruang pertemuan dan ruang produksi konten-konten publikasi untuk sarana dakwah.

Gedung ini, menurut Candra, akan betul-betul difungsikan untuk kegiatan dakwah. Di gedung ini akan berlangsung proses belajar dan mengajar al-Quran, pelayanan konsultasi keluarga, kajian keislaman, dan tempat pertemuan para tokoh Islam guna membicarakan solusi atas persoalan umat.

Gedung berlantai 4 ini berdiri di areal seluas 6 ribu meter per segi. Pembangunan gedung ini dimulai pada Februari 2018. Peletakan batu pertama ketika itu dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Hidayatullah, kata Candra, telah menetapkan kegiatan-kegiatan dakwah dan pendidikan sebagai program arus utama organisasi. Program dakwah dilakukan oleh para dai yang tersebar di 352 DPD Hidayatullah, sedang program pendidikan telah dijalankan oleh seluruh penyelenggara pendidikan Hidayatullah, dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Gempa Beruntun di Ambon Kamis Ini Timbulkan Kepanikan

AMBON (Jurnalislam.com) – Gempa beruntun yang mengguncang kota Ambon, Kamis (10/10/2019) siang menimbulkan kepanikan dan trauma masyarakat Kota Ambon.

Sebagian besar masyarakat Ambon memilih mengungsikan diri ke kawasan pegunungan di sekitar ibu kota provinsi Maluku itu.

Pemantauan di lapangan, melaporkan, ribuan warga dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki menuju kawasan Kudamati dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe. Mereka menyelamatkan diri ke daerah yang tergolong tinggi.

Serangkaian gempa beruntun tersebut dipicu gempa bermagnitudo 5,2 pada pukul 13.39 WIT dan berpusat di 3,57 Lintang Selatan (LS) dan dan 128,26 Bujur Timur (BT).

Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Timur Laut Kota Ambon, pada kedalaman 10 km.

Suasana kepanikan akibat diguncang gempa beruntun membuat warga tidak sabar dan saling berebutan untukmencapai wilayah tinggi, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di hampir semua wilayah pusat Kota Ambon.

Beberapa orang ibu, terlihat berjalan terburu-buru sambil menangis karena mengkhawatirkan anak-anak mereka yang sedang bersekolah maupun kuliah.

“Saya tadi pagi sudah melarang anak saya untuk tidak ke kampus dulu di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, menyusul gempa tadi pagi, tetapi dia tetap memaksakan diri untuk pergi. Sekarang kondisi panik begini saya sulit menghubungi anak saya,” ujar Ny. Betty.

Gempa beruntun tersebut membuat warga yang sedang beraktivitas di kantor maupun siswa sekolah berlarian ke luar dan memilih menyelamatkan diri masing-masing ke lokasi aman.

“Beta (saya) deng (dengan) tamang-tamang (teman-teman) mengungsi ke Kudamati dulu. Nanti setelah suasana aman baru pulang ke rumah,” kata Michael, siswa SMP Negeri 19 Talake, Kecamatan Nusaniwe.

BMKG mencatat hingga Kamis siang pukul 14.05 WIT terjadi delapan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6.

Sumber: republika.co.id

 

Forum Wakaf Produktif Harap Nazhir Pahami Wakaf Sukuk

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Wakaf Produktif (FWP) mendorong nadzhir-nadzhir anggota untuk mempersiapkan materi promosi untuk Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS).

Hal ini untuk mendukung penawarannya nanti kepada donatur ritel.

Kesiapan materi tersebut tergantung pula pada literasi masing-masing lembaga nadzhir. Menurut Ketua FWP, Bobby Manulang, literasi juga masih menjadi pekerjaan rumah termasuk bagi nadzhir.

Belum semua memahami skema menyeluruh dan sistem dari CWLS. “Untuk nadzhir-nadzhir besar lebih siap, namun yang lainnya masih perlu pendalaman,” kata dia pada Republika, Rabu (9/10/2019).

Nadzhir FWP baru akan dilibatkan saat penawaran untuk ritel.

Saat ini, kata Bobby, Badan Wakaf Indonesia (BWI) masih fokus untuk penawaran pada korporasi. Sehingga pendalaman literasi masih belum optimal.

Bobby berjanji akan ada strategi tambahan untuk menambah informasi terkait kejelasan produk, baik bagi nadzhir, media, maupun masyarakat.

Pasalnya, inovasi ini perlu segera direalisasikan setelah diluncurkan akhir 2018 lalu.

“Saat ini kita belum berani open donasi juga karena takutnya lama hingga tersalurkan,” kata dia.

Biasanya, nasabah perlu kejelasan dalam bentuk laporan tentang kemana donasinya disalurkan. Untuk target pun, FWP tidak bisa menentukan bagi masing-masing nadzhir karena kesiapan mereka berbeda-beda.

Sumber: republika.co.id

Harga Emas Berkilau di Kisaran Rp700 Ribu per Gram

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Harga emas yang semakin berkilau meningkatkan portofolio pembeliannya di Bank Mandiri Syariah.

Sekretaris Perusahaan Mandiri Syariah, Ahmad Reza menyampaikan kenaikan harga tidak menyurutkan minat beli emas masyarakat.

“Harga emas yang cukup tinggi bertahan di tiga bulan terakhir ini menyebabkan kenaikan juga terhadap portfolio produk gadai emas dan cicil emas,” kata Reza pada Republika, Rabu (9/10/2019).

Harga emas bertahan di atas Rp 700 ribu dalam tiga bulan terakhir. Harga emas Antam per hari ini tercatat Rp 762 ribu per gram.

Kenaikan portofolio produk emas di Mandiri Syariah bisa berarti masyarakat masih menilainya sebagai produk prospektif, baik untuk lindung nilai maupun investasi.

Selain itu, Reza mengatakan kenaikan portofolio juga dapat diakibatkan dari adanya perbaikan fitur produk gadai emas Mandiri Syariah yang semakin kompetitif.

Pertumbuhan bisnis gadai emas dan cicil emas di Mandiri Syariah per September sendiri tumbuh sebesar 13 persen (yoy).

“Volumenya mengalami pertumbuhan sebanyak 5,81 persen, jumlah nasabah posisi bulan September 2019 juga mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen,” katanya.

Cicil Emas Mandiri Syariah adalah fasilitas yang disediakan untuk membantu nasabah membiayai pembelian atau kepemilikan emas berupa lantakan.

Pembiayaan yakni untuk emas batangan dengan minimal jumlah 10 gram.

Waktu pembiayaan yang diinginkan paling singkat adalah dua tahun dan paling lama lima tahun. Pelunasan dipercepat diperbolehkan setelah pembiayaan minimal berjalan satu tahun. Nasabah harus membayar uang muka sebesar 20 persen secara tunai.

Sumber: republika.co.id