Cegah Penyebaran Corona, Sinergi Foundation Sebar Masker dan Hand Sanitizer Gratis

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wabah Corona belum mereda. Kini, Corona ditenggarai telah tersebar di 34 negara, termasuk Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan mencegah persebaran Corona, Sinergi Foundation melalui Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) dan Sinergy for Humanity membagikan ratusan masker dan hand sanitizer untuk masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai upaya kami untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Kami harap masyarakat tetap tenang dalam menghadapi virus ini dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” kata CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Tebar Masker dan Hand Sanitizer ini dilakukan di Car Free Day, Dago, Bandung, Ahad (8/3/2020). Penyediaan masker ini membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker. Karena kelangkaan, harga masker ditengarai mencapai hingga Rp350.000 per boks.

Selain pembagian masker dan hand sanitizer, berbagai tindakan preventif pun dilakukan. Di klinik-klinik RBC, para bidan dan dokter terbiasa melakukan sosialisasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada para dhuafa.

“Salah satu upaya untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh kita adalah dengan menjaga kebersihan diri. Salah satunya dengan mencuci tangan baik dengan menggunakan sabun maupun cairan antiseptik. Oleh karena itu kami terus mensosialisasikan ini kepada para member dhuafa,” tutur Asep.

Tak hanya itu. Sinergi Foundation pun melakukan sosialisasi kesehatan dan sanitasi, termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar serta pemilahan sampah, kepada tiga ratusan siswa-siswi SDN Kebon Manggis 08 Pagi pada Sabtu (7/3/2020).

Melalui kegiatan ini, Asep berharap masyarakat terus waspada terhadap penyebaran Corona dan terus menjaga kebersihan diri. []

Trending Topik, Aksi #GejayanMemanggil Tegaskan Tolak RUU Omnibus Law

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi rapat rakyat Mosi Parlemen Jalanan yang digelar jalan Gejayan, Yogyakarta pada Senin (9/3/2020) pagi, membuat hastag atau tagar #GejayanMemanggilLagi menempati trending topik pertama di Twitter Indonesia pada Senin (9/3/2020).

Aksi yang dilakukan dalam rangka menolak RUU Cipta Kerja atau OmnibusLaw itu sebelumnya berkumpul di Bundaran UGM, Multi Purpose UIN dan Taman Pancasila UNY kemudian menuju jalan Gejayan untuk melakukan orasi.

Salah satu akun Twitter yang ikut menggaungkan hastag #GejayanMemanggilLagi SOEMAKOR menegaskan bahwa kebijakan Ombnibus Law sangat merugikan rakyat dan justru berpihak pada korporasi.

“Mahasiswa tak ingkar janji, Jokowi tak tepat janji, Omnibus Law bikin rakyat mati, Gejayan Memanggil Lagi,” katanya.

Sementara akun #JogjaDaruratAgraria menyoroti pasal pasal yang dianggap bermasalah yang ada di RUU Cipta Kerja yang akan disahkan.

“Isi Omnibus Law cipta kerja itu terdiri dari 79 UU, 1200 pasal. Pantengin thread kita besuk ya,  judulnya: jika omnibus law disahkan apa yang terjadi padamu wahai bumi?,” paparnya.

Hingga pukul 13.24 Wib, hastag #GejayanMemanggilLagi telah di twett oleh 6261penguna Twitter dan menempatkan hastag tersebut di posisi pertama.

Pancasila Bersumber dari Islam, DSKS: Seluruh Masyarakat Harus Bertauhid!

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri menegaskan bahwa prinsip dasar Pancasila bersumber dari nilai nilai agama Islam.

Untuk itu ia menolak bila dikatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama.

“Kalau kita merumuskan Indonesia yang baik, yang pertama bangsa Indonesia harus tahu diri bahwa seluruh rakyat, harus berketuhanan yang Maha Esa harus bertauhid, seluruh rakyat harus berkemanusiaan yang adil dan beradab,” katanya dalam acara Tabligh Akbar bertajuk ‘Musuh Terbesar Pancasila adalah Korupsi, Bukan Agama’ di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Sukoharjo, Ahad (8/3/2020).

“Kemudian setelah kemanusiaan yang adil beradab dan tauhid akan terwujud persatuan indonesia, cara mengelolanya bukan dengan cara demokrasi,” imbuhnya.

Dr Muin sapaannya, juga mengkritisi pemilihan Presiden dengan cara pemilihan langsung oleh rakyat, menurutnya, berdasarkan Pancasila seharusnya Presiden Indonesia dipilih melalui Musyawarah sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila ayat keempat.

“Karena tidak ada satu ayat pun dalam konstitusi yang menyatakan Indonesia dikelola dengan demokrasi, gak ada sama sekali, dan itu semua harus dikelola dengan musyawarah dalam perwakilan, musyawarah akan  kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pernyataan ketua BPIP Yudian Wahyudi yang mempertentangkan Pancasila dan Agama, menurutnya, dampak dari pernyataan tersebut membuat paham agama tidak boleh dianut oleh warga Indonesia.

“Kalau dikatakan musuh terbesar pancasila adalah agama, apa dampak omongan ini, berarti kita tidak boleh bergama di Indonesia, atau dijabarkan komunis,” paparnya.

“Kita gak usah ikutan mereka, kita ikut yang Allah katakan bahwa munafikun yang bikin onar di masyarakat itu adalah musuh besar, kata Allah dengan jelas orang-orang munafik,” pungkas Dr Muin.

Hilangkan Nilai Religiusitas, MUI Kritik Dewan Pengawas KPK

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengkritik Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyusun kode etik bagi pimpinan KPK baru.

Pasalnya, Dewas membuang nilai dasar religiusitas yang sudah  ada dalam nilai-nilai dasar KPK sebelumnya, yaitu religiusitas, integritas, keadilan, profesionalisme,  kepemimpinan dan menggantinya dengan nilai dasar sinergi.

“Membalik posisi ini jelas sangat tidak bertanggung jawab karena akan menempatkan manusia di atas segala-galanya termasuk di atas dari Tuhan itu sendiri. Ini jelas merupakan sebuah pemikiran yang sesat dan  membahayakan,”  kata Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (09/03/2020).

Artinya, lanjut dia, para pihak yang ada di KPK dalam pola pikir dan pola tindaknya tidak boleh mengabaikan ajaran dari agama yang diakui oleh negara. Mereka harus mengacu kepada nilai yang ada dalam ajaran agama tersebut.

“Ini penting kita sampaikan karena bukankah kita sudah sepakat untuk menjadikan pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan hukum dasar negara di mana ke dua-duanya harus kita fungsikan sebagai kaidah penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Lantas, dia mempertanyakan kenapa Dewan Pengawas KPK tidak berdiskusi dengan para ahli yang lain yang punya pandangan berbeda? Menurut dia, dalam susunan dan hirarki sila yang ada dalam pancasila dapat ditemukan dan  simpulkan bahwa nilai Ketuhanan Yang Maha Esa itu harus menaungi dan menjiwai nilai kemanusiaan tersebut.

“Ini jelas terlihat Dewan Pengawas mengabaikan Pancasila dan pasal 29 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.

Sebelumnya, nilai dasar KPK ialah religiusitas, integritas, keadilan, profesionalisme dan kepemimpinan. Akronim dari nilai dasar itu RI-KPK. Namun, dalam kode etik baru, religiusitas dihapus dan digantikan dengan sinergi.

“Kami cantumkan satu nilai dasar baru, yaitu sinergi,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

Tumpak menjelaskan nilai dasar baru KPK itu diperlukan karena terjadi perubahan dalam UU KPK. UU KPK baru, kata dia, mengharuskan lembaganya melakukan kerja sama, koordinasi, dan supervisi dengan lembaga negara lainnya. “Bahkan disebut juga operasi bersama,” kata Tumpak.

Arab Saudi Perketat Penyebaran Corona di Mekkah dan Madinah

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Pemerintah Arab Saudi makin memperketat penyebaran virus conona di tanah suci. Bahkan, Arab Saudi pada hari Kamis lalu (5/3) telah mengumumkan bahwa Masjidil Haram  di Makah dan Masjid Nabawi di Madinah ditutup satu jam setelah sholat Isya dan akan dibuka satu jam sebelum sholat Subuh (subuh) pada setiap harinya.

Ini adalah tindakan pencegahan terbaru untuk mencegah penyebaran coronavirus di Arab Saudi.

Seperti dilansir Arab News, pihak Kerajaan Sadui itu telah menangguhkan semua ziarah umrah pada hari Rabu lalu itu karena adanya kekhawatiran akan penyebaran virus corona.

Maka pihak berwenang pun telah membersihkan Masjidil Haram sebagai persiapan untuk sterilisasi, setelah penangguhan kunjungan Umrah baru-baru ini.

Seorang pejabat Saudi mengatakan operasi pembersihan tersebut merupakan “tindakan pencegahan sementara” yang “belum pernah terjadi sebelumnya.”

Pada bagian lantai atas tetap terbuka untuk sholat. Namun, dalam video yang diposting secara online pada hari Kamis lalu ternyata menunjukkan area mataf tampak sepi dari kerumunan jamaah yang mengelilingi Ka’bah.

Daerah di sekitar Ka’bah linny, misalnya tempat para peziarah melalukan Sa’i yakni berjalan mengelilinginya tujuh kali dan di antara bukit Safa dan Marwah malah akan tetap ditutup sampai larangan Umrah dicabut. Shalat hanya akan dilakukan di dalam Masjidil Haram.

Selain itu membawa makanan dan minuman ke masjid sekarang dilarang’ Akses jamaah yang ingin minum ke wadah Zamzam sementara akan dihentikan.

Arae makam di Masjid Nabawi Madinah yang menampung kuburan Nabi Muhammad dan dua sahabatnya, Abu Bakar Siddiq dan Umar ibn Al-Khattab, juga akan ditutup untuk jamaah.

Sumber: ihram.co.id

RSPI Puji Pemprov DKI soal Penanganan Virus Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) Mohammad Syahril memuji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberi cadangan (backup) rumah sakit rujukan untuk orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona baru (Covid-19).

Ia pun menyarankan media untuk bantu mengumumkan delapan RS rujukan Corona.

“Bagus, DKI ini memberikan dukungan (backup) kepada kita semua ini, ya. Tolong wartawan bantu mengumumkan ada delapan rumah sakit rujukan Corona,” ujar Syahril di Jakarta, Jumat.

Syahril mengatakan di RSPI SS saat ini masih menerima rujukan pasien terduga mengidap (suspect) Covid-19.

Hanya saja, dari 11 ruangan isolasi yang disediakan sudah terisi sembilan. Sementara satu ruangan isolasi tidak bisa diisi sembarangan karena diperuntukkan hanya untuk pasien yang membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator).

RSPI SS hanya memiliki satu kamar tersisa yang dapat dipastikan steril dan bisa dipergunakan untuk mengisolasi pasien suspect Covid-19 yang tidak membutuhkan ventilator tersebut.

Oleh karena itu, ia meminta wartawan menyampaikan dalam beritanya agar rumah sakit lain tidak sembarangan merujuk pasien ke RSPI SS jika belum betul-betul memenuhi kriteria mengidap penyakit menular tersebut.

“Mohon sampaikan ke rumah sakit yang lain, janganlah asal kirim pasien. Harus betul memenuhi kriteria. Kasihan lo pasien jauh-jauh ke sini ternyata nggak (negatif), akhirnya kita masukkan ke ruang biasa. Karena sayang ruang isolasinya kalau dia nggak perlu ke sana,” kata Dirut RSPI SS tersebut.

Dia juga menyampaikan bahwa pasien yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tak dibebani biaya apa pun terkait penangan Covid-19 karena negara sudah menjamin biaya pengobatan dan perawatan mereka.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) dr Dyani Kusumowardhani mengatakan pasien yang dirujuk ke RSPI SS hendaknya memiliki kriteria pasien dalam pengawasan (PDP). Di antaranya memiliki gejala penyakit seperti influenza seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, namun disertai dengan radang paru-paru baik ringan, sedang, maupun berat.

Persyaratan kedua, memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri yang negara tersebut sudah terjangkit Covid-19 atau ada kontak langsung dengan orang yang sudah dinyatakan positif. “Masuklah ke dalam kriteria itu dulu, kalau sudah masuk kriteria pasien dalam pengawasan (PDP) maka silakan kirim ke sini,” kata Dyani.

Sumber: republika.co.id

dr. Corona Pimpin Muhammadiyah Covid-19 Command Center

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua “Muhammadiyah Covid-19 Command Center”,  dr Corona Rintawan menyampaikan tim akan mengkoordinasikan berbagai program yang melibatkan potensi dan jejaring Muhammadiyah.

Koordinasi dilakukan mulai dari pencegahan, skrining, dan tata laksana awal.

“Muhammadiyah akan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki semaksimal mungkin membantu pemerintah agar wabah ini segera teratasi,” kata dr Corona.

Berbagai tindakan preventif yang disiapkan adalah sosialisasi dan pendampingan ke Sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Termasuk prosedur untuk dosen, guru, mahasiswa dan siswa yang cukup banyak akan pulang dari penugasan atau kegiatan di luar negeri.

Sosialisasi dan pendampingan ini juga meliputi tata cara penggunaan masker, penggunaan hand sannitizer, etika batuk–bersin dan deteksi dini.

Sementara RS Muhammadiyah yang disiapkan untuk tata laksana awal bila ditemukan pasien yang diduga sebagai suspect dipilih berdasarkan sebaran area kerja yang dikoordinasikan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah.

Untuk program ke sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat akan dikoordinasikan sebagai program bersama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Diktilitbang, LAZISMU, Aisyiyah, IPM, IMM dan semua organisasi kader lainnya.

Adapun daftar RS Muhammadiyah yang disiapkan di antaranya, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS Muhammadiyah Lamongan, RS Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan RSI Muhammadiyah Kendal.

Selain itu, ada juga RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, RS PKU Muhammadiyah Gombong, RS PKU Muhammadiyah Roemani Semarang, RS Fatimah Banyuwangi, RS Univ Muhammadiyah Malang, dan RS Siti Khotijah Sepanjang – Sidoarjo.

Rumah sakit lainnya yang ditunjuk adalah RS Muhammadiyah Palembang, RS Muhammadiyah Metro – Lampung, RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya, RSI Jakarta Cempaka Putih, RSI Jakarta Pondok Kopi, RS Aisyiyah Ponorogo, serta RS Aisyiyah Muntilan.

sumber: republika.co.id

Seluruh Jaringan Muhammadiyah Disiapkan Siaga Hadapi Virus Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Guna membantu menghadapi virus Corona yang telah dinyatakan positif ada di Indonesia, Ormas Islam Muhammadiyah menyiagakan seluruh jaringannya mulai dari Rumah Sakit, Sekolah, Perguruan Tinggi, hingga Jaringan Kader.

Dipimpin dr  Corona  Rintawan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah membentuk “Muhammadiyah Covid-19 Command Center”.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir beberapa waktu lalu telah menyatakan tentang kesiapan RS Muhammadiyah menangani pasien positif virus corona covid-19.

Kamis malam (5/3), resmi dibentuk “Muhammadiyah Covid-19 Command Center” untuk meningkatkan akselerasi program.

Jumlah Rumah Sakit yang disiapkan bertambah, semula 15 Rumah Sakit bertambah menjadi 20 Rumah Sakit. Programnya meluas menjangkau sekolah, perguruan tinggi dan komunitas untuk edukasi dan pencegahan.

Pembentukan tim ini merupakan tindak lajut dari penugasan kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan koordinasi.

Sesuai dengan prosedur standar yang diterapkan, sebelumnya sudah dilakukan persiapan dan simulasi untuk menangani potensi wabah sepert yang dilakukan di  RS PKU Muhammadiyah Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Bantul dan beberapa RS Muhammadiyah/Aisyiah di berbagai kota.

“Kami percayakan penanganan virus Corona ini kepada dokter Muhammadiyah yang bernama Corona Rintawan. Bukan hanya karena ada kesamaan nama, tapi beliau memang ahlinya. Beliau spesialis emergency dari RS Muhammadiyah Lamongan yang juga koordinator Emergency Medical Team Muhammadiyah untuk misi internasional,” ujar Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrohman, , Jumat (6/3).

Aksi Solidaritas Muslim India Juga Digelar di Sukabumi hingga Ambon

SUKABUMI(Jurnalislam.com)— Aksi solidaritas umat Islam Tanah Air tidak hanya berlangsung di Jakarta. Aksi serupa juga berlangsung di sejumlah kota antara lain Sukabumi dan Ambon.

Di Sukabumi, massa dari berbagai ormas Islam di Sukabumi mengecam aksi kekerasan terhadap Muslim di India. Mereka menggelar aksi solidaritas di sekitar Alun-Alun Kota Sukabumi, Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Jumat (6/3).

 

Aksi unjuk rasa ini digelar Aliansi Muslim Indonesia Raya Sukabumi pada Jumat siang. ” Kami mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap saudara sesama Muslim di India, ” ujar salah seorang koordinator aksi, Dede W.

 

Di mana banyak umat Muslim yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Sehingga massa meminta pemerintah pusat untuk berperan aktif dalam menghentikan aksi kekerasan tersebut.

 

Bahkan Dede mendesak pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan India. Di antaranya dengan menarik Duta Besar RI di India. Aksi solidaritas Muslim Sukabumi untuk Muslim India dari 35 ormas ditambah santri dan pengurus ponpes dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.

 

Aksi dengan tuntutan yang sama digelar ormas Garis Sukabumi Raya di Gedung DPRD dan Pemkot Sukabumi pada Kamis (5/3). Dalam pernyataan sikapnya Garis Sukabumi Raya mengecam adanya diskriminasi, kekerasan, dan intimidasi terhadap muslim di India.

 

Selain itu massa meminta pemerintah Indonesia agar melalui PBB menghentikan aksi kekerasan atas muslim di India. Di Kota Ambon, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku bersama sejumlah aliansi pemuda dan komunitas serta siswa di Kota Ambon melakukan aksi solidaritas peduli Muslim News Delhi, India, Jumat.

 

Aksi solidaritas itu berlangsung dari Lapangan Galunggung hingga depan masjid Raya Alfatah Kota Ambon. “Aksi Solidaritas Peduli Muslim New Delhi ini merupakan aksi dari peristiwa pada akhir Februari lalu, dimana penganiayaan terjadi pada warga minoritas Muslim di New Delhi, India,” kata Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu.

 

Tangkal Virus Corona, Ini yang Perlu Dilakukan!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin terhadap virus corona (Covid-19).

Namun, menurut ahli, untuk menangkal virus tersebut, Anda hanya perlu menjalani pola hidup sehat sehingga sistem imun tubuh menjadi kuat.

“Karena ini virus. Virus itu bisa kita lawan dengan menjaga kesehatan tubuh kita sendiri,” ungkap dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre.

Pande menjelaskan, pola hidup sehat yang pertama adalah menjaga asupan gizi tubuh. Upayakan pola gizi seimbang. “Protein cukup, karbohidrat cukup, lemak cukup, buah-buahan dan sayuran juga,” kata Pande, di Jakarta, Jumat (6/3).

Pande melanjutkan, untuk menangkal Covid-19, tak ada jenis makanan spesifik yang bisa dikonsumsi. “Ada yang bilang, ada makanan spesifik untuk anti bodi atau gimana, itu tidak ada. Jadi yang penting itu gizi seimbang,” ungkapnya.

Pola hidup sehat kedua, lanjut dia, adalah dengan rutin berolahraga. Setidaknya berolahraga lah selama 30 menit setiap hari. Ketiga, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Keempat, sering mencuci tangan sehingga tangan steril dari virus. Caranya yang ideal, kata dia, adalah dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Kelima, jika batuk dan/atau pilek, maka segeralah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga, tenaga medis bisa memberikan penanganan segera.

Keenam, dalam kondisi sakit harus menggunakan masker. Sehingga virus yang ada tidak menyebar ke orang lain. “Kalau kita sehat tidak perlu menggunakan masker,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus orang warga Kota Depok positif terjangkit Covid-19 pada Senin (2/3) lalu. Pada Jumat, pemerintah mengumumkan bahwa terdapat dua orang lagi positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di China itu.

Sumber: republika.co.id