Amphuri Yakinkan Dana Gagal Berangkat Haji Umroh Aman

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) mengatakan, dana jamaah umroh, yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19, akan tetap aman di tangan penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU). Calon jamaah juga tak perlu khawatir dengan travel umroh yang terancam gulung tikar terdampak pandemi Covid-19.

Sebab, semua dana umrah diawasi oleh Kementerian Agama melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

“Jamaah insya Allah tidak perlu risau. Saat ini dengan fungsi kontrol yang ketat dari Kementerian Agama (lewat Siskopatuh), tidak mudah bagi travel PPIU untuk gagal dengan dana tersebut,” kata Sekretaris Jenderal Amphuri, Firman M Nur, Kamis (9/7).

Firman menjelaskan, dana jamaah tak bisa diselewengkan karena semua dana yang telah disetorkan ke akun bank milik PPIU akan tercatat di Siskopatuh. Kementerian Agama (Kemenag) akan mengetahui setiap jamaah yang telah membayarnya dan setiap jamaah juga akan diberikan bukti pembayaran.

Kemenag, lanjut dia, juga bisa melihat jumlah dana jamaah yang ada di akun bank milik PPIU dengan menggunakan Sikopatuh. “Kemenag bisa cek, itu kan sistem punya dia,” ucap Firman.

Adapun untuk dana yang ditarik PPIU, kata dia, Kemenag juga mengetahuinya. PPIU ketika menggunakan dana itu, untuk berbagai akomodasi ibadah umroh, juga akan memberikan bukti pembayarannya kepada jamaah. Mulai dari bukti pemesanan tiket pesawat, bus, penginapan, hingga visa.

“Bukti-bukti pembayaran ke pihak ketiga itu tidak diberikan ke Kemenag tapi itu jadi bukti PPIU saja dan jamaah juga akan menanyakan ‘kemana dana kami dibayarkan’,” ujar Firman.

Pemerintah Arab Saudi menutup ibadah umroh sejak 27 Februari lalu karena adanya pandemi Covid-19. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan ibadah umroh akan dibuka kembali. Kendati demikian, Kemenag telah mendorong agar PPIU menjadwal ulang pemberangkatan jamaah.

Sedangkan untuk ibadah Haji, pemerintah Saudi telah memutuskan untuk menggelarnya secara terbatas tahun ini. Hanya umat Islam yang sudah menetap di Arab Saudi yang boleh melaksanakan ibadah Haji.

Sumber: ihram.co.id

 

Kurban Online Didominasi Generasi Millenial

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa Doni Marlan mengatakan, tahun ini Dompet Dhuafa lebih menargetkan generasi milenial untuk berkurban meski di tengah pandemi.

Penanggungjawab Marketing Qurban Dompet Dhuafa ini juga mengatakan, kaum milenial sangat memerlukan penyaluran edukasi dan sosialisasi untuk berqurban. “Sasaran semua umur yang sudah dan ada mempunyai kemampuan untuk berkurban,” kata Doni, Kamis (9/7).

“Khususnya milenial yang menjadi edukasi dan sosialisasi kesadaran untuk kurban,” sambungnya. Di sisi lain, Direktur Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa, Zainal Abidin Sidik mengatakan, berdasarkan kisaran usia pequrban yang terdata, kaum milenial hampir mendominasi di seluruh platform resmi Dompet Dhuafa.

“Kami belum bisa menentukan range usia para pekurban. Tapi kalau menilik media promosi kami yang mayoritas di platform digital, kami menduga mayoritas dari kalangan milenial. Penjualan di market place digital juga menunjukkan trend yang sama,” jelasnya.

Zainal juga menegaskan, meski di tengah pandemi, namun antusias umat untuk berqurban, nyatanya tidak menyurut. Hal tersebut terlihat dari target qurban harian Dompet Dhuafa yang selalu di atas 100 persen.

“Target harian kami semua di atas 100 persen, sampai hari ini,” kata Zainal saat dihubungi Republika, Kamis (9/7). Tahun ini, Dompet Dhuafa menyediakan 30 ribu domba kambing dan 1.000 sapi, atau setara dengan 37 ribu domba kambing.

Jumlah ini, lebih banyak jika dibandingkan dengan stok yang disediakan Dompet Dhuafa tahun lalu, yang keseluruhannya hanya berjumlah sekitar 21 ribu. “Target tahun ini, 1.500-an domba/kambing standar, 1.000 ekor medium, 1.800-an ekor premium dan 150-an sapi,” ujar Zainal.

Penanggungjawab Penyediaan Stock dan Distribusi Qurban itu meyakini, antusiasme masyarakat akan terus meningkat, terutama di detik-detik akhir sebelum perayaan Idul Adha. “Trend dari hari ke hari sampai hari raya biasanya naik, dan puncaknya 2-3 sebelum Idul Adha,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Komnas Haji Umrah Minta Pemerintah Bantu Industri Travel

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Komnas Haji Umroh telah mengusulkan pemerintah membantu pengusaha di sektor umroh dan haji khusus. Bantuan yang diusulkan komnas misalnya memberikan kebijakan bantuan pinjaman, subsidi komponen biaya, keringanan fiskal, dan pemotongan pajak.

CEO Travel Taqwa Tours Rafiq Jauhary mengaku tidak terlalu berharap pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk uang. Tidak terlu berharapnya terhadap bantuan uang mengingat kas negara sudah banyak keluar membantu warga terdampak Covid-19.

“Saya tidak terlalu berharap dibantu dalam bentuk finansial,” katanya saat berbincang dengan Republika.co.id, Kamis (9/7).

Memang suatu hal yang mustahil mengingat jumlah PPIU sedikit dan masing-masing keperluan perusahaan berbeda. Jadi bantuan yang pantas diberikan pemerintah kepada pengusaha di sektor ini adalah dengan melonggarkan aturan yang selama ini memberatkan. “Setidaknya aturannya dilonggarkan saja,” katanya.

Ia mencontohkan aturan yang mesti dilonggarkan seperti akreditasi, sertifikasi yang memakan biaya puluhan juta itu mesti dilonggarkan, termasuk surveillance tahunannya. BUMN seperti Garuda Indonesia hadir membantu travel umroh dengan kemudahan tiket penerbangan umroh. “Jadwal keberangkatan diperbanyak, biaya ditekan, booking fee diringankan,” katanya.

Menurut Rafiq bantuan-bantuan semacam di atas itu sudah sangat membantu para pengusaha PPIU daripada bantuan dalam bentuk finansial. Karena bantuan finasial belum tentu menjawab persoalan karena kebutuhan masing-masing perusahaan berbeda. “Itu saja sudah cukup menggembirakan,” katanya.

Rafiq memastikan dalam kondisi seperti ini travel umrah juga ingin menguatkan ekonomi dalam negeri. Daripada potensi sejumlah 1 juta jamaah diambil maskapai asing, mending dibawa ke maskapai dalam negeri. “Tapi ya jangan kayak kemarin lah, tiket Garuda justru paling mahal dibanding maskapai manapun,” katanya.

Sumber: ihram.co.id

 

Pandemi, Kondisi 42,5 % Startup Kritis

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Efek pandemi tidak dapat dimungkiri berdampak hampir ke seluruh sektor industri. Salah satu yang terdampak di antaranya adalah perusahaan rintisan atau startup.

Rupanya, efek pandemi berpengaruh besar terhadap kondisi startup. Hanya 33% dari 139 startup di Indonesia yang disurvei mengaku berkondisi baik saat pandemi melanda.

“Di Mei, kondisi berubah dari yang sangat baik tinggal 33%, sedangkan yang biasa saja 24,5%, dan yang tidak baik 42,5%,” ujar Mulya Amri, Direktur Riset Katadata Insight Center, Kamis (9/7/2020).

Perubahan kondisi ini, menurut Mulya, terlihat jika dibandingkan pada bulan yang sama pada 2019. Pada Mei 2019, setidaknya ada sekitar 75% atau 74,8% mengatakan kondisinya baik, 21,6% biasa saja, sedangkan hanya 3,6% kondisinya tidak baik.

Kemudian, setengah dari startup yang disurvei mengaku mampu bertahan hingga setahun dalam kondisi pandemi seperti ini.

“Berapa lama sejak pandemi bisnis bisa bertahan, hampir 50% (mengaku) bisa bertahan sampai setahun,” lanjutnya.

Mulya menyebut ada beberapa faktor yang membuat sejumlah startup mampu bertahan di tengah pandemi.

“Ada faktor kestabilan juga. Bisnis bertahan ada beberapa faktor, bisnis model bagus di kala pandemi, ada juga perusaahaan yang punya cadangan besar, nafasnya kuat,” katanya.

Namun, ada juga segelintir startup yang rupanya tidak mampu bertahan lebih lama di masa pandemi ini.

“10% bisa bertahan kurang dari tiga bulan. 10% ini mungkin sudah tutup. Ini perusahaan-perusahaan yang sedang berjuang, mungkin ada beberapa gugur, ada yang bertahan. Misal pengurangan karyawan dan lain-lain,” ungkapnya.

139 startup yang disurvei dikumpulkan dengan metode purposive sampling dan diperoleh dari enam sektor prioritas, yakni pendidikan dan kesehatan, pertanian, logistik, pariwisata dan maritim, dan juga sektor lain, seperti ekonomi digital, marketplace, IT dan lain-lain.

Sumber: republika.co.id

 

Pemkot Bogor Siapkan Aturan Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban di Masa Pandemi

BOGOR(Jurnalislam.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan surat edaran mengenai pelaksanaan protokol kesehatan di tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, surat edaran tersebut sudah disetujui Wali Kota Bogor. Pada intinya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta para penjual dan panitia kurban menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Insya Allah paling telat Senin surat edaran ini beredar di masyarakat sebagai pedoman untuk pelaksanaan penjualan dan pemotongan hewan kurban di masa pandemi,” katanya usai rapat pembahasan protokol kesehatan pemotongan hewan kurban di Balai Kota Bogor, Kamis (09/07/2020).

Dalam panduan protokol kesehatan kata Anas, penjual hewan kurban harus melaporkan kepada camat melalui lurah setempat mengenai kesiapan protokol kesehatan. Pihaknya melarang penjual hewan kurban berjualan di badan jalan, trotoar, taman kota atau diatas saluran air.

Selain itu, hewan kurban harus memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari daerah asal dan melaporkan ke DKPP Kota Bogor. Sementara saat pemotongan hewan kurban, tempat pemotongan hewan beserta rumah ibadah melakukan desinfeksi sebelum dan sesudah pelaksanaan hewan kurban.

“Di lokasi tempat pemotongan hewan kurban harus menerapkan personal hygiene dan physical distancing, menyediakan thermo gun, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hand sanitizer, tempat untuk membuang limbah (Septik tank/dikubur) dan tidak membuang limbah ke aliran sungai,” katanya.

Bagi petugas pemotong hewan harus dalam kondisi sehat. Jumlah petugas di lokasi pemotongan dibatasi sesuai dengan luasan area pemotongan hewan kurban. Diwajibkan menggunakan baju lengan panjang, membawa baju pengganti, masker, face shield, dan sarung tangan, serta panitia  menyediakan deterjen untuk merendam baju yang sudah dipakai setelah selesai proses pemotongan.

“Dianjurkan untuk membawa peralatan pemotongan masing-masing (tidak saling meminjamkan alat), melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah pelaksanaan pemotongan hewan.  Pada saat menangani daging atau jeroan tidak saling berhadapan dan tidak merokok.

Selesai pemotongan hewan kurban agar segera mandi, ganti baju, dan merendam baju dalam ember yang berisi detergen,” jelasnya.

Anas menyarankan kepada para pekurban tidak menghadiri pemotongan dan panitia memberikan layanan menyaksikan secara daring, adapun haknya diantarkan langsung oleh petugas. Jika hadir menyaksikan diberi tanda batas tempat berdiri dan menggunakan masker.

“Pada saat distribusi daging kurban untuk menghindari kerumunan, Petugas/RT/Ketua Komplek mengantar daging kurban ke rumah-rumah warga yang berhak menerima. Potongan daging dikemas dalam besek atau wadah yang bersih serta terpisah dari jeroan, dianjurkan menggunakan kantong atau wadah yang ramah lingkungan.   Penanganan daging, jeroan, dan pendistribusiannya harus selesai dalam waktu 4 jam setelah proses penyembelihan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, pihaknya meminta agar surat edaran tersebut dijalankan dengan baik. Hal ini agar tidak terjadi penularan Covid-19.

“Pengawasannya memang harus diperketat oleh RW Siaga dan Satpol PP,” tegasnya.

Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Idul Adha 1441H

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Masjid Istiqlal tidak akan menggelar Salat Idul Adha. Menag Fachrul Razi mengatakan, keputusan ini diambil setelah mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

“Istiqlal tidak menggelar Salat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441H,” tegas Menag di Jakarta, Kamis (09/07) usai rapat bersama dengan Menko PMK, Menteri Kesehatan, BNPB, dan Imam Besar Masjid Istiqlal. Rapat membahas persiapan Idul Adha 1441H di masa pandemi Covid-19.

Menurut Menag, keputusan ini diambil karena alasan kesehatan. Sebagai Masjid Negara, Salat Idul Adha di Istiqlal selama ini diikuti puluhan ribu peserta. Hal tersebut akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi.

“Jika jemaah harus tes suhu misalnya, tentu akan butuh waktu lama jika harus dilakukan pada puluhan ribu jemaah,” ujar Menag.

“Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Menag menambahkan, proses renovasi di Istiqlal masih terus berlangsung. Saat ini sudah memasuki tahap finalisasi.

Menag berharap situasi pandemi segera berakhir sehingga masyarakat bisa beribadah di rumah ibadah dengan nyaman.

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat awal Zulhijjah 1441H pada 21 Juli 2020.

Persis Terbitkan Protokol dan Panduan Pendidikan Masa Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengeluarkan imbauan bagi para santri dan pengajar untuk memulai tahun ajaran di tengah pandemi.

Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim, mengatakan terdapat beberapa panduan yang perlu dilakukan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru (new normal).

“Pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi Persis agar memperhatikan kurva penyebaran virus covid 19 di daerah masing-masing,” ujar Haris, Kamis (9/7).

Haris menjelaskan, dalam keputusan resmi PP Persis terkait penyelenggaraan pendidikan, dinyatakan, bagi daerah yang sudah masuk kriteria zona biru/hijau dan dinyatakan aman, dapat menyelenggarakan kembali pendidikan tatap muka.

Tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, demi keselamatan peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Memastikan seluruh guru/asatidz dan semua yang tinggal di pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi PERSIS dinyatakan sehat

 

  1. Memastikan bahwa seluruh fasilitas pendidikan sudah disterilisasi dengan disinfektan, dan dilakukan rutin setiap selesai pembelajaran

 

  1. Memastikan bahwa ruang kelas, asrama, kantor dan ruang lainnya mempunyai ventilasi yang baik

 

  1. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang cukup

 

  1. Memastikan tidak terjadi penumpukan orang baik dengan mengatur jarak tempat duduk, atau mengatur jadwal tatap muka di kelas.

 

  1. Untuk pesantren yang diasramakan, memastikan bahwa seluruh santri, asatidz, murabbi dan pengurus yang ada di asrama sudah diperiksa kesehatannya, memakai masker, dan mengatur jarak santri di setiap kegiatan termasuk di asrama

 

  1. Untuk pesantren yang diasramakan, memastikan seluruh santri memakai peralatan makan, tidur, dan mandi masing-masing

 

  1. Mengoptimalkan unit kesehatan sekolah/pesantren/kampus

 

  1. Mengoptimalkan media informasi dan komunikasi antar penyelenggara pendidikan dengan peserta didik dan orang tua/wali

 

  1. Memperhatikan dan mengikuti panduan yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Persis. “Bagi lembaga pendidikan yang belum siap mengikuti protokol kesehatan seperti tersebut di atas, atau belum berada zona hijau/biru, maka tidak direkomendasikan untuk memulai pendidikan dengan tatap muka, dan agar meneruskan dengan sistema pendidikan melalui jejaring (daring),” tutup Haris.

Sumber: republika.co.id

Sinergi Foundation Raih Penghargaan Fundraising Wakaf Produktif Terbaik

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Institut Fundraising Indonesia (IFI) menobatkan Sinergi Foundation sebagai Lembaga dengan Program Fundraising Wakaf Produktif Terbaik dalam gelaran Indonesia Fundraising Award (IFA) 2020, Kamis (9/7/20), secara daring via aplikasi Zoom. Penghargaan ini diberikan setelah melalui serangkaian proses penilaian yang melibatkan tim Juri Independen, menyisihkan nominator Lembaga wakaf berskala nasional lainnya, antara lain Dompet Dhuafa dan Wakaf Al Azhar.

“Indonesia Fundaraising Award  (IFA) 2020 yang baru digelar untuk pertama kalinya ini adalah ajang apresiasi untuk lembaga dan insan kemanusiaan yang salah satu aktivitasnya bergerak di dunia fundraising,” kata CEO Institut Fundraising Indonesia (IFI), Arlina F Saliman.
Ia mengatakan, bahwa bahwa potensi wakaf di Indonesia sangatlah banyak. Sayangnya, tak banyak Lembaga yang menggarap. Pilihan juri untuk menobatkan Sinergi Foundation sebagai Lembaga dengan kategori Program Wakaf Produktif Terbaik, tentu sudah melalui rangkaian proses penilaian seobjektif mungkin, dengan pelibatan tim juri yang kredibel dan independen, dari unsur ahli dan praktisi kemanusiaan. Ia menyebut, antara lain: Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ahmad Juwaini, dan Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ) Pusat, Agus Budiyanto.
Ia berharap, melalui acara penghargaan Indonesia Fundraising Award 2020 ini, semakin menyemangati Lembaga lain untuk bergerak di bidang wakaf produktif, hingga bisa membangun peradaban umat.

Sinergi Foundation sendiri cukup lama berkiprah di dunia wakaf produktif. Jika umumnya masyarakat masih mengenal wakaf itu murni untuk program-program sosial, Sinergi Foundation ingin mengenalkan bahwa wakaf pun bisa dikembangkan di sektor produkti (usaha) agar manfaatnya terus mengalir, berlipat.

Selain menjajaki RM Ampera berbasis wakaf, Sinergi Foundation juga merambah ke bisnis lainnya seperti Kopi Haii, Kedai Cuankie Serayu, bisnis fashion melalui brand Yesamalika dan Vamosh, hingga bisnis-bisnis property syariah. Dan semuanya, digarap berbasis wakaf produktif.

“Semoga melalui penghargaan Indonesia Fundraising Award 2020, Sinergi Foundation lebih bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada umat. Dan saya berharap semakin banyak juga mitra dan donatur yang kolaborasi dengan Sinergi Foundatiom, sehingga manfaat yang diberikan semakin meluas,” tutur Asep yang dikenal sebagai wakafpreneur ini.

Tak hanya kategori Fundraising Wakaf Produktif, Indonesia Fundraising Award (IFA) 2020 juga menetapkan 16 kategori penghargaan kepada berbagai lembaga yang bergerak di bidang wakaf, zakat, kemanusiaan, kesehatan, hingga Lembaga advokasi hukum dan pemantauan korupsi, antara lain: Aksi Cepat Tanggap (ACT), Human Initiative, Dompet Dhuafa, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Wakaf Al Azhar, LBH Jakarta dan indonesia Corruption Wathc (ICW).

CEO IFI Arlina F. Saliman berharap, “Gelaran IFA Ini semoga bukan yg pertama, dan akan terus ada penghargaan di tahun berikutnya. Semoga jadi penyemangat bagi lembaga-lembaga ini melakukan yang terbaik, agar semakin banyak pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.”

Berikut adalah 16 pemenang IFA 2020 yang diumumkan pada Kamis 9 Juli 2020:
1. Fundraising Zakat Terbaik: Dompet Dhuafa
2. Fundraising Infak Terbaik: BMH
3. Fundraising Kemanusiaan Terbaik: ACT
4. Fundraising Kurban Terbaik: Lazis-NU
5. Fundraising CSR Terbaik: Human Initiative
6. Fundraising Digital Terbaik: BAZNAS
7. Fundraisaing Palform Digital Terbaik: Kitabisa.com
8. Fundraising Program Kesehatan Terbaik: PMI
9. Fundraising Program Pendidikan Terbaik: Yatim Mandiri
10. Fundraising Program Anti Korupsi Terbaik: ICW
11. Fundraising Program Bantuan Hukum Terbaik: LBH Jakarta
12. Fundraising Wakaf Produktif Terbaik: Sinergi Foundation
13. Fundraising Komunitas Terbaik: Gerak Bareng
14. Fundraising Penggalangan Dana Langsung Terbaik: LMI
15. Fundraising Perguruan Tinggi Terbaik: STF UIN Jakarta
16. Tokoh Pendukung Gerakan Fundraising Indonesia: KH. Salahuddin Wahid (alm)

Rekor Corona RI 9 Juli 70 Ribu Kasus, 2657 Per Hari

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia melonjak drastis pada hari ini, Kamis (9/7).

Terjadi pertambahan 2.657 kasus positif virus corona baru. Angka ini menjadi tambahan kasus harian tertinggi sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan tambahan kasus positif tersebut membuat jumlah kumulatif kasus menjadi 70.736 orang.

“Pada pemeriksaan hari ini kita mendapatkan kasus sebanyak 2.657 orang,” kata Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/7).

Yuri mengatakan selain kasus positif, pasien sembuh dari virus corona juga bertambah 1.066 orang sehingga total 32.651 orang sembuh.

Sementara pasien positif yang meninggal dunia hari ini bertambah 58 orang. Dengan demikian total pasien meninggal di seluruh Indonesia mencapai 3.417 orang.

Sebelum hari ini, tambahan kasus positif harian terjadi kemarin, Rabu (8/7), dengan 1.853 kasus. Selain itu, lonjakan tertinggi pada 2 Juli dengan 1.624 kasus.

Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sejak 1 sampai 8 Juli, kasus positif virus corona bertambah di atas 1.000 orang per hari.

Total kasus positif Covid-19 dari 1 sampai 8 Juli sebanyak 11.694 orang. Dengan demikian, rata-rata kasus positif bertambah 1.462 orang per hari.

Angka tambahan kasus positif tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus positif harian sepanjang Juni 2020.

sumber: cnnindonesia

 

Wapres Harap Ekonomi RI Pulih 2022

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperkirakan ekonomi Indonesia akan benar-benar pulih setelah melalui pandemi Covid-19, pada 2022 mendatang. Setidaknya, kata Ma’ruf dibutuhkan hampir dua tahun agar ekonomi nasional kembali seperti sedia kala.

“Saya berpendapat paling tidak dibutuhkan sampai 2022 untuk ekonomi dapat dikatakan pulih kembali,” kata Ma’ruf saat berdialog dengan peserta program pendidikan reguler angkatan (PPRA) LEMHANNAS angkatan 60 dan 61 secara virtual, Kamis (9/7).

Ma’ruf mengungkap, saat ini banyak teori yang memperkirakan ekonomi Indonesia ke depan. Ada yang memperkirakan ekonomi akan tumbuh rendah, bahkan negatif pada kuartal kedua dan akan membaik pada kuartal ketiga dan keempat.

Namun, lanjut Ma’ruf, ada yang mengatakan, ekonomi baru akan pulih kuartal keempat dan kuartal pertama tahun 2021.

“Agak sulit untuk memperkirakan secara pasti, tapi yang pasti kita hadapi sekarang adalah krisis pandemi Covid-19, semakin cepat kita dapat menangani Covid-19 maka semakin cepat kita akan memulihkan ekonomi kita,” ujarnya.

Karenanya, untuk menuju itu, ia menilai perlunya merevisi rencana pembangunan jangka

menengah nasional (RPJMN) agar memberikan prioritas pada program dan kegiatan yang benar-benar produktif. Menurutnya juga, upaya menata kembali kegiatan agar target Pemerintahan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat dapat tercapai pada 2024.

Ma’ruf mengatakan, saat ini Pemerintah juga melakukan refocusing pada sektor kesehatan, penanganan dampak sosial, dan stimulus ekonomi serta saat ini memasuki pemulihan. Ma’ruf mengungkap, anggaran juga bertambah dari Rp 405 trilliun menjadi Rp 699 triliun.

Namun, jumlah ini kata Ma’ruf, bisa bertambah jika terjadi perburukan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Karena itu, proyek-proyek yang membutuhkan biaya besar saat ini akan ditunda sampai 2022 atau 2023.

“Hanya ditunda, tidak dibatalkan karena ada perubahan refocusing tadi, kita meyakini bisa melewati masa sulit selama 2020-2021, maka kita akan cepat tumbuh kembali pada tahun 2022 dan 2023 dengan meningkatnya kemampuan kita pada tahun itu,” ungkapnya.

Sumber: republika.co.id