UIII Didorong Pastika Kesiapan Akademik dan Rencana Perkuliahan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Indonesia saat ini menjadi salah satu pusat kajian peradaban Islam dunia, khususnya terkait keislaman moderat (wasathy). Keberadaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) diharapkan dapat menjadi pusat rujukan global Islam moderat tersebut. Untuk itu, diperlukan konsolidasi dan evaluasi lebih lanjut antara pihak terkait agar perkembangan pembangunan UIII dapat lebih terarah dan optimal.

“Saya minta Menteri Agama dan Rektor UIII bersama Menteri Dikbudristek untuk melakukan kajian kelayakan untuk pembukaan program studi yang secara khusus menjadi andalan UIII,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat memimpin Rapat Koordinasi Kemajuan Pembangunan UIII di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6 Jakarta Pusat, Rabu (02/03/2022).

Menurut Wapres, pembangunan UIII harus didukung dari kesiapan aspek akademik, baik persiapan perkuliahan, status dosen, serta penataan ulang proses seleksi mahasiswa.

“Kedua, Rektor UIII harus memastikan kesiapan akademik dan aspek-aspek lainnya terkait rencana dimulainya perkuliahan yang sesungguhnya, seperti memperjelas status dosen yang telah direkrut, menata kembali proses seleksi mahasiswa dengan mengikuti standar global, termasuk untuk membangun dan menerapkan _learning management system_ ,” jelas Wapres.

Lebih jauh, Wapres meminta UIII dapat mengonsultasikan untuk pemenuhan kebutuhan anggarannya pada tahun anggaran 2023 dan 2024 kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan.

“Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas agar segera mereviu usulan anggaran pembangunan lanjutan dari sarana prasarana kampus UIII, terutama untuk pemenuhan kebutuhan furnitur dan interior, serta penyelesaian infrastruktur kawasan kampus di tahun 2022,” ujarnya.

Di sisi lain, Wapres menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan program studi agar disesuaikan dengan pembangunan infrastruktur UIII hingga tahun 2024.

“Rektor UIII melalui koordinasi bersama Menteri Agama dan Menteri PUPR agar segera menyesuaikan (reprogramming) rencana pembangunan infrastruktur Kampus UIII sampai tahun 2024, dengan memperhatikan kebutuhan program studi yang akan dibuka,” pinta Wapres.

Terakhir, Wapres mengimbau agar fungsi UIII sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN-BH) dapat dioptimalkan sehingga pembangunannya dapat memanfaatkan sumber dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan mitra UIII.

“Pembangunan UIII selanjutnya agar dapat dibiayai dengan mengoptimalkan status UIII sebagai PTN-BH, yang tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi bisa memanfaatkan sumber pembiayaan dari skema SBSN dan potensi pembiayaan melalui kerja sama dengan mitra UIII terkait,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan, tujuan awal dibentuknya UIII merupakan inisiasi dari Presiden Joko Widodo agar Indonesia memiliki lembaga pendidikan tinggi dengan audiens internasional yang nantinya dapat mendiseminasikan praktik-praktik Islam yang ada di Indonesia kepada dunia.

“Jadi ini lebih merupakan tool of diplomacy. Bukan mencetak akademik tapi ini adalah tool of diplomacy, bahwa kemudian produknya bisa saja pemikir yang hebat yang terus menggaungkan dan menyuarakan praktik Islam di Indonesia tapi bisa juga masuk ke pop culture,” jelas Pratikno.

“Ini penting juga ya bagaimana agar praktik-praktik Islam bisa terdiseminasikan ke masyarakat internasional melalui film, animasi, game, termasuk melalui buku-buku rujukan. Jadi itulah kontribusi Indonesia untuk masyarakat internasional,” tambahnya.

Sementara, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan, Kementerian Keuangan akan siap mendukung segala kebutuhan agar UIII dapat segera memulai kegiatan perkuliahan di tahun ini.

“Untuk koordinasi lebih lanjut, kami akan melakukan diskusi di tingkat teknis untuk memenuhi kebutuhan. Kami mencatat untuk keperluan perkuliahan gedung sudah relatif siap, kebutuhan interior dan perlengkapan belajar yang perlu kita lengkapi supaya bisa kita mulai perkuliahan di bulan September 2022 ini,” jelas Suahasil.

Turut hadir pada rapat tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi, serta Rektor UIII Komaruddin Hidayat.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, dan Mohamad Nasir.

 

CSIL: Jika Pemilu Diundur, Maka Indonesia Menuju Negara Gagal

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga kajian Centre of Study for Indonesian Leadership (CSIL) telah melakukan kajian mendalam atas wacana usulan dari beberapa Ketua Umum Partai Politik di Indonesia untuk memundurkan agenda pelaksanaan Pemilu tahun 2024.

CSIL telah mempelajari pendapat berbagai pakar tata negara dan hasil – hasil survei persepsi publik terkait dengan wacana penundaan Pemilu tahun 2024 nanti. Dimana CSIL menyimpulkan bahwa tidak ada alasan yang cukup kuat bagi pemerintah untuk mengundurkan atau menunda Pemilu tahun 2024 dan justru jika Pemilu dipaksakan untuk diundur atau ditunda maka Indonesia akan terancam menjadi negara gagal yang berimbas kepada berbagai sektor kehidupan baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.

“Pengunduran atau Penundan Pemilu sama saja membawa Indonesia kepada kehancuran yang menuju negara gagal, karena akan menimbulkan konflik sosial yang akan berimbas kemana -mana” jelas Direktur CSIL Abdul Malik.

Menurut Abdul Malik, CSIL melihat ada kepentingan oligarki yang ingin memperpanjang kepentingannya dibalik penundaan atau pengunduran Pemilu tahun 2024 nanti. Beliau bersama para peneliti senior yang ada di CSIL seperti Dr. Isnaeni Ramadhan, Dr. Taufik Hidayat dan Dr. Indra Martian sudah melakukan simulasi berbagai kemungkinan yang terjadi jika Pemilu nanti ditunda atau diundur.

“Para peneliti senior kami, meramalkan konsekuensi yang mengerikan jika Pemilu diundur atau ditunda karena hasil survei persepsi publik berbagai lembaga survei kredibel seperti LSI, LSN dll. telah memastikan hampir 70 – 80 % publik tidak mahu Pemilu diundur atau ditunda” jelas Abdul Malik Kahmi dengan nada khawatir.

Selain hal yang disebutkan diatas, pengunduran atau penundaan Pemilu ini juga inkonstitusional menurut UUD 1945 dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang menuju sistem otoritarianisme sebagai antitesis dari sistem demokrasi yang dianut selama ini.

Oleh sebab itu, CSIL mendesak para Partai Politik yang mengusulkan penundaan Pemilu untuk berpikir waras dan konstitusional untuk menghindari perpecahan sesama anak bangsa jika memaksakan pengunduran atau penundaan Pemilu 2024. CSIL juga mendesak para akademisi, intelektual dan segenap komponen bangsa yang masih cinta akan NKRI untuk bersama-sama menolak penundaan Pemilu demi selamatnya bangsa ini dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan. (TH)

 

 

Permintaan Zona Larangan Terbang Ditolak, Ukraina: NATO Beri Lampu Hijau Pesawat Pembom Rusia

UKRAINA(Jurnalislam.com))–NATO telah menolak permintaan Ukraina untuk zona larangan terbang, penolakan itu memicu kritik keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang mengatakan langkah itu seperti memberi lampu hijau pada serangan pemboman Rusia di negaranya.

Jens Stoltenberg, sekretaris jenderal NATO, mengumumkan keputusan tersebut setelah pertemuan darurat dari aliansi 30-anggota di Brussels. Dia mengatakan membantu Ukraina melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia akan membutuhkan pasukan NATO untuk menembak jatuh pesawat Rusia, sebuah langkah yang dapat mengakibatkan “perang total di Eropa yang akan melibatkan lebih banyak negara”.

“Kami bukan bagian dari konflik ini,” katanya.

“Kami memiliki tanggung jawab sebagai sekutu NATO untuk mencegah perang ini meningkat di luar Ukraina karena itu akan lebih berbahaya, lebih menghancurkan dan akan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia.” sambungnya.

Sementara itu, Presiden Ukraina mengkritik keputusan itu dalam pidato yang emosional.

“Hari ini ada KTT NATO, KTT yang lemah, KTT yang membingungkan, KTT di mana jelas bahwa tidak semua orang menganggap pertempuran untuk kebebasan Eropa sebagai tujuan nomor satu,” kata Zelenskyy dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat malam (04/03/2022).

“Hari ini, kepemimpinan aliansi NATO telah memberi lampu hijau untuk pemboman lebih lanjut di kota-kota dan desa-desa Ukraina, setelah menolak untuk menetapkan zona larangan terbang.” tegasnya.

Rusia menginvasi Ukraina melalui darat, laut dan udara sejak 24 Februari, Rusia menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan untuk mengusir “neo-Nazi” yang memerintah negara itu. Serangan yang berlangsung sembilan hari ini telah menewaskan dan melukai ribuan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang meninggalkan Ukraina mencari perlindungan.

Menurut Zelenskyy sekarang NATO juga memikul tanggung jawab atas kematian di Ukraina.

“Semua orang yang mati mulai hari ini juga akan mati karena Anda, karena kelemahan Anda, karena kurangnya persatuan Anda,” pungkasnya. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Lebih Aktif Terlibat Penyelesaian Perang Rusia-Ukraina

JAKARTA(Jurnalislam.com)--Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nasir turut memberikan pernyataan sikap atas invasi Rusia terhadap Ukraina hingga saat ini.

“Sangat prihatin dengan peperangan Rusia-Ukraina. Peperangan tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Sebagian korban adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah,” kata Haedar dalam pernyataan sikapnya yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (3/3/2022).

Muhammadiyah juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri.

“Akan tetapi Pemerintah Indonesia hendaknya bisa lebih aktif dan proaktif terlibat dalam
penyelesaian peperangan Rusia-Ukraina dan berbagai dampak yang ditimbulkannya,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi danpropaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional.

“Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama. Karena itu, masyarakat dan umat Islam, hendaknytetap menjaga kerukunan dan persatuan dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

 

 

Warga Bima NTB Gelar Aksi Solidaritas Muslim India

BIMA (Jurnalislam.com)–Larangan penggunaan hijab dan sambol sambol islam di India memicu banyak sekali protes dari berbagai negeri termasuk di indonesia lebih lebih di wilayah Bima, Nusa tenggara Barat.

 

Rabu (2/3/2022), massa dari berbagai elemn yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bima dan ormas ormas yang ada di Bima melakuan aksi solidaritas muslim india yang titik kumpulnya berada di lapangan serasuba jln. Sultan hasanuddin menuju kantor walikota Bima dan kantor DPRD kabupaten Bima jln. Soekarno hatta.

 

Dalam aksi tersebut, ustaz Asikin Bin Mansyur selaku ketua FUI Bima mengajak umat islam di Indonesia dan khusus nya di wilayah kota dan kabupaten bima untuk melakukan pembelaan terhadap kaum muslimin yang berada di India

 

“Seorang muslim itu ibarat satu tubuh ketika satu tubuh merasa sakit maka semua tubuh akan ikut merasakan nya begitulah yang di alami oleh saudara kita yang ada di India, maka seorang muslim hendaknya dia membantu saudara nya yang tertimpa musibah.” ucapnya dalam orasi tersebut

 

Perwakilan dari DPRD kabupaten bima bapak Ilham SH. juga mengecam perbuatan yang di lakukan oleh pemerintah India terhadap saudara saudara kaum muslimin yang berada di sana.

 

“Saya mengapresiasi atas kepedulian kita terhadap suadara kita yang berada di India dan mudah mudahan saudara kita yang berada di India di berikan kesabaran atas apa yang menimpa mereka, dan saya mengecam atas kebiadan yang dilakukan oleh pemerintah India terhadap kaum muslimin di sana.” ujarnya

 

Acara tersebut ditutup dengan penyampaian sikap sekaligus penyerahan kepada DPRD Kabupaten Bima antara lain :

 

  1. Mengutuk keras seruan pembunuhan etnis muslim India karena bentuk pelanggaran HAM berat.

 

  1. Mendesak Presiden RI untuk memutus hubungan diplomatik dan memulangkan duta besar India.

 

  1. Meminta organisasi islam dunia menyeret pemerintahan India ke mahkamah internasional.

 

Reporter: Pramudia bagus

Prihatin Rusia Invasi Ukraina, Haedar Nasir: Perang Bukan Jalan Keluar Selesaikan Masalah

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nasir turut memberikan pernyataan sikap atas invasi Rusia terhadap Ukraina hingga saat ini.

“Sangat prihatin dengan peperangan Rusia-Ukraina. Peperangan tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Sebagian korban adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah,” kata Haedar dalam pernyataan sikapnya yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (3/3/2022).

PP Muhammadiyah juga mendesak kedua belah pihak untuk dapat melakukan gencatan senjata dan mencoba mencari solusi
damai melalui meja perundingan.

“Mendesak PBB, khususnya Dewan Keamanan, melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks baik ekonomi, politik, kemanusiaan, perdamaian global, dan masalah-masalah lainnya,” pungkasnya.

 

UIII Diharap Jadi Kampus Pusat Peradaban Islam Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam dunia, pemerintah membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), yang persiapannya dilakukan sejak 2016. Namun, ditinjau selama tiga tahun terakhir, sistem yang digunakan masih standar dengan mengadopsi perguruan tinggi keagamaan yang telah ada, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) atau Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Untuk itu, pembangunan UIII perlu dikembalikan pada tujuan utama, yakni menjadi Pusat Keunggulan (Center of Excellence) Peradaban Islam Global.

“Saya rasa ini perlu diluruskan, untuk dapat kembali ke khittah prakarsa pembangunan UIII, sebagaimana arahan Presiden saat dimulainya pembangunan UIII, yaitu untuk menjadi center of excellence peradaban Islam secara global, yang tidak sekedar mengadopsi pola UIN/IAIN dengan status kampus internasional,” tegas Wapres saat memimpin Rapat Koordinasi Kemajuan Pembangunan UIII di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Rabu (02/03/2022).

Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Al-Muslimin menemuinya beberapa bulan lalu untuk belajar dari Indonesia terkait keberhasilan pelaksanaan Islam wasathiyah (moderat) yang menjadi tren global saat ini.

“Kedatangan Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Al-Muslimin beserta delegasi tersebut bukan dimaksudkan untuk memberikan arahan atau pelajaran, tetapi justru ingin belajar dari Indonesia, belajar tentang Islam yang toleran yang sekarang ini menjadi contoh dunia,” ujarnya.

Bahkan, kata Wapres, Sekjen Hukama mengatakan bahwa saat ini bukan saatnya lagi pemikiran-pemikiran berbahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tetapi sebaliknya banyak pemikiran dari Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

“Kita sudah menjadi model yang digunakan untuk pengembangan Islam yang moderat di tingkat global oleh Majelis Hukama Al-Muslimin. Oleh karenanya, prakarsa pembangunan UIII sejak awal ini dimaksudkan untuk menjadi pusat rujukan global pelaksanaan Islam Wasathiyah,” terangnya.

Dengan demikian, tambah Wapres, UIII diharapkan dapat memberikan jawaban untuk memperluas dan menguatkan tren global tersebut sehingga dapat diterapkan di berbagai belahan dunia.

“Melalui UIII diharapkan Islam Wasathiyah Indonesia dapat terus digaungkan ke mancanegara,” harapnya.

Lebih jauh, terkait empat program studi magister yang sudah dibentuk dan telah berjalan di UIII, yaitu Studi Islam, Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Pendidikan, Wapres menekankan agar dapat dilanjutkan dengan pengayaan kurikulum kajian Islam berskala internasional.

“Dalam pengembangan UIII ke depan, perlu ditindaklanjuti dengan pengayaan kurikulum dalam rangka membangun UIII sebagai lembaga pendidikan dan pusat kajian Islam yang berskala internasional,” imbaunya.

Untuk itu, pada kesempatan ini Wapres meminta Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), serta Rektor UIII agar segera melakukan penyempurnaan kurikulum dan program studi sesuai dengan standar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dan kampus berskala internasional. Selain itu, diperlukan juga penguatan akademik dan riset yang senafas dengan misi pendirian UIII sebagai center of excellence peradaban Islam global.

“Saya minta Menteri Agama dan Rektor UIII bersama Menteri Dikbudristek untuk melakukan kajian kelayakan untuk pembukaan program studi yang secara khusus menjadi andalan UIII,” pinta Wapres.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melaporkan bahwa sejauh ini UIII hanya diperuntukkan bagi mahasiswa S2 dan S3. Adapun jumlah mahasiswa kumulatif pada tahun ajaran 2021/2022 ini, baru 100 mahasiswa magister dan belum ada mahasiswa tingkat doktoral.

“Namun pada tahun ajaran 2022/2023 jumlah mahasiswa magisternya diharapkan sudah meningkat menjadi 500 orang, dan jumlah mahasiswa doktor kumulatifnya sebanyak 200 orang, sehingga total menjadi 700 mahasiswa,” ungkap Yaqut.

Sementaea, Rektor UIII Komaruddin Hidayat mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa asing untuk belajar di UIII sangat tinggi. Saat UIII membuka beasiswa untuk 100 mahasiswa asing, menurutnya lebih dari 1000 orang dari 59 negara yang mendaftar dalam waktu 40 hari dan kini sedang dalam tahap seleksi.

“Tidak hanya itu, para Duta Besar Negara Sahabat juga bergembira sekali menawarkan kerjasama, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, bahkan ada yang menawarkan diri untuk ikut membangun [sarana] fisik,” tuturnya.

Hadir pula dalam rakor tersebut, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Subandi.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wapres Suprayoga Hadi, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, dan M. Nasir.

Muktamar IV FMDKI Tetapkan Ilma Auliya Sebagai Ketua Umum Periode 2022-2024

MAKASSAR(Jurnalislam.com) – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menggelar Muktamar IV mulai Selasa hingga Kamis (1-3/3/2022) secara hybrid di Aula Hotel Khadijah Makassar dan Zoom Meeting.

Muktamar yang mengangkat tema “Mewujudkan Eksistensi Syi’ar Dakwah Menuju Indonesia yang Berperadaban” ini dihadiri 161 peserta.

Pada sesi pemilihan ketua umum, Majelis Permusyawaratan Muslimah (MPM) menetapkan Ilma Auliya sebagai ketua umum periode 2022-2024.

Dalam sambutannya, Ilma Auliya mengajak kepada seluruh pengurus untuk muhasabah dalam menjalankan kepengurusan kedepannya.

“Dosa yang kita lakukan boleh jadi menjadi penghalang pertolongan Allah dalam dakwah kita,” ucapnya.

Fauziah Ramdani, Ketua FMDKI periode 2016-2022 juga menyampaikan pesannya kepada Ketua umum terpilih agar memimpin FMDKI menjadi lebih baik lagi.

“Kami berharap seluruh pengurus FMDKI bisa bersama-sama membantu ukhti Ilma dalam mengemban amanah ini dan saya percaya ukh Ilma bisa memimpin FMDKI lebih baik dari periode sebelumnya,” ungkapnya.

Harapan atas terlaksananya Muktamar IV FMDKI ini juga disampaikan oleh Sinta Kasim selaku pengurus demisioner FMDKI Pusat.

“FMDKI bukan sekedar lembaga keislaman akan tetapi juga merupakan lembaga kepemudaan. Begitu besar peran pemuda saat ini untuk menjadi pemimpin hebat dimasa depan. Semoga dengan terpilihnya ketua yang baru menjadi awal perbaikan dan kemajuan dakwah kampus yang lebih baik dari periode sebelumnya,” harapnya.

Rahma Thamrin selaku pembina mengatakan, dalam pemilihan ketua umum FMDKI seluruh calon ketua yang diusulkan merupakan leader unggulan FMDKI yang semoga kedepannya bisa memberikan kontribusi yang lebih.

“Kedelapan pengurus kita yang menjadi calon adalah leader-leader unggulan yang dimiliki FMDKI. Semoga FMDKI semakin menampakkan kiprahnya dalam dakwah di Indonesia dan juga dalam pergerakan mahasiswa di Indonesia,” tuturnya.

Reporter: Mawarni
Editor: Sinta Kasim

FUI Bima Gelar Aksi Damai Anti Penistaan Agama, Desak Menag Dicopot dan Dihukum

BIMA (Jurnalislam.com)–Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dinilai sebagian masyarakat telah mengeluarkan pernyataan yang menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing. Pernyataan kontroversial tersebut dinilai sebagian pihak melukai umat Islam di berbagai daerah termasuk di Bima, NTB.

 

Forum Umat Islam (FUI)  Bima melakukan aksi damai dalam rangka menuntut tentang pernyataan Menag yang dinilai telah menghina suara adzan,  Rabu (2/3/2022)

 

Ketua FUI Bima  Ustaz Asikin bin Masyur mengatakan bahwa pernyataan sangat tidak pantas dan menghina umat islam.

 

“Kami mengecam perbuatan menteri agama yang telah mendeklarasikan yang telah menyamakan suara adzan dengan suara gonggongan anjing ini merupakan penghinaaan yang sangat sangat hina,” Kata ustaz Asikin.

 

Adapun tuntutan yang di sampaikan oleh forum umat islam kepada salah satu perwakilan DPRD kota Bima Yaitu ibu Asnah SH. I antara lain sebagai berikut :

 

  1. Ungkapan menteri agama RI, menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing adalah penistaan agama berat yang paling berat.

 

  1. Mendesak presiden RI, segera mencopot menteri agama

 

  1. Mendesak kapolri atau aparat untuk mengadili dan memenjarakan penista adzan

 

  1. Menolak keras surat edaran menteri agama no.5 tahun 2022 tentang pengaturan pengeras suara masjid.

 

Tuntutan tersebut diterima langsung oleh perwakilan DPRD kota Bima ibu Asnah SH. I

 

“Insyallah pernyataan dan aspirasi dari forum umat islam Bima akan kami sampaikan dan diteruskan ke DPR RI.” ucapnya

 

Reporter: Pramudia Bagus

69 Tahun Nahdlatul Wathan, Persiapkan Generasi Abidin

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kemajuan sebuah peradaban ditandai dengan semakin banyaknya inovasi yang diterapkan di berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, pertanian, perindustrian, perdagangan dan lain sebagainya. Untuk itu, sebagaimana yang diajarkan agama Islam, penting bagi sebuah bangsa untuk menyiapkan SDM unggul yang dapat berperan dalam kemajuan bersama.

“Menyiapkan SDM unggul merupakan amrun diniyyun syar’iyyun fii ‘imaratil ardhi, perintah agama sesuai syariah untuk memakmurkan bumi,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri secara virtual Peringatan Hari Jadi Ke-69 Organisasi Nahdlatul Wathan, Selasa (01/03/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan tiga hal pokok yang dapat disumbangkan oleh Nahdlatul Wathan.

“Pertama, membangun masyarakat yang wasathiyyin yaitu masyarakat yang berfikir moderat atau at-tawassuth, tidak ekstrem kiri ataupun ekstrem kanan, bukan generasi yang ifrathiyyin atau tafrithyyin,” tuturnya.

Selanjutnya, Wapres berharap Nahdlatul Wathan dapat berkontribusi dalam mencetak generasi yang taat menjalankan agama serta senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

“Kedua, membangun generasi “abidin” yaitu generasi yang menjalankan ajaran agama dengan baik sesuai yang diperintahkan Allah SWT,” lanjutnya.

Adapun yang ketiga, Wapres menekankan pentingnya membangun generasi yang mampu memakmurkan bumi demi kepentingan bersama, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 61.

“Allah berfirman huwa ansya`akum minal-arḍi wasta’marakum fīhā. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan meminta kamu untuk memakmurkannya dan menurut ulama tanggung jawab kepada kita untuk memakmurkan bumi, baik yang menyangkut aspek materil maupun peradaban,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wapres berpesan agara Nahdlatul Wathan dapat terus menjadikan Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai panutan dalam menjalankan dakwah Islam.

“Saya juga berharap warga Nahdlatul Wathan terus meneladani Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pendiri dan pembimbing Nahdlatul Wathan dalam mewujudkan visi besarnya untuk mendidik, menyejahterakan, dan memperluas dakwah Islam yang sejuk dan damai di tengah masyarakat dan bangsa,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PB Nahdlatul Wathan Fahrurrozi Dahlan menyampaikan bahwa Nahdlatul Wathan terus tumbuh dan berkembang di berbagai daerah dengan sejumlah gerakan sosial bagi kepentingan masyarakat.

“Nahdlatul Wathan hadir sebagai perekat keragaman, buktinya di seluruh provinsi Nahdlatul Wathan eksis di berbagai daerah maka Nahdlatul Wathan terus dikembangkan oleh ketua umum, injeksi perjuangan, badan otonom bergerak masif untuk bersama-sama memajukan prinsip perjuangan, bergerak untuk bantuan sosial, membantu pemerintah, salah satunya terkait kelangkaan minyak goreng,” ujarnya.

Mendampingi Wapres dalam acara tersebut Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi