Aparat Ajak Mesum Siswi SMK di Pos Polisi, Muhammadiyah Banten: Usut Hingga Tuntas

33368_51708_Polisi MesumSERANG (Jurnalislam.com) – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten, Dr. Syamsuddin menilai Brigadir EN (28 tahun), telah membuat malu sebuah Aparatur Negara karena dia sebagai anggota Satlantas Polres mengajak siswi SMK barter tilang dengan berhubungan intim. Beliau juga mendesak kasus ini diusut tuntas bersama dengan lembaga keagamaan karena menyangkut agama.

“Kasus ini harus diusut secara tuntas, bukan hanya dengan internal kepolisian sendiri, tapi melibatkan lembaga keagamaan seperti kementrian agama,” katanya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon pada Sabtu (11/6/2016).

Menurutnya jangan sampai penamaan “oknum” untuk pelaku kepolisian dapat serta merta mengistimewakan pengusutan hanya dari instansi itu sendiri, karena bisa jadi tidak tuntas dan “hanya” menguntungkan instansi besar itu saja.

“Ya jangan sampai masalah seperti ini tidak melibatkan unsur keagamaan, ini masuk wilayah perzinahan dan dapat dosa besar, bukan hanya Propam,” tegas Dosen IAIN Serang itu.

Syamsuddin melanjutkan, seharusnya seorang aparatur Negara dapat memberikan teladan yang baik bagi masyarakat, bukan malah melakukan hal tidak beradab lagi senonoh.

“Menjadi contoh untuk masyarakat menjadi sebuah keharusan, ini aparat penegak hukum loh, bukan main – main,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Angggota Satlantas Polres Batu Brigadir EN, 28, mengajak siswi SMK, DSS, 15, barter tilang dengan berhubungan intim.

Korban DSS mengakui masalah tersebut bermula saat ia terjaring razia di sekitar Alun-alun Batu oleh oknum Polisi berinisial E. Ia tidak membawa STNK dan SIM dan diminta masuk Pos Polisi Alun-alun untuk proses tilang.

DSS kemudian diminta membayar uang tilang sebesar Rp250 ribu. Namun, karena tidak memiliki uang sebesar itu, ia pun menolak membayar.

“Jika tidak mau bayar pakai uang, dibayar dengan hubungan intim saja,” ungkap Agustinus menirukan perkataan okum polisi.

Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo, menyebut, Brigadir EN telah mengakui dirinya telah mengajak siswi SMK berhubungan layaknya suami istri.

 

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Deddy

Saat Pemakaman Ali, Erdogan: Assad adalah Pembunuh, Terorisme atas Nama Negara!

thumbs_b_c_45f1cff254a7dc1c6ca4cc7f90af8ed4LOUISVILLE (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis (09/06/2016) bahwa presideni Suriah, Bashar al-Assad, adalah “pembunuh” yang terlibat dalam terorisme negara, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (10/06/2016).

“Dia adalah pembunuh yang telah membunuh 600.000 warganya sendiri,” kata Erdogan kepada wartawan di Muhammad Ali Center di Louisville, Kentucky, saat menghadiri pemakaman untuk legenda tinju Muhammad Ali.

Assad “dengan segala cara adalah penguasa suatu negara di mana 12 juta warganya sendiri mengungsi,” menurut Erdogan.

“Dia benar-benar terlibat dalam terorisme negara. Turki saat ini menjadi rumah bagi 3 juta pengungsi. Dan kami menerima mereka. Saya percaya bahwa seluruh dunia harus mengisolasi Assad. Dan saya percaya orang-orang yang membantu dia sama saja membantu dia dalam kejahatannya,” katanya dalam referensi yang jelas untuk Rusia. Moskow telah lama menjadi pendukung Assad, dan September lalu memulai operasi serangan udara di Suriah.

Masyarakat internasional, melalui PBB, berebut memberikan bantuan kemanusiaan ke kota-kota Suriah yang dikepung oleh pasukan rezim Suriah dan sekutunya.

Batas waktu airdrops (pengiriman bantuan dari udara) yang ditetapkan bulan lalu oleh Kelompok Dukungan Suriah Internasional (the International Syria Support Group) baru-baru ini berakhir tanpa banyak kemajuan dalam pemberian bantuan. The International Syria Support Group bekerja untuk mengakhiri krisis di negara itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

200 Masjid Australia Selenggarakan Shalat Jumat Pekan Pertama Ramadhan

resized_efc2b-1528d833australiaAUSTRALIA (Jurnalislam.com) – Hampir setengah juta umat Islam dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda melakukan sholat Jumat pertama mereka di bulan suci Ramadan di lebih dari 200 masjid di seluruh Australia.

Pada hari Jumat, sebuah masjid Turki di Melbourne di negara bagian tenggara Victoria dihadiri ratusan jamaah Muslim yang melakukan shalat Jumat pertama, yang diikuti khotbah oleh imam dalam bahasa Inggris dan Turki mengenai keindahan dan pahala berbagi.

“Semoga Allah senang dengan jamaah kami,” Imam Masjid Thomastown Ilkay Dil kepada Anadolu Agency, Jumat (10/06/2016), “Kami meminta kepada Allah untuk sahur (makan sebelum fajar), buka puasa (makan saat matahari tebenam), tarawih (shalat malam) dan tilawah Quran yang menyenangkan setiap hari selama bulan suci. Kami meminta kepada Allah Swt untuk memberikan bagi kita segala hal yang in syaa Allah baik.”

Dil – yang ditunjuk oleh Presidensi Departemen Agama Turki – menambahkan bahwa saat shalat Jumat di bulan Ramadhan masjid “benar-benar penuh.”

Dari 200 masjid Australia, 17 masjid berada di bawah kepresidenan Turki di negara bagian Victoria, Australia Selatan, Australia Barat dan New South Wales.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Shalat Jumat Pekan Pertama Ramadhan di Masjid Al Aqsha Dihadiri 100.000 Jamaah

eid-dome-rock-jerusalemAL QUDS (Jurnalislam.com) – Ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur bergegas ke Masjid Al-Aqsha pada hari Jumat untuk melakukan shalat Jumat pertama di bulan Ramadhan yang suci ini.

Laki-laki berusia di atas 45, anak-anak di bawah 12 dan perempuan dari segala usia memasuki Yerusalem Timur tanpa surat izin masuk.

“Karena langkah-langkah ketat Israel, saya menghabiskan waktu tiga jam di sebuah pos pemeriksaan militer untuk memasuki Yerusalem,” Ahmed Barakat, 55, dari kota Hebron, Tepi Barat (Al-Khalil) mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat (10/06/2016).

“Ini pertama kalinya aku berada di kota sejak Ramadhan lalu,” katanya.

“Aku akan melakukan sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa, dan juga berharap melakukan sholat Tarawih di sini,” tambahnya.

Pihak zionis telah meningkatkan penjagaan di sekitar lokasi flashpoint, mengerahkan sekitar 3.500 polisi dan mendirikan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

Syeikh Omar al-Qiswani, direktur Palestina Masjid Al-Aqhsa, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa hanya sekitar 100.000 jamaah yang sholat di Al-Aqsha pada hari Jumat pertama bulan Ramadhan tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 250.000 jamaah di tahun lalu.

“Ratusan Otoritas Wakaf Agama (yang diselenggarakan Jordania) telah mendistribusikan payung untuk jemaah yang akan tinggal dan berniat Iftar (berbuka puasa) di dalam kompleks masjid,” katanya.

“Kami mengharapkan sekitar 300.000 jamaah di Jumat pertama bulan Ramadhan ini, tetapi langkah-langkah penjagaan ketat Israel membuat jumlah jamaah berkurang,” tambahnya.

8a9e70b63dc64304acb5198ae5fec995

Pada hari Kamis, pemerintah Israel melarang izin masuk ke Yerusalem bagi sekitar 85.000 warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang diblokade menyusul serangan penembakan mematikan di Tel Aviv satu hari sebelumnya di mana empat warga zionis tewas.

Tentara zionis juga mengumumkan bahwa penutupan umum akan dikenakan pada wilayah Palestina yang diduduki sampai Ahad tengah malam.

“Saya memiliki izin untuk memasuki Yerusalem untuk Ramadhan, tetapi tentara Israel menghentikan saya di pos pemeriksaan Qalandia,” Sameer Malki, 37, dari kota Ramallah, Tepi Barat, mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Bulan ini (Ramadhan) adalah satu-satunya kesempatan kami untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha.

Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci bagi kaum Muslimin, dan merupakan situs Muslim paling suci ketiga di dunia. Yahudi menyebut area tersebut sebagai “Temple Mount,” mengklaim bahwa itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Tepi Barat dan Jerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi – langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional terus melihat Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang dijajah” dan menganggap semua pembangunan pemukiman zionis Yahudi di tanah tersebut tidak sah.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Rezim Assad Bombardir Daraya setelah Bantuan Kemanusian Diberikan

Vehicles of the International Committee of the Red Cross (ICRC) and the United Nations wait on a street after an aid convoy entered the rebel-held Syrian town of Daraya, southwest of the capital Damascus, on June 1, 2016. A humanitarian aid convoy entered Daraya, the Red Cross said, in the first such delivery since a regime siege began in 2012. But the opposition said only medical supplies were in the delivery and British charity Save the Children said it was "shocking and completely unacceptable" that it excluded desperately needed food. / AFP PHOTO / Fadi Dirani

DARAYA (Jurnalislam.com) – Serangan udara rezim Nushairiyah Assad menjatuhkan bom barel pada pinggiran ibukota Suriah Damaskus, yang baru saja menerima pengiriman pertama makanan dan bahan-bahan bentuan dalam empat tahun, menurut aktivis lokal, Aljazeera melaporkan Jumat (10/06/2016).

Serangan itu dilaporkan terjadi pada hari Jumat di Daraya yang dikuasai pejuang Suriah anti-Assad hanya beberapa jam setelah Bulan Sabit Merah Suriah (the Syrian Arab Red Crescent-SARC) dan PBB mengirimkan bantuan makanan kepada penduduk untuk pertama kalinya sejak berada di bawah pengepungan pada tahun 2012.

Dewan Daerah Daraya mengatakan di Facebook bahwa sedikitnya 28 bom barel – alat peledak mentah dan tidak terarah – dijatuhkan oleh helikopter.

Hari Kamis, pengiriman bantuan pangan datang setelah PBB mengatakan rezim Suriah telah mengizinkan akses ke 15 dari 19 daerah yang terkepung di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengutip sumber-sumber lokal mengatakan bahwa distribusi bantuan ke dalam kota Daraya tidak dilakukan karena pemboman pada hari Jumat tersebut.

Daraya telah dikepung sejak November 2012 dan telah mengalami beberapa pemboman terburuk selama perang Suriah, yang sekarang berada di tahun keenam.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault menyuarakan kemarahannya setelah mendengar laporan pemboman bare tersebutl.

Ayrault mengtakan Damaskus “luar biasa bermuka dua,” mengatakan rezim akhirnya memberikan akses untuk bantuan setelah mendapat tekanan internasional berat “lalu kemudian melakukan pengeboman lagi.”

Pengiriman pasokan makanan terjadi seminggu setelah konvoi bersama PBB, Komite Internasional Palang Merah dan SARC mencapai Daraya dan memberikan obat-obatan, vaksin, susu bayi, dan “beberapa produk tambahan gizi untuk anak-anak” tapi tidak ada makanan.

PBB memperkirakan bahwa saat ini terdapat 592.700 orang yang hidup di bawah pengepungan di Suriah, dengan sebagian besar dari mereka – sekitar 452.700 orang – dikepung oleh pasukan rezim Assad.

Menghilangkan pengepungan rezim Assad di wilayah yang dikuasai oposisi adalah tuntutan utama oposisi selama pembicaraan damai tidak langsung yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss, awal tahun ini.

SARC mengatakan bahwa pengiriman makanan, tepung dan pasokan medis tersebut dikoordinasikan dengan PBB di Damaskus.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Mufti Irak: Operasi Gabungan Militer Irak Hancurkan Penduduk Sipil Sunni Fallujah

resized_57adb-4997052efallujahFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk “membebaskan” Fallujah dari kelompok Islamic States (IS) telah “menghancurkan kota”, Rafi al-Rifai, Mufti Irak, otoritas keagamaan tertinggi Muslim Sunni negara itu, mengatakan pada hari Jumat (10/06/2016).

Berbicara kepada Anadolu Agency, al-Rifai mengatakan bahwa, “Ribuan pejuang Syiah yang setia kepada Pemimpin Tertinggi Iran Sayyed Ali Hosseini Khamenei dan (komandan Garda Revolusi Syiah Iran) Qasem Soleimani ikut ambil bagian dalam operasi Fallujah.”

“Perintah agar Hashd al-Shaabi (kelompok payung milisi Syiah) untuk memasuki kota tersebut diterbitkan oleh Khamenei,” tambahnya.

“Mereka ingin menghancurkan Masjid Sunni Fallujah. Mereka menyiksa warga sipil yang melarikan diri dari kota; Menyiksa dan membunuh mereka,” al-Rifai menduga.

“Mereka membalas dendam terhadap kaum Sunni, yang bahkan tidak terwakili di parlemen Irak,” tambahnya.

Dia melanjutkan dengan mengkritik dukungan yang dinyatakan pendeta Syiah Irak Ayatollah Ali al-Sistani untuk milisi pro-pemerintah, menegaskan bahwa milisi “bertujuan untuk menghancurkan basis kekuasaan Muslim (Sunni)” di Irak.

“Soleimani telah mengakui bahwa Hashd al-Shaabi adalah ciptaan Syiah Iran,” al-Rifai menegaskan. “Kehidupan 3.000 warga sipil di Fallujah terancam jiwanya.”

Smoke billows on the horizon as Iraqi military forces prepare for an offensive into Fallujah to retake the city from Islamic State militants in Iraq, Monday, May 30, 2016. A wave of bombings claimed by the Islamic State group targeted commercial areas in and around Baghdad on Monday, killing more than 20 people in attacks that came as Iraqi troops poised to recapture Fallujah. (AP Photo/Khalid Mohammed)

Pasukan Syiah Hashd al-Shaabi sebelumnya telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia ekstrim saat merebut wilayah Muslim Sunni, sementara politisi Sunni telah menyuarakan kekhawatiran bahwa kehadiran milisi Syiah di Fallujah bisa memicu konflik Sunni-Syiah.

Operasi militer Irak untuk merebut kembali Fallujah dimulai pada 23 Mei. Sejak itu, warga sipil yang terperangkap di kota menghadapi krisis kemanusiaan yang memburuk dengan cepat.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer (sekitar 30 mil) di sebelah barat ibukota Baghdad, Fallujah – yang dikuasai IS pada awal 2014 – diyakini menjadi rumah bagi sekitar 90.000 warga muslim Sunni.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Ratusan Ribu Orang Hadiri Penghormatan Terakhir Muhammad Ali

7aec6d08bf564454a876292ec4b2dea1_18KENTUCKY (Jurnalislam.com) – Sebuah prosesi pemakaman untuk Muhammad Ali dimulai di kampung halamannya, pada hari Jumat yang merupakan hari terakhir dari seremoni pemakaman bagi aktivis dan petinju legendaris tersebut, World Bulletin melaporkan, Jumat (10/06/2016).

Prosesi perjalanan melalui pusat kota dalam rute 18 mil (30 kilometer), membawa tubuh Ali dan lebih dari selusin kendaraan yang menyertai ke jalan yang bernama sama dengan dirinya, museum yang didirikan sebagai penghormatan kepada prestasi olahraga dan kemanusiaannya dan ke rumah masa kecilnya.

Banyak orang berbaris di pinggir jalan dan atap Louisville untuk menonton prosesi, yag diperkirakan akan memakan waktu 90 menit.

Will Smith, yang berperan sebagai Ali dalam drama biografi tahun 2001, dan mantan juara kelas berat Lennox Lewis adalah salah satu pengusung jenazah, menurut keluarga.

Peti mati dibawa ke Cave Hill Cemetery di mana Muhammad Ali dimakamkan dalam sebuah upacara pribadi.

Gunnell mengatakan kepada The Associated Press bahwa Tyson tidak yakin dia akan menghadiri upacara pemakaman karena ia sangat emosional setelah mengetahui kematian Ali dan tidak yakin apakah ia bisa menahan emosi.

Fans meneriakkan “Ali, Ali” dan beberapa menangis saat prosesi masuk kuburan.

Dengan seremoni pemakaman yang lengkap, banyak yang berkumpul di Kentucky Yum! Center, di mana upacara pengantaran jenazah diatur untuk menghormati sang legenda.

Ali mulai mempersiapkan rincian upacara pemakamannya sendiri satu dekade lalu, kata juru bicara keluarga Bob Gunnell, dan rencana-rencana tersebut telah dirilis ke publik sebelumnya.

Sesuai dengan keinginan Ali, penyelenggara membagikan ribuan tiket gratis untuk upacara yang dapat dilihat secara online di alicenter.org.

Hampir 15.000 orang diperkirakan akan menghadiri seremoni yang akan mencakup pidato penghargaan oleh komedian Billy Crystal, olahragawan Bryant Gumbel dan anggota keluarga. Istri Ali, Lonnie, yang menikah dengan sang juara selama 30 tahun dan pada saat kematiannya, juga akan memberikan pidato.

A hearse carrying the late boxing champion Muhammad Ali passes Ali's childhood home in Louisville, Kentucky, U.S. June 10, 2016. REUTERS/Lucy Nicholson

Ali meninggal Jumat lalu pada usia 74 tahun setelah puluhan tahun bertarung melawan penyakit Parkinson.

Pada sekitar pukul 03:00, orang-orang diminta untuk berdiri saat keluarga Ali memasuki ruangan. Di luar, polisi Louisville memperkirakan bahwa lebih dari 100.000 orang menghadiri prosesi pemakaman. Setelah setengah jam, Imam Hamzah Abdul Malik membacakan ayat suci Alquran sesuai dengan keinginan Ali sebelum upacara dimulai dengan para pembicara termasuk mantan Presiden Bill Clinton.

 

muhammad-ali-768

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ini Cerita Staf Medis RS Aleppo Selamatkan 9 Bayi Baru Lahir dari Serangan Bom

A picture taken on June 8, 2016 shows Syrian newborns who have been evacuated by medical staff from a children's hospital in the rebel-held eastern Aleppo following reported government bombardment which hit within a few hundred metres (yards) of three medical facilities. Terrified medical staff rushed to rescue nine newborns after heavy bombing near Al-Hakim children's hospital in Syria's divided Aleppo city, moving them to the basement of the building, according to the leading paediatrician there. / AFP PHOTO / ISMAIL ABDULRAHMAN

ALEPPO (Jurnalislam.com) – staf medis yang ketakutan bergegas untuk menyelamatkan sembilan bayi baru lahir setelah pemboman berat di dekat rumah sakit anak-anak di kota Aleppo Suriah, menurut dokter anak terkemuka di sana, lansir kantor berita AFP, Kamis (09/06/2016).

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kelompok advokasi The Syria Campaign, Dr Hatem, kepala rumah sakit anak-anak Al-Hakim, menggambarkan keadaan setelah serangan yang melanda di luar fasilitas pada hari Rabu (08/06/2016).

“Ini adalah saat yang mengerikan. Para perawat saling injak satu sama lain terburu-buru memindahkan bayi ke ruang bawah tanah, sementara banyak bayi mulai menangis,” kata Dr Hatem, yang nama lengkapnya tidak diungkapkan.

Pemboman rezim Assad di Aleppo timur yang dikuasai para pejuang memukul lokasi beberapa ratus meter dari tiga fasilitas medis pada hari Rabu, termasuk di dekat rumah sakit Al-Hakim dan Al-Bayan, menewaskan sedikitnya 15 warga sipil.

Di Al-Hakim, perawat khawatir bayi yang baru lahir akan menghirup debu dan puing-puing akibat serangan itu, kata Dr Hatem.

“Saat staf saya memindahkan inkubator, aku memberitahu orang-orang di ruang tunggu untuk meninggalkan rumah sakit. Aku memerintahkan mereka untuk ‘Pergi sekarang! Mungkin ada serangan kedua,'” kata Dr Hatem.

“Kami memperkirakan bahwa serangan akan terjadi suatu hari, dan hari ini adalah hari yang kita perkirakan itu. Sampai saat ini hanya 18 inkubator yang tersisa di Aleppo timur.”

Bayi yang baru lahir semua selamat tetapi rumah sakit tidak bisa beroperasi.

Didirikan pada pertengahan 2012, rumah sakit telah dipaksa pindah beberapa kali dalam ketakutan akan adanya serangan pemerintah, kata penyandang dana, the Independent Doctors Association.

Konflik brutal Suriah telah menewaskan lebih dari 360.000 orang dan telah mengakibatkan rumah sakit hancur di seluruh negeri.

Pada bulan April, Dr Hatem meratapi kematian rekannya Mohammad Wassim Maaz, yang gugur dalam serangan udara di rumah sakit Al-Quds Aleppo.

Dr Hatem berjanji untuk memperbaiki dan membuka kembali rumah sakit Al-Hakim, yang merawat sekitar 3.800 pasien setiap bulan.

“Saya menginginkan setiap orang untuk membayangkan bahwa salah satu bayi yang baru lahir ini adalah anak lelaki atau putrinya sendiri. Apapun yang akan mereka lakukan untuk anak-anak mereka jika mereka dibom, mereka harus lakukan untuk bayi-bayi yang baru lahir ini.”

Para dokter di bagian kota Aleppo yang dikendalikan para pejuang Suriah telah memperingatkan kondisi medis di sana, terutama saat rute keluar terakhir ke provinsi yang tersisa berada di bawah serangan pemboman hampir setiap hari.

“Warga Aleppo kehabisan pilihan,” kata Dr Samah Bassas dari the Syria Relief Network, sebuah organisasi payung dari 60 kelompok kemanusiaan di Suriah.

“Kita terbiasa dengan bom. Tetapi jika kita berada di bawah pengepungan, kelaparan dan penyakit akan cepat terjadi. Lebih banyak kematian yang tidak bisa dihindari,” katanya.

 

Deddy | AFP | Jurnalislam

IS Mulai Kehilangan Banyak Wilayah dalam Pertempuran di Suriah dan Irak

339426_22042574SURIAH (Jurnalislam.com) – IS Irak dan Suriah, pada hari Rabu (08/06/2016) mulai terdesak akibat dorongan besar di berbagai bidang yang telah menempatkan beberapa tekanan terbesar terhadap pasukan IS dalam dua tahun terakhir, World Bulletin melaporkan Kamis (09/06/2016).

Seorang juru bicara aliansi yang didukung AS di Suriah utara mengatakan bahwa mereka siap memasuki kota Manbij, sepekan setelah meluncurkan serangan dengan tujuan memotong perbatasan Turki yang masih berada di bawah kontrol IS.

Sedikit lebih ke barat, kelompok oposisi yang berjuang melawan IS dan rezim Nushairiyah Bashar al-Assad mengatakan bahwa pasukan IS telah ditarik keluar dari daerah dekat perbatasan.

Pasukan Syiah Assad, yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, juga melancarkan serangan terhadap IS pekan lalu dan telah maju ke wilayah lebih jauh ke selatan.

Dan di ujung seberang, 750 km menyusuri Sungai Efrat, pasukan Irak mengatakan mereka telah memperjuangkan jalan mereka ke daerah Fallujah, kota terbesar kedua di Irak yang berada di bawah kontrol IS dan merupakan benteng terdekat mereka dengan Bagdad.

Pasukan Irak didukung oleh serangan udara AS dan milisi Syiah yang bersekutu dengan Iran. Tapi serangan simultan pada berbagai bidang telah menciptakan tekanan terhadap IS yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

KRG Kutuk Kekejaman Milisi Syiah Hashd al Shaabi terhadap Warga Sunni Fallujah

ERBIL (Jurnlislam.com) – Pemerintah Daerah Kurdi (Kurdish Regional Government-KRG) Irak mengutuk laporan kekejaman terhadap warga sipil Fallujah, di mana serangan militer sedang berlangsung untuk merebut kembali kota mayoritas Sunni tersebut dari kelompok Islamic State (IS).

“Pasukan tentara Irak dan milisi Syiah Hashd al-Shaabi seharusnya tidak menganiaya warga sipil di daerah yang telah direbut kembali dari IS,” Jabbar Yaver, Sekretaris Jenderal Kementerian KRG untuk Urusan Peshmerga, mengatakan kepada Anadolu Agency, Kamis (09/06/2016).

Sebuah kelompok payung milisi Syiah Irak, Hashd al-Shaabi saat ini membantu tentara Irak dalam operasi militer yang sedang berlangsung untuk merebut kembali Fallujah dari IS.

“Tidak dapat diterima bahwa warga sipil menjadi subjek penganiayaan hanya karena mereka Sunni atau tinggal di bagian kota yang dikuasai IS,” katanya.

Yaver mengeluarkan komentar tersebut di tengah laporan bahwa warga sipil Fallujah – yang melarikan diri dari serangan militer Irak – sedang dianiaya oleh pasukan keamanan dan milisi sekutu.

Awal pekan ini, pemerintah Irak mengatakan sedang menyelidiki laporan bahwa 17 warga sipil Fallujah telah dieksekusi oleh milisi Syiah.

Menurut Yaver, pasukan Peshmerga Kurdi telah diperintahkan untuk menghormati konvensi hak asasi manusia internasional tentang perlindungan warga sipil.

Farsat Sofi, anggota komite hak asasi manusia parlemen daerah Kurdi, mengatakan militan IS kadang-kadang menyamar sebagai warga sipil yang mengungsi untuk menyusup ke daerah aman.

“Namun hal ini tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk memperlakukan semua orang sebagai anggota IS,” Sofi, yang juga anggota Partai Demokrat Kurdistan, mengatakan.

Pada hari Kamis, Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York meminta pemerintah Irak untuk menyelidiki laporan pelecehan ekstrim hingga kematian yang dilakukan terhadap warga sipil Sunni di Fallujah.

Milisi Syiah Hashd al-Shaabi Luncurkan Operasi Militer di Tal Afar, Irak

“Pemerintah Irak perlu mengontrol dan menguasai kekuatan mereka sendiri yang bertanggung jawab jika berharap mengklaim moral dalam perangnya (melawan IS),” Joe Stork, wakil direktur HRW Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Ini merupakan momen bagi pemerintah Irak untuk mengungkap jaringan kesalahan yang mendasari kebrutalan pasukan Syiah yang berulang terhadap warga sipil,” katanya.

Pada hari Selasa, Zeid Raad al-Hussein, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mendesak pemerintah Irak untuk memastikan bahwa semua warga sipil yang melarikan diri dari kota yang dikuasai IS untuk dijaga sesuai dengan hukum hak asasi manusia dan konvensi internasional.