BJPH Dorong Standar Halal Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama kembali menggelar The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021. Kegiatan tahunan ini, menjadi rangkaian 8th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

IHD 2021 mengusung tema “Mewujudkan Pentingnya Standar Halal Global”. Giat ini diikuti sejumlah lembaga halal dari berbagai negara, asosiasi, kedutaan, peneliti, pelaku usaha, dan juga pemangku kepentingan halal di Indonesia.

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, IHD 2021 menjadi bagian upaya pihaknya memperkuat sinergitas global. Menurutnya, penguatan sinergitas global dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia pada 2024.

“Sinergitas global antara Indonesia dengan seluruh elemen pemangku kepentingan halal dunia harus kita perkuat dan hal itu menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan cita-cita Indonesia untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024,” kata Aqil Irham di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Dikatakan Aqil Irham, halal telah mewujud dalam banyak ekosistem dan menjadi salah satu perhatian dunia karena memiliki pangsa pasar yang besar dan nilai yang menjanjikan. Produk halal yang terdiri atas barang dan jasa seperti makanan, minuman, produk farmasi, kosmetik, berbagai macam barang gunaan, hingga pariwisata dan energi terbarukan, telah menjadi komoditas yang sangat diminati baik oleh produsen maupun konsumen secara global.

Minat dan kebutuhan akan produk halal telah tumbuh secara lintas teritorial, lintas  batas geografis dan demografis, terlepas dari latar belakang agama, pendidikan, suku, budaya, dan bahasa. Keadaan ini telah menjadikan halal sebagai kesadaran global dan bagian dari trend halal yang mondial.

Menurut Aqil, salah satu kontributor terbesar dari meningkatnya permintaan produk halal global saat ini berasal dari generasi Z (atau yang lain menyebutnya i-gen). Di Indonesia, sekitar 75% dari total penduduk (270 juta orang) memiliki akses sosial media, dan hampir 80% dari jumlah tersebut adalah generasi Z. Generasi tersebut merupakan generasi revolusi industri 4.0 terbesar dan paling sering menggunakan media sosial.

“Oleh karena itu, pada perkembangannya saat ini produk halal juga harus dikelola dan terhubung dengan platform digital atau digital halal database,” kata Aqil Irham.

Penggunaan digital signature hingga QR code dan barcode dalam sertifikat halal sebagaimana yang telah diaplikasikan BPJPH, lanjutnya, akan mempermudah konsumen melakukan akses, memberikan informasi terkait status sertifikat halal, bahan baku, lembaga sertifikasi, dan lain sebagainya. Teknologi digital juga akan banyak membantu produsen dan konsumen produk halal terkait akses daftar lengkap produk ritel dan industri yang menyediakan produk halal, dan hal lain terkait produk halal.

“Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan upaya nyata, salah satunya melalui penguatan sinergi global dalam pengembangan produk halal,” tandas Aqil Irham.

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Perkembangan teknologi dan informasi kian menggila dan dapat menggilas siapapun yang tidak siap menyambutnya. Ditambah kondisi pandemi selama hampir dua tahun semakin membuat efek disrupsi terasa di segala bidang.

Pendidikan menjadi salah satu bidang yang terkena imbas disrupsi tersebut. Karena itu diperlukan inovasi dan kelincahan mengikuti segala perubahan yang seringkali datang tanpa diduga.

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nur Hidayah menangkap sinyal urgensi atas perlunya bergerak dengan lincah dan menemukan inovasi. Hal inilah yang mendorong dilaksanakan pelatihan “Agile and Innovative School” dua hari ini, Selasa-Rabu, 26-27 Oktober 2021.

Sebanyak 72 peserta diajak fokus belajar dan mengembangkan diri di Ruang Nur Hidayah Convention Center (NHCC). Tim InaLead dari Edupro hadir sebagai fasilitator belajar para guru dan pimpinan SIT Nur Hidayah.

Tim InaLead terdiri dari 3 orang mentor yaitu Rio Purboyo, Feri D Sampurno, CHT, CMNLP dan Rizki Tajuddin, S.Si. Sebelumnya, peserta mendapatkan tugas mandiri dan mengikuti sesi online via zoom selama lima hari, 18-23 Oktober 2021.

Keseruan dan suasana yang cair oleh mentor dalam pelatihan ini tidak mengurangi keseriusan peserta. Mereka tetap bisa menyerap informasi sekaligus mencoba memahami secara langsung proses design thinking.

Yayasan Nur Hidayah melalui Ketua Bidang Pendidikan, Anis Tanwir Hadi, S.Ag, M.Pd.I, terus mengupayakan pengembangan baik individu SDM maupun manajemen kelembagaan.

Pada sesi pembukaan juga dilakukan penyerahan Buku Panduan Program Keunggulan SIT Nur Hidayah oleh Ustadz Anis kepada Kepala Sekolah PAUD IT Nur Hidayah, SD IT Nur Hidayah, SMP IT Nur Hidayah, dan SMA IT Nur Hidayah.

Semoga Yayasan Nur Hidayah dapat terus memberikan layanan pendidikan yang terbaik kepada masyarakat.

Wisuda Perdana STIU Wadi Mubarak, Seluruh Sarjananya Hafidz Quran

BOGOR(Jurnalislam.com)–Puluhan pria dengan Toga Hitam biru duduk tenang di samping kiri panggung. Menanti momen tersematnya gelar akademik sebagai tanda usainya satu perjalanan menuntut ilmu. Pagi itu, Selasa (26/10/2021), diselimuti sejuknya udara puncak Bogor, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin  Wadi Mubarak (STIU WM) Bogor, menggelar wisuda perdananya di Hotel Seruni, Bogor, Jawa Barat.
Wisuda digelar dalam nuansa qurani. Pasalnya, seluruh wisudawan adalah para penghafal Alquran. Ya, 40 wisudawan/wisudawati telah hafal 30 juz Alquran. Bukan hanya hafal, mereka bahkan telah memiliki sanad yang tersambung kepada para ahli. Dan 8 orang di antaranya bersanad kepada bacaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
“Wa idza qiilansyuzuu fansyuzu yarfa’illahulladziina aamanuu minkum walladzina utul ‘ilma darajaat…” Al-Mujadilah ayat 11 melantun syahdu, menyelimuti seluruh ruang dengan damai. Bacaan fasih salah seorang wisudawan menjadi pembuka acara.
Usai rangkaian sambutan, tamu kehormatan dan orangtua diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan wisudawan. Satu persatu dari mereka membacakan penggalan ayat untuk kemudian dilanjutkan oleh wisudawan yang telah dipilih secara acak. Ayat demi ayat melantun merdu, mengundang haru setiap yang mendengar dan meresapinya.
Damai, sejuk, menenangkan. Itulah kesan yang dirasakan sepanjang acara. Terlebih ketika perwakilan wisudawan menyampaikan pidatonya tentang keberkahan memelajari Alquran.
Fahmi Dzulfikar, wisudawan asal Garut, dalam pidatonya menyebutkan bahwa dengan Alquran kita menjadi orang yang ikhlas, tawadhu, dan berpikiran maju.

Wardah Beauty Moves You The Experience Hadirkan Sosok Inovatif

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Bertepatan dengan diluncurkannya campaign terbaru Wardah #BeautyMovesYou, Wardah menggelar acara Beauty Moves You The Experience yang dilaksanakan pada tanggal 30-31 Oktober 2021. Acara ini merupakan sebuah gerakan terhadap perempuan Indonesia agar dapat menjadi individu yang progresif, berani berekspresi, dan bergerak membawa manfaat untuk sekitar. Masyarakat dapat menyaksikan acara ini gratis secara virtual dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu di wardahbeauty.com/bmy.

Acara ini menghadirkan perwakilan tokoh-tokoh perempuan progresif dari lintas profesi dan keahlian, dari Indonesia bahkan global. Hadir secara 3D Experience, Wardah Beauty Moves You menyajikan inovasi terbaru, program terobosan yang interaktif dan inovatif seperti Beauty Moves You Talks, Wardah Beauty Space, Wardah Innovation Center, Wardah Advanced Technology, dan music performance.

Novia Sukmawaty, Group Head Wardah menjelaskan, “Sejalan dengan tujuan untuk terus menjadi penggerak yang membawa manfaat, bergerak menebarkan nilai kebermanfaatan, Wardah terus bertumbuh melakukan inovasi. Selain menciptakan produk berkualitas berstandar internasional dengan konsep Halal Green Beauty Innovation, Wardah juga melakukan berbagai gerakan dan kolaborasi.

Salah satunya adalah dengan menggelar acara Wardah Beauty Moves You The Experience, merupakan wujud nyata Wardah untuk menciptakan ekosistem kebermanfaatan yang inovatif, berkarya, dan progresif. Kecantikan itu tidak hanya sebatas cantik yang terlihat, tapi juga bagaimana perempuan berani berekspresi dan berkarya, memberikan manfaat bagi sekitar dengan cara mereka masing-masing dan dengan keahlian masing-masing. Acara ini hadir untuk berbagi pesan positif sekaligus mengajak perempuan untuk bergerak membawa manfaat dan memberikan semangat untuk terus maju demi kehidupan yang lebih baik”.

Wardah Beauty Moves You The Experience menyajikan acara interaktif yang mengedepankan empat pilar fundamental, yaitu health(kesehatan), education (pendidikan), environment (lingkungan), dan halal lifestyle.

Pada hari pertama, tanggal 30 Oktober 2021, Wardah menghadirkan rangkaian acara dengan tema lingkungan, kesehatan, sesi peluncuran produk, dan awarding brave beauties. Sejalan dengan Halal Green Beauty Innovation, Wardah mengusung tema Beauty Moves The Changes For Environment, menghadirkan Dewi Sandra (Brand Ambassador Wardah), Maurilla Imron (Founder Zero Waste Indonesia), dan Cynthia Lestari (Founder Lyfewithless).

Tema lainnya yang juga menarik dan inspiratif yaitu Beauty Moves Health, Mindfulness & Wellness menghadirkan Dian Sastrowardoyo (Aktris), Mesty Ariotedjo (Brand Ambassador Wardah), Nicky Clara (Fashionpreneur Brave Beauties) dan Raden Prisya (Mindfulness Practitioner). Selain itu, di sesi ini Wardah juga meluncurkan produk terbaru yaitu Wardah Crystal Secret yang merupakan transformasi dari seri White Secret dengan formulasi yang lebih baik untuk mencerahkan kulit wajah. Sesi ini menghadirkan Tatjana Saphira (Brand Ambassador ).

Kampanye Kebencian di India Terhadap Bahasa Urdu Karena Dianggap bahasa Muslim

INDIA(Jurnalislam.com) – Pekan lalu, kelompok sayap kanan Hindu di India memaksa sebuah perusahaan terkemuka untuk menarik iklan musim perayaannya setelah menampilkan beberapa kata dari bahasa Urdu, yang dikenal di negara itu sebagai “bahasa Muslim.”.

Perusahaan FabIndia, mengeluarkan iklan untuk Diwali (festival penting umat Hindu yang jatuh bulan depan), menampilkan koleksi pakaian terbarunya dengan teks iklan berbunyi: “Jashn-e-Rivaaz”.

“Jashn” dalam bahasa Urdu berarti perayaan sedangkan “Riwaaz”, yang sebenarnya adalah “Riwaaj”, berarti tradisi. Jika diterjemahkan menjadi “Perayaan Tradisi”.

Tetapi seorang anggota parlemen muda dari Partai Bharatiya Janata Party (BJP) Perdana Menteri Narendra Modi, yang sering menjadi berita utama karena pernyataan Islamofobianya, tidak senang dengan iklan itu.

“Deepavali bukan Jashn-e-Riwaaz,” tulis Tejasvi Surya (30 tahun), di Twitter, menyebut Diwali dengan nama yang lebih tradisional.

“Upaya Abrahamisasi festival Hindu yang disengaja ini, yang menggambarkan model tanpa pakaian tradisional Hindu, harus disingkirkan.” tegasnya.

FabIndia adalah nama toko di India yang menjual pakaian, furnitur, perabot rumah tangga, dan makanan. FabIndia memiliki ratusan showroom di seluruh negeri dan luar negeri.

Lebih lanjut Surya juga mengatakan agar perusahaan tersebut diberi sanksi,

“perusahaan harus menghadapi biaya ekonomi untuk kesalahan yang disengaja seperti itu”.

Segera, anggota BJP lainnya dan kelompok nasionalis Hindu lainnya mulai menyerang FabIndia di media sosial, menuduh merek tersebut “menyakiti” sentimen keagamaan umat Hindu.

“Proyek Hindutva melihat bahasa Urdu sebagai bahasa ‘Muslim’. Dan membuat bahasa Urdu tidak terlihat adalah bagian dari proyek besar untuk meminggirkan komunitas Muslim, bahkan secara fisik menghilangkannya,” terang Nivedita Menon, profesor di Pusat Studi Politik di Universitas Jawaharlal Nehru New Delhi, kepada Al Jazeera. (27/10/2021)

“Hindutva” mengacu pada gerakan supremasi Hindu berusia seabad yang berusaha mengubah India menjadi negara etnis Hindu. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

Indonesia Islamic Economic Forum Bahas Strategi Penguatan Keuangan Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu agenda penting dalam mewujudkan cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs). Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di sektor ekonomi dan keuangan syariah perlu dimobilisasi secara komprehensif dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan implikasi yang signifikan.

Keuangan syariah dan investasi berdampak menjadi dua instrumen yang dapat dioptimalkan dalam memberikan fasilitas pemberdayaan ekonomi-sosial bagi masyarakat miskin.

Sektor keuangan syariah telah tumbuh sebesar 200 miliar USD pada tahun 2003 menjadi sekitar 1,8 triliun USD pada tahun 2014, dan mencapai 2,7 triliun USD pada tahun 2021. Sementara itu, Investasi berdampak yang didefinisikan sebagai investasi dana dengan tujuan untuk menghasilkan dampak sosial dan lingkungan juga menunjukan pertumbuhan yang positif.

Data Global Impact Investors Network (GIIN) menyebutkan pada 2018 terdapat 228 miliar USD aset investasi berdampak dan terus meningkat hingga dua kali lipat pada tahun berikutnya. Kedua instrumen Ini menjadi sumber pembiayaan potensial mendorong pembangunan dan membantu mengentaskan kemiskinan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyelenggarakan Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) ke-VIII dengan tema “Enhancing Sustainable Community Empowerment through Islamic Finance and Impact Investment” pada Jumat, 29 Oktober 2021 secara virtual. IIEF ini menjadi forum tahunan bagi MES sedunia untuk membahas isu-isu seputar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara global.

Hadir memberikan keynote speech pada kesempatan kali ini Menteri Investasi yang juga Wakil Ketua Umum III PP MES; Bahlil Lahadalia. Dalam membuka keynote speechnya Bahlil menegaskan bahwa sistem ekonomi dan keuangan syariah memiliki korelasi yang kuat dengan keberadaan UMKM dalam negeri. Kontribusi UMKM terhadap PDB yang mencapai 60% menjadikan sektor ini perlu didorong secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Data BPS menunjukan dalam konteks kontribusi UMKM terhadap PDB itu sebesar 60%. Tidak hanya itu, dari total 131 juta kontribusi tenaga kerja yang ada di negara kita, 120 juta di antaranya berasal dari UMKM” tegas Bahlil.

Bahlil menuturkan, hingga saat ini UMKM masih terkendal dengan aspek legalitas dan proses sertifikasi. 40 persen dari total UMKM di Indonesia adalah non formal. Oleh karena itu, menurutnya implemetasi UU Cipta kerja yang di dalamnya mengatur perihal perijinan UMKM sangat penting dilakukan. Hal itu juga didukung dengan kemudahan akses yang bisa diperoleh secara gratis oleh UMKM melalui Online Single Submission (OSS).

“Kementerian investasi berkomitmen pada dua hal, pertama mendorong legalitas dari para pelaku UMKM sehingga dapat lebih mudah mendapatkan akses pemmbiayaan di perbankan. Kita bisa tingkatkan kredit lending dari 18% itu menjadi 30%. Kedua, sesuai amanat UU cipta kerja pasal 90, kami sudah melakukan inisiasi bagi setiap pengusaha yang berinvestasi di Indonesia baik itu dari foreign investment maupun PMDN untuk wajib berkolaborasi dengan UMKM di dalam negeri” tutur Bahlil.

Para narasumber yang hadir pada forum IIEF kali ini antara lain, Direktur Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Durham; Prof. Mehmet Asutay, Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia; Djauhari Oratmangun, dan Ketua Umum Pengurus Wilayah Khusus MES Singapura; Mohd. Khair Mohamed Noor, serta dipandu oleh Pengurus Pusat MES; Dripa Sjabana.

 

Wakaf Dinilai Berkontribusi Pada Pembangunan Nasional Singapura

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Direktur Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Durham Prof. Mehmet Asutay,  yang berkesampatan menjadi narasumber pertama dalam Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) ke-VIII dengan tema “Enhancing Sustainable Community Empowerment through Islamic Finance and Impact Investment” pada Jumat, 29 Oktober 2021 menekankan pentingnya instrumen keuangan syariah yang berorientasi pada prinsip- prinsip moral. Dirinya menyebutkan ada tiga refleksi ekonomi syariah moral, yaitu berkeadilan, berkelanjutan, dan perbaikan.

“Kita harus melihat secara khusus dalam sistem ekonomi dan keuangan syariah bagaimana ia diproduksi, dan tunduk pada regulasi yang sama yang memungkinkan untuk memenuhi dasar-dasar ekonomi syariah. Sudah saatnya mengubah strategi baru keuangan syariah menuju konsep ekonomi moral syariah” jelas Mehmet.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia; Djauhari Oratmangun, yang menjadi narasumber kedua menerangkan bahwa keberadaan UKM sangat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi China. Hal tersebut perlu dijadikan peluang untuk menciptakan langkah-langkah strategis bagi ekonomi terutama ekonomi syariah di Indonesia.

“Perkembangan UKM semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi China. Mereka mendorong lebih dari 99 persen dari semua perusahaan di China saat ini. Langkah-langkah strategis yang dilakukan China dapat dipelajari oleh UMKM di Indonesia agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas” terang Djauhari.

Adapun Ketua Umum Pengurus Wilayah Khusus MES Singapura; Mohd. Khair Mohamed Noor, yang menjadi pemateri terakhir memaparkan terkait pentingnya optimalisasi instrumen wakaf. Menurutnya wakaf menjadi salah satu yang sangat diprioritaskan di negara Singapura.

“Pada akhirnya, pengembangan produk wakaf telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional di Singapura. Oleh karenanya pemerintah kita sangat mendukung. Tantangan kami ke depan adalah mengembangkan properti wakaf kami menjadi lebih produktif dan inovatif” papar Khair.

Pelaksanaan IIEF-VIII ini dirangkai dengan Silaturrahim Kerja Nasional (Silaknas) MES dan menjadi bagian dari gelaran International Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Hasil pembahasan dari forum ini akan dituangkan dalam bentuk keputusan yang digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh seluruh pemangku kepentingan untuk ditindaklanjuti melalui rilisan kebijakan atau program yang berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

 

Ini 4 Hal Prioritas Pengembagan Ekonomi Syariah di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wapres  KH Ma’ruf Amin dalam Silaturahim Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menekankan bahwa kehadiran MES harus dapat dirasakan oleh masyarakat melalui program yang membawa solusi dan kemaslahatan, serta menjadi motor penggerak dalam pengembangan usaha masyarakat terutama UMKM.

Dirinya juga berharap agar konsep ekonomi syariah yang merupakan al-iqtishadiyah al-Ishlahiyah dapat menjadi kerangka dasar dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Sebagaimana juga yang disampaikan dalam MUNAS MES, bahwa ekonomi dan keuangan syariah merupakan konsep ekonomi perbaikan yakni al-iqtishadiyah al-Ishlahiyah. Oleh karena itu, kita harapkan dapat menjadi kerangka dasar pemulihan ekonomi nasional” tegas Ma’ruf.

Lebih lanjut Maruf menambahkan bahwa saat ini ekonomi dan keuangan syariah secara kelembagaan telah diperkuat melalui Perpres No. 28 tahun 2020 tentang KNEKS. Melalui Perpres tersebut, pengambangan ekonomi dan keuangan syariah telah difokuskan pada empat hal yaitu pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan industri keuangan syariah termasuk penguatan institusi mikro syariah, pengembangan dana sosial syariah melalui ziswaf, serta pengembangan dan perluasan akivitias usaha syariah bagi pelaku UMKM.

“MES harus dapat mengawal keempat fokus tersebut dalam bentuk program yang kongkrit dan dapat terukur dari waktu ke waktu.” tambah Ma’ruf.

Dalam menutup arahannya, Ma’ruf menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang terpadu antara lembaga. Menurutnya dua hal tersebut menjadi kunci utama untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kunci utama percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terletak pada sinergi dan kolabirasi yang terpadu antara lembaga. saya berharap MES dapat bersiniergi dengan berbagai pihak terutama pemerintah untuk menyukseskan berbagai program yang telah dirancang”tutup Ma’ruf.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan kerja sama antara MES bersama dengan sejumlah lembaga, di antaranya yaitu, Yayasan Santripreneur Indonesia tentang Pelatihan, Inkubasi, dan Pendampingan Pelaku Usaha, dan PT Surveyor terkait Kerja sama Pengembangan Pemasaran, dan Pemeriksa Produk Halal.

Pelaksanaan Silaknas MES ini dirangkai dengan acara Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) dengan tema “Enhancing Sustainable Community Empowerment through Islamic Finance and Impact Investment” dan menjadi bagian dari gelaran International Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga

diluncurkan aplikasi marketplace syariah pertama yang digagas oleh MES DKI Jakarta yang diberi nama Pasyar.

Meski dilanda kondisi pandemic COVID-19, sepanjang tahun 2021, MES secara konsisten menghadirkan program – program inklusif dan implementatif dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Program Indonesia International Halal Fair, pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM, peluncuran Indeks saham syariah IDX-MES BUMN 17, serta sejumlah program literasi melalui roadshow keuangan syariah di berbagai daerah merupakan bagian dari program MES yang dapat terealisasikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Silaknas MES Dorong Penguatan Ekonomi Umat Melalui Kolaborasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyelenggarakan Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) pada Jumat, 29 Oktober 2021 secara hybrid bertempat di Jakarta Convention Center.

Mengusung tema “Mendorong Kebangkitan Ekonomi Umat melalui Penguatan Sinergi dan Optimalisasi Potensi Organisasi” Silaknas ini menjadi momentum untuk menjalin silaturrahim, koordinasi, komunikasi dan evaluasi antar seluruh jenjang kepengurusan MES, baik wilayah khusus, wilayah provinsi, dan daerah guna menguatkan visi dan misi dalam mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, hadir memberikan sambutan mewakili Ketua Umum PP MES yaitu Ketua III; Firdaus Djaelani dan Gubernur Bank Indonesia; Perry Warjiyo selaku Ketua Dewan Pakar PP MES, serta pemberian arahan sekaligus membuka Silaknas oleh Wakil Presiden RI; KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Dewan Pembina PP MES.

Firdaus Djaelani dalam sambutanya menyampaikan bahwa Silaknas menjadi sarana untuk bersilaturrahim dan berdiskusi guna menghasilkan gagasan terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui penguatan internal organisasi. Dirinya menjelaskan bahwa seluruh program kerja MES yang saat ini berjalan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, baik di internal pengurus maupun dan segenap pemangku kepentingan.

Dirinya memaparkan bahwa saat ini MES terus memperluas jaringannya dengan membentuk kepengurusan MES di luar negeri yaitu Rusia, Maroko, Sudan, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan terbentuk kepengurusan di Uni Emirate Arab, Brunei Darussalam, Pakistan, dan Thailand.

“Pengembangan jaringan kepengurusan MES ini akan terus dilakukan terutama untuk meningkat peran MES dan Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah di dunia internasional” papar Firdaus.

Lebih lanjut Firdaus menjelaskan bahwa saat ini MES tengah mendorong revitalisasi sejumlah badan otonom dan semi otonom MES, di antaranya MES Foundation, Badan Mediasi Ekonomi Syariah, E-lerning ekonomi syariah, dan LSP Ekonomi Syariah.

“Keseluruhan badan otonom dan semi otonom ini akan lebur menjadi satu dan berfokus pada tiga bidang yaitu pendidikan, pelatihan, dan pelayanan masyarakat.” Jelas Firdaus.

Sementara itu Perry Warjiyo selaku Ketua Dewan Pakar MES dalam sambutannya menjelaskan sejumlah program kerja yang telah dilakukan oleh Dewan Pakar MES sepanjang tahun 2021 ini antara lain forum Muhadatsah Dewan Pakar yang merupakan forum bulanan, forum Munaqosah Dewan Pakar yang menjadi pertemuan 6 bulanan, serta Ijtima Dewan Pakar yang menjadi agenda rapat tahunan.

Ketiga program tersebut menjadi langkah ikhtiar segenap Dewan Pakar MES dalam menghasilkan solusi dan gagasan yang konstruktif atas sejumlah isu-isu krusial dan strategis terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami sebagai Dewan Pakar diminta untuk menjalankan amanah dalam bentuk usulan dan masukan sesuai dengan kapasitas kami terhadap rencana dan implementasi program kerja dari pengurus harian” jelas Perry.

Perry mejabarkan bahwa dalam menjalankan fungsinya sebgai Dewan Pakar MES, pihaknya mengacu pada Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019-2024 dan Blueprint ekonomi syariah oleh Bank Indonesia.

“Kami dari Dewan Pakar mencoba menjelaskan dan mendetailkan apa saja langkah yang diperlukan dalam membangun kerja sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah. Sebagai sarana untuk mengembangkan program percepatan dan penerapan ekonomi dan keuangan syariah” jelas Perry.

BMH Yogyakarta Salurkan Bak Penampungan Air Bersih di Gunungkidul

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatuallah (BMH) Perwakilan Yogyakarta bantu masyarakat yang biasa terdampak kekeringan di Gunungkidul jika musim kemarau tiba. Secara simbolis bantuan bak tersebut diserahkan kepada takmir masjid Al-Barokah yang berada dusun Tipes, Botodayakan, Rongkop, Gunungkidul, Jumat (29/10/21).

Syai’in Kodir selaku kepala divisi Program BMH Yogyakarta mengemukakan, bantuan pembuatan bak tersebut menyasar kepada masjid-masjid pelosok Gunungkidul yang belum memiliki bak penampungan air bersihnya.

“Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Gunungkidul terkenal dengan wilayah yang tandus, gersang, perbukitan dan masyarakat susah mendapatkan air bersih ketika musim kemarau telah tiba. Sasaran kami adalah masjid-masjid yang belum ada bak penampungannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam penyaluran bantuan BMH menyasar kepada masjid-masjid karena bisa dimanfaatkan orang banyak untuk keperluan ibadah dan kepentingan masjid.

“Sasaran kami masjid-masjid yang tidak memiliki penampungan airnya karena untuk kepemanfaatannya lebih luas dibanding disalurkan ke warga-warga langsung, sehingga masyarakat yang mau beribadah tidak kesusahan air untuk berwudhu. Alhamdulillah program ini berjalan atas kerja sama kami dengan Kitabisa.com,” tambahnya.

Sujoko salah satu takmir masjid Al-Barokah mengatakan untuk satu kampung di dusun Tipes hanya memiliki dua saluran air yang dimanfaatkan bersama secara bergiliran termasuk untuk masjid yang ada di kampungnya.

“Di kampung kami hanya ada dua meteran saluran air PDAM  yang dimanfaatkan bersama-sama oleh satu kampung. Sehingga pemakainnya dijadwal agar semua rumah bisa merasakannya. Dan biasanya air tidak sampai sini, karena wilayah kami termasuk kampung paling ujung,” kata Sujono

Dalam kesempatan yang sama ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada BMH yang telah membangunkan bak penampungan air untuk masjid di wilayahnya.

“Alhamdulillah dengan keberadaan bak ini insyaAllah bisa menampung air hujan untuk keperluan warga dalam beribadah di masjid seperti halnya wudhu. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada tim BMH yang telah membantu kami merealisasikan program ini,” kata Suratin. / Adam