Pemkot Bogor Akan Izinkan Mal Dibuka

BOGOR(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Bogor akan mengizinkan pembukaan pusat perbelanjaan atau mal. Jika pengelolanya telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Ada beberapa mal yang sudah mengajukan izin untuk bisa beroperasi lagi. Mal bisa dibuka jika memiliki fasilitas yang disesuaikan dengan standar protokol kesehatan dan menerapkannya secara ketat,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ketika meninjau Mal BTM di Jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/6).

Selain itu, lanjutnya, pengelola mal juga mesti menyediakan fasilitas ruangan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Menurut Bima, selain BTM, ada beberapa mal lagi yang sudah mengajukan izin untuk beroperasi seperti Botani Square, Lippo Plaza Ekalokasari, Lippo Plaza Kebun Raya, Bogor Junction, dan Yogya Plaza.

Mal BTM, tambahnya, telah membuat alur pengunjung masuk halaman depan mal, dengan tanda jaga jarak di lantai, menyediakan tiga unit tempat cuci tangan dengan sabun, serta batas jaga jarak di bagian dalam, khususnya di lorong menuju ke toilet.

Sedangkan, di lift berkapasitas delapan orang, juga dibatasi hanya untuk empat orang dengan tanda di lantai, serta di ruangan mushala dibatasi maksimal lima orang. Bima menilai persiapan yang dilakukan pengelola Mal BTM sudah cukup baik, tapi belum lengkap.

Ia memberikan beberapa catatan, kepada pengelola mal untuk segera dipenuhi dalam beberapa hari ke depan. “Tolong segera diperbaiki secepatnya. Setelah semuanya layak, baru kita izinkan beroperasi,” katanya.

Catatan yang disampaikan Bima Arya antara lain di depan kios harus diberi tanda batas jaga jarak. Di lokasi tempat jajanan, juga harus diberi tanda jaga jarak dan tidak ada antrean di satu tempat penyewa.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Mal BTM Samuel Koshan menyatakan pihaknya akan segera melengkapi persyaratan yang diminta wali kota. “Kami akan melengkapi dalam waktu dua hari,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Kasus Corona Naik, Saudi Kembali Tutup Tempat Publik

RIYADH(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mencatatkan kenaikan penderita corona secara luar biasa terhitung Senin (8/6) kemarin hingga mencapai 3.369 kasus. Bahkan, 71 masjid yang baru saja dibuka lagi harus kembali ditutup demi mencegah penularan virus corona.

Dilansir dari Saudi Gazette pada Selasa (9/6), total sementara penderita corona di Saudi sudah mencapai 105.283 orang. Adapun angka kematian karena corona naik 34 kasus menjadi 746. Sementara itu, jumlah pasien corona yang berhasil sembuh bertambah 1.707 orang menjadi 74.524.

Tingginya kasus corona yang terhitung pada Senin kemarin bukan terjadi pertama kali. Pada Ahad dan Sabtu kemarin juga terjadi peningkatan kasus corona masing-masing 3.045 dan 3.121 kasus.

Jika diperinci, kasus corona baru terhitung Senin kemarin paling banyak di Riyadh (746 kasus). Yang menyusul berikutnya adalah Jeddah (577 kasus), Makkah (376), Dammam (301), Hufof (241), Qatif (244), dan Madinah (124). Sementara itu, di kota-kota lain kasus corona baru berkisar belasan hingga puluhan saja.

Akibat kembali tingginya kasus corona, Pemerintah Saudi memberlakukan lagi pengetatan protokol kesehatan dan jam malam di Jeddah sejak Sabtu. Kehadiran di tempat kerja juga mengalami penundaan. Pembatasan ini diperkirakan bakal berlaku hingga akhir Juni.

Namun, di kota-kota lain Pemerintah Saudi hanya menerapkan strategi tiga langkah untuk kembali ke kenormalan baru. Di sisi lain, segala aturan tersebut tak berlaku di Mekkah karena masih lockdown secara penuh.

Sumber: ihram.co.id

Habib Rizieq: RUU Haluan Ideologi Pancasila Wajib Ditolak!

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Setelah membaca draft Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyerukan agar masyarakat menolak RUU HIP.

Menurut Habib Rizieq, ada beberapa alasan kenapa masyarakat harus menolak RUU HIP. Pertama, Pancasila yang merupakan landasan konstitusional yang tinggi tidak perlu diUndang-undangkan, karena akan merendahkan martabat dan derajat Pancasila sebagai dasar negara.

“Lalu definisi haluan pancasila tidak meletakan agama sebagai  pokok mendasar, diganti mental spiritual,” kata Habib Rizieq dalam sebuah acara yang membahas RUU HIP, lansir Front TV, Senin (8/06/2020).

Bahkan, menurut Habib Rizieq, dalam RUU HIP pasal 7 ayat 2 terlihat upaya memeras Pancasila menjadi trisila yaitu sosionasionalisme, sosiodemokrasi, dan ketuhanan berkebudayaan.

“Menurut saya, ini pelecehan agama dan nilai luhur Ketuhanan Maha Esa yang dijunjung tinggi. Karenanya, ini menjadi salah satu sebab bahwa wajib menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila,” pungkasnya.

Puluhan UKM Sukoharjo Luncurkan Bursa Bisnis Muslim

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Puluhan pelaku usaha kecil menengah (UKM) berjajar rapi mengelar produk mereka di komplek Joglo Dakwah Sakinah, di jalan Semen Romo,Cemani, Sukoharjo pada ahad, (7/6/2020) pagi.

Ada yang berjualan produk makanan seperti mie ayam, tengkleng, wingko babat, madu, minuman lemon, pizza, kebab, roti juga kebutuhan sandang seperti pakaian, topi hingga kebutuhan dapur yakni sayuran.

Mereka sedang berjualan di kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas sosial dakwah Angkringan 47 yakni ‘Launching Bursa Bisnis Muslim’. Ada sekitar 25 pelaku UKM muslim yang hadir untuk menawarkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.

Selain dihadiri para pelaku UKM muslim, panitia juga menhadirkan beberapa pelaku bisnis yang telah berpengalaman untuk agar bisa membagikan ilmu dan pengalamannya kepada umat Islam dan mendorong untuk menjadi para pelaku usaha.

Seperti Owner toko buku Arofah Ngruki, Sukoharjo, ustaz Abu Fatiah Al Adnani, pengusaha senior Solo Abah Kasum Mustofa, pengusaha muda pemilik Catering Halal Gerbang Sakinah dan pengusaha sekaligus pemilik pondok pesantren Al Fath yang mengratiskan biaya pendidikan untuk santri.

Menurut ketua panitia Agung, kegiatan bertajuk ‘Islam Bersatu Ekonomi Umat Bangkit’ tersebut kedepan akan menjadi sarana bagi pelaku usaha muslim untuk menjual produk produk mereka agar ekonomi umat semakin membaik dan bangkit kembali.

Ia melihat saat ini banyak pelaku usaha kecil yang harus gulung tikar sebelum berkembang karena mereka terkendala banyak hal seperti modal hingga kurang antusiasnya dari umat Islam sendiri untuk kembali ke produk muslim.

“Supaya ekonomi umat ini bisa kembali berjaya dan semoga kita bisa melakukan bursa ekonomi muslim ini terus bisa berjalan,” katanya kepada jurnalislam.com.

Terlebih menurut Agung, saat ini kondisi perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia sedang lesu akibat wabah pandemi covid-19. Dan kegiatan seperti ini diharapkan bisa sedikit membantu para pelaku usaha.

“Pentingnya karena saat ini sedang masa pandemi dan perekonomian sedang drop dan memanfaatkan momen untuk bersama sama agar ekonomi umat bisa kembali berjaya,” ujarnya.

Selain para pelaku usaha dan para pengusaha muslim Soloraya, kegiatan launching bursa muslim tersebut juga dihadiri dari berbagai komunitas di Soloraya, ada komunitas hijrah, komunitas sedekah, dan komunitas bikers.

Antusias masyarakat pun terasa terbukti dengan banyaknya pengujung yang hadir dan berbelanja di kegiatan tersebut.

Green Kurban Sinergi Foundation Akan Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Covid

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Kurban, ibadah yang menjadi momentum mendekatkan diri pada Sang Maha.

Tak ketinggalan, tahun ini Sinergi Foundation kembali mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah ajaran Nabi Ibrahim AS ini. Hal ini bisa dilakukan melalui program Green Kurban.

Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation menyatakan, Green Kurban bukan hanya menawarkan ibadah secara vertikal. Lebih jauh, Green Kurban menawarkan nilai tambah lain yang bisa menyempurnakan ibadah kurban.

“Di Green Kurban, ibadah kita menjadi plus-plus. Ada enam nilai yang diusung oleh Green Kurban. Pertama, Menghijaukan Bumi. Melalui Green Kurban, kita berikhtiar manambah nilai ibadah kurban, dengan memelihara bumi. Sebab setiap 1 hewan yang kita kurbankan di Green Kurban, turut ditanam 1 pohon,” tutur Asep.

Kedua, katanya, Ramah Lingkungan. Ia menegaskan, seluruh proses kurban sangat mengutamakan aspek lingkungan, terutama di isu Zero Waste dan isu kurban tanpa plastik. Dari mulai pengadaan hewan, penyembelihan hewan hingga pendistribusian hewan.

“Alternatif penyaluran tanpa plastic adalah menggunakan bahan alam seperti canting bambu atau daun pisang,” katanya.

Ketiga, distribusi kurban untuk terdampak COVID-19. Selain mengantarkan hewan kurban ke berbagai daerah rawan bencana di Indonesia, terang Asep, Green Kurban pun menyalurkan daging untuk simpul kemiskinan di kota, yang terdampak COVID-19.

“Keempat, memberdayakan peternak di Waqf Integrated Farm. Bertahun-tahun mengelola kurban, proses penyediaan hewan kurban dilakukan melalui program pemberdayaan peternakan. Salah satunya, melalui Waqf Integrated Farm. Adanya Green Kurban, mampu menggerakkan perekonomian berbasis wakaf, khususnya melalui para peternak,” ulasnya.

Ia melanjutkan, “Kelima tentu saja membahagiakan sesama di penjuru negeri. Ibadah kurban kita mewujudkan kebahagiaan, menumbuhkan kedekatan hati, saat hewan kurban menjadi perantara terjalinnya persaudaraan saat berbagi nikmat dari satu potong daging,”

Keenam, hewan Green Kurban sehat & sesuai syariat. Ia menukas, pemilihan hewan kurban dilakukan dengan teliti, baik dari segi fisik, usia, dan juga kesehatan hewan kurban. Setiap prosesnya, dilakukan sesuai dengan syariat Islam.

“Dengan ibadah dan kebaikan plus-plus di Green Kurban, tentunya masyarakat tak perlu bingung lagi berkurban di mana. Kami mengajak masyarakat untuk berkurban di Green Kurban,” tandasnya.

 

Solopeduli Gelar Seleksi Penerima Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Yatim dan Dhuafa

SOLO (Jurnalislam.com)- Solopeduli menggelar tes seleksi penerimaan beasiswa perguruan tinggi khusus bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini merupakan tes tahap ketiga yang dilakukan di kantor pusat SOLOPEDULI di Jl. Griya Smart Tentara Pelajar, Jetak, Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar pada (8/6/2020).

 

Tes seleksi ini diikuti oleh 16  calon-calon peserta yang berasal dari wilayah Soloraya, Magelang dan Ngawi Jawa Timur. Tes ini merupakan tes tahap ketiga, dimana tes tahap pertama dilakukan awal bulan Mei berupa tes administrasi yang, tes tahap kedua dilakukan pada akhir bulan Mei berupa tes tertulis dan tes tahap ketiga dilakukan tes psikotes pada 8/6.

 

”Saya dari Ngawi Jawa Timur, ini saya dianter ayah, semoga bisa lolos biar saya bisa kuliah gratis dan mendapat fasilitas lainnya untuk mengejar cita-cita,” ungkap salah satu peserta yang berasal dari Ngawi Jawa Timur, Riski Utami. Riski adalah anak keempat,  Bapaknya walau sudah berusia lanjut tetap bekerja menjadi pedagang, sedang ibunya di rumah.

 

Selain Riski, ada juga peserta yang berasal dari MAN Karanganyar Safira Oktafiana. Safira adalah anak yatim, ia berharap bisa diterima menjadi penerima beasiswa perguruan tinggi Solopeduli. Dengan kuliah ia berharap mendapat skill dan ilmu yang memadai sehingga ke depan bisa memanfaatkan ilmunya untuk membantu keluarga dan masyarakat sekitar.

 

Tes seleksi pada tahap ketiga ini, tes psikotes dilakukan langsung oleh HRD Solopeduli Andri Kusumaratih.

 

”Dengan adanya tes psikotes, calon penerima beasiswa benar-benar akan terlihat kemampuan dan potensinya. Tes ini juga akan memudahkan kami untuk jadi salah satu pertimbangan untuk menerima mereka atau tidak, dan untuk penerima beasiswa juga memudahkan potensi dan kecenderungan mereka,” jelasnya.

 

Solopeduli akan mengambil 5 calon dari 16 calon pendaftar. Penerima beasiswa ini akan kuliah di Universitas Sinar Nusantara Solo. Sudah 12 tahun Solopeduli bekerjasama dengan Universitas Sinar Nusantara memberikan beasiswa pendidikan gratis 100 persen, tempat tinggal, uang bulanan dan pembinaan mahasiswa.

 

Para penerima beasiswa yang lolos adalah anak-anak yang berasal dari keluarga dhuafa dengan menyertakan Surat Keterangan Tidak  Mampu dari kelurahan masing-masing, atau anak yatim yang dhuafa.

 

”Tes terakhir nanti bulan Juli berupa tes wawancara dan sekaligus penandatanganan MoU oleh calon penerima beasiswa dan orangtua atau walinya. Kami buat demikian agar bisa mendapatkan calon-calon penerima beasiswa yang benar-benar membutuhkan dan serius untuk kuliah dan mengikuti program Solopeduli. Semoga semua rencana dan pentahapan ini bisa mengantarkan penerima beasiswa meraih cita-cita dan kemudahan untuk masa depan mereka,” terang Direktur Utama Solopeduli, Sidik Anshori.

Milad ke-18, BSMI Gelar Baksos Swab PCR dan Rapid Test Covid19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyelenggarakan rangkaian Pekan Milad ke-18 dengan menggelar Baksos Rapid Test dan Swab Test di RS Lapangan Covid-19 BSMI di Halaman RSU Alfauzan Jakarta Timur, Senin (8/6/2020).

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Muhammad Djazuli Ambari menyebut usia 18 tahun adalah usia menuju kedewasaan. Ia menyebut semakin dewasanya umur BSMI ditandai dengan hadirnya BSMI di 30 Provinsi di seluruh Indonesia.

“Dilahirkan di Al Azhar 8 Juni 2002 kini BSMI sudah ada di 30 Provinsi berkat kerja keras para relawan,” ujar Djazuli.

Djazuli menyebut dalam rangka Milad ke-18, BSMI menggelar Baksos Rapid Test dan Swab PCR Test Covid-19 bagi masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

“Hari ini menggelar rapid test untuk masyarakat. Disini termasuk zona merah. Semoga setelah PSBB transisi ini bisa segera berakhir,” papar Djazuli.

Anggota DPR RI Dapil Jakarta Timur Mardani Ali Sera yang hadir meninjau RS Lapangan BSMI mengapresiasi capaian BSMI selama 18 tahun.

Ia menyebut, di era demokrasi saat ini tidak masalah semakin banyak unit organik kemanusiaan yang bergerak dan dibantu oleh negara.

“Seperti BSMI dan PMI adalah unit organik kemanusiaan yang harus didukung dan dibantu. Di era demokrasi ini kita dorong. Dulu kita melihat cuma ada PGRI untuk organisasi guru, sekarang ada banyak unit organisasi guru. Semakin banyak semakin baik. Unit kemanusiaan seperti BSMI sebaiknya juga mendapat perhatian dari negara,” ujar Mardani.

Direktur RS Lapangan Covid-19 BSMI dr Jupriah menambahkan, Baksos Milad 18 BSMI diikuti oleh 12 orang yang menjalani rapid test dan dua orang yang menjalani swab test PCR.

“Sejak berdiri sampai 31 Mei 2020, ada 52 orang yang menjalani rapid test di RS Lapangan BSMI dengan yang reaktif tiga orang. Tiga orang yang reaktif kami rujuk ke RSUD Pasar Minggu,” papar Jupriah.

New Normal, MUI Harap Ulama dan Umat Tetap Disiplin

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyepakati kerjasama menanggulangi Covid-19.

 

Kiai Muhyiddin Junaidi mengatakan, MUI merasa tersanjung telah diberikan kepercayaan oleh BNPB untuk membantu memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

 

Dengan ditandanganinya MoU ini, menurut dia, MUI memiliki beberapa kewajiban yang di antaranya menyiapkan materi khutbah atau ceramah untuk menghadapi Covid-19.

 

Kiai Muhyiddin menjelaskan, kewajiban dari MUI antara lain adalah menyiapkan materi khutbah, ceramah dan juga tausiyah kepada masyarakat apabila dalam kondisi musibah harus memperbanyak bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dia mengatakan, kedepannya MUI juga akan meminta saran kepada BNPB untuk meningkatan kedisiplinan umat Islam dalam menghadapi Covid-19 ini.

Dia juga berharap para ulama nantinya lebih disiplin lagi seperti halnya tentara dalam menghadapi pandemi tersebut.  “Mudah-mudahan disiplin tentara ini dapat ditularkan kepada alim ulama. Dan kalau dua-duanya dilakukan insyaAllah upaya kita bisa memberantas Covid-19

dan terputus mata rantainya,” ujar dia.

 

Sementara itu,  Sekretaris Satgas Covid-19 MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan penandatanganan MoU antara MUI dan BNPB ini bertujuan mempererat hubungan untuk penanggulangan bencana. Kerjasama ini nantinya akan memprioritaskan penanggulangan pandemi Covid-19.

 

Namun, menurut dia, MUI kedepannya juga akan membantu BNPB untuk menanggulangi bencana lainnya, seperti bencana konflik maupun bencana alam. Karena itu, Kiai Cholil berharap para dai kedepannya bisa menjadi pahlawan kemanusiaan.

 

“Harapannya, para dai menjadi pahlawan kemanusiaan untuk menyelamatkan umat dari bencana memberi pelajaran dan kesadaran umat untuk mematuhi protokol kesehatan,” kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI ini.

MUI-BNPB Jalin Kerjasama Tanggulangi Covid-19 di Era New Normal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepakat untuk bekerjasama menanggulangi Covid-19.

 

Kerjasama itu tertuang dalam penandatangan MoU bersama Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

 

Nota kesepamahan ini ditandangani langsung Kepala BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo ersama Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi.

 

Menurut Doni Monardo, MoU ini sangat penting untuk menghadapi Covid-19, apalagi saat ini sudah memasuki era new normal. “MoU ini sangat penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi Covid-19 ini,” tutur dia di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

Libatkan Ulama dan Ustaz

Doni menjelaskan bentuk kerjasama yang sangat diharapkan dari para ulama adalah bagaimana  MUI lewat para ustaz, dai di berbagai daerah bisa menyampaikan pesan tentang pentingnya protokol kesehatan.

 

“Supaya masyarakat kita tahu bahwa mengabaikan protokol kesehatan berisiko pada ancaman kesehatan,” kata dia.

 

Lebih lanjut Doni mengatakan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini masyarakat perlu memperbaiki perilakunya, lebih taat kepada aturan dan lebih patuh kepada protokol kesehatan.

 

Namun, menurut dia, protokol kesehatan ini terkadang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.

Karena itu, untuk menghadapi Covid-19 dia menekankan pentingnya selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

 

“Ketiga bagian penting inilah yang harus kita lakukan selama Covid ini masih ada, selama wabah ini masih menjadi ancaman,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini.

 

Dia menambahkan, melalui kerjasama dengan MUI ini diharapkan nantinya para ulama bisa menyampaikan pentingnya protokol kesehatan itu setiap saat, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di pendidikan non formal seperti pesantren.

 

“Sehingga masyarakat kita yang mayoritas Islam ini betul-betul bisa memahami karena yang menyampaikannya adalah ulama,” katanya.

 

Doni yakin masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam sangat patuh dan taat terhadap para ulama. Semakin banyak tokoh-tokoh Islam yang menyampaikan pesan pentingnya protokol kesehatan, sehingga bangsa akan semakin cepat mengatasi Covid-19. “Inilah yang menjadi harapan kami semua,” ujar dia.

New Normal Jangan Diartikan Bebas Beraktivitas

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Upaya pemerintah pusat dan daerah yang mulai menerapkan wacana kenormalan baru atau New Normal, dikritik oleh Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani.

Adapun hal tersebut ditandai dengan penghentian kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah dan diikuti pencabutan larangan mudik dengan membuka kembali akses keluar masuk ibu kota.

Netty mengatakan, New normal tidak bisa dimaknai sebagai kebebasan kembali beraktivitas seperti sebelum pandemi virus Corona (Covid-19) terjadi.

“Gunakan pendekatan saintifik dalam membuat kebijakan, jangan pake perasaan. Pemerintah daerah juga harus melibatkan akademisi dan ahli jangan sekadar ikut kebijakan,” kata Netty dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (8/6/2020).

Netty mengingatkan, agar pemerintah tidak boleh serampangan dan sembarangan mewacanakan new normal sebelum menyiapkan perencanaan dan pentahapan yang terukur baik kuantitatif maupun kualitatif.

“Perencanaan dan pentahapan ini harus clear dan jelas dari pusat sampai daerah, terutama daerah yang masih menghadapi covid-19. Jangan sampai alih-alih new normal, justru kita menuai badai,” ujar Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR ini.

Sekadar informasi, pada 6 Juni terjadi rekor penambahan kasus baru sebanyak 993 kasus. Tambahan terbanyak dari Jawa Timur, Jakarta dan Papua. Netty mengatakan, badai Pandemi Covid-19 masih terus mengintai.

“Kurva kasus masih belum melandai. Jawa Timur dan Surabaya sedang berjuang melawan darurat covid-19. Apa kurang jelas indikator yang tampak untuk membuat kebijakan yang benar-benar menyelamatkan rakyat?” ujarnya.

Dia pun mengaku sudah meninjau kondisi terkini penanganan Covid-19 di Cirebon dan Indramayu. legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat 8 ini juga menemukan kasus bayi berusia 50 hari terkonfirmasi positif covid-19 setelah dibawa orang tuanya ke pesta pernikahan dan berinteraksi dengan saudaranya dari wilayah episenter covid-19.

Selain itu, di Dapil Netty juga terdapat banyak pesantren dan boarding school yang santrinya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, kata Netty, jangan sampai di masa yang masih rawan ini, mengizinkan para santri untuk kembali ke pondok lagi.

“Demi kebaikan bersama, saya harap pemerintah dengan tegas memberikan arahan yang jelas kepada para pimpinan lembaga pendidikan dan dinas kesehatan daerah agar memberikan jaminan perlindungan bagi anak-anak kita. Jangan sampai mereka menjadi korban karena kelalaian pemerintah,” tuturnya.

Sumber: sindonews.com