Munarman Ungkap Upaya Framing Agar FPI Dipaksakan Jadi Teroris

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Munarman menduga ada operasi besar-besaran untuk memberi label teroris ke FPI.

Hal itu disampaikan eks-pentolan Front Pembela Islam tersebut terkait penangkapan terduga teroris di Condet, Jakarta Timur.

Munarman menduga ada pihak yang sengaja melakukan framing dengan mengaitkan penangkapan terduga teroris di Condet dan FPI. Framing tersebut, menurut Munarman, untuk melabelisasi organisasi yang didirikan Rizieq Shihab itu sebagai organisasi teroris.

“Ini ada operasi media besar-besaran dan sistematis, untuk penggalangan opini publik dalam rangka memframing, menstigma, dan melabelisasi saya mau pun FPI agar diteroriskan,” ujar Munarman dalam video yang diperoleh Tempo, Selasa (30/3/2021).

Pernyataan mengenai framing FPI sebagai organisasi teroris itu disampaikan Munarman tak lama setelah polisi menangkap terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).

Munarman mengatakan tujuan dari framing tersebut agar segala tindak pembunuhan terhadap anggota FPI diwajarkan oleh masyarakat.

“Supaya kalau nanti saya mati ditembak di jalan, digerebek, orang bakal bilang “ya udah lah, dia teroris juga, ga apa-apa”. Itu aja tujuan operasi media ini,” kata kuasa hukum Rizieq Shihab itu.
sumber: bisnis.com

Kemampuan Penanganan Terorisme Polisi Dipertanyakan

DEPOK(Jurnalislam.com) – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan pengacara, Haris Azhar  menanggapi terkait penindakan yang dilakukan aparat polisi terhadap terduga teroris, Zakiah Aini, di Mabes Polri, pada Rabu, 31 Maret 2021.

Ia pun sempat menyinggung prinsip Kuba atau hukum Kuba dalam melakukan penegakkan hukum.

Hal ini disampaikannya dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, pada Kamis, 1 April 2021.

Haris Azhar pun mengungkap adanya prosedur dan aturan bagi penegak hukum dalam penggunaan senjata api.

“Dalam standar HAM internasional itu ada namanya isu administrasi keadilan, salah satunya soal tata cara penggunaan senjata api oleh penegak hukum,” kata Haris Azhar 

Lanjutnya mengatakan, dalam tata cara penggunaan senjata api juga bisa terjadi tembak melumpuhkan, mematikan atau juga bisa mencegah dan lain sebagainya .

“Tembak melumpuhkan dan tembak mematikan dan sebelum melumpuhkan ada juga mencegah dan lain-lain,” ujar Haris Azhar.

Ia juga menuturkan bahwa pemeriksaan harus dilakukan setiap ada orang yang meninggal dalam penindakan teroris.

Akan tetapi, ia menambahkan bahwa saat tragedi di Mabes Polri bukanlah sebuah operasi penindakan teroris.

“Setiap orang yang berakibat meninggal pada operasi penindakan terorisme, harus dilakukan pemeriksaan. Tapi, kan masalahnya situasi kemarin bukan dalam operasi penanggulangan terorisme,” kata Haris Azhar.

Ia pun menyebut situasi di Mabes Polri ialah mendadak, yakni terduga teroris tiba-tiba menyerang.

Akan tetapi, meskipun terjadi secara dadakan, Haris mempertanyakan sebenarnya pihak polisi disana mengerti atau tidak cara menangani serangan teroris.

“Dalam situasi kemarin, ada pendadakan dari terduga teroris. Persoalannya kemudian, apakah polisi kemarin yang jaga mengerti tata cara menangani serangan teroris?” kata Haris Azhar.

Sumber: pikiran-rakyat.com

 

 

Sumber: pikiran-rakyat.com

 

Indira, Siswi SMP Muhammadiyah Kottabarat Raih 13 Medali Selama Pandemi

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Indira Pramesthi Ermina Ramadhani, siswi kelas 7 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meraih 13 medali baik emas, perak maupun perunggu perlombaan tingkat nasional selama pandemi berlangsung. Salah satunya medali perak perlombaan Madrasah Olympiad Contest 2021 (MOC) tingkat nasional yang digelar secara daring pada (28/3) lalu.
Siswi yang akrab dipanggil Indira mengaku sudah mulai perlombaan secara daring sejak Agustus 2020 di mana ia meraih 3 medali emas, perak, dan perunggu untuk masing-masing jenis lomba. Perlombaan tersebut adalah ruang guru champion, primagama, dan world olympic sains.
“Alhamdulillah saya pernah masuk top 100 besar dari ribuan peserta dalam perlombaan OSN Makarim Institute,” jelasnya kepada media Senin (5/4) di sekolah.
Siswi kelas 7 tersebut memaparkan secara rinci ketiga belas prestasi yang pernah diraih antara lain medali emas IPA World Olympic Science, medali perak Matematika World Olympic Science, medali perunggu bahasa Inggris World Olympic Science, medali perak MQMC, medali perunggu Olimpiade Numerasi dan Literasi POSI, medali emas Biologi Junior Competition, medali perak Fisika Junior Competition, medali emas bahasa Inggris ISC (Indonesian Science Competition), medali perunggu MSC POSI Matematika SMP, medali perak Matematika Sains EMP, medali perak IPA Sains EMP, medali perunggu IPS Sains EMP, dan medali perak Matematika Madrasah Olympiad Contest 2021 (MOC).
Siswi yang ingin menjadi dokter spesialis penyakit dalam tersebut sangat senang mengikuti perlombaan sehingga kurang lebih 50 jenis perlombaan Sains pernah diikutinya. Setiap Sabtu dan Minggu rutin dimanfaatkan untuk mengikuti 3-7 lomba secara daring.
“Tidak pernah ada rasa bosan karena selalu merasa tertantang dengan soal sehingga bisa menemukan soal variasi baru dan model baru. Biasanya setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Informasi lomba diperolehnya dari telegram, instagram, dan info sekolah,” ceritanya.
Karena sudah ada rasa suka tersebut sehingga putri pertama dari pasangan dr. Restu Farida dan dr. Nafiudin Mahfudz tersebut tidak membutuhkan persiapan khusus untuk memenangkan setiap perlombaan.
“Setiap hari sudah menjadi rutinitas belajar secara mandiri selama satu  sampai dua jam untuk mengerjakan soal olimpiade Matematika, IPA, IPS, dan bahasa Inggris sebanyak sepuluh soal. Orang tua juga selalu berpesan kepada saya untuk selalu berani dan jangan pernah menyerah. Kalah menang dalam lomba adalah hal biasa,” jelasnya.
Siswi yang kini berusia 12 tahun tersebut masih memiliki target perlombaan selanjutnya yang harus ditaklukan adalah juara dalam lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional).
Muhdiyatmoko selaku Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian prestasi peserta didiknya selama ini. Menurutnya Indira Pramesthi sangat produktif dengan ditunjukkan raihan 13 prestasi tingkat nasional.
“Atas nama sekolah, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian prestasi Indira Pramesthi. Sekolah menyediakan ruang, waktu, dan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang lomba baik bidang Sains maupun Matematika,” ungkapnya kepada media pada Senin (5/4) di ruang kerjanya.
Muhdiyatmoko pun menambahkan pendekatan yang digunakan untuk menunjang prestasi siswa di sekolah adalah pendekatan personal. Setiap individu yang memiliki kompetensi dipetakan lalu dibina secara khusus sesuai bidang yang diminati dalam kelas olimpiade.
“Selama ini kita terus memotivasi siswa agar terus produktif. Pencapaian 120 prestasi yang diraih sekolah tahun ini meski pandemi merupakan hal yang luar biasa,” imbuhnya.
Muhdiyatmoko berharap kepada para siswanya agar terus menjaga motivasi berprestasi, menjaga atmosfer akademik dan non akademik sehingga masa pandemi ini kita tidak boleh menyerah. Mari jadikan momentum untuk berkreasi, berinovasi, dan berprestasi.

Jelang Ramadhan 1442 H, DD Bali Salurkan Puluhan Mukena Bagi Dhuafa

JEMBRANA(Jurnalislam.com) – Jelang Ramadhan 1442 H tahun ini, Dompet Dhuafa menggagas seruan gerakan “RAMADAN INI SAATNYA BERBAGI LAGI”. Gerakan tersebut mengajak masyarakat untuk lebih peduli kepada sesama, terutama yang terdampak secara langsung dari lesunya ekonomi di tengah pandemi. Yaitu dengan menguatkan sendi-sendi ekonomi dalam kehidupan masyarakat untuk melanjutkan keberlangsungan hidup melalui dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan tentunya Wakaf.

 

Tidak kalah semarak berbagai wilayah sambut Ramadhan 1442 H, seperti di Bali, dengan Dompet Dhuafa Bali dengan menyalurkan puluhan mukena  untuk dhuafa dan lansia di Yeh Sumbul, Mendoyo, Jembrana, Bali pada hari Sabtu (03/04/2021).

 

Menurut Wahyu Sri Handono selaku Pimpinan Dompet Dhuafa (DD) Bali di saat pendistribusian mukena, mengatakan, “penyaluran bantuan mukena ini dilakukan dalam membantu mereka terutama para lansia hingga kaum dhuafa dalam menyambut Ramadhan 1442 H. Penyaluran mukena ini berlokasi di Masjid Nurrudin dengan mensasar 51 penerima manfaat”.

 

Meski ditengah pandemi Covid-19 hal ini tidak menyulutkan kita untuk berbagi untuk mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan beragam program yang bergulir di tengah Ramadhan 1442 H.

 

“Kami atas nama Desa Yeh Sumbul Rt 02 mengucapkan terima kasih atas bantuan mukena bagi masyarakat kami. Sebelumnya kami juga memohon untuk dukungan pembuatan tempat wudhu di Masjid kami yang saat ini masih mengalami kendala dalam pembangunannya. Sehingga dengan adanya bantuan ini akan terus berlanjut silahturami dengan Dompet Dhuafa Bali,” tutur Solehah, Ketua Pengajian Nurrudin.

Perkuat Sinergi, SPRB- BPBD Jatim Gelar Rakor

MALANG (Jurnalislam.com)- Rapat Koordinasi (Rakor) Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim dengan BPBD Jatim resmi dibuka. Rakor ini digelar di Hotel Aria Gajayana, Malang, Sabtu-Minggu, 3-4 April 2021.

Rakor dibuka oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Gatot Soebroto. Sedangkan temanya adalah “Memperkuat Sinergitas BPBD Jatim dan Mitra SRPB Jatim untuk Peningkatan Kepedulian dalam Dunia Kemanusiaan”.

Dalam sambutannya, Gatot Soebroto menyatakan, banyak program yang bisa dikerjasamakan antara SRPB Jatim dengan BPBD Jatim. Pihaknya secara terbuka akan menjalin kerja sama dan mendukungnya.

“Lembaga ini (SRPB Jatim) harus besar dan dikenal masyarakat luas. Oleh karena itu, SRPB harus berada di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Gatot Soebroto.

Ia juga menyebutkan ada dua lembaga besar yang dianggap sebagai satu. Yakni SRPB Jatim dan FPRB. Menurutnya, dua organisasi ini saling bahu-membahu menangani bencana.

“Ada anggota SRPB yang ikut FPRB, dan juga sebaliknya. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada para relawan atas kerja samanya dalam membantu menangani masalah kebencanaan,” jelasnya.

Gatot juga berpesan, mengurus rumah besar seperti SRPB Jatim tidak mudah. Sebab itu, diperlukan kekompakan dan harus bisa jalan bersama.

“Kenapa Mosipena (Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana) kita luncurkan. Hal ini agar masyarakat tahu ada lembaga besar seperti SRPB Jatim yang ikut mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan,” jelas Gatot.

Oleh karena itu, ia minta kepada SRPB Jatim untuk terus meningkatkan kegiatan di luar. Tujuannya agar masyarakat tahu apa itu SRPB Jatim.

Ia juga mengapresiasi pengurus dan Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih yang merangkul dan mengajak berkegiatan teman-teman disabilitas. “Minimal bisa menyosialisasikan ancaman-ancaman bencana di kelompok kecil mereka,” imbuhnya.

Gatot Soebroto juga mengajak mitra SRPB Jatim ikut dalam kegiatan ekspedisi Destana gunung api dan sungai. Ia ingin SRPB Jatim ikut bersama dan memberikan dukungan

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor Dadang Iqwandy mengatakan, tujuan rakor ini untuk memperkuat sinergitas BPBD Jatim dengan SRPB Jatim. Ia mengucapkan terima kasih kepada peserta karena kehadirannya mencapai 92 persen.

Sedangkan Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih mengingingatkan bahwa bencana adalah urusan bersama. Oleh karena itu, relawan punya peranan besar dalam penanggulangan bencana.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada panitia lokal yang bekerja keras mewujudkan acara ini,” katanya dalam memberikan sambutan.

Reporter: Yan Aditya

Ketum JITU Terpilih Bakal Ajak Content Creator Muslim untuk Bergabung

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar kongres pergantian kepengurusan pada Sabtu (3/4), di Bandung.

 

Kongres yang mengambil tema “Memperkuat Regenerasi JITU sebagai Estafet Perjuangan Jurnalis Islam” itu digelar dengan agenda utama pergantian Ketua Umum JITU kepengurusan periode 2018-2021 ke Ketua Umum Terpilih 2021-2024.

 

Ketua Umum sebelumnya, Pizaro Gozali, yang merupakan jurnalis dari media Anadolu Agency mengatakan, pergantian kepengurusan ini selain untuk melanjutkan estafet kepengurusan, juga untuk menjawab tantangan media di era inovasi.

 

“Tantangan yang dihadapi hari ini di antaranya adalah disrupsi media digital. Di mana konten-konten media saat ini tidak hanya muncul dalam media-media konvensional namun juga dalam platfor-platform seperti blog dan media sosial. Diharapkan kepengurusan berikutnya mampu menjawab tantangan itu,” kata Pizaro.

 

Adapun mekanisme pergantian Ketua Umum JITU ditetapkan melalui musyawarah yang dilakukan oleh Dewan Syura. Dari proses musyawarah tersebut, ditetapkanlah jurnalis dari media Metro TV, Saifal, sebagai Ketua Umum JITU Terpilih Periode 2021-2024.

 

Dalam sambutannya, Saifal menyampaikan bahwa dalam kepengurusannya ia akan berusaha untuk membuka ruang kepada rekan-rekan jurnalis dari media muslim dan media arus utama.

 

Selain itu, poin penting lainnya adalah terbukanya kesempatan bagi para pekerja kreatif atau content creator untuk bergabung dengan JITU.

 

“Ke depan membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan para content creator yang sama-sama ingin berjuang dalam wadah JITU,” kata Saifal dalam sambutannya pada acara yang digelar secara hybrid (daring dan luring) itu.

 

Pelaksanaan secara luring digelar untuk melakukan prosesi kongres, di kantor lembaga wakaf Sinergi Foundation, di Jl. Sidomukti, Bandung. Adapun bagi peserta, mengikuti acara secara daring.

Kongres JITU Tetapkan Ketua Baru Periode 2021-2024

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar kongres pergantian kepengurusan pada Sabtu (3/4), di Bandung.

 

Kongres yang mengambil tema “Memperkuat Regenerasi JITU sebagai Estafet Perjuangan Jurnalis Islam” itu digelar dengan agenda utama pergantian Ketua Umum JITU kepengurusan periode 2018-2021 ke Ketua Umum Terpilih 2021-2024.

 

Ketua Umum sebelumnya, Pizaro Gozali, yang merupakan jurnalis dari media Anadolu Agency mengatakan, pergantian kepengurusan ini selain untuk melanjutkan estafet kepengurusan, juga untuk menjawab tantangan media di era inovasi.

 

Adapun mekanisme pergantian Ketua Umum JITU ditetapkan melalui musyawarah yang dilakukan oleh Dewan Syura. Dari proses musyawarah tersebut, ditetapkanlah jurnalis dari media Metro TV, Saifal, sebagai Ketua Umum JITU Terpilih Periode 2021-2024.

 

Dalam sambutannya, Saifal menyampaikan bahwa dalam kepengurusannya ia akan berusaha untuk membuka ruang kepada rekan-rekan jurnalis dari media muslim dan media arus utama.

Pakar: Herd Immunity Tergantung Kecepatan Vaksinasi

SLEMAN(Jurnalislam.com) — Epidemiolog UGM, dr Riris Andono Ahmad, mengatakan, herd immunity atas Covid-19 tercapai bila 70 persen populasi telah memiliki kekebalan. Kekebalan atas virus SARS Cov-2 dapat diperoleh lewat vaksinasi atau infeksi langsung.

“70 persen populasi harus miliki imunitas untuk mencapai herd immunity. Lalu, kapan Indonesia bisa mencapainya, itu tergantung kecepatan pemberian vaksin dan capai targetnya sebelum selesai di durasi imunitasnya,” kata Doni, Rabu (31/3).

Direktur Pusat Kajian Kedokteran Tropis UGM ini menjelaskan, sejauh ini belum pasti berapa lama kekebalan tubuh atas Covid-19 dapat bertahan di orang-orang yang sudah divaksinasi. Sebab, Covid-19 merupakan virus baru dan terus bermutasi.

Sehingga, ilmuwan dunia masih terus meneliti dan mengumpulkan berbagai data tentang virus ini. Sejumlah penelitian ada yang menyebut jika setelah tiga bulan imunitasnya menurun. Ada yang setelah enam bulan dan sudah 12 bulan.

“Yang menjadi acuan sekitar satu tahun, tapi sekali lagi memang belum ada kesimpulan pasti karena Covid-19 ini penyakit baru,” kata dosen FKKMK itu.

Melihat kondisi tersebut, Doni berharap, pemberian vaksin ke semua target di Tanah Air bisa dilakukan sesegara mungkin. Dengan begitu, diharapkan kekebalan komunal bisa terwujud sebelum penurunan kekebalan atas virus corona baru ini.

Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak perlu lagi ragu menerima vaksin. Saat ini, vaksinasi tela masuki tahap kedua bagi lansia dan pekerja publik, jadi masih tersisa tahap ketiga untuk bidang geospasial, ekonomi dan sosial.

Kemudian, tahap keempat masyarakat dan pelaku ekonomi lain dengan pendekatan kluster sesuai ketersediaan vaksin. Meski semua telah menerima vaksin, Doni meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi prokes.

Sebab, ia mengingatkan, vaksinasi tidak lantas mampu menghentikan pandemi Covid-19. Pemberian vaksin dalam hal ini membantu mengendalikan pandemi Covid-19, yakni diharapkan bisa menurunkan angka kesakitan dan angka kematian.

“Namun, penularan virus corona masih saja tetap berlangsung. Jadi, meski sudah vaksinasi harus tetap jaga 5M karena penularan masih bisa berlanjut. Hanya saja resiko untuk sakit jadi parah dan meninggal bisa diturunkan dengan divaksin,” ujar Doni.

Sumber: republika.co.id

8 Juta Warga Sudah Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah sampai saat ini telah melakukan vaksinasi terhadap 8.095.717 orang. Terdapat penambahan 366.135 orang yang menerima dosis pertama vaksin Covid-19.

Menurut data Satgas Penanganan Covid-19, sampai dengan pukul 15.00 WIB, pada Rabu (31/3), terjadi juga penambahan orang yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua sebesar 209.333 orang. Dengan penambahan itu maka total yang sudah selesai menjalani proses vaksinasi Covid-19, yaitu sudah menerima dua dosis vaksin, adalah sebesar 3.709.597 orang.

Pemerintah pada proses vaksinasi tahap I dan tahap II yang menyasar petugas kesehatan, petugas publik serta orang lanjut usia menargetkan 40.349.051 orang akan menerima vaksin. Rinciannya adalah 1.468.764 sumber daya manusia kesehatan, 17.327.169 petugas publik dan 21.553.118 orang lanjut usia.

Secara total pemerintah menargetkan akan melakukan vaksinasi terhadap sekitar 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Penambahan masyarakat yang mendapat vaksin itu terjadi setelah Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) merekomendasikan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah munculnya laporan KIPI di Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua Komnas KIPI Prof. Hindra Irawan mengatakan dalam taklimat media di Jakarta pada Selasa (30/3) bahwa setelah melakukan kajian ditemukan bahwa KIPI di Sulut masuk dalam kategori ringan. “Sehingga kami keluarkan rekomendasi bahwa vaksin ini dapat diteruskan dalam program imunisasi nasional di Sulawesi Utara,” ujar Hindra.

Dalam kesempatan yang sama Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta agar masyarakat tidak ragu dan tidak memilih-milih vaksin Covid-19. Dia menegaskan pemerintah akan selalu memastikan menggunakan jenis vaksin covid-19 yang aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh berdasarkan rekomendasi dari para ahli.

“Jadi tidak usah ragu-ragu untuk divaksinasi, tidak usah memilih-milih vaksin,” kata Nadia.

Sumber: republika.co.id

Vaksinasi Guru Ditarget Selesai Akhir Mei 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Guru, dosen, dan tenaga pendidik jadi salah satu target sasaran petugas pelayanan publik yang jadi kelompok sasaran mendapatkan vaksinasi covid-19 tahap II. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pengajar ini selesai pada akhir Mei 2021.

“Target vaksinasi guru selesai akhir Mei 2021,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Republika, Rabu (31/3).
Terkait guru yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 hingga hari ini, Nadia mengakui belum mengetahui persis. Ia mengaku harus bertanya lagi ke unit terkait.
Kemenkes menargetkan sebanyak 5.057.582 pendidik yang terdiri dari guru, dosen, dan tenaga pendidik bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Nadia mengaku stok vaksin mencukupi hingga akhir vaksinasi untuk tenaga pengajar ini.

Terkait kecukupan persediaan, ia mengakui, stok vaksin covid-19 selama April sedikit yaitu sekitar 7 juta dosis. Kemudian, dia melanjutkan, vaksin Sinovac dijadwalkan akan datang bulan April yaitu berupa bahan baku (bulk) yang jumlahnya sekitar 10 juta dosis.

“Sehingga, diharapkan pada Mei sudah kembali lagi ke rencana awal. Rencana awal bulan Mei adalah sebanyak 27 juta dosis,” ujarnya.

Mengenai apakah guru yang belum divaksin Covid-19 tetap menjalankan sekolah tatap muka, Nadia menyebutkan pihaknya merujuk pada surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri mengenai pertemuan tatap muka yang diumumkan Selasa (30/3) kemarin. “Iya untuk pelaksanaannya,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id