Peluang Bisnis Buku Islam di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–MarkPlus Islamic kembali menghadirkan diskusi interaktif pada Muharram Marketing Festival 2021 hari ke-2 yang diadakan secara virtual melalui Zoom dan kanal Youtube Marketeers TV.

Mengulas tren pemasaran islami yang terkini di industri penerbitan dan edukasi, webinar kali ini dihadiri oleh lima pembicara diantaranya; Sari Meutia selaku CEO Mizan Publika, Irwan Kelana selaku Redaktur Senior Harian Republika, dan Dr. Helvy Tiana Rosa, M.Hum selaku Pendiri Forum Lingkar Pena dari sektor buku dan penerbitan.

Sementara dari sektor edukasi, webinar ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M. Sc selaku Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E. M.Si., Ph.D selaku Wakil Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang Muhammadiyah, dan Dr. H. Mohammad Zahri M.Pd. selaku Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (USIT) Indonesia.

Webinar ini dimoderatori oleh H.Taufik selaku CEO MarkPlus Islamic dan Deputy Chairman MarkPlus, Inc. Taufik berharap acara ini mampu mendukung upaya pemerintah Indonesia memajukan Indonesia dalam Global Islamic Economy.

Membuka diskusi ini, Taufik menilai ada perkembangan luar biasa pada Islamic Bookfair yang lebih meriah dibanding pameran buku pada umumnya, meski di luar dugaan, hal ini menunjukkan adanya tren ketertarikan masyarakat terhadap buku-buku Islam.

“Awalnya tidak mudah meyakinkan penerbit untuk mengikuti IBF (Islamic Book Fair) tapi lama kelamaan IBF makin menarik minat peserta dan pengunjung, sampai tahun 2020 terdapat 343 stan, dan 2021 tidak ada IBF karena COVID.”, ungkap Irwan Kelana selaku Redaktur Senior Harian Republika membuka diskusi Muharram Marketing Festival 2021 (30/08/2021).

Di tahun 2020, IBF berhasil mengumpulkan sejumlah 140.000 peserta dari seluruh Indonesia. Menjadi pameran yang ditunggu-tunggu oleh pelajar dan santri baik dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, IBF dinilai menjadi puncak literasi dan tonggak peradaban literasi Islam.

Hadir selaku CEO Mizan Publika, Sari Meutia mengulas strategi pemasaran islami yang kini ditekuni perusahaannya.

“Kami fokus sekali ke digital marketing, tapi alhamdulillah sebelum masa COVID datang kita sudah memiliki Mizaln Digital Headquarter yang menangani program digital marketing.”

“Marketing tentu saja ta fokus lebih banyak ke online, meski setelah PPKM kita berharap toko bisa buka kembali. juga pameran-pameran juga bisa aktif kembali”

Mizan saat ini mengembangkan Mizan Applications Publisher (MAP) dan Rakata.id. Melalui MAP Mizan Group mengembangkan aplikasi pendukung buku-buku cetak yang menghadirkan berbagai fitur seperti Virtual Reality Halo Balita, Huruf Hijaiyah, dan fitur lainnya.

Sementara itu, hadir dari industri edukasi Andy Dwi Bayu Bawono, S.E. M.Si., Ph.D selaku Wakil Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang Muhammadiyah menyatakan pentingnya penerapan diversifikasi dan klasterisasi untuk mendukung instrumen kemajuan institusi di bidang edukasi.

“Di PTMA kami membuat klasterisasi, dimulai dari akreditasi, masalah penelitian pengabdian, ini kita pisahkan dan yang sudah unggul dan mandiri akan membantu kampus lain, yang menghasilkan semacam kampus binaan.”

“Kita memiliki Cyber Muhammadiyah, yang kemudian kita internalisasi di Muhammadiyah Malaysia, dan kami membuka sekolah Islam terpadu di Australia. Pernah juga di Mesir yang sudah dikelola sejak lama. Ini adalah bentuk diversifikasi.”, tambah Andy.

 

Dr. H. Mohammad Zahri M.Pd. selaku Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (USIT) Indonesia menyatakan Sekolah Islam harus menerapkan beragam strategi agar tetap relevan, seperti peningkatan kualitas, memperluas jaringan dan komunitas, mengokohkan nilai-nilai kabangsaan, modernisasi layanan, kepedulian pada kesehatan, lingkungan, dan SDA.

 

Taliban Ciptakan Kurikulum Islami dan Persilakan Perempuan Afganistan Kuliah

AFGANISTAN(Jurnalislam.com) – Perempuan Afghanistan akan diizinkan untuk melanjutkan pendidikan di tingkat universitas tetapi tidak diperbolehkan ada kelas campuran antara laki-laki dan perempuan, hal tersebut disampaikan menteri pendidikan tinggi Taliban Abdul Baqi Haqqani, pada Ahad (29/8/2021).

“Rakyat Afghanistan akan melanjutkan pendidikan tinggi mereka berdasarkan hukum Syariah dengan aman tanpa berada dalam kelas campuran pria dan wanita,” kata Abdul Baqi Haqqani saat pertemuan dengan para tetua dalam majelis loya jirga.

Ia juga menegaskan pendidikan di Afghanistan akan menerapkan kurikulum Islami yang diharapkan mampu bersaing di tingkat internasional,

“Taliban ingin menciptakan kurikulum yang masuk akal dan Islami yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasional dan sejarah kita, dan disisi lain mampu bersaing dengan negara lain”. terang Haqqani.

Anak perempuan dan anak laki-laki di sekolah dasar (SD) dan menengah (SMP) juga akan dipisahkan kelasnya, hal itu sudah umum berlaku di seluruh Afghanistan.

Taliban telah berjanji untuk menghormati kemajuan yang dicapai dalam hak-hak perempuan. Tingkat penerimaan universitas telah meningkat selama 20 tahun terakhir, terutama di kalangan wanita.

Tetapi serentetan serangan terhadap pusat-pusat pendidikan dalam beberapa bulan terakhir, yang menewaskan puluhan orang, telah menyebabkan kepanikan.

Taliban membantah berada di balik serangan itu, beberapa di antaranya diklaim oleh cabang lokal kelompok ISIS.

Taliban belum mengumumkan pemerintah mereka, menunggu sampai setelah kepergian pasukan AS dan asing. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Tanggapi Aksi Protes Warga Palestina, Israel Luncurkan Serangan Udara

GAZA(Jurnalislam.com) – Pesawat Israel menyerang lokasi Hamas di Gaza pada Ahad pagi (29/8/2021) sebagai balasan atas serangan balon api yang diduga diluncurkan dari daerah Palestina.

Didukung oleh Hamas, warga Palestina pada hari Sabtu melanjutkan aksi protes di perbatasan Israel-Gaza, yang bertujuan untuk menekan Israel agar melonggarkan blokade di daerah itu.

Militer Israel melaporkan ratusan warga Palestina berkumpul di sepanjang perbatasan pada malam hari, melemparkan bahan peledak dan membakar ban. Kemudian Israel mengatakan pasukannya menanggapi dengan membubarkan kerusuhan itu. Sementara laporan dari petugas medis Gaza setidaknya enam warga Palestina terluka dan satu orang mengalami luka serius.

Beberapa jam kemudian, serangan udara sebelum fajar Israel menargetkan kompleks manufaktur senjata Hamas dan sebuah terowongan yang katanya digunakan oleh kelompok militan, serangan itu sebagai balasan setelah serangan balon api diluncurkan melintasi perbatasan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam pengeboman tersebut.

Gencatan senjata yang dimediasi Mesir mengakhiri konflik pada bulan Mei dimana Israel melakukan serangan udara dan gerilyawan Gaza membalas menembakkan roket ke kota-kota Israel. Setidaknya 250 warga Palestina dan 13 orang di Israel tewas dalam pertempuran selama 11 hari itu.

Namun kekerasan baru-baru ini meningkat meskipun ada pengumuman Israel bulan ini tentang dimulainya kembali bantuan Qatar ke Gaza, sebuah keputusan yang dianggap dapat memperkuat gencatan senjata.

Namun menurut warga Palestina mengatakan bahwa Israel tidak menepati janjinya. Selama dua pekan terakhir gerilyawan telah menembakkan roket dan mengirim balon-balon yang membawa bahan-bahan pembakar ke Israel yang menyebabkan kebakaran hutan.

Berdalih ancaman keamanan, Israel membuat Gaza dibawah blokade, dengan ketat membatasi pergerakan masuk dan keluar dari wilayah yang merupakan rumah bagi 2 juta warga Palestina itu. Sementara Mesir juga mempertahankan blokade terhadap Gaza. (Bahri)

Sumber: Reuters

Sambut Muharram, Markplus Islamic Gelar Festival Marketing

Menakar Dinamika Pemasaran Islami Industri Fashion dan Kosmetik

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Di tengah kegelisahan industri manufaktur yang sedikit goyah karena melemahnya kondisi ekonomi negara, industri kosmetik dan busana justru tumbuh pesat mengikuti tren yang berkembang di masyarakat.

Mengusung topik tersebut, MarkPlus Islamic menghadirkan Muharram Marketing Festival 2021 yang diadakan secara virtual melalui Zoom dan kanal Youtube Marketeers TV. Sesi talkshow hari ini membahas seputar update terkini industri dan bisnis kosmetik dan perawatan, fashion, buku, dan pendidikan Islami di Indonesia serta potensi pengembangan dan strategi bisnisnya di masa depan.

Dimoderatori oleh H.Taufik selaku CEO MarkPlus Islamic dan Deputy Chairman MarkPlus, Inc., webinar ini menghadirkan lebih dari 100 peserta dari seluruh Indonesia.

Shandy Purnamasari selaku Founder MS Glow mengawali diskusi dengan mengungkap potensi pasar kosmetik halal di industri kecantikan.

“Kita sangat men-support pasar produk halal, saat ini untuk tren halal product itu sangat meningkat, banyak ingredients islami seperti saffron, zam-zam, mulai digunakan di skincare dan MS Glow mendukung program tersebut.”

Finally merek-merek lain juga yang konsepnya ga halal ikutan juga karena di 2020 sendiri Muslim di Indonesia 87%, ada peningkatan, disini kita ingin membuat produk yang aman dan halal untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini” ungkap Shandy membuka diskusi Muharram Marketing Festival 2021 (30/08/2021).

Turut dihadiri oleh Tania Ray Mina selaku Co-Founder & Head of Product Development Zam Cosmetic, pihaknya mengulas strategic storytelling melalui konten yang dikembangkan di sosial media Zam Cosmetic.

“Kita membuat konten tidak hanya photoshoot yang kemudian mencari model dengan latar belakang berbeda, tapi kami menceritakan background setiap model dan dikemas dalam cerita yang membuat Zam itu dekat dengan mereka”tambahnya.

Pelatiah Agribisnis Digencarkan untuk Penguatan Ekonomi Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Program Penguatan Kemandirian Pesantren yang digagas Menag Yaqut Cholil Qoumas terus bergulir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan agribisnis untuk penguatan ekonomi pesantren.

Tahun ini, ada 109 pesantren yang menjadi target pelatihan. Giat ini akan digelar dalam tiga angkatan untuk memastikan prosesnya berjalan dengan protokol kesehatan dan disiplin 5M di tengah pandemi.

Angkatan pertama giat yang diinisiasi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini berlangsung di Bogor, 26 – 28 Agustus 2021. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, menyebutkan secara eksplisit bahwa pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga bisa berperan sebagai wadah pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ekonomi bukan sekadar kebutuhan, tetapi termasuk kewajiban agama. Mengembangkan ekonomi adalah masalah agama yang sesuai dengan tuntutan syariah,” ujar Ali Ramdhani di Bogor, Kamis (26/8/2021).

Untuk mewujudkan itu, lanjut pria yang akrab disapa Dhani, salah satu hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah menanamkan paradigma yang mensejajarkan antara penguasaan keilmuan dan penguasaan ekonomi di pesantren. Bahwa kekuatan dan ketangguhan ekonomi bukanlah sebatas urusan duniawi, melainkan menjadi poros utama dalam mewujudkan kehidupan beragama yang lebih baik.

“Jika kita pelajari, dari lima rukun Islam, empat rukun mensyaratkan isthitha’ah. Shalat itu harus mengenakan baju yang bersih artinya kemampuan memiliki pakaian dan menjadikannya bersih ini dapat diartikan secara ekonomis, begitupun zakat, puasa, terlebih haji. Bahwa kemampuan seseorang juga dapat menentukan sejauhmana seseorang itu dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah Swt,” ujarnya.

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengingatkan, dalam kesederhanaan laku hidup, Rasulullah saw adalah sosok yang mumpuni dalam sisi ekonomi. “KIta lebih sering melihat sisi kesahajaan beliau tetapi lupa bahwa Nabi Muhammad saw adalah pengusaha yang tangguh”.

Lebih lanjut disampaikan Ali Ramdhani, Kementerian Agama kini tengah mengembangkan suatu konsep Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Dirinya optimis, kebangkitan ekonomi pesantren dapat segera terwujud mengingat potensi pengembangan ekonomi yang dimiliki. Hal ini didukung dengan fakta bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 30 ribu pesantren dengan jutaan santri.

“Kita sedang mengembangkan ekonomi pesantren. Kita harapkan dengan munculnya Peta Jalan ini, kebangkitan ekonomi pesantren akan cepat terwujud,” jelas Ali Ramdhani.

Mantan Waketum PBNU Sebut Taliban Didukung Masyarakat Karena Singkirkan Kriminal dan Penguasa Tiran

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Taliban menguasai Afganistan membuat terkejut banyak pihak. Lalu, bagaimana Taliban bisa menguasai kembali Afganistan setelah 20 tahun digempur Amerika Serikat, buntut dari peristiwa 11 September 2001?.

Mantan Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015 KH As’ad Said Ali mengungkapkannya dalam dialog bersama ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Chalil Nafis, yang disiarkan TVMUI.

Mantan Wakil Kepala BIN tersebut mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut merupakan akumulasi dari peristiwa-peristiwa kecil sebelumnya. Dia mengungkapkan, sejak tahun 1996, kaum Mujahidin yang kala itu berkuasa sejak tahun 1992 (setelah berhasil mengusir Uni Soviet) belum mampu menangani pemerintahan sampai di tingkat bawah.

‘’Yang berkuasa di bawah (saat itu, adalah) preman-preman kelas berat, penguasa lokal yang tiran, Sehingga terjadi dekadensi moral, terjadi pemerkosaan, (bahkan) lelaki juga menjadi korban. (kriminalitas, seperti) penjambretan, penodongan (juga terjadi) di tengah jalan,’’ ujar KH Sa’ad dikutip dari MUITV, Selasa (24/8).

Dia menceritakan, tahun 1996 Taliban membunuh penguasa (Najibullah). Namun, peristiwa tersebut bukan dianggap sebagai kriminalitas malah mendapatkan dukungan dan dijadikan gerakan nasional, sehingga Taliban berkuasa.

Permasalahan tersebut semakin kompleks, lanjutnya, setelah negara-negara lain ikut campur membantu gerakan tersebut, seperti Pakistan dan Arab Saudi. Kedua negara ini membantu, karena pemerintahan demokratis sebelumnya lebih dekat kepada Iran dan India, yang notabene dua negara yang berseteru dengan Arab Saudi dan Pakistan. Menurutnya, kedua negara ini sampai saat ini masih terlibat dalam dukungan terhadap Afganistan. “Ya sampai saat ini, ini fakta ya. Banyak orang tidak mengerti ya, yang nyuruh (Taliban) ya siapa,” ujarnya.

 

Saat ini menurutnya, di dalam Taliban ada tiga kelompok, pertama Akhundzada sebagai pemimpin Taliban sejak tahun 2016, kemudian ada kelompok Mullah Omar (Mullah Ghani Baradar), dan kelompok garis keras yang cukup ditakuti yaitu Haqqani (Khalil Haqqani). Akhundzada menurutnya, telah diakui Amerika Serikat dan negara koalisinya sejak tahun 2013, makanya dia membuat kantor di Doha Qatar.

Dalam penyerbuan Taliban menguasai Afganistan kali ini, menurutnya dilakukan kelompok Akhyundzada, dua kelompok lain seperti kelompok Mullah Omar dan Haqqani tidak dilibatkan. “Memang masalah Afganistan ini complicated, seperti sebelum-sebelumnya,” katanya.

Saat ini menurutnya kondisi Afganistan karut marut, dia mendapat informasi bahwa Amerika Serikat telah membekukan dana untuk Afganistan. Ekonomi sebelumnya sudah kacau, ditambah peristiwa terbaru ini semakin kacau. “Ya kita lihat bagaimana tiga bulan ke depan nanti,” katanya.

 

Menurutnya, kemenangan Taliban di Afganistan merupakan hasil perundingan dengan Amerika Serikat. Beberapa bulan sebelumnya Joe Biden telah memberikan sinyal untuk angkat kaki dari Afganistan, dan mempersilakan untuk menyelesaikan masalah Afganistan sendiri.

“Teman-teman NU di Afganistan menyampaikan, kesalahannya ini kenapa (Ashfraf Gani) lari. Mustinya menyerah, dengan menyerahkan bagaimana status tentara, pegawai negeri, ini diselesaikan dulu. Kalau lari ini menyebabkan chaos seperti ini,” katanya.

Dia berharap dalam waktu dekat segera Taliban segera membentuk pemerintahan lebih stabil, untuk mengembalikan kondisi Afganistan yang semakin terpuruk saat ini.  (mui)

 

Merawat Hutan Mangrove Termasuk Nilai dan Pesan Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH-SDA) MUI mengadakan Webinar Tausiyah bertema Islam dan Gerakan Rehabilitasi Hutan Mangrove, Jumat (27/8).

Dalam diskusi yang bertujuan membangun kesadaran konservasi lingkungan khususnya hutan mangrove itu menghadirkan tiga pembicara. Mereka adalah Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Institut Pertanian Bogor (IPB) Nyoto Santoso, Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Suwignya Utama, dan Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial Afni Zulkifli.

Saat webinar berlangsung ketiga narasumber sama-sama menyepakati bahwa nilai agama Islam bisa dijadikan alternatif penyelematan hutan mangrove.

Nyoto Santoso mengatakan, umat Islam perlu memandang penyelamatan hutang mangrove sebagai jawaban keraguan malaikat tentang penciptaan manusia. Ia kemudian mengutip Al-Quran yang menjelaskan bahwa malaikat mempertanyakan keputusan Allah SWT menurunkan manusia ke Bumi, padahal manusia sejak lama sudah diketahui akan berbuat kerusakan.

Kerja menyelamatkan mangrove, kata Nyoto memberikan hikmah sebagai bukti bahwa keputusan Allah tepat dan manusia bisa menjalankan amanah untuk mengembalikan ekosistem mangrove.

“Saat penciptaan manusia itu, semuanya sudah mengetahui karakter manusia akan merusak bumi dan seisinya. Namun Allah SWT tetap membawa manusia ke bumi. Itu semacam amanah dan harus kita buktikan bahwa manusia tidak selamanya merusak. Salah satunya dengan kepedulian merawat hutang mangrove, ” ujarnya, Jumat (28/08).

Salah satu inisiator Mangrove Muara Angke ini menyampaikan, kepedulian terhadap mangrove akan menghidupkan kembali ekosistem yang mati.

Dia mencontohkan, Mangrove Muara Angke yang dulunya ekosistem sempat mati, kini bisa hidup kembali. Bukan saja hidup, bahkan kini area Mangrove Muara Angke menjadi wahana wisata favorit di Jakarta. Wilayah ini kini telah menjadi semacam hutan kota di tepi Jakarta.

Dia mengingatkan, kepedulian soal mangrove itu jangan hanya sekadar kerja proyek yang tuntas setelah seremonial belaka.

Menurut Nyoto, kerja-kerja mangrove harus terus dirawat sehingga memberikan manfaat bukan saja kepada manusia di sekitarnya, namun juga menghidupkan kembali ekosistem makhluk hidup di dalamnya.

“Mangrove disebut juga hutan payau atau bakau. Apapun istilahnya, spesies yang hidup di dalamnya sudah tertakdirkan Allah SWT. Tugas kita menghidupkan dan merawat makhluk hidup di sana, ” ujarnya. (mui)

 

Bunga Utang Pemerintah Nyaris Setara Dana Sosial 160 Juta Penduduk Miskin

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Peneliti Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Siti Nur Rosifah menyoroti alokasi anggaran untuk pembayaran bunga utang pada RAPBN 2022 yang mencapai 405,9 triliun rupiah. Angka tersebut nyaris setara dengan seluruh alokasi anggaran untuk perlindungan sosial untuk lebih dari 160 juta masyarakat miskin.

 

 

Alokasi untuk pembayaran bunga utang sebesar 405,9 triliun rupiah terdiri dari Pembayaran Bunga Utang Dalam Negeri sebesar 393,7 triliun rupiah dan Pembayaran Bunga Utang Luar Negeri 12,2 triliun rupiah.

 

 

Sedangkan alokasi untuk perlindungan sosial (Perlinsos) mencakup dana Perlinsos Umum (Kartu Sembako, Subsidi Listrik, LPG dan BBM, Bantuan Iuran PBI-JKN, BLT Dana Desa, dll), Perlinsos Ibu Hamil dan Balita (PKH), Perlinsos Usia Sekolah (PKH, PIP), Perlinsos Usia Produktif (Kartu Pra Kerja, KIP Kuliah, Subsidi KUR, dll) dan Perlinsos Lansia (PKH) yang jika ditotal mencapai 427,5 triliun rupiah.

 

 

“Keberpihakan anggaran pada si miskin justru semakin memburuk di kala krisis. Tidak terlihat kemauan dan keberanian politik yang memadai untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi,” kata Nur Rosifah dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (26/08/2021).

 

Nur Rosifah menambahkan beban bunga utang melonjak dari 17,9 persen dari penerimaan perpajakan pada 2019, menjadi 24,4 persen dari penerimaan pajak pada 2020, jauh diatas batas aman di kisaran 7 – 10 persen.

 

“Dengan seperempat penerimaan perpajakan habis hanya untuk membayar beban bunga utang saja, maka ruang fiskal yang tersisa menjadi sangat terbatas. Dan ke depan, angka ini masih berpotensi meningkat,” tutur Nur Rosifah.

 

IDEAS memproyeksikan beban bunga utang akan berada di kisaran 30 persen dari penerimaan perpajakanpada tahun 2024.

 

Menurut Nur Rosifah doktrin yang menjadi justifikasi hal tersebut adalah utang harus dibayar, apapun kondisi awal dari utang, untuk apa utang digunakan dan sedarurat apapun kondisi gagal bayar.

 

“Menjaga reputasi di hadapan kreditor menjadi kredo suci. Repayment rule menjadi benteng kokoh pemerintah untuk selalu berutang dan mengakumulasi-nya sepanjang waktu,” ujar Nur Rosifah.

 

Paradoks terbesar selanjutnya yang dikukuhkan RAPBN 2022 adalah semakin minimnya dukungan fiskal untuk sektor kesehatan. Dengan wabah yang masih mengganas dan tersebar semakin merata ke penjuru negeri, semakin rendahnya anggaran kesehatan adalah sangat memprihatinkan.

 

 

“Ketika pemerintah melakukan pembayaran bunga utang untuk investor hingga 2,3 persen dari PDB pada RAPBN 2022, di saat yang sama sektor kesehatan yang merupakan garda terdepan perang melawan pandemi hanya menerima alokasi 0,8 persen dari PDB,” ungkap Nur Rosifah.

 

Nur Rosifah menjelaskan bahwa beban utang yang semakin menghimpit tercermin dari rasio antara cicilan pokok dan bunga utang dengan penerimaan perpajakan, yang mencerminkan pendapatan pemerintah yang sesungguhnya.

 

 

Beban cicilan pokok dan bunga utang melonjak dari kisaran 30,8 persen dari penerimaan perpajakan pada 2015 menjadi 73,7 persen dari penerimaan perpajakan pada 2021, jauh diatas batas aman di kisaran 25-35 persen.

 

“Dengan kini hampir tiga per empat penerimaan perpajakan diprioritaskan untuk membayar beban bunga utang dan cicilan pokok utang yang jatuh tempo, maka ruang fiskal yang tersisa menjadi sangat terbatas,” papar Nur Rosifah.

 

 

Dengan besarnya porsi belanja terikat pemerintah yang merupakan non-discretionary expenditure, maka belanja untuk stimulus fiskal dan perlindungan sosial yang dibawah diskresi pemerintah, seringkali harus dibiayai dengan utang.

 

 

“Atas nama rakyat kemudian defisit anggaran dilakukan. Pembuatan utang baru menjadi terbenarkan dan bahkan seolah menjadi tugas mulia, terlebih kini di masa pandemi,” tutup Nur Rosifah

Kemenag Kembangkan Kurikulum PAI di Masa Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikian Islam Kementerian Agama menggelar workshop  Pngembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP di Malang, Jatim. Pengembangan kurikulum dilakukan antara lain dalam rangka merespon tantangan pembelajaran di masa pandemi.

Plt Direktur PAI Rohmat Mulyana Sapdi mengatakan, selama pendemi Covid-19, guru PAI harus tetap kreatif dan inovatif dalam mengelola proses pengajaran dan pembelajaran. Pasalnya, siswa menghadapi situasi yang rentan terkait kualitas pembelajaran. Kerentanan tersebut ditambah lagi dengan tingkat kesulitan akses dan disparitas jaringan koneksi internet.

“Menghadapi beragam tantangan tersebut, kita tetap harus berupaya menjalankan kebijakan yang mengedepankan inovasi dan kreativitas. Saya harapkan, tidak lama lagi hasil penataan kurikulum bisa disampaikan kepada para pemangku kepentingan,” kata Rohmat di Malang, Rabu (25/8/2021).

Rohmat melansir hasil riset belum lama ini yang menunjukkan bahwa 47% siswa sekolah menghadapi kondisi learning loss. Yaitu, kondisi di mana siswa kehilangan substansi, makna, dan tujuan pembelajaran.

“Learning loss membutuhkan waktu perbaikan yang cukup lama. Kita berharap penataan kurikulum yang dilakukan oleh Kemendikbud saat ini dapat membantu perbaikan kualitas anak didik kita,” tambah Rohmat yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam.

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Santoso juga berharap para guru PAI di sekolah tetap berinovasi di tengah segala kesulitan dan tantangan yang disebabkan kondisi pandemik. Santoso memberi contoh kebijakan dan praktik baik yang dijalankan pada Bidang PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jatim.

“Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim memiliki program unggulan dalam merespons kondisi pembelajaran di masa pandemi, yakni Pembelajaran Berbasis Literasi Cerita Islam,” kata Santoso.

Ia menjelaskan bahwa PBL Ceris dimaksudkan sebagai upaya menggali dan mengembangkan potensi literasi di kalangan guru dan siswa melalui penulisan cerita Islam.

Program PBL dilaksanakan sejak Agustus 2020. Hngga kini, PBL Ceris telah menyelenggarakan pelatihan menulis cerita Islam bagi kalangan guru dan siswa. Program inovatif ini telah menghasilkan 5000 peserta pelatihan dan 221 buku ber-ISBN.

“Alhamdulillah respon dari para siswa, guru dan kepala sekolah sangat antusias dengan program PBL ini. Ketiadaan anggaran saat ini tidak mengurangi semangat anak-anak untuk terus menulis dan berkarya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa setelah karya-karya itu diterbitkan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur akan mengadakan lomba membaca cerita-cerita Islam. Ini untuk memotivasi sekaligus memberikan inspirasi bagi anak-anak di sekolah.

“Kami akan agendakan lomba baca Ceris ini. Moga-moga bisa dilakukan tahun ini. Karena banyak karya ceris dari anak-anak yang sangat inspiratif dan membangun optimisme dan menjadi penebar semangat di tengah suasana pandemic ini,” kata Santoso, yang sebelumnya menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit PAI pada SMP/SMPLB Agus Sholeh menekankan pentingnya semangat untuk menjadikan PAI sebagai center of excellent bagi anak-anak.

“Kita harus berbuat semaksimal mungkin untuk menjadikan PAI sebagai pusat keunggulan. Menjadi vitamin yang efektif, dan bekal yang diperlukan bagi anak-anak ke depan,” ungkap Agus.

Menurut Agus, dengan harapan dan gambaran strategis PAI tersebut, kegiatan seperti ini menjadi penting sebagai upaya untuk saling menguatkan, berbagi, dan menyemangati sesama guru menghadapi kondisi pandemik.

Ia mengingatkan para guru PAI agar mengajarkan nilai-nilai yang membangun sikap optimistik kepada anak-anak di masa pertumbuhan mereka ini.

“Kurikulum PAI harus mampu mendorong ruang inspiratif bagi anak dan membangun nuansa progresif,” tambahnya.

Kegiatan Workshop Program Pengembangan Kurikulum PAI SMP mengundang para guru PAI pada SMP dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali.

Kegiatan diselenggarakan dengan menjalankan protokol kesehatan ketat di masa perpanjangan PPKM saat ini.

MUI Kembali Gelar Gerai Vaksinasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Gerakan Nasional Majelis Ulama Indonesia (Gernas MUI) untuk Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi kembali menggelar Gerai Vaksinasi pada Ahad (30/8).

Gerai Vaksinasi yang digelar di  Student Center Kampus 1 UIN Jakarta itu sendiri diselenggarakan atas kerjasama MUI dengan UIN Jakarta, Polri, Aksi Cepat Tanggap, Telkom Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Pemerintah Kota Tangsel, Puskesmas Pisangan, Karang Taruna Ciputat Timur, dan Yayasan Putra Legoso Bersatu.

 

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mengingatkan, upaya memulihkan ekonomi sama pentingnya dengan upaya mengatasi pandemi, sehingga MUI pun membentuk Gerakan Nasional bagi Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

“Pemulihan ekonomi jangan sampai terabaikan. Menolong masyarakat yang terkapar karena masalah ekonomi akibat pandemi sama pentingnya dengan menolong mereka yang terpapar pandemi itu sendiri,” kata dia.

 

Turut hadir pada kegiatan vaksinasi tersebut Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Ketua MUI Dr Ir H Lukmanul Hakim MSi dan KH M Sodikun MSi serta Wasekjen MUI M Azrul Tanjung SE MSi. Pada kegiatan vaksinasi itu panitia juga menyediakan beras (kemasan 3 kg) untuk masyarakat yang ikut vaksinasi.

Buya Amirsyah mengemukakan, disamping akan terus menggelar vaksinasi atas kerjasama dengan berbagai pihak terkait, MUI juga telah menyiapkan skema-skema ekonomi untuk membantu pemulihan ekonomi umat.

Sementara itu, Rektor UIN Jakarta, Prof Amany Lubis, menyambut baik kegiatan vaksinasi di lingkungan kampusnya, dimana kegiatan itu menghabiskan sebanyak 2.500 dosis vaksin Sinovac.

“Alhamdulillah, saat ini Gernas MUI berserta mitra melaksanakan acara vaksinasi di UIN Jakarta. Hal ini mendapatkan perhatian yang besar dari sivitas akademika dan masyarakat sekitar. Vaksin hari ini disediakan sebanyak 2500 dosis. Tapi sepertinya ada lebih dari 3.000 warga masyarakat yang mendaftar,” ujar Prof Amany.

Kehadiran Gernas MUI dalam kegiatan vaksinasi itu sendiri merupakan salah satu upaya dalam rangka penanggulangan COVID-19 dan pemulihan ekonomi bangsa dalam rangka mendukung program pemerintah guna tercapainya “herd immunity” (kekebalan kelompok).

“Mudah-mudahan masyarakat menjadi sehat dengan adanya vaksinasi ini, dan herd immunity dapat segera tercapai. Mudah-mudahan semua sehat, lancar, dan berkah. Insha Allah,” lanjutnya.

Rektor UIN Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi di manapun mereka berada dengan mendatangi pusat vaksinasi yang ada di daerah masing-masing.

“Saya mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi, karena ini adalah upaya yang tepat untuk menjaga diri, keluarga, dan masyarakat. Masyarakat di mana pun berada, mari kita datangi pusat-pusat pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengapresiasi para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan gerai vaksin di wilayah Kota Tangsel itu.

Banyamin juga menyatakan, khusus vaksinasi di wilayah Kota Tangsel ditargetkan untuk 1703,266 orang, namun target tersebut sementara ini baru tercapai sekitar 48 persen. (mui)