Komisi Fatwa: Kehadiran UU dan Fatwa Pengelolaan Zakat Perkokoh Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan kehadiran UU dan Fatwa Pengelolaan Zakat yang baru memperkuat dan memperkokoh kedudukan pengelolaan zakat di masyarakat.

Menurutnya, kehadiran UU dan Fatwa Zakat terbaru ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat.

“Kewajiban zakat itu hadir tanpa mandat dari negara, tapi begitu negara mengatur, maka semakin kuat dan kokoh kedudukan pengelolaan zakat,” ungkap Kiai Niam saat pembukaan Muntada Sanawi Komisi Fatwa MUI Pusat, Selasa (14/12) di Hotel Swissbell, Jakarta.

Dia menyampaikan, sebelum adanya UU dan fatwa pengelolaan zakat, mandat pengelolaan zakat diserahkan penuh pada kreatifitas umat dan ormas Islam. Keduanya kerap menjadikan kitab fiqih sebagai rujukan dan referensi.

Seiring berkembangnya waktu, ujar Kiai Niam, pemerintah merasa perlu menyediakan panduan pengeolaan zakat agar lebih terstruktur.

“Seiring dengan perbaikan tata kelola zakat, maka dibutuhkan satu panduan yang memiliki kepastian. Meski Indonesia bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa fatwa memiliki kedudukan dalam syariah dan hukum kenegaraan. Menurutnya, agama sebagai kaidah penuntun banyak diserap menjadi aturan kenegaraan.

 

Ia mencontohkan, fatwa MUI terhadap jaminan produk halal adalag inisiasi panjang. Saat itu, negara belum hadir dalam memberikan jaminan produk halal.

“Lebih dari 30 tahun lamanya diinisiasi MUI hingga oktober 2014 muncullah peraturan tentang jaminan produk halal,” ujarnya.

Selain itu, fatwa DSN MUI juga sejak lama mendorong percepatan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Lambat laun, kata dia, syariah menjadi gaya hidup. Bahkan, syariah menjadi salah satu kanal pengembangan sektor ekonomi nasional.

“Isu dan komitmen terkait ekonomi syariah menjadi arus utama bukan hanya sektor keuangan tapi juga sektor bisnis mulai dari pariwisata, perhotelan kuliner, dan berbagai sektor lainnya,” ujarnya. (mui)

 

Kadin Ajak Masyarakat Bangkitkan Industri Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Badan Ekonomi Syariah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Taufan Eko Nugroho Rotorosiko ajak membangkitkan industri syariah melalui Kongres Ekonomi Umat II.

“Kami mewakili Badan Ekonomi Syariah Kadin, sangat mendukung kongres Ekonomi Ulama yang kedua ini. Kami juga mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi membangkitkan ekonomi umat di Indonesia,” katanya mewakili ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid, saat diwawancarai, Ahad (12/12).

Menurutnya, Kongres Ekonomi Umat II yang diselenggarakan oleh MUI pada 10-12 Desember 2021, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat memiliki visi dan misi yang sama dengan program Badan Syariah Kadin.

Karenanya perlu sinergi dan kolaborasi yang intensif antara seluruh stakeholder untuk mewujudkan cita-cita yang diharapkan oleh pemerintah yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara nomor 1 produsen halal di dunia.

Lebih lanjut, kata Taufan, dengan terwujudnya Indonesia sebagai produsen halal dunia, maka ekonomi umat diharapkan bangkit akan tercapai.

Ia mengaku menyambut positif dengan digelarnya Kongres Ekonomi Umat kedua MUI ini. Sebab, sebagai organisasi wadah pengusaha, Kadin memiliki fungsi mengayomi bisnis dari tingkat mikro hingga nasional.

“Dikarenakan Kadin membawahi serta mengayomi bisnis-bisnis ekonomi dari tingkat usaha mikro, menengah, swasta dan BUMN. Melalui program-program tersebut diharapkan bisa terus memberikan sumbangsih pada ekonomi umat,” jelasnya.

 

Di samping itu, Taufan menegaskan bahwa Kadin secara berkala pada bulan Oktober mengadakan festival ekonomi syariah.

Oleh sebab itu, usulannya kepada Wapres RI agar menjadikan bulan Oktober sebagai bulan ekonomi syariah Indonesia.

Taufan juga menyatakan gerakan-gerakan yang telah dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia melalui resolusi jihad ekonomi, akan mendorong percepatan industri syariah di Indonesia.

 

Ia berharap, pengusaha muda Indonesia agar mulai berpikir untuk kuasai pasar ekspor dengan percaya diri. Hal ini didasari adanya teknologi serta perubahan paradigma Kementeri Luar Negeri yang telah mendukung kebijakan perdagangan Indonesia di manca negara.

 

Bidang Pengkajian MUI Dorong Strategi Penyebaran Konten Keislaman

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua MUI Bidang Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan, Prof Utang Ranuwijaya, menuturkan perlu adanya strategi baru untuk meningkatkan mutu kerja Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI MUI). LPBKI berperan melakukan pentashihan konten keislaman sebelum disebarluaskan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikannya saat membuka acara Silaturrahim Nasional III LPBKI-MUI yang diselenggarakan di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta, Selasa (14/12).

“Tantangan dan tugas yang diemban oleh LPBKI MUI dewasa ini semakin besar. LPBKI berupaya menjadikan sarana digital sebagai media dakwah yang harus dikuasai. Mau tidak mau, kita berhadapan dengan era digital yang semakin maju. Jika tidak menguasainya, maka kita akan tertinggal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Utang mengatakan, jika ketidak mampuan menguasai bidang digital maka ladang dakwah akan diisi oleh mereka yang tidak bertanggung jawab seperti aliran sesat.

Dengan kemampuan penguasaan digital yang mereka miliki, ujar Prof Utang, kerap diterbitkan buku-buku yang dapat diakses secara online oleh berbagai kalangan. Hal ini, kata dia, merupakan salah satu dampak jika LPBKI-MUI tidak menguasai dunia digital.

Prof Utang menegaskan, maraknya buku-buku yang dihasilkan oleh berbagai kalangan yang beredar harus dilacak agar umat tidak menerima edukasi yang salah. Dia melihat, penyesatan pemikiran yang terjadi di dunia digital masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar MUI.

Menurutnya, jalinan kemitraan dengan semua stakeholder sangat penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan penyimpangan yang terjadi di masyarakat masih terus berlanjut.

Di samping itu, dia menambahkan, adanya undang-undang yang melindungi aliran kepercayaan yang dipeluk oleh masyarakat juga memberi tantangan MUI untuk mencarikan solusi bersama.

 

Dewan Pengawas Syariah Laznas Hadiri Muntada Sanawi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Muntada Sanawi Dewan Pengawas Syariah (DPS) Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) 2021.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, menjelaskan kegiatan ini dilakukan untuk menguatkan koordinasi antar-Laznas dalam pelaksanaan tata kelola zakat.

Selain itu juga, kata dia, Muntada ini merupakan upaya menyatukan persepsi para DPS agar lebih serius dalam mengawasi tata kelola zakat, menjaganya agar tetap terstruktur, dan menjaga nilai-nilai syariah.

“Dengan begitu LAZ akan semakin besar, memiliki pengelolaan yang banyak untuk ditasharrufkan (didistribusikan) ke ashnaf-ashnaf (mustahik zakat) yang sudah ditentukan,” ucap dia saat membuka acara yang digelar secara tatap muka di Hotel SwissBell-Jakarta, Selasa (14/12) ini.

Marsudi mengatakan, DPS diharapkan tidak hanya berhenti dengan melakukan pengawasan, tapi juga turut memotivasi masyarakat agar lebih sadar pada hukum dan urgensi besar yang didapat ketika melaksanakan pembayaran zakat.

Dia melanjutkan bahwa perkembangan zaman juga memberikan dampak yang baru pada tata kelola zakat, dimana saat ini gerakan literasi zakat dan pengumpulan zakat sudah bisa diselenggarakan secara digital. Seperti diketahui, dewasa ini, dana zakat sangat memungkinkan untuk di tasharrufkan guna keperluan maslahah’ammah (kepentingan umum).

 

“Ada perkembangan-perkembangan saat ini bahwa uang zakat itu memungkinkan untuk ditasharrufkan kepada tempat-tempat yang bisa menghasilkan lalu dikembalikan lagi kepada ashnaf,” imbuhnya.

Forum Muntada Sanawi ini diikuti h DPS Laznas, Baznas, dan juga seluruh perwakilan pengurus Komisi Fatwa MUI se-Indonesia.

 

Cetak Jurnalis Muslimah yang Andal, FMDKI News Sukses Gelar Workshop Jurnalistik

MAKASSAR(Jurnalislam.com)–FMDKI News dibawah naukan Departemen Infokom Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat sukses adakan Workshop Jurnalistik dan Media Online Batch 2 untuk kali kedua secara Virtual.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Semarak Muktamar IV FMDK Indonesia yang diselenggarakan pada 20 November-11 Desember 2021 dengan beberapa sesi materi.

Kali ini, FMDKI kembali menghadirkan Muhammad Akbar, pimpinan redaksi Media Mujahid Dakwah dan Pembina Daar Al-Qalam selaku pemateri serta diikuti oleh 25 peserta.

Pada sesi pembukaan Workshop yang dilksanakan pada Sabtu, (20/11/2021) acara dirangkaikan dengan pengukuhan FMDKI News dan FMDKI Bercerita sebanyak 13 orang personil.

Adapun judul materi yang diangkat di antaranya, Urgensi Dakwah Media, Sejarah Media Islam dan Jurnalistik, Kode Etik Jurnalis Muslim, Teknik Menulis Artikel, Framing dan Branding Tulisan, serta Teknik Menulis Berita.

Diusung dengan tema “Bersinergi Wujudkan Jurnalis Muslimah yang Andal”, FMDKI News berharap alumni dari Workshop tersebut dapat menjadi jurnalis muslimah yang profesional, hal tersebut disampaikan oleh pimpinan redaksi FMDKI News, Sinta Kasim.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, besar harapan kami agar nantinya FMDKI News bisa menjadi wadah pergerakan media dakwah kampus demi membangkitkan Syiar dan eksistensi dakwah di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Siti Zulaikha selaku ketua panitia berharap kegiatan tersebut bermanfaat bagi peserta.

“Semoga seluruh peserta dapat mengaplikasikan Ilmunya dengan baik menjadi jurnalis yang andal,” harap Zul sapaan akrabnya.

Seluruh alumni dari kegiatan workshop tersebut selanjutnya akan bergabung dalam tim jurnalis FMDKI News dan Komunitas FMDKI Bercerita.

Reporter: Mawarni

Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung. Tindakan tegas ini diambil karena pemimpinnya yang berinisial HW diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap sejumlah santri.

Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga HW ditutup. Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Dirjen Pendis di Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini,  berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

 

Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung. Tindakan tegas ini diambil karena pemimpinnya yang berinisial HW diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap sejumlah santri.

Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga HW ditutup. Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Dirjen Pendis di Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini,  berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

 

Lembaga Pentashih Buku Islam MUI Rumuskan 3 Agenda Utama

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI MUI) menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas) III. Silatnas ini akan membahas tiga agenda utama yaitu pengerahan, pencerahan, dan workshop.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas terselenggaranya acara silaturahim nasional LPBKI-MUI yang ketiga,” Ketua LPBKI MUI, Prof Endang Soetari, saat memberikan sambutannya pada Silaturahim Nasional III LPBKI-MUI di Hotel Cosmo Amaroossa Jakarta, Selasa (14/12).

Mantan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menyatakan pada acara tersebut secara khusus terdapat sosialisasi dan workshop mengenai naskah buku Ensiklopedi Ulama Terpilih dan 100 Tokoh Ulama yang telah dikaji LPBKI MUI bersama Yayasan Amanah Kita.

Pada acara yang bersifat sosialisasi dan juga LPBKI telah menetapkan bahwa pada 2020 merupakan penganugerahan buku yang dipersembahkan kepada Yayasan Amanah Kita dengan buku Ensiklopedi Ulama Terpilih.

Prof Endang juga menuturkan Yayasan Amanah Kita akan menyampaikan orasi mengenai naskah buku yang akan disusul dengan penyerahan naskah secara simbolik kepada pimpinan MUI.
Di samping itu, menurutnya LPBKI telah sepakat untuk mengadakan kerjasama kemitraan dengan penerbit Yayasan Amanah Kita, sekaligus akan menandatangani MoU pada Silatnas ketiga tersebut.

 

Lebih lanjut, pengkajian dan pentashihan yang terus diupayakan dengan stakeholder kedua yaitu Wasathi untuk mengeluarkan produk tentang khutbah kebangsaan Islam. Produk yang diproses pada 2021 telah dilakukan pentashihan baik secara internal maupun eksternal LPBKI.

“Maka pada Silatnas ini kesempatan bagi kami untuk mendapatkan masukan dari publik tentang bagaimana kondisi buku yang insya Allah berupa workshop yang disampaikan para narasumber nantinya,” katanya.

“Hal ini merupakan komitmen dari kami selaku LPBKI mengemban tugas dari MUI sebagai lembaga yang menangani pentahsihan buku dan konten keislaman yang multifungsi,” tambahnya.

Tak hanya itu, tantangan baru yang dihadapi LPBKI menurut Prof Endang yaitu menyelenggarakan pengelolaan perpustakaan MUI secara digital.
Oleh sebab itu, kolaborasi terus diupayakan dengan stakeholder yang lain untuk merealisasikan digitalisasi perpustakaan tersebut.

 

Solopeduli Buka Dapur Umum Bagi Korban Erupsi Gunung Semeru

SOLOPEDULI(Jurnalislam.com)– Tim Siaga Bencana (Sigab) SOLOPEDULI kembali diturunkan kembali dengan membawa dua armada Ambulans dan beberapa personil guna ikut andil membantu korban bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Pada Senin Sore (6/12/2021).

Tim Sigab SOLOPEDULI mendirikan dapur umum dan memberikan bantuan berupa logistik kepada para korban erupsi gunung semeru. Adapun posko dan pendirian dapur umum maupun bantuan logistik tersebut dilakukan di Dusun Kebonagung, Desa sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur.

Direktur Utama SOLOPEDULI Sidik Ansori mengatakan, sasaran dari pendirian dapur umum ditujukan bagi masyarakat yang menjaga di pos ronda dan masyarakat yang masih bertahan di lingkungan rumah. Pendirian posko diperuntukkan bagi para relawan tim sigab solopeduli yang berpartisipasi membantu mengevakuasi korban erupsi Gunung Semeru.

“Pendirian dapur umum ini kami sasarkan ke masyarakat yang berjaga di pos ronda atau masih bertahan dirumah. Kalau yang di pengungsian kan sudah fokus ditangani pemerintah, dan kami yang di posko penjagaannya,” ujar Sidik Ansori

Ia menuturkan bantuan logistik yang dikirim untuk para korban erupsi gunung semeru meliputi bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti halnya yakni kebutuhan sembako, kesehatan, kebutuhan dapur, dan alat kebersihan.

“Beberapa kebutuhan pokok kami distribusikan seperti selimut, beras, masker, air mineral, vitamin, obat-obatan, kebutuhan dapur dan alat kebersihan untuk warga yang terdampak, terutama di Balai Desa Sumberwuluh,” tuturnya

SOLOPEDULI juga menerjunkan 16 tim Sigab untuk membantu korban bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Nantinya, para relawan tersebut akan berada di lokasi kejadian kurang lebih selama sepekan untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban yang belum ditemukan.

“Tim SOLOPEDULI mengirimkan sebanyak 16 personel, masing-masing terdiri 6 personel tim sigab dan 10 relawan yang meluncur ke Lumajang, pada Sabtu (4/12/2021) malam atau beberapa jam setelah kejadian. Mereka akan berada dilokasi selama sepekan kedepan. Setiap pagi, para relawan juga mengikuti apel bersama pemda setempat dalam menyatukan tujuannya,” pungkasnya.

Hingga saat ini Selasa Siang (7/12) SOLOPEDULI telah menghimpun kurang lebih 40 jt untuk peduli semeru. SOLOPEDULI masih terus membuka donasi untuk membantu saudara-saaudara kita yang saat ini sedang mengalami musibah. SOLOPEDULI juga mengucapkan terimkasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana ini. Dan bagi masyarakat yang ingin menitipkan donasinya bisa langsung menghubungi kantor SOLOPEDULI terdekat.

Dirjen Pendis KSKK Kemenag RI dan CDC Al-Sharq Jalin Kerjasama pengembangan pembelajaran Bahasa Arab berbasis Multimedia

JAKARTA – Jelang Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional yang biasa diperingati setiap tahunnya pada tanggal 18 Desember, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Direktorat Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah (KSKKM) Kemenag RI dan Al-Sharq Center for Dialog & Civilization (CDC Al-Sharq) jalin kerjasama pengembangan pembelajaran Bahasa Arab Madrasah dan Pesantren berbasis visual multimedia. Penandatangan kerjasama berlangsung di Kantor Kemenag RI, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/12/2021).

Hadir dalam penandantangan kerjasama tersebut, Kasubdit KSKK, Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd mewakili Direktur KSKK dan Direktur CDC Al-Sharq, Muhammad Anas, Kordinator Kerjasama IMLA dan Dosen UIN Banten, Dr. Sitti Shalihah dan Kordinator Kerjasama KSKK, Dr. Imam Bukhori, turut hadir juga Tim Penyusun Buku Pelajaran Bahasa Arab di Indonesia.

Selain itu, penandantangan tersebut juga dihadiri oleh Dr. Ali Almouf, Penasehat Center for Research & Intercommunication Knowledge (CRIK) Saudi Arabia, Dosen Universitas King Saud University, sekaligus Penasehat Internasional Asosiasi Pengajar Bahasa Arab di Indonesia, dan salah satu pakar Bahasa Arab yang ikut menyunting Buku-Buku Pelajaran Bahasa Arab di Indonesia, termasuk pengusul konversi buku-buku Bahasa Arab menjadi bahan ajar berbasis visual multimedia.

Dalam sambutannya, Dr. Ali Almouf mengapresiasi kerjasama yang terjalin dan menyebut hasil Kerjasama ini akan dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak didik di Indonesia, serta para guru Bahasa Arab dalam proses belajar mengajar. Ali Almouf juga menyatakan kesiapan penuh lembaganya untuk bekerjasama dalam program ini.

“Saya mengapresiasi Kerjasama yang pentingg ini yang terjalin antara Kemenag RI dan CDC Al-Sharq, saya juga menyampaikan salam dari Direktur CRIK, Prof. Dr. Yahya bin Junaid, dan Direktur Pelaksana CRIK Prof. Abdullah AlKuwailit” ucap Ali Almouf.

Menurut Ali Almouf, Kerjasama dalam program ini adalah suatu kewajiban untuk berkontribusi kepada masyarakat Indonesia yang mulia juga berkhidmat pada Bahasa Arab di saat yang sama.

Sementara itu, Kasubdit KSKK, Dr. Ahmad Hidayatullah mengharapkan dengan kerjasama ini, dalam waktu lima atau sepuluh tahun akan datang, generasi Indonesia bisa lancar berbahasa Arab seperti penutur asli Bahasa Arab.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Dr. Ali Almouf, Crik Saudi Arabia, CDC Al-Sharq, dan IMLA atas kerjasama ini, harapannya semoga dalam lima atau sepuluh tahun akan datang anak-anak Indonesia bisa lancar berbahasa Arab seperti penutur asli” ungkap Hidayatullah

Hidayatullah juga menambahkan kerjasama yang sudah terjalin antara CRIK Arab Saudi dengan lembaga-lembaga di Indonesia untuk pengembangan Bahasa Arab semakin besar di masa mendatang dan semakin menguatkan hubungan baik antara dua negara.

Sementara itu, Direktur CDC Al-Sharq, Muhammad Anas dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Pendis KSKK, CRIK Saudia Arab atas terjalinnya kerjasama tersebut dan menyebut kerjasama pengembangan pembelajaran Bahasa Arab berbasis visual multimedia ini sebagai langkah tepat dan sesuai tuntutan zaman.

“Saat ini kita memasuki era distrupsi pendidikan, era industry keempat, The Internet of Everything, Era digital dan Newmedia yang menuntut system pembelajaran berbasis cyber system dan visual basic” terangnya

Kerjasama yang menggandeng lembaga Crik Saudi Arabia sebagai pentashih ini mencakup 15 buku Bahasa Arab dari jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang manfaatnya akan dirasakan sekitar 10 juta orang yang terdiri dari anak didik dan guru Madrasah dan Pesantren seluruh Indonesia.