Sebuah Kisah Ratu Inggris Elizabeth I dan Dunia Islam yang Terlupakan

Inggris terpecah belah seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara ini telah berpaling dari Eropa, dan penguasa perempuan Inggris telah mengarahkan pandangannya pada perdagangan dengan Timur. Walaupun terdengar seperti Inggris saat ini, sikap itu juga menggambarkan Inggris di abad ke-16, saat zaman keemasan monarkinya yang paling terkenal, Ratu Elizabeth I.

Salah satu aspek Elizabeth Inggris yang lebih mengejutkan adalah bahwa kebijakan luar negeri dan ekonomi mereka didorong oleh dekatnya aliansi dengan dunia Islam, fakta yang diabaikan hari ini oleh orang-orang yang mendorong retorika populis kedaulatan nasional.

Pada tahun 1570, ketika kaum Protestan Inggris jelas tidak akan kembali ke keyakinan Katolik, Paus mengucilkan Elizabeth dan menyerukan dia untuk melucuti mahkotanya. Katolik Spanyol yang kuat segera melawan Elizabeth, invasi telah dekat. Pedagang Inggris dilarang berdagang dengan pasar Spanyol, Belanda yang kaya. Isolasi ekonomi dan politik mengancam akan menghancurkan negara Protestan yang baru itu.

Elizabeth menanggapi dengan menjangkau dunia Islam. Satu-satunya saingan Spanyol hanyalah Kekaisaran Ottoman, diperintah oleh Sultan Murad III, yang membentang dari Afrika Utara melalui Eropa Timur ke Samudera Hindia. Ottoman telah memerangi Hapsburg selama beberapa dekade, menaklukkan beberapa bagian dari Hongaria. Elizabeth berharap aliansi dengan sultan akan memberikan banyak bantuan yang dibutuhkan menghadapi agresi militer Spanyol, dan memungkinkan pedagangnya memasuki pasar Timur yang menguntungkan. Namun dia juga mengulurkan tangan untuk saingan Ottoman, yaitu Syah Persia dan penguasa Maroko.

Masalahnya adalah bahwa kerajaan Muslim jauh lebih kuat daripada negara kepulauan kecil Elizabeth yang mengambang dalam kabut basah Eropa. Elizabeth ingin menjelajahi aliansi perdagangan baru, tetapi tidak mampu membiayainya. Rencananya adalah untuk mengeksploitasi inovasi baru di bidang komersial – yaitu perusahaan saham gabungan – yang diperkenalkan oleh adiknya, Mary Tudor.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah asosiasi komersial yang dimiliki bersama oleh para pemegang saham. Modal perusahaan digunakan untuk mendanai biaya pelayaran komersial, dan keuntungan – atau kerugiannya – juga akan dibagi. Elizabeth antusias mendukung Muscovy Company, yang berdagang dengan Persia, dan berlanjut untuk menginspirasi pembentukan Turki Perusahaan (the Turkey Company), yang berdagang dengan Ottoman, dan East India Company, yang akhirnya akan menaklukkan India.

Tahun 1580 ia menandatangani perjanjian dagang dengan Ottoman yang akan berlangsung lebih dari 300 tahun, memberi para pedagangnya akses komersial gratis untuk lahan Ottoman. Dia membuat aliansi yang sama dengan Maroko, dengan janji dukungan militer diam-diam untuk melawan Spanyol.

Saat uang telah masuk, Elizabeth mulai menulis surat kepada rekan-rekan Muslimnya, memuji manfaat dari perdagangan timbal balik. Dia menulis sebagai pemohon, menyebut Murad sebagai “penguasa Ottoman yang paling perkasa, satu-satunya dan di atas semuanya, dan raja paling berdaulat di Kekaisaran Timur.” Dia juga memainkan permusuhan mereka terhadap penganut Katolik, menggambarkan Katolik sebagai “penjaga keyakinan Kristen yang paling tak terkalahkan dan paling perkasa terhadap semua jenis penyembahan berhala.”

Umat Protestan menolak penyembahan ikon, dan memuja Allah dengan kalimat-kalimat langsung tanpa perantara, sedangkan umat Katolik menyukai perantara pendeta dan ikon. Dia dengan cekatan mengeksploitasi anggapan Katolik yang menggabungkan Protestan dan Muslim sebagai dua sisi dari satu mata uang yang sama.

Taktik dan siasatnya bekerja. Ribuan pedagang Inggris menyeberangi banyak wilayah yang hari ini menjadi daerah yang tidak boleh dikunjungi, seperti Aleppo di Suriah, dan Mosul di Irak. Mereka jauh lebih aman jika pergi ke daerah tersebut pada saat itu daripada berada di sebuah perjalanan yang setara seperti ke Eropa, negeri Katolik, di mana mereka mempertaruhkan resiko diperiksa ketat.

Penguasa Ottoman menganggap kemampuan mereka dalam menarik orang untuk berdagang dari semua agama sebagai tanda keberhasilan, bukan kelemahan, dan mengamati konflik Protestan-Katolik dengan pandangan yang terpisah. Banyak orang Inggris masuk Islam, seperti Samson Rowlie, seorang pedagang Norfolk yang berubah menjadi Hassan Aga, kepala bendahara untuk Aljazair, memeluk Islam. Sedangkan yang lain juga melakukannya atas kemauan mereka sendiri, mungkin melihat Islam sebagai agama yang lebih baik daripada keyakinan Protestan, sebuah agama baru yang berada dalam keadaan genting.

Bangsawan Inggris senang dengan sutra dan rempah-rempah dari timur, tapi Turki dan Maroko jelas kurang tertarik dengan wol Inggris. Apa yang mereka butuhkan adalah senjata. Untuk memenuhinya, Elizabeth melucuti logam dari gereja-gereja Katolik yang didekonsentrasi (tidak lagi dianggap sacral dan digunakan untuk keperluan lain yang lebih sekuler) dan mencairkan lonceng-loncengnya untuk membuat amunisi yang kemudian dikirim ke Turki, membuktikan bahwa penjualan senjata Barat kembali lebih jauh dari urusan kontra-Iran. Ratu mendorong kesepakatan serupa dengan Maroko, menjual senjata dan membeli unsur penting bubuk mesiu.

Masuknya gula, sutra, karpet dan rempah-rempah mengubah apa yang orang Inggris makan, bagaimana mereka menghiasi rumah mereka dan bagaimana mereka berpakaian. Kata-kata seperti “permen” dan “turquoise” (dari kata “batu Turki”) menjadi biasa. Bahkan Shakespeare memasukkannya pada karya dramanya, menulis “Othello” tak lama setelah kunjungan pertama duta Maroko selama enam bulan.

Meskipun perusahaan saham gabungan berhasil secara komersial, ekonomi Inggris tidak mampu mempertahankan ketergantungan mereka pada perdagangan jarak jauh. Segera setelah kematian Elizabeth pada tahun 1603, raja baru, James I, menandatangani perjanjian perdamaian dengan Spanyol, yang berakhir dengan pengasingan Inggris.

Kebijakan Islam Elizabeth menahan invasi Katolik, merubah rasa bahasa Inggris dan mendirikan model baru untuk investasi saham gabungan yang akhirnya membiayai Virginia Company, yang mendirikan koloni Amerika Utara permanen yang pertama.

Ternyata Islam, dalam segala manifestasinya – kekaisaran, militer dan perdagangan – memainkan peran penting dalam sejarah Inggris. Hari ini, ketika retorika anti-Muslim mengobarkan wacana politik, sangat berguna untuk diingat bahwa masa lalu Inggris lebih terikat dengan Islam daripada sekarang yang sering kurang dihargai.

Jerry Brotton;
The author of the forthcoming “The Sultan and the Queen: The Untold Story of Elizabeth and Islam.”

 

Turki Tuntut PBB Selidik Pelanggaran HAM Berat Milisi YPG di Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Senin menyerukan kepada PBB untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia berat yang dilakukan di Suriah oleh organisasi teror YPG, cabang bersenjata PYD, yang merupakan afiliasi ektremis PKK Suriah, lansir Anadolu Agency Senin (19/09/2016).

“IS merupakan ancaman besar bagi wilayah tersebut dan sekitarnya. Teror adalah musuh kita bersama, dan tekad Turki untuk memerangi terorisme tetap teguh. Kami juga ingin menarik perhatian atas pelanggaran serius hak manusia yang dilakukan oleh YPG, yang membutuhkan penyelidikan lebih rinci dan terpisah,” duta Besar Turki untuk kantor PBB di Jenewa, Mehmet Ferden Carikci, mengatakan kepada Dewan HAM PBB di Jenewa.

“Tindakan YPG yang seperti mencoba mengubah demografi dan menculik politisi Kurdi lokal dapat menyebabkan Suriah berantakan,” ia memperingatkan.

Meskipun terdapat resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, rezim Suriah terus memblokir akses kemanusiaan tanpa ada yang menghalangi, Carikci menegaskan, “Mekanisme Investigasi Bersama PBB baru-baru ini menegaskan bahwa rezim Suriah bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia dalam sedikitnya dua kasus, yang merupakan sebuah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Rezim memiliki pola pikir yang sama seperti IS, yang juga menggunakan senjata kimia.”

“Laporan ini juga merupakan bukti kejahatan rezim Suriah,” tambahnya.

Juga berbicara di hadapan dewan, Paulo Sergio Pinheiro, ketua Komisi Independen Internasional Penyelidikan mengenai Suriah PBB (UN Independent International Commission of Inquiry on Syria), mengatakan: “Saat pengungsi Suriah semakin meninggalkan daerahnya, semakin sulit untuk mengakses informasi baru dari korban dan saksi. Kami meminta kepada negara-negara Eropa yang menjadi tuan rumah bagi pengungsi Suriah yang baru tiba untuk memberikan akses bagi kami dan menghapus hambatan untuk membantu pekerjaan kami.”

“Politisasi bantuan kemanusiaan oleh pihak manapun dalam konflik tidak boleh. Karena, seperti yang telah kita saksikan beberapa kali dan sekali lagi, penghalang jalan yang terbuat dari pita merah sama efektif dengan penghalang jalan yang terbuat dari senjata perang,” tambahnya.

“Sejak awal tahun, 71 fasilitas kesehatan telah diserang. Di Aleppo saja, 25 rumah sakit dan klinik sengaja diserang hingga menjadi puing-puing, kebanyakan oleh serangan udara,” katanya.

Pinheiro menekankan bahwa, “Semua pihak harus menghormati gencatan senjata yang baru,” katanya, “Seolah-olah tidak cukup dramatis, pada awal September situasi di Aleppo diperparah dengan ditutupnya dua akses jalan ke kota yang terakhir, yang secara efektif sama saja dengan mengurung 275.000 warga sipil disana.”

 

Serdadu Israel Bunuh 2 Pemuda Palestina dengan Alasan Penikaman

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Departemen kesehatan Palestina mengumumkan, dua warga Palestina meninggal, syahid, setelah ditembak mati serdadu zionis di dekat Masjid Al-Ibrahimi Hebron, Senin siang (19/09/2016) dengan tuduhan berupaya melakukan aksi penikaman, lansir Infopalestina, Senin.

Kedua warga yang gugur syahid tersebut, masing-masing bernama, Muhind Rajbi (21 tahun) dan Amer Rajbi (17 tahun) keduanya masih belia kakak beradik sepupu dari Kasaroh Hebron.

Menurut sejumlah media, pemuda Amer Rajbi meninggal syahid akibat luka-luka yang dideritanya. Ia terluka bersama saudara sepupunya yang juga meninggal syahid kemudian.

Sementara situs Israel 0404 melaporkan, sejumlah serdadu zionis terluka akibat tikaman dua orang pemuda Palestina yang melakukan aksi penikaman di dekat Masjid Al-Ibrahimi, Hebron.

Juru bicara kepolisian zionis menyebutkan, dua pemuda tersebut asal Hebron dan baru berumur antara 17 hingga 20 tahun, salah satu meninggal dan lainya luka-luka cukup parah.

Terlihat serdadu zionis menghalangi masuknya mobil ambulan Bulan Sabit Merah mendekati tempat kejadian untuk melakukan pertolongan.

Peristiwa tersebut mengakibatkan bentrokan sengit antara para pemuda dan pasukan Israel di Kota Lama Habron.

Bentrokan terjadi di persimpangan jalan sekolah Thariq Bin Ziyad dan sekitarnya. Dimana para pemuda Palestina menghujani tentara zionis dengan batu.

 

Infopalestina

Tersangka Pelaku Pembom New York City Ditangkap setelah Baku Tembak

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Tersangka yang dicari sehubungan dengan pemboman di New York City telah ditahan setelah baku tembak dengan polisi, lansir Aljazeera Senin (19/09/2016).

Ahmad Khan Rahami, 28, ditangkap di New Jersey pada Senin beberapa jam setelah ia diumumkan sebagai tersangka sehubungan dengan bahan peledak yang ditanam di New York City dan negara bagian New Jersey.

Sebuah bom meledak pada hari Sabtu di lingkungan Chelsea, Manhattan, melukai 29 orang. Semua yang terluka telah meninggalkan rumah sakit.

“Kami memiliki banyak alasan untuk percaya ini adalah aksi teror,” kata Walikota New York Bill de Blasio setelah penangkapan.

Rahami – seorang imigran Afghanistan yang tinggal di Elizabeth, New Jersey – ditahan setelah menembaki polisi, kata Walikota Elizabeth Chris Bollwage.

Dua petugas tertembak, namun tidak menderita luka yang mengancam nyawanya.

“Mr Rahami juga tertembak dan ambulans telah membawanya pergi,” kata Bollwage. Dia menjalani operasi untuk luka-lukanya.

Para pejabat mengatakan mereka tidak memiliki indikasi ada bom atau tersangka lainnya namun mereka memperingatkan bahwa mereka terus bekerja untuk memahami koneksi Rahami.

Petugas FBI William Sweeney Jr mengatakan dalam sebuah jumpa pers “tidak ada indikasi bahwa ada sel [teroris] di daerah itu.”

Motif tersangka masih belum jelas, kata Komisaris Polisi New York James O’Neill.

bn-px091_ipadli_p_20160919191111Derek Armstead – walikota Linden, New Jersey, di mana Rahami ditangkap – mengatakan bahwa seorang pemilik bar menemukan dia tidur di lorong bar-nya pada Senin pagi.

Dia mengatakan kepada kantor berita AP bahwa pria itu awalnya diduga adalah seorang gelandangan, namun polisi yang merespon dengan cepat menyadari bahwa ia adalah Rahami.

Armstead mengatakan pria itu mengeluarkan pistol dan menembak petugas, mengenai rompi anti-peluru dan mengenai lainnya.

Dia kemudian mulai menembak sambil berlari di jalan dan polisi menembaknya di kaki. Dia sadar ketika ia dibawa pergi dengan ambulans.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan kepada Reuters bahwa lima perangkat yang ditemukan di New Jersey awal pada hari Ahad terhubung dengan ledakan Sabtu di Manhattan. Kelima alat peledak ditemukan di ransel dekat stasiun kereta api New Jersey.

Salah satu perangkat meledak pada Senin pagi saat petugas bekerja untuk menon-aktifkannya.

“Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab: Yang pertama, apa motif serangan ini dan adakah orang lain yang membantu?” lapor reporter Al Jazeera Gabriel Elizondo di New York City.

Milisi PKK Berkali-kali Targetkan Anggota dan Calon Partai Politik Turki

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – PKK, sebuah organisasi teror yang melakukan serangan keji untuk merusak perdamaian dan keamanan di Turki, telah menargetkan sejumlah aktivis partai politik, lansir Anadolu Agency Senin (19/09/2016).

PKK, yang telah menyerang pasukan keamanan dan warga sipil, khususnya di timur dan tenggara Turki, meningkatkan serangan mereka setelah pemilihan umum 7 Juni tahun lalu di mana tidak ada satu partai pun yang menang atas partai mayoritas yang sedang berkuasa.

Media yang selaras dengan PKK mengidentifikasi partai politik dan politisi sebagai target mereka, sementara militan bersenjata menyerang Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa saat ini dan partai Huda-Par (Partai Kebebasan).

Naci Adiyaman, kepala cabang pemuda Partai AK di Beytussebap, provinsi Sirnak di tenggara Turki, tewas setelah teroris PKK menculiknya pada 13 Agustus tahun ini.

Tokoh Partai AK lainnya – Ahmet Budak, mantan kandidat anggota parlemen di provinsi Hakkari – tewas di luar rumahnya pada 14 September.

Serangan lainnya oleh PKK terhadap politisi selama enam tahun terakhir meliputi:

pkktargets

29 Juni 2010: Pemimpin kabupaten Partai AK di distrik Yuksekova Hakkari, Ahmet Ucar, ditargetkan dengan granat tangan PKK yang dilemparkan di rumahnya. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

2 Juli 2012: Tiga milisi PKK bersenjata menculik ketua Partai AK distrik kabupaten Gurpinar Van, Hayrullah Tanis. Ia dibebaskan pada 24 Agustus

3 September 2012: Mantan Ketua Partai AK provinsi Hakkari, pengacara Mecit Tarhan, diculik. Ia dibebaskan pada 5 Oktober di Irak.

16 Maret 2014: Kandidat pemilu Partai AK di kota Van, Zeki Karakus dan empat anggota partai lainnya diserang saat berkampanye.

April 17, 2014: Anggota PKK menculik mantan kepala lokal kota , Abit Dogruer bersama dengan tiga orang lainnya di distrik Dicle Diyarbakir. Mereka dibebaskan pada tanggal 20 April.

17 Mei 2014: Ektremis PKK berusaha menculik anggota Huda-Par Ali Ayik dan Mikail Ayik, di distrik Dicle Diyarbakir. Insiden itu dihentikan oleh penduduk setempat tapi tiga orang terluka dalam perjuangan.

17 Oktober 2014: Pedagang berusia enam puluh enam tahun, Mehmet Latif Sener – dikenal sebagai pengikut Huda-Par – dibunuh dalam serangan di jalan. Dua teroris tertangkap ketika mencoba melarikan diri ke basis gunung PKK.

5 Juni 2015: Ketua Partai AK distrik kabupaten Karayazi Erzurum, Servet Tutkun, diculik dan diserang. Ia dibebaskan pada hari yang sama.

29 Maret 2016: Ketua Partai AK distrik kabupaten Ispir Erzurum, Salih Zeki Cetinkaya, diculik di jalan tol Bingol-Diyarbakir saat ia dan saudaranya sedang menuju ke Sanliurfa. Cetinkaya melarikan diri dua hari kemudian.

13 Agustus 2016: Naci Adiyaman, kepala cabang pemuda Partai AK di Beytussebap, Sirnak, diculik; mayatnya ditemukan kemudian.

1 September 2016: Anggota PKK menculik dan membunuh Menderes Ozer, 29 tahun, seorang anggota Partai AK dan putra mantan ketua asosiasi penjaga desa.

10 September 2016: Bahan Peledak ditinggalkan oleh PKK ditemukan di makam keluarga wakil ketua Partai AK asal Kurdi, Mehdi Eker Eker.

14 September 2016: Ahmet Budak, mantan calon parlemen Partai AK di provinsi Hakkari, dibunuh di luar rumahnya di hadapan anaknya.

Serangan Jet Tempur Rezim pada Konvoi Bantuan di Aleppo Akhiri Gencatan Senjata

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur rezim Suriah atau Rusia membom truk bantuan dekat Aleppo setelah gencatan senjata selama seminggu berakhir dan perang global yang telah berlangsung lima tahun kembali berkobar sepenuhnya pada Senin malam, lansir Aljazeera Senin (19/09/2016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan sedikitnya 32 orang tewas dalam puluhan serangan udara yang diluncurkan di dan sekitar Aleppo setelah gencatan senjata resmi berakhir pada 1600 GMT.

Monitor perang itu mengatakan truk bantuan yang melakukan pengiriman rutin ke wilayah barat kota Aleppo diserang dekat kota Urm al-Kubra, menewaskan 12 orang.

Seorang pejabat Bulan Sabit Merah Suriah mengkonfirmasi bahwa kendaraan bantuan yang dioperasikan oleh kelompok itu telah ditargetkan oleh serangan udara saat pesawat tempur kembali melakukan pemboman di provinsi Aleppo.

Staffan de Mistura, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, mengecam serangan udara itu. “Kemarahan kami atas serangan ini sangat besar … konvoi itu adalah hasil dari proses panjang dalam memperoleh izin dan melakukan persiapan untuk membantu warga sipil yang terisolasi,” katanya.

Militer Suriah pada hari Senin menyatakan bahwa gencatan senjata tujuh hari yang ditengahi AS-Rusia adalah berakhir saat rezim melakukan berkali-kali pelanggaran dan oposisi membalasnya.

Koresponden kantor berita AFP di Aleppo melaporkan utara kota sedang dihantam.

Sirene meraung saat ambulans bergerak melalui wilayah timur yang dikuasai koalisi pejuang Suriah, setengah dari kota yang terbagi, koresponden mengatakan, menggambarkan pemboman berlangsung “non-stop (tanpa henti)”.

Militer Rusia mengatakan para pejuang Suriah melancarkan serangan besar terhadap posisi pasukan rezim di pinggiran barat daya Aleppo.

“Serangan oposisi itu diikuti pemboman artileri besar … dari tank dan sistem roket,” katanya.

AS mengatakan bahwa mereka siap memperpanjang gencatan senjata, dan Rusia – mengatakan bahwa gencatan senjata masih bisa diselamatkan.

thumbs_b_c_c3fb8d96b976e28003fb8062b25a0b11

Setelah serangan oleh militer rezim tersebut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan jengkel atas penanganan gencatan senjata Damaskus dan Moskow.

“Akan lebih baik jika mereka tidak berbicara kepada pers terlebih dahulu melainkan berbicara dengan pihak-pihak yang benar-benar melakukan negosiasi ini,” kata Kerry. “Seperti yang saya katakan kemarin, ini adalah waktu untuk mengakhiri sikap sok pamer dan waktu untuk melakukan kerja nyata memberikan akses bagi bantuan kemanusiaan yang sangat diperlukan.”

Tapi Kerry juga mengakui bahwa tahap pertama gencatan senjata – yang mengharapkan situasi tenang selama seminggu dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke beberapa komunitas yang terkepung – tidak pernah benar-benar mendatangkan hasil.

Dari awal, gencatan senjata dipenuhi kesulitan dan rezim berkali-kali melakukan pelanggaran.

Pengiriman bantuan ke distrik-distrik bagian timur Aleppo yang dikepung belum sampai di tempat tujuan. PBB menuduh rezim Assad menghalangi pengiriman, sementara para pejabat Rusia menuduh kelompok oposisi melepaskan tembakan di jalan-jalan yang dilalui konvoi bantuan.

Sedikitnya 22 warga sipil tewas dalam pemboman pemerintah selama seminggu terakhir, menurut Observatorium Suriah, yang menggunakan jaringan sumber di lapangan untuk menyusun laporan tersebut.

Dikira Musuh, Delapan Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara AS

KABUL (Jurnalislam.com) – Serangan udara AS menewaskan delapan polisi Afghanistan di provinsi selatan Afghanistan saat aparat militer, yang didukung oleh serangan AS sedang bertempur melawan mujahidin Taliban, pejabat mengkonfirmasi, lansir Aljazeera Senin (19/09/2016).

Rahimullah Khan, komandan operasional provinsi, mengatakan bahwa serangan udara yang pertama pada Ahad sore menewaskan seorang polisi di sebuah pos pemeriksaan di luar ibukota provinsi Tarin Kot, sedangkan serangan yang kedua, menewaskan tujuh orang lainnya.

Pejabat lain, yaitu wakil kepala polisi Uruzgan Mohammed Qawi Omari, menyebutkan korban tewas berjumlah enam orang, tetapi juga melaporkan polisi tewas oleh serangan udara asing.

Komando militer AS di Kabul menegaskan pesawat tempur mereka telah melakukan serangan udara di daerah tersebut, tapi mengatakan mereka menargetkan individu yang menembaki dan merupakan ancaman bagi Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (Afghan National Security Forces-ANSF).

“Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang siapa orang-orang tersebut atau mengapa mereka menyerang ANDSF (Afghan national defense and security forces – pasukan pertahanan dan keamanan nasional Afghanistan),” kata juru bicara militer AS Brigadir Jenderal Charles Cleveland dalam sebuah pernyataan.

“AS, koalisi, dan pasukan Afghanistan memiliki hak untuk membela diri dan dalam kasus ini memiliki hak untuk langsung menanggapi ancaman.”

Para pejabat Afghanistan mengatakan mereka sedang menyelidiki serangan itu dan berada dalam kontak dengan koalisi yang dipimpin AS.

uruzgan_0Reporter Al Jazeera Jennifer Glasse, melaporkan dari Kabul, mengatakan bahwa pertempuran untuk mendorong kembali Taliban dari provinsi Uruzgan sedang berlangsung dan bahwa pasukan AS membantu pasukan Afghanistan.

“Pada titik ini sulit untuk mengetahui apakah ini adalah kesalahan identitas atau apakah salah koordinat, tapi kita tahu bahwa ada Taliban di daerah tersebut,” kata wartawan kami.

“Tapi seperti yang sering terjadi di sini, pasukan keamanan Afghanistan terjebak di tengah, dan kali ini, delapan polisi Afghanistan dilaporkan tewas.”

Mujahidin Taliban (Imarah Islam Afghanistan) dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan serangan mereka di Uruzgan dan provinsi di selatan, termasuk jantung Taliban di Helmand.

Pasukan Afghanistan, yang didukung oleh serangan udara Amerika dan penasihat militer internasional, memerangi Taliban yang telah berjuang selama 15 tahun melawan pemerintah yang didukung Barat (NATO) di Kabul.

Mujahidin Taliban sempat memasuki ibukota Uruzgan, Tarin Kot, pada awal September.

Tahun lalu, militer AS melakukan serangan udara mematikan pada rumah sakit Doctors Without Borders (MSF) di Kunduz Afghanistan, menewaskan sedikitnya 42 orang, termasuk 24 pasien, 14 staf dan empat pengasuh.

Kesalahan teknis dan manusia menyebabkan serangan itu, militer AS mengatakan saat mempresentasikan hasil penyelidikan internal atas insiden tersebut.

 

MTSI – FUUI Gelar Diskusi: Isu HAM Di Antara Toleransi dan Penodaan Agama

Isu Hak-Hak Azasi Manusia (HAM) sering menjadi topik pembicaraan tak terkecuali yang terkait dengan masalah hukum. Oleh karena saking semangatnya dalam membicarakan isu yang satu ini, terkadang para pembicara lupa mendudukkan isu HAM ini tidak pada tempatnya.

Menggulirkan isu HAM yang tidak pada tempatnya terutama menyangkut Toleransi dan Penodaan Agama pada gilirannya akan menimbulkan kerancuan hukum. Untuk mengantisipasi timbulnya kerancuan hukum terhadap Isu HAM ini, Majelis Taklim Syakhshiyyah Islamiyyah Forum Ulama Ummat Indonesia (MTSI-FUUI) akan menggelar diskusi dengan Tema: “Isu HAM Di Antara Toleransi dan Penodaan Agama”.

Diskusi akan digelar pada Sabtu, 22 Dzulhijjah 1437 / 24 September 2016 Pkl.09.30-12.00 WIB bertempat di Masjid Al Fajr Jl. Cijagra Raya No.39 Buah Batu Bandung. Pembicara : 1. K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A., Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat; 2. Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H., M.M., Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Lektor Universitas Krisnadwipayana, Pengurus Dewan Pakar ANNAS Pusat.

Pengurus MTSI-FUUI, Tardjono Abu Muas mengundang kaum muslimin untuk menghadirinya. Diskusi bersifat umum dan gratis.

Bandung, 19 September 2016

Pengurus MTSI – FUUI

Tardjono Abu Muas

 

Jenderal Somalia dan Pengawalnya Tewas dalam Serangan Bom Mobil al Shabaab

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Seorang jenderal Somalia dan beberapa pengawalnya tewas setelah konvoi militer mereka dihantam oleh ledakan bom mobil yang diakui oleh mujahidin Al-Shabaab, lansir Aljazeera, Ahad (18/09/2016).

Jenderal Mohamed Roble Jimale, yang juga dikenal sebagai “Goobaanle”, dan beberapa tentara Somalia tewas dalam serangan di ibukota Somalia, Ahad, kolonel polisi Abdikadir Farah mengatakan kepada kantor berita Reuters.

“Ada ledakan berat yang disebabkan oleh mobil sarat bahan peledak di sepanjang jalan industri, beberapa anggota militer tewas dalam insiden termasuk seorang komandan senior,” pejabat keamanan Abdiaziz Mohamed mengatakan kepada kantor berita AFP.

Jenderal Mohamed Roble Jimale adalah komandan tentara Brigade Ketiga. Dia telah berperang melawan mujahidin al-Shabab sejak tahun 2007, memimpin pasukan yang memerangi jihadis di beberapa lingkungan ibukota sampai al Shabaab mundur dari Mogadishu pada tahun 2011.

Serangan itu terjadi setelah konvoi meninggalkan rumah sakit militer dan menuju ke kantor kementerian pertahanan. Saksi mata mengatakan kendaraan sedang bergerak di jalan saat kendaraan lain menabraknya, menyebabkan ledakan besar.

“Ledakan itu sangat besar, saya melihat asap dan api membayangi seluruh wilayah,” kata saksi Abdi Hassan.

Serangan itu diklaim oleh al-Shabaab dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh stasiun radio resmi kelompok, Andalus.

“Seorang pejuang mujahid syahid saat bom mobil menewaskan Jenderal Goobaanle,” menyebut nama panggilan sang jenderal.

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengirim ucapan belasungkawa kepada keluarga jenderal, kata juru bicaranya.

Al-Shabaab sering meluncurkan serangan untuk menggulingkan pemerintah korup Somalia yang didukung Barat (AS dan sekutunya).

Al-Shabaab juga telah melakukan serangan berulang-ulang di negara tetangga Kenya.

Sebuah analisis militer baru-baru ini mengumumkan bahwa al Shabaab memperluas jangkauannya dengan sel aktif di Djibouti, Ethiopia, Tanzania dan Uganda.

Pihak Berwenang Saudi Tangkap 54 Tersangka Teror Haji

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Para tersangka kejahatan 30 diantaranya adalah warga Saudi, 13 warga Bahrain, dan sisanya dari tujuh negara yang berbeda. Salah satunya adalah warga negara Brunei, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad (18/09/2016).

Warga Negara Brunei tersebut adalah orang pertama dari negara Asia tenggara yang ditangkap atas tuduhan terorisme.

Sumber-sumber keamanan tidak mengidentifikasi orang itu tetapi mengatakan ia ditangkap di Riyadh tanpa perlawanan.

Mereka mengatakan terdakwa saat ini sedang diselidiki untuk memverifikasi keterlibatannya dalam operasi teror yang terjadi di Kerajaan atau jika ia memiliki hubungan apapun dengan atau telah mendukung organisasi teroris di negara ini.

Pada tanggal 3 September, 17 tersangka ditangkap, yaitu sembilan warga Bahrain, tiga warga Pakistan, dua warga Saudi, satu warga Yaman, dan satu warga Sudan.

Pada tanggal 5 September, lima tersangka ditangkap. Mereka adalah dua warga Bahrain, dua warga Saudi, dan satu Yaman.

Pada tanggal 6 September, 12 tersangka ditangkap, setengah dari mereka adalah orang Saudi, dua Bahrain, dua warga Yaman, satu Suriah, dan satu Irak.

Pada tanggal 7 September, dua orang Saudi dan satu Suriah ditangkap.

Pada tanggal 8 September, satu Saudi ditangkap.

Pada tanggal 9 dan 10 September, lima orang Saudi ditangkap.

Pada tanggal 11 September, 10 warga Saudi dan satu warga Brunei ditangkap.

Ketatnya keamanan musim haji tahun ini belum pernah dialami sebelumnya oleh para jamaah.
Petugas Saudi terus memasang cctv pada setiap rute dan tempat berkumpul.

“Pusat pengamatan” yang tidak pernah berhenti bekerja dan menjadi jantung pusat komando dan kontrol terletak di Mina, kata Kolonel Saad Al-Dosari, kepala perencanaan.

Petugas lain, Kapten Tareq Al-Azam, mengatakan bahwa timnya yang terdiri dari puluhan pasukan yang kuat bertugas berjam-jam memantau jamaah tahun ini yang berjumlah 1,8 juta.

Lebih dari 5.000 kamera dipasang di seluruh sektor Makkah meliputi radius sekitar 10 kilometer (enam mil) di sekitar Masjid Agung.

Dari sudut pandangnya, kapten bisa mengarahkan kamera dan mampu memperbesar gambaran untuk menyelidiki aktivitas mencurigakan atau berbahaya.

Tim keamanan bertugas “mengamati layar untuk mendeteksi masalah atau terjadinya penyumbatan” dalam aliran konstan jamaah di tempat suci, Dosari menjelaskan.

Jika anomali apapun terdeteksi, “mereka menginformasikan pusat operasi untuk mencegah masalah bahkan sebelum masalah tersebut terjadi.”

Puluhan tentara ditempatkan di pusat pengamatan, terletak beberapa meter jauhnya, dilengkapi dengan headphone dan mikrofon, siap untuk menyampaikan informasi kepada puluhan ribu anggota pasukan keamanan di lapangan.