5 Agen Intelijen Yordania Tewas di Luar Kamp Pengungsi Baqa’a

a4117c5400a24f7eb14c31f2613b5c36_18YORDANIA (Jurnalislam.com) – Lima perwira intelijen Yordania tewas dalam serangan terhadap kantor keamanan di luar kamp pengungsi Palestina dekat Amman, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada media nasional.

Televisi Yordania mengutip juru bicara pemerintah Mohammad al-Momani, pada hari Senin (6/6/2016) mengatakan bahwa serangan terhadap kantor dekat kamp pengungsi Al Baqa’a di pinggiran ibukota Yordania itu adalah “serangan teror.”

Momani mengatakan, serangan itu menargetkan kantor lokal departemen intelijen dekat kamp yang menampung lebih dari 70.000 pengungsi.

Tiga perwira, seorang penjaga dan operator telepon di kantor tewas. Pejabat itu mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di luar kamp yang membentang luas pada pukul 7 pagi, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Serangan ini adalah contoh perilaku kriminal individu yang jelas. Lembaga keamanan telah melakukan penyelidikan dan sekarang sedang mengejar si pembunuh,” katanya.

Kamp Baqa’a adalah kamp pengungsi Palestina terbesar di Yordania, di mana persentase terbesar dari tujuh juta-plus populasi negara adalah keturunan dari pengungsi yang melarikan diri pasca penjajahan Israel pada Palestina tahun 1948.

Husam Abdallat, mantan pejabat senior pemerintah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kantor intelijen terletak di jalan utama yang mengarah ke kamp.

Dia menambahkan bahwa kedekatannya dengan kamp pengungsi Palestina mungkin memicu ketidakpuasan antara penduduk Yordania dan warga Yordania asal Palestina.

“Kami berharap hal ini tidak terjadi, karena Yordania harus tetap bersatu, terutama di saat-saat seperti ini,” kata Abdallat.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Pasukan Irak Temukan Kuburan Massal di Wilayah yang Dikuasai IS di Fallujah

thumbs_b_c_d52d1b97a9bd083ccc3ed76cb31dc196FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Sebuah kuburan massal yang berisi sisa-sisa jasad 400 orang ditemukan di lingkungan kota Fallujah, seorang petugas Irak mengatakan.

“Kuburan massal itu ditemukan di Fallujah utara saat pasukan Irak membersihkan ranjau darat dan bahan peledak di daerah tersebut,” kata kolonel Walid al-Duleimi kepada Anadolu Agency, Senin (06/06/2016).

Dia mengatakan sisa-sisa jasad 400 warga sipil dan personel militer tersebut ditemukan di makam di distrik utara al-Saqlawya.

“Mayat-mayat tersebut memiliki luka tembak di kepala,” katanya.

Petugas Irak percaya bahwa korban dibunuh oleh kelompok IS selama periode antara tahun 2014 dan 2015.

Fallujah adalah kota pertama yang dikuasai IS di awal 2014.

“Sisa-sisa jasad telah dipindahkan ke kamar mayat untuk mengidentifikasi para korban,” kata al-Duleimi.

Pemerintah Irak dan kelompok hak asasi manusia menuduh IS membunuh ribuan warga Irak ketika kelompok tersebut merebut wilayah luas di Irak barat dan utara pada pertengahan 2014.

Bulan lalu, tentara Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut kembali Fallujah, yang mayoritas dihuni warga Sunni.

Para pejabat militer Irak mengatakan bahwa pasukan Irak telah mengamankan tepi selatan Fallujah.

“Pasukan Irak telah membebaskan distrik Bohwey di pinggiran selatan Fallujah,” kata komandan operasi Anbar Mayjen Ismail Mahlawi kepada Anadolu Agency.

Pasukan Irak juga merebut distrik Shuhadaa dan Jubail di Fallujah selatan dari IS, kata komandan operasi Fallujah Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi.

Sementara itu, seorang komandan milisi Syiah mengklaim bahwa sekitar 4.000 warga sipil telah dievakuasi dari Fallujah utara.

“Kami telah mengevakuasi 4.000 orang dari distrik al-Saqlawya ke tempat-tempat yang aman,” kata Hadi al-Amiri, seorang pemimpin pasukan Syiah Hashd al-Shaabi.

Milisi Syiah sebelumnya telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, dengan mengesekusi 17 warga sipil Muslim Sunni ketika merebut kembali wilayah Muslim Sunni dan politisi Sunni telah menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa kehadiran pasukan Syiah dapat menyebabkan kekerasan Sunni-Syah di Fallujah.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer sebelah barat ibukota Irak, Baghdad, Fallujah diyakini menjadi rumah bagi sekitar 90.000 warga.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Lagi, Tiga Garda Revolusioner Senior Iran Tewas dalam Serangan Mujahidin Suriah di Aleppo

funeral-of-an-iranian-revolutionary-guardSURIAH (Jurnalislam.com) – Tiga anggota Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan koalisi mujahidin Suriah, di provinsi Aleppo, media Iran melaporkan Senin (6/6/2016), lansir Anadolu Agency.

Tiga korban tewas tersebut termasuk Kolonel Reze Rustemi Mukaddem, yang oleh kantor berita Tasnim dikatakan telah bertugas selama perang Iran-Irak tahun 1980-an. Dua tentara lain dengan pangkat tidak diketahui juga tewas.

Bulan lalu, seorang komandan senior mengakui bahwa 1.200 tentara Korps Pengawal Revolusi Iran tersebut tewas dalam tugas empat tahun mereka di Suriah mendukung pasukan Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad.

Sejak perang pecah pada tahun 2011, 470.000 warga Suriah telah tewas menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah (the Syrian Center for Policy Research). Republik Syiah Iran mendukung rezim bersama milisi teroris Syiah Hizbullah Lebanon dan Rusia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Apel Siaga Waspada PKI Dipadati Ratusan Ribu Umat Islam Soloraya

IMG-20160605-WA0102SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Bertema Waspada! Selamatkan Indonesia dari Bahaya Komunisme, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengajak Elemen Umat Islam Soloraya untuk menghadiri Apel Siaga dalam menyambut Ramadhan 1437 H, di lapangan Kota Barat lalu longmach menuju Bundaran Gladak, jl Slamet Riyadi, Solo, Ahad (05/06/2016).

Ribuan peserta memadati ruas jalan utama kota Solo, pasukan berkuda disusul kereta kuda yang ditumpangi Ulama, Ustadz, Tokoh masyarakat Soloraya turut memeriahkan acara. Mereka sambil berlari kecil meneriakkan yel-yel “Ganyang, ganyang, ganyang PKI, PKI datang Umat Islam Menghadang.

Beberapa tokoh masyarakat dari Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Takmirul Islam, Jamaah Tablig, Majelis tafsir Al Quran, Kraton Surokarto, Gerakan Bela Negara (GBN), diberikan kesempatan berorasi sekitar 5 menit diatas panggung. Mereka antusias bersepakat menolak muncul kembali faham komunis dan siap menghadapi jika PKI bangkit.

Turut menyambut Prof. DR.dr. Zaenal Arifin Adnan,Sp. ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sol. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kesiapan umat Islam Soloraya.

Saya harapkan TNI, Polri menemani kita, Ganyang PKI! Kita jangan dibiarkan, khususnya bapak Presiden kita untuk melarang komunis muncul di Indonesia, Allahu akhbar!, katanya.

IMG-20160605-WA0107

Sementara Alfian Tanjung sebagai tamu undangan mengungkap catatan gerakan PKI selama 20 tahun sejak 1996 sampai 2016. Dirinya memohon wartawan untuk merekam secara utuh karena akan disebut nama, tempat, tanggal, alamat dan siapa.

“Untuk menghadapi kebangkitan PKI kita akan wakafkan darah dan air mata kita kepada Allah dan tegaknya syariat Allah, Allahu akhbar,” ucap Alfian, pimpinan Taruna Muslim.

Ustadz Muinudinnilah Basri MA, ketua DSKS membagikan bingkisan dan uang 50 ribu rupiah bagi 10 tukang becak sebagai perwakilan 600 tukang becak lainnya.

Tak ketinggalan, Kivlan zen mengatakan komunisme siap menerkam, data dan fakta sudah diberikan Alfian Tanjung namun bagi pemerintah hal itu tidak ada.

Sekarang apa yang mau kita perbuat, sudah jelas fakta dan data, pemerintah mengatakan tidak melihat karena mata dan telinga mereka summun, bukmun, umyun la yakkilun, Allahu akhbar! ujar Kivlan.

Akhir acara Ustadz Muin meminta perwakilan ormas dan elemen umat Islam untuk naik ke panggung bersama Tokoh masyarakat dan ulama bersama-sama membacakan pernyataan sikap menolak bangkitnya PKI dan permintaan maaf pemerintah terhadap PKI, diikuti seluruh peserta apel siaga.

 

Reporter: Sedyo | Editor: Deddy | Jurnalislam

 

MUI Situbondo Himbau Karyawan Toko dan Rumah Makan Berbusana Islami

himbauan-ilustrasiSITUBONDO (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Situbondo bersama anggota Forum Pimpinan Daerah sepakat untuk menyurati semua pemilik toko dan rumah makan agar mengimbau karyawannya menggunakan busana Islami selama bulan Ramadhan.

“Surat yang akan dikirim ke semua pemilik toko dan restoran yang memiliki karyawan itu isinya terdapat kesepakatan bersama oleh Forpimda Situbondo dengan beberapa imbauan kami selama Ramadhan,” ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Situbondo, KH Hamid Jauharul Fardi kepada sejumlah awak media, Ahad 5/5/2016.

Ia menyebutkan bahwa dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh MUI Situbondo, Kapolres, Komandan Kodim, Kepala Kementerian Agama dan Ketua DPRD Situbondo, di antaranya adalah himbauan kepada pemilik toko agar karyawannya diperintahkan menggunakan busana Islami atau tidak membuka aurat selama bulan Ramadhan, sebagai salah satu bentuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain itu ada beberapa himbauan lain yang disepakati bersama Forpimdan dan MUI, kata dia, di antaranya warung dan rumah makan agar tidak membuka atau menjual pada pagi dan siang hari.

“Berdasarkan kesepakatan bersama itu, MUI Situbondo juga mengecam masih beredarnya penjualan minuman keras. Jika selama bulan Ramadhan masih ada yang menjual minuman keras akan diberi tindakan tegas oleh aparat penegak hukum,” paparnya.

Selanjutnya ia mengatakan, “Surat himbauan itu kami kirim juga ke sekolah-sekolah agar sekolah melaksanakan ‘Pesantren Ramadhan’ untuk menguatkan keimanan dan ketaqwaan siswa-siswinya kepada Allah Swt.”

Menurut Hamid, himbauan tersebut juga meminta kepada mushalla dan masjid agar membatasi penggunaan pengeras suara di saat melakukan aktivitas, yakni sampai pukul 22:00 WIB. Demi menjaga kenyamanan dan kekhusyuan bagi muslim lainnya dalam menjalani iabdah-ibadah malam, serta menghormati bagi hak orang non-muslim.

“Kami mengimbau juga kepada seluruh elemen masyarakat Situbondo agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Puasa Ramadhan,” tuturnya.

 

Reporter: Budi | Editor: Deddy | Jurnalislam

 

Long March dan Tausyiah On the Street ALMUMTAZ Ajak Kaum Muslim Tasik Sambut Ramadhan

IMG-20160606-WA006TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kembali ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Aktifis dan masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) gelar Targhib dan Tarhib Ramadhan dengan Long march dan Tausyiah On the Street, Sabtu (04/06/2016)

Dalam rangka menyambut Ramadhan acara ini digelar untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah diantara seluruh aktifis Islam dan masyarakat muslim Tasikmalaya dan tidak hanya itu, ini juga bagian dari I’dad jama’i untuk meminimalisir kemungkaran dan kemaksiatan di wilayah Tasik, ujar Ustadz Hilmi, selaku ketua ALMUMTAZ kepada tim liputan Jurnalislam.

“In syaa Allah senantiasa kita akan mengawasi dengan masyarakat, bagaimana kita memasuki Ramadhan dengan baik meningkatkan ibadah kita dan segala kemasiatan dan kemungkaran bisa ditutup dan dihentikan hingga seterusnya, dan in syaa Allah kita akan mengawasi terus walaupun kita sudah menyeru dan memobilisasi dengan lainnya untuk agar menghentikan kemaksiatan kemaksiatan tersebut tetap kita awasi.”

Acara yang dihadiri oleh berbagai Ormas Islam, Majelis Ta’lim, mahasiswa dan jamaah Islam lainnya, melakukan long march sejauh 10 KM, dengan mengusung bendera Tauhid sepanjang 100 meter, dimulai pukul 8 pagi hingga sholat dzuhur berjama’ah,

IMG-20160606-WA005

Aliansi bergabung dan menyerukan dan meyakinkan kepada masyarakat bahwa Islam ini pilihan dan harus merasa bangga dengan Islam, dan seluruh apapun agama selain Islam tertolak dihadapan Allah Swt.

Selanjutnya beliau menyampaikan “Harapan kami, mudah-mudahan masyarakat semakin sadar, karena Islam ini mulia tapi harus ada yang menggerakannya agar Islam itu mulia, walaupun tanpa kita Islam tetap akan mulia, Islam itu mulia ada kita tanpa kita Islam akan tetap mulia, hanya permasalahannya posisi kita ada dimana, apakah posisi kita adalah termasuk orang-orang yang memuliakan Islam, ataupun tidak, dan untuk kita yang memuliakannya tentu akan selamat dan na’udzubillah himindzalik jika diantara kita yang tidak peduli dengan kemuliaan islam.”

Kemudia beliau menutup dengan himbauan, “Dan untuk rencana kedepan kita sudah agendakan Parade Tauhid dengan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi dan mudah-mudahan ini adalah upaya untuk mempersatukan ulhuwah Islamiyah dengan penyampaian dakwah ini.” Paparnya.

 

Reporter: Lutfi | Editor: Deddy | Jurnalislam

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Pemuda Dompu Gelar Aksi Sambut Ramadhan

WhatsApp-Image-20160605-1DOMPU (Jurnalislam.com) – Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama pemuda Kabupaten Dompu melakukan aksi pawai di simpang lampu merah Koramil Kabupaten Dompu pada hari Ahad (05/06/2016).

Selain bertujuan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan gembira sekaligus juga mensosialisasikan kepada masyarakat Dompu untuk mempersiapkan diri agar lebih banyak beramal dibulan suci Ramadhan, kata Agus selaku koordinator kegiatan kepada Jurnalislam di sela-sela aksi.

“Karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh ampunan, magfirah dan rahmat, sehingga kami dari ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM) dan pemuda Dompu menyampaikan kepada seluruh elemen kaum muslimin yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan untuk senantiasa memperbanyak amal ibadah”.

Massa aksi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu khususnya serta masyarakat Indonesia pada umumnya supaya tidak melakukan tindakan amoral yang merugikan dan merusak orang banyak, seperti; korupsi, pembunuhan, pelecehan seksual (perkosaan), dan lain-lain yang sekarang ini sedang marak terjadi, serta mengingatkan kembali akan ancaman gerakan komunisme yang saat ini sudah mulai bermunculan.

“Maka oleh karena itu kami meminta kepada seluruh aparat penegak hukum dan pihak keamanan negara agar lebih intens dalam mengurus dan menyelesaikan problematika yang selalu menggoyahkan keutuhan negara Indonesia”, ujar Agus, yang diketahui sebagai sekretaris IMM cabang Dompu.

Aksi tersebut diwarnai pembagian bunga kepada para pengguna jalan serta selebaran yang berisi himbauan serta ajakan kepada kaum muslimin agar senantisa menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk menyadari dan memperbaiki diri serta bertaubat atas segala kesalahannya agar kelak menjadi pribadi yang sholeh.

 

Reporter: Sirath | Editor: Deddy | Jurnalislam

Pasukan Gabungan Irak: Hampir Seluruh Kota Fallujah telah Terkepung

Smoke billows on the horizon as Iraqi military forces prepare for an offensive into Fallujah to retake the city from Islamic State militants in Iraq, Monday, May 30, 2016. A wave of bombings claimed by the Islamic State group targeted commercial areas in and around Baghdad on Monday, killing more than 20 people in attacks that came as Iraqi troops poised to recapture Fallujah. (AP Photo/Khalid Mohammed)

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan gabungan Irak yang berusaha merebut kembali Fallujah dari Islamic State (IS) mengklaim bahwa mereka telah mengamankan tepi selatan dan telah hampir sepenuhnya mengepung kota Irak secara keseluruhan, Aljazeera melaporkan, Ahad (05/06/2016).

Seorang pemimpin dari koalisi pasukan Syiah yang didukung Iran yang ambil bagian dalam serangan pada hari Ahad mengatakan satu-satunya sisi Fallujah yang tetap harus diamankan oleh pasukan pro-Baghdad adalah bagian dari tepi barat sungai Efrat.

“Kita sekarang di gerbang Fallujah,” Abu Mahdi al-Muhandis, wakil pemimpin milisi Syiah, Angkatan Mobilisasi Populer (the Popular Mobilisation Forces), mengatakan dalam siaran konferensi pers di televisi Irak.

Penduduk sipil yang melarikan diri dari Fallujah menggunakan benda apa pun yang mengapung untuk membantu mereka menyeberangi sungai, yang memiliki lebar sungai sekitar 250 sampai 300 meter pada titik persimpangan di lahan pertanian di selatan kota itu, kata kepala dewan provinsi Shakir al-Essawi.

Sekitar 50.000 warga sipil hidup di Fallujah, 50km dari Baghdad, dengan akses air, makanan dan kesehatan yang sangat terbatas, menurut perkiraan PBB.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan serangan 1 Juni di Fallujah berkurang untuk melindungi warga sipil.

Politisi Muslim (Sunni) telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa kehadiran milisi Syiah bersama tentara Irak dalam pertempuran dapat menyebabkan peningkatan kekerasan Sunni – Syiah.

The Popular Mobilisation Forces sejak awal operasi membatasi aksi mereka ke pinggiran Fallujah dan membiarkan pasukan federal elit melakukan operasi di dalam kota.

Tapi komandan militer Syiah, the Popular Mobilisation Forces, Abu Mahdi al-Mohandis, mengatakan bahwa situasi bisa berubah jika pertempuran berlarut-larut.

“Kami mitra dalam pembebasan Fallujah, misi kami belum selesai,” katanya kepada wartawan di Baghdad.

“Kami telah menyelesaikan tugas yang diberikan, yaitu untuk mengelilingi (Fallujah) sementara tugas pembebasan dilakukan oleh kekuatan lain.

“Kami masih berada di daerah dan kami akan terus mendukung (mereka) jika pembebasan terjadi dengan cepat. Jika mereka tidak berhasil, kita akan masuk bersama mereka.”

Fallujah adalah benteng bersejarah Irak melawan pendudukan AS di dan otoritas pimpinan Syiah mengambil alih setelah penggulingan Saddam Hussein, seorang Sunni, pada tahun 2003.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia dan Rezim Assad Bunuh 18 Warga Sipil dengan Bom Thermobaric

airstrikesIDLIB (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia dan Suriah menewaskan sedikitnya 18 warga sipil hari Ahad (05/06/2016), di daerah pemukiman antara Aleppo dan Idlib, kata seorang pejabat pertahanan sipil, World Bulletin melaporkan, Ahad.

Ibrahim Abu Laith mengatakan bahwa pesawat menjatuhkan bom thermobaric dan barel di lingkungan yang dikuasai oposisi. “Sedikitnya 18 warga sipil tewas dan 50 lainnya terluka, termasuk anak-anak dan perempuan,” katanya.

Menurut seorang pejabat pertahanan sipil, pesawat tempur Rusia melakukan lebih dari selusin serangan udara di lingkungan yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi anti-Assad, termasuk menargetkan Masjid, pasar dan hotel.

Bom thermobaric jauh lebih merusak dibanding bahan peledak konvensional karena ledakan mereka sangat kuat, sedangkan bom barel adalah perangkat improvisasi yang digunakan untuk efek yang menghancurkan di Suriah, di mana mereka biasanya dijatuhkan oleh helikopter di atas daerah pemukiman.

Abu Laith mengatakan rumah-rumah di Jalan Castello yang menghubungkan Kota Aleppo dan Idlib yang dikuasai pejuang-pejuang Suriah anti-rezim serta daerah pedesaan di utara Aleppo juga menjadi sasaran.

“Tim pertahanan sipil sedang berjuang untuk mencapai daerah yang dibom,” katanya, seraya mengatakan rezim Bashar al-Assad dan Rusia melakukan pembantaian di Aleppo.

“Kami menyerukan kepada publik dunia agar menekan rezim untuk menghentikan serangan terhadap kota,” katanya.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai pengunjuk rasa dengan kebrutalan militer yang tidak terduga. Menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah sedikitnya 470.000 warga Suriah telah tewas dalam perang.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serangan Bom di Kabul Bunuh Anggota Parlemen Afghanistan berikut Pengawalnya

thumbs_b_c_937321b701dd0198f992e28f9264c51dKABUL (Jurnalislam.com) – Seorang anggota parlemen Afghanistan, Sher Wali Wardak, dan dua pengawalnya tewas dalam serangan bom di luar rumahnya di ibukota Afghanistan, Kabul, pada ahad sore (05/06/2016), kata seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Menurut juru bicara, Wardak terluka parah dalam serangan dan kemudian menyerah pada luka-lukanya setelah tiba di rumah sakit setempat, lansir Anadolu Agency, Ahad.

Tiga polisi juga terluka dalam insiden itu.

Wardak adalah saudara dari politisi berpengaruh lokal, mantan Menteri Pendidikan Farooq Wardak.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam