Polisi Zionis Tangkap 20 Warga Arab Israel

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi zionis telah menahan 20 warga Arab Israel dari partai politik Balad setelah pemeriksaan terhadap keuangan mereka.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan mereka menahan pejabat, aktivis, pengacara dan akuntan selama penggerebekan Ahad pagi, lansir Anadolu Agency Ahad (18/09/2016).

Partai itu diduga menyembunyikan asal-usul sumbangan jutaan shekel dari dalam dan luar negeri yang telah membiayai kegiatan partai.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs Arab48, Balad membantah tuduhan tersebut, menyebut penangkapan itu adalah sebuah “eskalasi berbahaya” terhadap partai mereka.

Balad adalah bagian dari warga Arab yang tergabung di parlemen Israel, Knesset, dan memiliki tiga kursi yang diduduki oleh Basel Ghattas, Jamal Zahalka dan Haneen Zoabi.

 

12 Milisi Syiah Sekutu Iran Tewas dalam Pertempuran Aleppo

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 anggota milisi Syiah yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan pejuang oposisi Suriah di Suriah utara.

Menurut kantor berita Iran Fars pada hari Ahad (18/09/2016), sembilan milisi Syiah anggota Brigade Zeinabiyoun Pakistan dan tiga anggota milisi Afghanistan Fatemiyoun tewas dalam bentrokan dengan mujahidin Suriah di Aleppo, lansir Anadolu Agency Ahad.

Namun penyiar tidak memberikan rincian tentang kapan militan itu tewas.

Fars mengatakan para milisi Syiah itu akan dimakamkan di Qom di Iran selatan, Jumat.

Iran telah menjadi pendukung setia rezim Nushairiyah Bashar al-Assad sejak 2011 ketika pasukan rezim Assad dengan keras menekan protes damai menentang pemerintahannya, dengan kebrutalan militer yang menewaskan ratusan ribu korban jiwa dan jutaan lainnya menjadi pengungsi.

Rusia: Jet Tempur AS Serang Pangkalan Militer Pasukan Assad, 62 Tewas dan 100 Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 62 tentara rezim Suriah tewas dan hampir 100 lainnya luka-luka dalam serangan yang dilakukan pasukan koalisi di sebuah pangkalan militer di Suriah timur, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu, lansir World Bulletin Ahad (18/09/2016).

Seorang pejabat pemerintahan Obama Sabtu menyatakan penyesalan atas “hilangnya nyawa dengan tidak disengaja” dalam sebuah serangan udara oleh pasukan koalisi yang menewaskan 62 tentara rezim Suriah, menurut The Associated Press.

Misi Rusia untuk PBB telah menyerukan pertemuan luar biasa Dewan Keamanan yang dijadwalkan pada pukul 7:30 ET (1130GMT) hari Sabtu menyusul serangan udara yang mematikan itu.

Operasi udara itu dilakukan di dekat bandara Deir ez-Zour menggunakan 2 pesawat F-16 dan 2 pesawat A-10 milik pasukan koalisi, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh akun Facebook Kementerian Pertahanan Rusia.

Pentagon mengatakan pesawat koalisi melakukan serangan udara di selatan Deir ez-Zour yang “segera dihentikan” setelah Rusia menginformasikan kepada koalisi pimpinan AS “bahwa personil dan kendaraan yang ditargetkan kemungkinan adalah bagian dari militer Suriah.”

“Pasukan koalisi percaya bahwa mereka menyerang posisi pertempuran IS yang telah lama mereka intai sebelum serangan,” kata Komando Sentral dalam pernyataan.

Krisis itu terjadi setelah seminggu sejak diberlakukannya gencatan senjata kemanusiaan yang ditengahi Rusia-AS., dan hanya beberapa hari sebelum Majelis Umum PBB mengumpulkan lebih dari 190 pemimpin dunia untuk KTT tahunan.

17 Tentara India Tewas dalam Serangan Mujahidin Kashmir di Pangkalan Militer

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Pejuang Kashmir bunuh 17 tentara India selama peyerangan di sebuah pangkalan militer di Kashmir-India Ahad dini hari, Al Arabiya News Channel melaporkan Ahad (18/09/2016).

Para pejuang Kashmir bersenjata berat menyelinap melintasi perbatasan de facto dengan Pakistan sebelum meluncurkan serangan pada basis infanteri yang menjadi rumah bagi ratusan tentara di Uri, yang terletak di sebelah barat Srinagar – kota utama di kawasan itu, kata para pejabat.

Empat pejuang juga tewas dalam serangan yang menyebabkan terbakarnya tenda tentara dan tempat penampungan sementara lainnya, kata militer dalam sebuah pernyataan.

Pertempuran ini menimbulkan korban berat. “Kami menghargai pengorbanan 17 tentara yang tewas dalam serangan itu,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

“Dalam aksi balasan, empat penyerang telah dieliminasi dan operasi penyisiran sedang berlangsung,” kata pernyataan itu.

Sejumlah besar tentara ditempatkan di Uri setelah menyelesaikan tugas mereka di wilayah yang bergejolak, di mana beberapa kelompok pejuang telah memerangi tentara selama puluhan tahun memperjuangkan kemerdekaan wilayah mereka atau bergabung dengan Pakistan.

Warga kota terdekat Uri melihat asap mengepul dari basis setelah fajar dan mendengar putaran tembakan berat berlangsung terus menerus, sementara helikopter militer berputar di atas basis.

Daerah tersebut berada dalam kerusuhan mematikan selama lebih dari dua bulan, dimana warga muslim Kashmir yang protes bentrok hampir setiap hari dengan militer India, dalam kekerasan terburuk sejak 2010.

Sedikitnya 87 warga sipil telah tewas dan ribuan lainnya terluka dalam aksi protes terhadap kekuasaan India, yang dipicu oleh pembunuhan seorang pemimpin mujahidin populer dalam baku tembak dengan tentara pada tanggal 8 Juli.

Kashmir telah terbagi antara India dan saingannya Pakistan sejak keduanya memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Keduanya mengklaim wilayah Himalaya secara penuh.

Serangan hari Ahad terjadi setelah pejuang muslim Kashmir melancarkan serangan berani di pangkalan angkatan udara India yang menewaskan tujuh tentara pada bulan Januari.

India menuduh kelompok perlawanan berbasis di Pakistan melakukan serangan di negara bagian utara Punjab yang terjadi beberapa hari setelah Perdana Menteri Narendra Modi memulai kunjungan bersejarah ke Pakistan, meningkatkan harapan membaiknya hubungan kedua negara.

Pada hari Ahad, para pejuang Kashmir pertama-tama menyerang sebuah pangkalan garis depan dekat perbatasan yang dikenal sebagai Garis Kontrol (the Line of Control) atau LoC sebelum bergerak ke kantor pusat, kata juru bicara militer Kolonel S. D. Goswami.

Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh mengatakan dalam serangkaian tweet bahwa ia telah berbicara dengan para pemimpin militer dan politik di kawasan itu tentang serangan tersebut dan membatalkan rencana perjalanan ke Rusia dan Amerika Serikat.

Beberapa kelompok pejuang muslim Kashmir selama beberapa dekade telah berjuang melawan tentara India – yang saat ini berjumlah sekitar 500.000 – yang dikerahkan di Kashmir. Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, tewas dalam pertempuran itu.

Serangan Bom Hantam New York City, 29 Orang Terluka

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dua puluh sembilan orang terluka dalam ledakan Sabtu malam di New York City, Walikota Bill de Blasio mengatakan kepada wartawan, Anadolu Agency melaporkan Ahad (18/09/2016).

Salah satu korban “kemungkinan menderita cedera serius” akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 8:30 (1230GMT) di 131 West 23rd Street di lingkungan Chelsea Manhattan, kata de Blasio.

Penyebab ledakan masih belum diketahui.

Pihak berwenang yakin ledakan itu disengaja tapi belum menemukan link untuk terorisme, katanya.

Pihak berwenang mempertimbangkan area dekat 27th Street, yaitu antara the 6th avenue dan the 7th avenue sebagai situs kedua, tapi menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Namun media lokal melaporkan bahwa pejabat mungkin telah menemukan perangkat pressure cooker, mirip dengan yang digunakan dalam pemboman Boston Marathon tahun 2013 yang menewaskan tiga orang dan melukai ratusan lainnya.

Sebelumnya pada hari Sabtu, tokoh politik anti Islam, calon presiden Partai Republik Donald Trump, bereaksi terhadap ledakan saat melakukan kampanye di Colorado, menyebutnya sebagai “bom”.

“Saya harus memberitahu Anda bahwa, sebelum saya turun dari pesawat, sebuah bom meledak di New York dan tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi,” kata Trump. “Kita harus menjadi lebih tangguh,” tambahnya.

Saingannya, Hillary Clinton, tidak berkomentar tapi dalam kampanyenya ia mengatakan telah diberitahu tentang perkembangan tersebut.

Clinton dan Trump tinggal di New York.

Polisi menjaga ketat daerah tersebut dengan menutup jalan-jalan dan stasiun kereta bawah tanah di dekatnya.

Para pejabat mengatakan tidak ada hubungan langsung antara ledakan Chelsea dengan ledakan bom pipa di Seaside Park, New Jersey, Sabtu sebelumnya, yang memaksa dibatalkannya acara lari untuk amal tersebut.

Pejuang Suriah Pukul Mundur Serangan Pasukan Assad di Distrik Jobar

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Pertempuran dan penembakan masih terus berlangsung dalam waktu lama di wilayah seputar Damaskus pada hari Jumat, yang oleh para aktivis dan warga disebut sebagai bentrokan terberat di ibukota Suriah dalam beberapa pekan terakhir, lansir Aljazeera Jumat (16/09/2016).

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris, pertempuran antara pasukan rezim dan para pejuang Suriah terkonsentrasi di distrik Jobar, di samping Qaboun, dimana faksi oposisi telah menguasai wilayah selama bertahun-tahun.

Mazen al-Shami, seorang aktivis oposisi di dekat Damaskus, mengatakan pasukan rezim Nushairiyah Assad berusaha menyerbu Jobar tetapi dipukul mundur oleh para pejuang Suriah.

“Ini adalah salah satu pelanggaran gencatan senjata paling serius,” kata al-Shami kepada kantor berita Associated Press melalui Skype.

“Terjadi pelanggaran, tetapi terlihat sangat jelas bahwa AS dan Rusia telah memperkirakannya,” kata reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari Kilis di perbatasan sisi Turki.

“Tingkat pertempuran yang meningkat tidak memungkinkan mencabut gencatan senjata.”

Meskipun “terjadi pengurangan nyata dalam jumlah perang”, lanjut Dekker, PBB mengatakan bahwa mereka “sangat frustasi” karena tidak mampu mendapatkan izin pemerintah Suriah yang diperlukan untuk membawa bantuan ke Suriah.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Castello Road yang strategis menuju Aleppo Timur yang dikuasai mujahidin Suriah dimaksudkan menjadi daerah bebas militer agar bantuan dapat masuk.

PBB berharap bahwa 40 truk makanan akan tiba di sana sebagai bagian dari gencatan senjata.

“Tampaknya ada sedikit kemunduran dari kedua belah pihak rezim Suriah dan oposisi di jalan itu untuk memasukkan bantuan,” reporter Al Jazeera Charles Stratford, melaporkan dari Gazientep di perbatasan Turki dengan Suriah.

Kemudian pada hari Jumat, Dewan Keamanan PBB membatalkan pertemuan darurat untuk membahas kesepakatan gencatan senjata Suriah atas permintaan AS dan Rusia, menurut para diplomat.

Pertemuan diadakan untuk memungkinkan utusan AS dan Rusia menyajikan rincian kesepakatan bersama, termasuk pengiriman bantuan dan operasi militer gabungan.

Laporan sebelumnya yang dikutip Duta Besar Rusia Vitaly Churkin pada hari Kamis mengatakan bahwa ia berharap dewan akan mengadopsi resolusi mendukung kesepakatan gencatan senjata pekan depan di depan Majelis Umum tingkat tinggi.

Dalam perkembangan terpisah, serangan udara pada Jumat dilaporkan menewaskan 23 warga sipil dan melukai 20 lainnya di dekat Deir Az Zor, sebuah kota timur yang dikendalikan oleh IS. Serangan di al-Mayadin menimpa sekolah yang menjadi rumah bagi para pengungsi, menurut Observatorium.

Kelompok pengawasan mengatakan sedikitnya setengah dari mereka yang tewas adalah perempuan dan anak-anak, menambahkan bahwa tidak jelas siapa yang melakukan serangan, apakah rezim Assad atau agresor Rusia.

 

Konvoi Bantuan ke Aleppo Tertahan oleh Pertempuran saat Gencatan Senjata Masih Berlangsung

SURIAH (Jurnalislam.com) – Iring-iringan konvoi bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo yang terkepung tertahan lagi, saat pertempuran antara pasukan rezim Suriah Assad dan pejuang Suriah di luar Damaskus masih bergolak dan meningkatkan kekhawatiran apakah gencatan senjata yang rapuh akan mampu bertahan, Aljazeera melaporkan, Jumat (16/09/2016).

Pertempuran Jumat kemarin digambarkan sebagai yang paling serius sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada hari Senin, dimana pihak rezim melalukan lebih dari 28 pelanggaran dalam waktu 2 hari dan pejuang oposisi membalas atas serangan rezim di wilayahnya.

Melihat tanda-tanda meningkatnya ketegangan semakin berlanjut, Washington mengatakan kepada Moskow pada hari Jumat bahwa kerjasama militer potensial di Suriah tidak akan terjadi kecuali menekan rezim Suriah untuk memungkinkan pengiriman bantuan ke wilayah yang terkepung.

Washington dan Moskow pekan lalu sepakat untuk membentuk sebuah komite yang akan bersama-sama menargetkan Jabhat Fath al-Syam dan kelompok Islamic State (IS) di Suriah, jika gencatan senjata bertahan selama tujuh hari dan bantuan kemanusiaan diizinkan mengalir ke negara itu.

Namun bantuan untuk Aleppo terjebak di perbatasan Turki selama lima hari hingga sekarang, sehingga PBB menyerukan pemerintah Suriah untuk “segera” memungkinkan pasokan menyelamatkan penduduk di daerah yang dikuasai pejuang Suriah di kota itu, di mana sekitar 300.000 orang hidup di bawah pengepungan.

Dalam panggilan telepon pada hari Jumat untuk rekan Rusia-nya Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengecam “penundaan bantuan kemanusiaan yang terus berulang dan tidak dapat diterima,” menurut juru bicara Departemen Luar Negeri.

Kerry mengatakan kepada Lavrov bahwa Washington “berharap Rusia menggunakan pengaruhnya terhadap rezim Assad untuk memungkinkan konvoi kemanusiaan PBB mencapai Aleppo dan daerah lain yang membutuhkan,” John Kirby mengatakan.

Kedua negara mendukung sisi yang berlawanan dalam konflik, dimana Moskow mendukung rezim Bashar al-Assad sedangkan AS berada di balik koalisi kelompok oposisi moderat.

Jabhat Fath al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, dikecualikan dari gencatan senjata.

AS dan Rusia sepakat akan pentingnya memperpanjang penghentian pertempuran, meskipun beberapa kekerasan terus berlanjut, kata Kirby.

Rusia pada Jumat mengatakan bahwa hanya sekutunya, rezim Assad, yang menghormati gencatan senjata, namun menyarankan bahwa gencatan senjata diperpanjang lebih dari 72 jam.

Kremlin juga mengatakan telah menggunakan pengaruhnya untuk mencoba memastikan tentara rezim Suriah sepenuhnya melaksanakan perjanjian gencatan senjata dan bahwa pihaknya berharap AS juga menggunakan pengaruhnya terhadap kelompok pejuang oposisi moderat.

Taliban Rebut 2 Basis Militer dan 32 Pos Pemeriksaan dalam serangan di Shawalikot

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Di tengah berlangsungnya ‘Operasi Omari’, mujahidin Imarah Islam (Taliban) melakukan serangan terkoordinasi terhadap posisi pasukan Afghanistan di sekitar kabupaten Shawalikot Kamis malam, Al Emarah News melaporkan Jumat (16/09/2016).

Serangan senjata berat dan ringan ke arah 2 basis militer dan 32 pos pemeriksaan memaksa musuh melarikan diri setelah menderita korban jiwa berat.

Menurut rincian, sekitar 5 pos pemeriksaan telah diserang di daerah Bakhto Nawa. 5 sepeda motor dan semua peralatan disita. Demikian, 2 basis ANA (Afghanistan National Army) dan 27 pos pemeriksaan di sepanjang jalan Tarinkot juga diserbu setelah perlawanan singkat. Sebuah APC, 2 kendaraan rangers dan sejumlah besar amunisi disita.

Pasukan ANA kabur meninggalkan Shalwaikot dan sejumlah area yang luas, termasuk jalan Tarknot, berada di bawah kendali mujahidin Taliban.

Komandan Pemberontak Yaman Tewas dalam Serangan Koalisi Arab di Suhar

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin militer yang loyal kepada Presiden terguling Yaman Ali Abdullah Saleh beserta orang-orang yang sedang bersamanya tewas dalam serangan koalisi pimpinan Arab Saudi yang menargetkan konvoi kendaraannya di Suhar, sebuah distrik pusat di provinsi Saada, Al Arabiya News Channel melaporkan pada Jumat (16/09/2016).

Terbunuhnya Abdullah Yahya al-Sana’ani, yang bertanggung jawab sebagai motivator para milisi anti-pemerintah Yaman, adalah kerugian terbaru yang diderita pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutunya, loyalis Saleh, yang memaksa pemerintah Yaman, Abedrabbu Hadi Mansour yang diakui secara internasional, mengungsi ke pengasingan setelah kudeta pada akhir September 2014.

Sementara itu tentara Yaman yang didukung Koalisi Arab, telah maju di distrik Hayfan di provinsi barat daya Taiz dan mengepung milisi di desa al-Anawir.

Selain itu, sedikitnya 12 milisi Syiah Houthi juga tewas dalam penyergapan dieksekusi di distrik Thi Na’im di gubernuran barat daya al-Bayda.

Krisis Yaman dimulai pada September 2014 ketika pemberontak Syiah Houthi merebut ibukota Sanaa. Aliansi yang dipimpin Arab Saudi ikut campur dalam mendukung pemerintah Hadi yang diakui secara internasional. Negosiasi yang disponsori PBB untuk mengakhiri pertempuran runtuh bulan lalu.

Pembicaraan damai kandas setelah Syiah Houthi dan sekutunya, partai Kongres Rakyat Umum (General People’s Congress-GPC) – yang dipimpin oleh Saleh – mengumumkan pembentukan sebuah dewan gubernur dengan 10-anggota pada 6 Agustus, mengabaikan peringatan PBB bahwa langkah tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan mengenai penyelesaian konflik.

Sementara itu, seorang diplomat senior AS telah menyajikan proposal gencatan senjata luas di Yaman untuk pemberontak Houthi yang mendominasi negara pada pertemuan di Oman, Reuters melaporkan pernyataan anggota tim negosiasi Houthi pada hari Kamis.

Negosiator akan kembali ke Sana’a yang dikuasai pemberontak Syiah Houthi pada hari Jumat membawa rencana yang ditawarkan oleh Wakil Menlu AS untuk Urusan Politik Thomas Shannon dalam pembicaraan di Muscat, katanya.

Shannon bertemu tim Houthi, pejabat GPC dan mediator Oman di Muscat pada 8 dan 9 September untuk membahas cara mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan membuat lebih dari 3 juta lainnya mengungsi.

Di Washington, para pejabat AS mengatakan rencana itu merupakan “perpanjangan dari upaya Sekretaris Negara John Kerry yang dimulai di Jeddah.”

Kerry mengatakan bahwa pada 25 Agustus di Arab Saudi dia menyepakati dalam pembicaraan dengan negara-negara Teluk Arab dan PBB mengenai rencana untuk memulai kembali perundingan perdamaian di Yaman dengan tujuan membentuk pemerintah persatuan.

Polisi Zionis Tembak 1 Warga Yordania dan 2 Palestina di Tepi Barat, 2 Tewas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Yordania ditembak mati setelah dituduh mencoba menusuk polisi zionis di Yerusalem. Dua warga Palestina juga ditembak setelah mereka menabrakkan kendaraan mereka ke halte bus di Tepi Barat yang melukai tiga warga yahudi Israel, polisi dan militer zionis mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel Jumat (16/09/2016).

Dalam insiden pertama, seorang pria keluar dari Kota Tua Yerusalem yang dikelilingi tembok sambil mengacungkan pisau di kedua tangannya, kata juru bicara polisi Luba Samri. Dia kemudian mengacungkan pisaunya di udara dan berteriak “Allahu akbar” sambil bergegas menghampiri petugas. Petugas melepaskan tembakan dan membunuhnya, kata Samri. Pria itu memiliki identitas Yordania dan Palestina, katanya.

Tak lama kemudian, dua warga Palestina di Tepi Barat menabrakkan mobil mereka ke halte bus, melukai tiga warga yahudi Israel, kata militer. Pasukan zionis di tempat kejadian melepaskan tembakan, membunuh salah satu warga Palestina tersebut dan melukai yang lainnya.

Konflik itu merupakan yang terakhir dalam gelombang perlawanan Palestina selama setahun terhadap pemukim yahudi dan pasukan penjajah Israel yang menewaskan 34 warga yahudi Israel dan dua warga Amerika. 212 orang Palestina juga terbunuh oleh kebiadaban pasukan Israel.

Serangan-serangan itu terjadi setiap hari tapi baru-baru ini berkurang intensitasnya.

Palestina mengatakan perlawanan itu berakar akibat beberapa dekade hidup di bawah penjajahan militer zionis.