Pakar: Penangkapan Mahasiswa UMS yang Bentangkan Poster Tak Miliki Dasar Hukum

SOLO (Jurnalislam.com)– Pakar Hukum Dr Muhammad Taufik menyebut penangkapan terhadap mahasiswa yang dilakukan aparat kepolisian saat kunjungan kerja Presiden Jokowi di Universitas Sebelas Maret (UNS) tidak memiliki dasar hukum.

Sebelumnya, sebanyak 10 mahasiswa diamankan aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolresta Surakarta usai membentangkan beberapa poster yang salah satunya bertuliskan ‘Pak Jokowi tolong benahi KPK’ saat Presiden Jokowi melintas di gerbang UNS pada senin, (13/9/2021).

“Wah itu ndak lucu, membentangkan spanduk kok ditangkap, itu ikut ikutan seperti yang di Blitar yang pada akhirnya dilepaskan, jadi saya pikir itu kelatahan yang yang kedua itu penjilat, dan yang ketiga mereka sama sekali tidak melihat undang undang 1998 penyampaian pendapat di muka umum itu belum dicabut,” katanya saat dihubungi jurnis.com pada senin, (13/9/2021) malam.

Lebih lanjut, Dr Taufik menjelaskan bahwa seandainya tulisan atau poster tersebut menyinggung Presiden atau siapapun, maka aparat tidak bisa langsung menangkap dikarenakan pasal 134 tentang penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden telah dihapus oleh Mahkamah Konstitusi.

“Pasal itu sudah tidak berlaku, pasal 134 itu oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2006 telah dibatalkan, artinya kalau ada pejabat negara termasuk presiden, yang tersinggung itu deliknya bukan lagi delik absolut, tapi delik aduan,” terangnya.

“Artinya aduan itu hanya bisa dituntut kalau orang yang merasa dirugikan mengadukan, jadi ndak bisa main tangkap,” tambah Dr Taufik.

Dr Taufik mengaku siap memberikan bantuan advokasi apabila para mahasiswa tersebut belum dilepaskan oleh aparat kepolisian dalam waktu 1 X 24 jam.

“Saya berharap mereka itu segera dilepaskan, kalau tidak segera dilepaskan saya atas nama pribadi dan organisasi IKADIN cabang Surakarta siap memberikan bantuan advokasi dan saya percaya, mereka 1X 24 jam akan dilepaskan karena itu bukan tindak pidana jadi tidak ada yang harus dipertanggungjawabkan,” pungkas Dr Taufik.

Masjid Salman ITB Jadi Sentra Vaksinasi

BANDUNG(Jurnalislam.com)— Masjid Salman ITB resmi menjadi tempat sentra vaksinasi. Ketua Umum YPM Salman ITB, Prof Suwarno mengatakan sudah beberapa kali menggelar vaksinasi massal.

“Kami resmi jadi sentra vaksinasi karena, kami dinilai berhasil tak ada kerumunan pada pelaksanaan vaksinasi massal pada Juni-Juli. Kami berhasil memvakain 2 ribu orang. Nah dari penilain itu, kami jadi sentra vaksin,” ujar Ketua Umum YPM Salman ITB, Prof Dr Ir  Suwarno.

Prof Suwarno mengatakan, Masjid Salman menggelar vaksinasi massal karena ingin bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan herd imunity. Vaksinasi kali ini menyasar masyarakat yang beraktivitas di sekitaran Masjid Salman serperti PKL dan warga Kota Bandung.

“Nanti, kalau masyarakat daerah ini sudah semua divaksin maka bisa membantu yang lain juga. Targetnya, sehari 200 orang. Jadi sepekan 1.000 kalau sebulan menjadi 4 ribu,” paparnya.

Sebelumnya, sekitar bulan Juni hingga Agustus, Salman ITB berkolaborasi bersama banyak pihak melaksanakan tes swab dan vaksinasi gratis. Pihak-pihak tersebut meliputi Wakaf Salman ITB, Rumah Amal Salman, Dinas Kesehatan Kota Bandung, PT Bio Farma (Persero), PERSIB,  HIPMI Jawa Barat, IA ITB, D/Joom, Jabar Quick Response, Telkom Indonesia, dan Dewan Masjid Indonesia. Adapun tenaga kesehatan yang bertugas dibantu oleh Fakultas Kedokteran UNPAD, Poltekkes, dan UPTD Puskesmas Dago. Sekitar dua ribu orang telah menerima vaksinasi di Salman ITB.

 

Prof Suwarno menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal Masjid Salman ITB ini diperuntukkan untuk masyarakat umum, mulai dari usia produktif hingga lansia. Secara khusus, vaksinasi ini juga ditujukan untuk para petugas rumah ibadah dan mereka yang bertugas di ruang publik, yang rentan menjadi titik penyebaran virus. Inilah wujud manfaat yang diberikan Masjid Salman ITB #DariMasjidUntukSemua.

sumber: ihram

 

Siswa MAN 1 Surakarta Ciptakan Robot Pembantu Apoteker

SURAKARTA(Jurnalislam.com)— Pandemi Covid-19 tak menyurutkan kreativitas siswa madrasah untuk berkarya. Melalui berbagai adaptasi, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta Mufti Muammarul dan Tiara Vania Wijaya Putri berhasil menciptakan robot pembantu untuk apoteker.

Robot ini diberi nama De Pharmacist. Keberadaan robot ini diklaim dapat meminimalisir penularan Covid-19 di tengah masyarakat karena bekerja untuk meminimalisir interaksi antara apoteker dan pembeli.

Menurut pembina robotik MAN 1 Surakarta Prihantoro Eko Sulistyo, robot De Pharmacist pada awalnya dibuat untuk mengikuti kompetisi robotik madrasah tahun 2021. Saat ini robot De Pharmacist telah lolos ke tahap final.

“Bulan Oktober nanti, kami ikut final robot. Kemarin lombanya hanya lewat daring. Siswa membuat video presentasi De Pharmacist, kemudian dikirimkan untuk dilombakan,” ujarnya di Surakarta, Senin (13/9/2021).

Prihantoro menambahkan, robot De Pharmacist memang didesain khusus untuk pencegahan penularan Covid-19. Pada badan robot terdapat tiga loker atau slot jenis penyakit. Pemilihan slot obat penyakit juga disesuaikan dengan gejala Covid-19 yang saat ini sedang melanda. Ketiga penyakit tersebut sering dialami manusia, yakni batuk, demam, dan pusing.

“Cara kerja robot sangat sederhana. Dilengkapi dengan sensor Ultrasonic HCSR-05, pembeli hanya perlu memasukkan kartu identitas ke dalam slot sesuai dengan kebutuhan. Kemudian secara otomatis obat akan keluar tanpa harus berinteraksi dengan apoteker,” jelas Prihantoro.

“Secara otomatis, robot akan menerima instruksi untuk memutar papan obat sesuai program yang telah dibuat dengan aplikasi Arduino IDE. Ketika letak obat sudah berada di pintu keluar, botol obat akan didorong keluar oleh Motor Servo SG90 menuju keranjang obat sehinga bisa diambil oleh pembeli,” sambungnya.

Mufti Muammarul mengatakan, pembuatan desain dan perakitan robot hanya membutuhkan waktu satu bulan. Bersama guru pembina robotik, penggarapan robot dikerjakan secara daring dan luring. Khusus untuk perakitan robot dilaksanakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kesulitannya kemarin harus bolak balik madrasah dan asrama. Kami juga menggunakan zoom meeting untuk mendapatkan pembinaan dari guru pendaping selama prose pembuatan robot. Kadang itu, kurang maksimal kalau secara daring,” teranganya.

Banyak kelebihan yang dimiliki oleh robot Robot De Pharmacist . Salah satunya, robot ini dapat diaplikasikan di apotik, sekolah, dan di rumah. Biaya pembuatan robot juga sangat terjangakau. Satu rabot hanya menelan biaya sekitar Rp400 ribu. Robot ini terbuat dari akrilik, sehingga ringan dan kokoh. Penggunaannya juga sangat mudah dan bisa dijalankan oleh siapa saja. Energi untuk mengoperasikan robot cukup minim, hanya memerlukan tegangan 5-7 Volt. Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, robot De Pharmacist dapat dengan mudah diluncurkan ke masyarakat.

“Selain di apotik, Robot ini juga dapat digunakan di UKS sekolah. Ditambah saat ini sudaah mulai PTM terbatas. Sehingga sekolah perlu menghidupkan kembali UKS. Bantuan De Pharmacist di sekolah dapat memudahkan dan juga meminimalisir penularan covid-19 di sekolah,” imbuhnya.

Adapun kekurangan dari robot De Pharmacist yaitu, ruang penyimpanan obat masih terbatas, saat ini robot hanya mampu menampung sekitar 3-4 botol obat ukuran sedang. Namun, hal tersebut akan terus dikembangkan hingga dapat menampung beberapa jenis obat sekaligus.

Robot ini diharapkan dapat terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, De Pharmacist dapat diproduksi secara masal. Dengan begitu, secara tidak langsung inovasi ini dapat mengurangai penularan covid-19. “Tentu kami harap robot ini dapat dikembangkan lebih baik lagi. Bahkan bisa diproduksi secara massal. Sehingga, dapat memutus rantai penularan covid-19 di lingkup apoteker dan masyarakat pada umumnya,” harapnya.

Kepala MAN 1 Surakarta Slamet Budiyono mengapresiasi karya siswanya ini. Hal itu sesuai dengan visinya menjadikan MAN 1 Surakarta sebagai madrasahnya para juara.

“Tentu saya sangat mengapresiasi karya siswa kami. Terlepas nanti bisa memenangkan kompetisi atau tidak, karya ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Tentu ini menjadi sumbangan madrasah khususnya berkontribusi dalam pencegahan virus covid-19,” pungkasnya.

Warga Sambangi DPRD Solo, Laporkan Dugaan Manipulasi Pendirian Gereja GVI EFATA

SOLO (Jurnalislam.com)- Menindaklanjuti akan adanya dugaan manipulasi data dalam rencana pendirian Gereja GVI EFATA di RT 03 RW 13, Tirtoyoso, Manahan, Solo, sejumlah warga mendatangi Gedung DPRD Surakarta untuk melakukan audensi dengan pihak terkait.

Kedatangan perwakilan warga yang didampingi Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono diterima oleh wakil Ketua DPRD fraksi PAN Achmad Safari dan fraksi Golkar Taufiqurahman.

Dalam audensi tersebut, turut hadir Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Solo Hidayat Maskur, Kepala Kesbangpol Indradi, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultan dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surakarta Sunar Bowo.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan warga Prabowo Santoso menjelaskan pihak Gereja merasa dibohongi saat diminta membubuhkan tanda tangan untuk dukungan terhadap pendirian Gereja GVI EFATA tersebut.

“Dalam pencarian tanda tangan dan foto copy KTP warga. banyak warga melihat bahwa kertas berkolom tersebut tidak ada kop Gereja dan keterangan mencari dukungan atas pendirian Gereja GVI EFATA yang berada di lingkungan warga Tirtoyoso RT 03 RW 13 Kelurahan Manahan,” katanya.

“Saat itu saya yang bahkan sedang tidur siang dibangunkan untuk diminta tanda tangan, saat itu saya tidak mau karena ketika ditanya untuk apa mereka tidak menjelaskan secara rinci,” imbuh Prabowo.

Dalam audensi tersebut, sempat terjadi adu argumen antara perwakilan warga Prabowo dan perwakilan FKUB Sunar Bowo.

Saat itu Sunar menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan ke lokasi guna memastikan tidak ada konflik dan permasalahan atas pendirian Gereja tersebut guna menerbitkan surat rekomendasi pada juli 2021 yang lalu.

“Kemarin sudah mendatangkan warga sekitar, dan pak lurah itu datang dan kita sudah tanya tanya dan mereka menyatakan tidak keberatan dan itu dari jadi pertimbangan kita,” ungkapnya.

Namun keterangan tersebut dibantah oleh perwakilan warga Tirtoyoso Prabowo, ia menegaskan bahwa pada saat itu Lurah Tirtoyoso tidak hadir dan seharusnya pihak FKUB untuk lebih teliti lagi dalam mencari fakta dan data terkait pendirian Gereja tersebut.

“Kalau sudah mendapatkan dukungan dan tidak bermasalah, kenapa tidak pada tahun 2019 yang lalu yang saat itu mengaku mendapat tanda tangan dari warga. Dan setahu warga yang akan direnovasi atau dibangun kembali untuk Gereja adalah rumah tempat kontrakan yang lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas LUIS Endro Sudarsono menyebut temuannya adalah bahwa ini judulnya adalah rehab, bukan rehabilitasi tapi relokasi, maka ia sepakat dengan Kemenag maka perlu adanya aturan SKB dua menteri yakni dukungan 60 warga dan 90 jamaah.

“Kecuali kalau itu dibangun di tempat yang lama tidak ada masalah dan warga harus legowo. Ada penolakan warga sejak 2019, tepatnya 28 Agustus saat undangan dari Gereja ke warga dan mendapat penolakan dan ini ditangkap diatasa tidak masalah dan ini yang jadi masalah,” terang Endro.

Menanggapi soal permasalahan rencana Pendirian Gereja GVI EFATA tersebut, wakil ketua DPRD Surakarta Taufiqurahman meminta pihak Kesbangpol, Kemenag, DPMPTSP dan FKUB untuk kembali melakukan koordinasi dengan warga agar tak memunculkan konflik di kemudian hari.

“Mohon melakukan kordinasi kembali dan jangan dibangun dulu, dan FKUB kaki mohon tokohnya tidak hanya satu dan semua tokoh diajak berkordinasi lagi dan warga silahkan diajak dan harus segara ditindaklanjuti dan diselesaikan,” katanya.

Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Torehkan Juara Karate Internasional

SOLO(Jurnalislam.com)–Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September 2021, siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Achmad Diraj Mahardika, berikan kado terbaik dengan berhasil merebut medali emas dalam perlombaan New Zealand Open International E-Karate Championship 2021 kategori intermediate male u-14 individual kata.

 

“Achmad Diraj merupakan siswa kelas 8 yang sudah banyak menorehkan prestasi di bidang yang digeluti yakni olah raga bela diri karate. Tercatat sudah 13 prestasi yang ditorehkan sejak duduk di bangku SD hingga SMP ini,” jelas Aryanto, Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat pada Kamis (9/9).

 

Aryanto mengatakan perjalanan Achmad dimulai sejak SD tahun  2016 di mana ia pernah menjuarai Kata Beregu Putra Usia Dini. Waktu itu kejuaraan karate open Jateng dan DIY di UIN Wali Songo. Juara 3 Karate POPDA SD/MI tingkat Kota tahun 2018, Juara 2 Kata Beregu pada Kejuaraan Provinsi Karate ASKI, Jawa Tengah tahun 2019, dan beberapa kejuaraan lain ada yang perorangan dan beregu lainnya.

 

Muhdiyatmoko, Kepala Sekolah, merasa bangga terhadap prestasi yang diraih siswanya karena sudah mampu mengharumkan nama sekolah, bangsa dan negara tercinta.

 

“Selamat kepada Mas Achmad atas prestasinya, Ia memang anak yang tekun dan baik sehingga layak selalu menjadi juara,” katanya.

 

Sosok Achmad

 

Remaja 12 tahun yang hobi karate tersebut menargetkan akan membawa pulang piala-piala dalam perolmbaan bidang olah raga bela diri karate.

 

“Maka meski pandemi, saya bertekad terus berlatih intensif dengan senpai walaupun harus latihan secara online. Latihan yang diikuti meliputi latihan fisik dan teknik karate,” terangnya.

 

Achmad pun bercerita bahwa lomba yang diikuti kemarin itu dilaksanakan secara online (daring). Dirinya harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Atas motivasi pelatih, Supriyono, dirinya pun ikut mendafar secara online.

 

“Karena lomba bersifat online maka peserta diminta mengirimkan video sesuai kata yang dipilih. Saya bersama pelatih, team Ryu S Dojo, Indonesia, merekam gerakan-gerakan seni karate lalu mengirimkan kepada panitia,” ceritanya.

 

Putra dari dr. Amir Purnama Sidi, SpOT tersebut berhasil meraih medali emas karena meraih nilai tertinggi atas penilaian terhadap video seni bela dirinya dari para juri secara online.

 

Meski daring, Achmad merasa tingkat kesulitan adalah saat membuat video gerakan seni bela diri. Pasalnya ia bersama pelatih harus merekam berulang-ulang hingga mendapatkan yang terbaik. Namun, sesuai pesan orang tua, ia pun bertekad meskipun sulit maka harus dilewati dengan terus berjuang.

 

“Kunci sukses adalah rajin dan tekun latihan dengan sungguh-sungguh.” kata lelaki yang ingin menjadi scientist.

 

Achmad pun mengajak kepada teman-temannya untuk menyukai karate karena olah raga tersebut dapat melatih kejujuran, kedisiplinan, dan membentuk karakter yang kuat. Tidak lupa, pasti menambah banyak teman.

 

“Alhamdulillah orang tua, kakak, dan adik sangat mendukung saya latihan karate dari kelas 3 SD sampai sekarang,” pungkasnya.

Lembaga Wakaf  MUI Dorong Program Unggulan Wakaf

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakaf yang dikelola dengan baik akan turut mewujudkan ekosistem halal yang kuat. Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun berkomitmen mendukung realisasi ekosistem itu.

Sekretaris Lembaga Wakaf MUI, Guntur Subagja Mahardika, mengatakan optimalisasi potensi wakaf uang dan wakaf produktif bisa mendukung halal supply chain, yaitu jaringan dalam rantai pasok yang dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan integritas halal pada proses pemerolehan bahan baku hingga mengantarkan produk pada konsumen.

Seluruh proses yang terlibat dalam jaringan rantai pasok harus patuh pada hukum syariah.

“Jika wakaf di kelola dengan baik makan wakaf itu akan menjadi ladang yang bermanfaat,” kata dia, dalam Webinar Prospek Wakaf yang dan Wakaf Produktif Membangun Halal Suply Chain, akhir pekan ini, Jumat (10/9).

Dia menyebutkan misalnya, bentuk wakaf di Makkah yang manfaatnya bisa dirasakan sekarang oleh jamaah haji asal Aceh sekarang. Wakaf tersebut berasal dari tokoh ulama dari Aceh Habib Bugak Al Asyi.

Sosok yang hidup pada 1800-an Masehi tersebut, membeli sebidang tanah lalu mewakafkannya untuk jamaah haji asal Aceh. Di atas tanah tersebut kini berdiri penginapan.

“Setiap tahunnya jamaah haji asal Aceh menerima pembagian manfaat uang dari hasil pengelolaan wakaf dari Baitul Asyi, per jamaah mendapatkan 1.200 riyal atau sekitar Rp 4,5 Juta,” ujar Guntur.

Lebih lanjut, dia mengatakan Lembaga Wakaf MUI memiliki misi mengubah para mustahik menjadi muzaki dan menjadi wakif (orang yang mewakafkan hartanya).

Guna mendukung misi itu, pihaknya membeberkan sejumlah program unggulan Lembaga Wakaf MUI yaitu antara lain Bank Waqf Mikro MUI, Green House Aquaponik Pesantren, Rumah UMKM Halal Pusat Pengemasan & pemasaran, Green waqf MUI Tambak modern Udang vaname, dan Klinik MUI Healtcare.(mui)00

 

Masyarakat Antusias Ikuti Vaksinasi di Satgas MUI

PAMULANG(Jurnalislam.com) – Antusiasme masyarakat mengikuti vaksin dosis dua digelar MUI Tangsel mencapai 848 orang. Kegiatan itu berlangsung di Yayasan Daarul Hikmah Jalan Surya Kencana Pamulang Barat, Kamis (09/09).

Dimulai sejak pagi hingga pukul 14.00 WIB, proses vaksinasi berjalan tertib. Peserta vaksin dengan sabar menunggu panggilan secara bergantian, mulai dari meja pendaftaran, srining hingga penyuntikan, dan terakhir layanan observasi pasca penyuntikan vaksin.

Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama MUI Tangsel dengan Polres Tangsel, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tangsel, Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dan Puskesmas Pamulang.

Turut hadir, jajaran pengurus MUI Tangsel, Kabag Kesra Kota Tangsel Heli Slamet, Anggota DPRD Eapil Pamulang, Ferdiansyah, dan para tokoh lainnya.

Ketua Umum MUI Tangsel, KH Saidih, mengucapkan puji syukur atas anugrah yang Allah SWT berikan sehingga masyarakat begitu antusias ikut vaksin. Mereka termotivasi bagaimana hidup sehat terhindar dari Covid-19. Vaksin salah satu yang gulirkan oleh pemerintah untuk masyarakat.

“Alhamdulillah semangat masyarakat mengikuti vaksinasi cukup besar. Mereka berusaha keras untuk divaksin supaya sehat. Dengan sehat. Ini sebagai modal untuk menjalankan ibadah dengan tekun,” tuturnya.

Sementara ketua Panitia, Ahmad Sofyan, menambahkan bahwa peserta kegiatan ini membeludak, antusias masyarakat begitu besar ingin mendapatkan vaksin.

Sementara itu, pendaftaran dibuka secara manual dengan memperbanyak petugas yang menginput data. Sehingga banyak yang berdatangan. Dan pihak panitia, membatasi pada angka 800 dosis. Maka ada beberapa warga harus kembali pulang, karena dosis pertama yang digunakan astrazeneca sementara MUI menggunakan sinovac.

“Dosis pertama sinovac sehingga ada warga yang datang harus kembali pulang. Dikarenakan mereka saat vaksin pertama menggunakan astrazeneca. Ini membuktikan bahwa masyakat begitu antusias terhadap vaksin sebagai upaya menuju sehat,” jelas Ustad Pian sapaan akrabnya.(mui)

 

Polisi Afghanistan Kembali Bekerja Bersama Taliban di Bandara Kabul

KABUL(Jurnalislam.com) – Polisi Afghanistan di bandara Kabul telah kembali bekerja menjaga pos pemeriksaan di samping keamanan Taliban untuk pertama kalinya sejak kelompok Islam itu kembali berkuasa, kata petugas pada hari Ahad (12/9/2021).

Ketika Taliban menyerbu Kabul bulan lalu untuk mengambil kembali pemerintahan, para polisi meninggalkan pos jaga mereka, takut akan apa yang akan dilakukan oleh kelompok Islamis.

Namun saat ini dua orang petugas bandara mengatakan mereka telah kembali bekerja pada hari Sabtu kemarin setelah menerima telepon dari komandan Taliban.

Pada hari Ahad, seorang koresponden AFP di bandara melihat anggota polisi perbatasan dikerahkan di beberapa pos pemeriksaan di luar gedung utama bandara, termasuk terminal domestik.

“Saya kembali bekerja kemarin, setelah lebih dari dua pekan dipulangkan,” kata salah satu anggota kepolisian kepada AFP.

“Saya menerima telepon dari seorang komandan senior Taliban yang meminta saya untuk kembali bekerja,” kata petugas lainnya.

“Kemarin hari yang baik, senang sekali bisa melayani lagi.”

Taliban mengatakan mereka telah memberikan amnesti umum kepada semua orang yang bekerja untuk pemerintah sebelumnya termasuk tentara, polisi dan cabang keamanan lainnya.

Para pejabat mengatakan mereka ingin mengintegrasikan pasukan lawan tetapi belum menjelaskan bagaimana teknisnya atau bagaimana mereka akan mempertahankan aparat keamanan yang terdiri dari sekitar 600.000 orang.

Bandara Kabul rusak parah selama proses evakuasi yang dilakukan AS, kini Taliban telah berusaha keras agar bandara ibu kota beroperasi kembali dengan bantuan teknis Qatar.

Uni Emirat Arab telah mengirimkan berton-ton bantuan ke Afghanistan, dengan pesawat yang membawa ratusan ton pasokan medis dan makanan.

Seorang pegawai bandara yang menangani keamanan untuk sebuah perusahaan swasta membenarkan bahwa polisi perbatasan telah dikerahkan di sekitar bandara sejak Sabtu.

“Mereka berbagi keamanan dengan Taliban,” katanya kepada AFP.

Qatar Airways telah mengoperasikan penerbangan charter dari Kabul dalam beberapa hari terakhir, membawa sebagian besar orang asing dan warga Afghanistan yang ketinggalan dibawa keluar selama evakuasi.

Sebuah maskapai penerbangan Afghanistan memulai kembali penerbangan domestik pekan lalu, sementara Pakistan International Airlines diperkirakan akan memulai penerbangan dari Islamabad ke Kabul dalam beberapa hari mendatang. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Dosen Kampus Islam Susun Buku tentang Keberagamaan Kontemporer di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Enam dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) alumni program Partnership in Islamic Education Scholarship (PIES) tahun 2019 meluncurkan buku baru berjudul Kontestasi Nalar Keberagamaan Kontemporer di Indonesia: Dari Kontestasi Identitas Menuju Koeksistensi Sosial.

Buku ini diterbitkan oleh penerbit LKiS Yogyakarta dan diberi kata pengantar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani.

Buku tersebut diluncurkan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Penny Williams. Selaku pembahas, Professor Tim Lindsey (University of Melbourne) menyampaikan ulasan tentang Perda Syariah: Exposing Indonesia’s Constitutional Flaw.

Ikut bergabung dalam giat virtual ini, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno mengapresiasi buku yang ditulis oleh para dosen PTKI dan berkolaborasi dengan para akademisi dari kampus Australian National University (ANU), Canberra Australia.

“Buku yang mendedah mozaik kehidupan keberagamaan kontemporer di Indonesia ini menjadi contoh racikan kolaborasi intelektual akademisi Indonesia dan Australia. Kami mengapresiasi atas terbitnya buku dengan harapan dapat menambah khazanah keilmuan sekaligus menjadi contoh yang baik tentang penguatan relasi jaringan akademik antara dosen PTKI dan akademisi luar negeri,” ungkap Suyitno yang juga Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (9/9/2021).

Direktur program PIES, Professor Greg Fealy dari Australian National University (ANU), mengungkapkan bahwa program PIES merupakan program kerja sama antara ANU Canberra dan Kementerian Agama yang didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia.

“Jalinan kerja sama ini sudah terlaksana sejak tahun 2008 yang dikemas dalam penguatan kapasitas akademik dengan memberikan beasiswa kepada dosen PTKI yang tengah menempuh program doktor untuk memperkaya minat pengetahuan dan memperkuat tradisi riset di Department of Political and Social Change, kampus ANU, Canberra,” terang Greg Fealy.

“Pada akhir program, penerima beasiswa PIES meluncurkan buku. Pada kesempatan ini, buku yang diluncurkan merupakan buku dari PIES angkatan tahun 2019 hasil riset dan kajian yang sangat serius dan mendalam,” sambungnya.

Tren Covid Menurun, KUA Tetap Ketatkan Prokes

BATANG(Jurnalislam.com)— Tren Covid 19 di Kabupaten Batang Jawa Tengah mulai melandai. Meski demikian, pelayanan pada Kantor Urusan Agama Kota Batang tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Batang Machmud mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu usaha untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua masyarakat selama masa pandemi. “Pelayanan pencatatan pernikahan khususnya pada KUA Batang tetap kami lakukan, baik online maupun offline,” tutur Machmud di Kota Batang, Jumat  (10/2021).

Dikatakan Machmud, selama pandemi peristiwa pernikahan di Kota Batang cukup banyak. Sehingga, penyuluhan tentang penerapan protokol kesehatan terus dilakukan dengan intensif, khususnya untuk para calon pengantin dan keluarga.

Mahmud menambahkan bahwa layanan pernikahan di KUA masih mengacu pada SE Dirjen Bimas Islam No. P.002/DJ.III/Hk.007/07/2021 yang dikeluarkan 11 Juli 2021. Edaran ini mengatur tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Layanan Nikah pada KUA masa PPKM Darurat.

“Belum semua masyarakat paham akan aturan ini, sehingga kami selalu mengingatkan masyarakat untuk taat aturan demi kepentingan semua orang,” ujar Machmud.

“Selain itu, para penghulu dan penyuluh tetap menjadi garda terdepan pemerintah dalam mengedukasi penerapan prokes dan juga vaksinasi,” ujarnya lagi.

Rindiani, calon pengantin yang mendaftar pada KUA Kota Batang mengatakan sudah mengetahui tentang aturan prokes untuk pelaksanaan pernikahan, namun belum secara detail.

“Meskipun pelaksanaan pernikahan menjadi lebih sepi, karena pembatasan jumlah orang, namun kami yakin pemerintah membuat aturan untuk melindungi warga nya. Buat kami yang penting pernikahan sah menurut agama dan negara untuk resepsi Insya Allah dapat kami lakukan ketika kondisi pandemi sudah reda,” pungkas Rindiani.