Massa Serang Rumah Pemimpin Sekte Syiah Nigeria

LAGOS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 10 orang terluka ketika massa menyerang rumah seorang tokoh sekte Syiah di negara bagian Kaduna barat laut Nigeria Sabtu, menurut warga di daerah, Anadolu Agency melaporkan Ahad (16/10/2016).

“Krisis dimulai awal hari ini ketika beberapa anggota Syiah mencoba mengibarkan bendera mereka di tempat kediaman pendeta Syiah, Mukhtar Sahabi, yang dibakar Rabu lalu di Tundun Wada. Tapi mereka diserang oleh gerombolan massa membawa parang yang menantang mereka,” Sadu Abubakar, warga daerah, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Penduduk setempat mengatakan insiden itu disebabkan meningkatnya kecemasan di daerah, terutama di Ungwan Muazu dan Kinkinau.

Ibrahim Musa, juru bicara gerakan Syiah, mengatakan kepada Anadolu Agency: “Anggota kami diserang hari ini di salah satu pusat gerakan dan rumah salah satu pemimpin kami yang baru-baru ini dibakar; 10 luka berat. Sayangnya, polisi hanya menyaksikan massa menyerang anggota kami.”

Juru bicara polisi Kaduna Aliyu Usman membantah tuduhan bahwa polisi tidak melakukan apa pun untuk mengendalikan situasi. “Kami sedang memantau situasi dan akan menangani pers nanti,” kata Usman.

Rabu lalu, 18 pengikut sekte Syiah tewas dalam serangan terhadap prosesi ritual Asyura di barat laut kota Funtua dan kota Kaduna ; 15 orang dilaporkan tewas akibat tembakan polisi, sementara tiga orang lainnya tewas ketika massa membakar rumah pemimpin Syiah setempat, Sheikh Sahabi.

Pasukan Irak Bersiap untuk Serangan ke Kota Mosul yang Dikuasai IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak sedang mempersiapkan serangan besar di Irak utara untuk merebut kembali Mosul, kota terakhir yang dikuasai IS di negaranya.

Menjelang operasi yang direncanakan, pesawat Irak menjatuhkan “puluhan ribu” leaflet di awal hari Ahad (16/10/2016), beberapa berisi petunjuk keselamatan bagi warga Mosul, kata militer, lansir Aljazeera Ahad.

Di depan wartawan di ibukota Baghdad pada Ahad malam, Haider al-Abadi, perdana menteri Irak, mengatakan “pertempuran penentuan akan segera terjadi.”

Tawaran untuk merebut kembali ibukota de facto IS di Irak ini muncul setelah militer, yang didukung oleh suku-suku dan milisi bersenjata, merebut kembali sebagian besar wilayah yang dikuasai para pejuang di tahun 2014 dan 2015.

Namun peluncuran operasi hanya akan menandai awal pertempuran yang mungkin menjadi pertempuran yang paling sulit dan kompleks dalam perang melawan IS.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari Khazir, sebelah timur Mosul, bahwa pemboman artileri menargetkan wilayah timur Mosul di awal hari Ahad tapi serangan masih belum menggunakan kekuatan penuh.

“Kami sedang menunggu pengumuman resmi dari Abadi,” kata Khodr.

“Beberapa waktu saat ini ada persiapan untuk pertempuran ini, dengan pasukan berkumpul di sekitar kota di mana diperkirakan satu juta orang masih tinggal di sana di bawah kendali IS.”

Pesawat menjatuhkan “puluhan ribu surat kabar dan majalah di pusat kota Mosul membawa berita penting … untuk memberitahu mereka tentang pembaruan dan fakta serta kemenangan,” kata Komandan Operasi Gabungan Irak, yang mendistribusikan gambar dari beberapa selebaran.

 

Faksi Perlawanan Suriah Bunuh dan Tangkap Puluhan Pasukan Assad di Hama

HAMA (Jurnalislam.com) – Faksi Perlawanan Suriah (Syrian Resistance) pada hari Ahad malam berhasil mendapatkan kembali kontrol atas semua titik pasukan rezim Nushairiyah Assad di pinggiran kota Muardes pedesaan Hama setelah pertempuran sengit berlangsung selama beberapa jam antara kedua belah pihak, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (16/10/2016).

Menurut komandan militer Jaysh al-Ezza, Mustafa Marati, dalam laporan eksklusif untuk jaringan berita ElDorar lebih dari 40 pasukan Syiah Assad telah dibunuh.

Baca juga: 

3 elemen pasukan rezim ditangkap selama pertempuran ditambah hancurnya beberapa kendaraan militer.

Pertempuran sehari-hari terjadi berulang kali di garis depan pedesaan Hama bagian utara saat pasukan rezim Syiah Assad mencoba untuk merebut kembali daerah-daerah yang selama beberapa pekan terakhir berada dalam kekuasaan faksi Syrian Resistance.

 

Kota Dabiq Jatuh ke FSA dari IS

DABIQ (Jurnalislam.com) – Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang didukung oleh Turki telah menguasai kota Dabiq di Suriah utara dari kelompok Islamic State (IS), Aljazeera melaporkan Ahad (16/10/2016).

Para pasukan mengatakan mereka merebut Dabiq pada hari Ahad setelah meluncurkan penyerbuan darat dan serangan udara berat.

Dabiq dianggap sebagai kubu utama IS yang secara simbolis penting bagi kelompok IS.

Komandan Hamza Brigade dari pasukan FSA Suriah mengatakan pasukan IS melakukan perlawanan sedikit, sebelum mundur ke arah kota al-Bab yang jauh lebih besar yang dikuasai IS di selatan.

turkish-army-tanks-near-syrian-border-town-jarablus-640x480Saif Abu Bakar mengatakan kepada kantor berita Associated Press sekitar 2.000 pasukan FSA mendesak maju ke Dabiq dengan dukungan tank dan artileri dari tentara Turki. Komandan itu mengatakan IS meninggalkan kota setelah mendapat serangan berat.

Pesawat tempur Turki dan koalisi internasional melakukan serangan udara pada Dabiq dan Arshak di dekatnya, lapor kantor berita Anadolu Agency Turki.

Reporter Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari Gaziantep, sebuah kota di perbatasan Turki-Suriah, bahwa para pasukan oposisi tidak hanya menguasai Dabiq tetapi juga beberapa kota-kota terdekat.

“Ini adalah pukulan besar bagi IS karena tidak hanya kota strategis tetapi juga memegang nilai simbolis yang besar untuk IS,” katanya.

“Sekitar 3.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka saat pasukan FSA sekarang mengalihkan perhatian mereka ke kota al-Bab.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam sebuah pidato pada hari Sabtu bahwa setelah daerah direbut kembali dari IS, sekitar hampir tiga juta pengungsi Suriah di Turki bisa kembali ke rumah mereka.

24 Peziarah Hindu India Tewas Diatas Sungai Gangga

INDIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 24 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam desak-desakan di sebuah upacara ritual Hindu di India utara, menurut polisi, Sabtu, lansir Aljazeera Ahad (16/10/2016).

Insiden Sabtu terjadi di pinggiran Varanasi, sebuah kota di negara bagian Uttar Pradesh yang dikenal karena kuil-kuilnya, saat orang-orang mencoba menyeberangi jembatan yang penuh di atas sungai Gangga.

Petugas polisi S.K. Bhagat mengatakan bahwa penyelenggara memperkirakan 3.000 umat Hindu hadir pada upacara tersebut, tapi lebih dari 70.000 memadati ashram (tempat bertapa) seorang pemimpin Hindu setempat, Jai Baba Gurudev, di tepi sungai Gangga.

Jutaan penganut Hindu pergi ke Varanasi setiap tahun untuk memuja dan membasuh dosa-dosa mereka dengan cara berenang di sungai.

2016-10-13t134142z_870291439_d1aeugsznqaa_rtrmadp_3_india-religion-780x439“Kami tidak siap menerima kerumunan besar,” Raj Bahadur, juru bicara penyelenggara, mengatakan kepada kantor berita AP.

Penyerbuan terjadi saat polisi mulai membalikkan orang dari jembatan Rajgahard yang penuh sesak, kantor berita the Press Trust of India mengutip Bahadur mengatakan.

Berbaliknya orang-oang tersebut memicu desas-desus di antara peziarah bahwa jembatan telah runtuh, dan mereka mulai berlari untuk menyelamatkan diri, katanya.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia sangat sedih dengan tragedi itu. “Saya sudah berbicara dengan para pejabat dan meminta mereka untuk memastikan semua bantuan diberikan untuk mereka yang terkena dampak,” dia men-tweeted.

Dua petugas polisi di tempat kejadian penyerbuan mengatakan bahwa para pejabat kini berjuang untuk mencegah peziarah memasuki sebuah situs kuil dekat jembatan.

“Kami mengerahkan lebih dari 100 petugas polisi untuk mengendalikan massa. Orang-orang dalam keadaan panik,” Ravi Tyagi, seorang polisi, kepada kantor berita Reuters.

Ravindra Sharma, yang terluka karena terinjak, mengatakan putrinya hilang dan pihak berwenang tidak dapat melacaknya.

“Kami datang untuk mencari berkah dari Dewa kami, hanya Dewa yang bisa membantu saya menemukannya,” katanya.

Desak-desakan maut sering terjadi selama festival ritual Hindu India, di mana banyak orang berkumpul di daerah kecil dengan hanya beberapa langkah keamanan atau pengendalian massa.

Pada bulan Oktober 2013, insiden terinjak di negara bagian Madhya Pradesh di India tengah menewaskan lebih dari 110 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Donald Trump Dilaporkan Lakukan Penyerangan Seksual

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Lebih dari dua wanita pada hari Jumat mengajukan klaim penyerangan seksual terhadap tokoh politik anti-Islam, calon presiden AS Donald Trump, Aljazeera melaporkan, Sabtu (15/10/2016).

Kejutan bulan Oktober ini tidak mengagetkan mengingat sejak terbitnya video tahun 2005 yang menunjukkan calon Partai Republik tersebut mengeluarkan komentar sangat vulgar tentang memangsa dan meraba-raba perempuan, diikuti dengan kisah oleh New York Times tentang dua orang wanita yang melaporkan Trump melakukan pelecehan seksual.

Daftar penuduh diperpanjang hari Jumat oleh mantan kontestan di acara reality show televisi, The Apprentice, yang dibintangi Trump selama satu dekade, dan seorang wanita lain yang menggambarkan sebuah pertemuan dengan sang maestro bisnis tersebut di awal 1990-an.

Selama kampanyenya di North Carolina, Trump menolak tuduhan-tuduhan tersebut. “Tidak sulit untuk menemukan segelintir kecil orang yang bersedia untuk membuat pap palsu,” katanya.

“Klaim ini menantang alasan, kebenaran, logika, akal sehat. Klaim dibuat tanpa didukung saksi,” tambahnya, menyebut pemilihan “disisipi kecurangan.”

Trump juga membuat komentar kontroversial lain tentang salah satu penuduhnya dari cerita Times, Jessica Leeds. “Percayalah, dia tidak akan menjadi pilihan pertama saya, itu yang saya dapat beritahu kepada Anda.”

Kristin Anderson, yang melontarkan salah satu dari dua tuduhan hari Jumat itu, mengatakan kepada surat kabar Washington Post bahwa Trump menyentuhnya melalui pakaian dalamnya di sebuah nightsclub Manhattan pada 1990-an.

Summer Zervos, kontestan The Apprentice pada tahun 2006, mengatakan bahwa Trump melecehkannya di sebuah hotel di Los Angeles.

Dengan mencuatnya tuduhan penyerangan seksual, jajak pendapat menunjukkan kampanye Trump kehilangan tenaga.

Setelah skandal itu pecah, Trump, yang mendekati Clinton dalam jajak pendapat dan bahkan sempat mencapai posisi seri hanya berumur pendek, turun hampir 10 poin di bawah saingannya.

Pada hari Kamis, first lady Michelle Obama menyampaikan teguran yang kuat terhadap calon presiden tersebut atas kontroversi. “Saya tidak percaya akan mengatakan bahwa calon presiden Amerika Serikat telah benar-benar membual tentang menyerang wanita secara seksual,” katanya kepada kerumunan di New Hampshire. “Saya tidak bisa berhenti memikirkan tentang hal ini.”

Perang Suriah: Perundingan AS-Rusia di Lausanne Gagal Pecahkan Kebuntuan

SWISS (Jurnalislam.com) – Sebuah babak baru perundingan diplomatik sekali lagi gagal memecahkan kebuntuan untuk mengakhiri pertempuran di Suriah, saat pertemuan sembilan negara di kota Lausanne, Swiss, atas ketidaksetujuan melakukan tindakan konkret untuk menghentikan perang, Aljazeera melaporkan, Ahad (16/10/2016).

Dengan masih berkecamuknya pertempuran di Aleppo, pembicaraan hari Sabtu, yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry, disimpulkan setelah lebih dari empat jam tanpa kesepakatan bersama dari negara-negara peserta.

Kerry sedang mencari jalan baru untuk perdamaian setelah gagal mengamankan gencatan senjata dalam pembicaraan langsung dengan Rusia di tengah meningkatnya kecaman keras internasional atas pemboman Rusia dan rezim Suriah terhadap Aleppo timur yang dikuasai koalisi pejuang Suriah.

Kerry mengundang Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan tujuh menteri luar negeri dari wilayah Teluk, serta diplomat dari PBB, hanya beberapa pekan setelah runtuhnya gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia.

Setelah pertemuan itu, Kerry mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan berlangsung “konstruktif,” tetapi mengakui bahwa tindakan konkrit gagal disepakati.

Dia juga mengatakan pertemuan berikutnya antara pihak yang terlibat dalam pembicaraan kali ini akan bertemu kembali pada hari Senin untuk membahas langkah-langkah masa depan.

Lavrov, di sisi lain, mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa negara-negara yang bertemu membahas beberapa “ide yang menarik.”

Editor diplomatik Al Jazeera James Bays, melaporkan dari Lausanne, mengatakan, “Saya pikir Lavrov dan Kerry mencoba mengambil keputusan berani mengenai apa yang terjadi di sini”.

“Mereka datang lagi ke meja perundingan untuk memilah situasi di utara Suriah, khususnya pemboman Aleppo, dan sekali lagi diplomasi ini mengecewakan rakyat Aleppo.

“Tidak ada terobosan, tidak ada perkembangan konkrit sama sekali dari pembicaraan ini.”

Menjelang pembicaraan, Vitaly Churkin, Duta Besar PBB Rusia, mengatakan bahwa tujuan utama pertemuan Lausanne agar negara yang mendukung kelompok-kelompok oposisi “moderat” menggunakan pengaruh mereka untuk mengupayakan gencatan senjata baru.

Kerry dan Lavrov bergabung di Lausanne oleh Staffan de Mistura, utusan PBB Suriah, bersama dengan diplomat tinggi Turki, Arab Saudi dan Qatar – semuanya merupakan pendukung pasukan oposisi Suriah.

Iran, pendukung utama rezim Suriah, juga mengirim menteri luar negerinya, Mohammad Javad Zarif, untuk ambil bagian dalam pembicaraan.

Negara-negara Eropa tidak terwakili pada pertemuan yang digelar di sebuah hotel mewah di Danau Jenewa tersebut.

Namun para pejabat Prancis menegaskan bahwa menteri luar negeri negara-negara yang sehati merencanakan bertemu Kerry di London pada hari Ahad untuk membahas krisis Suriah.

Bays dari Al Jazeera mengatakan bahwa menteri dari Inggris, Perancis dan Jerman diperkirakan akan membahas apa yang terjadi di Lausanne, sekaligus juga “berbicara tentang beberapa masalah yang lebih luas.”

“Inggris dan Perancis membahas opsi militer. Kita tahu bahwa AS di bawah Presiden Obama enggan melihat opsi militer,” kata wartawan kami.

“Kami tahu Perancis mendorong penyelidikan kejahatan perang atas rezim Suriah dan pemboman udara Rusia. Masalah tersebut sekarang akan dibahas di London.”

Erdogan: Turki Ambil Bagian dalam Serangan ke Mosul

KONYA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat (14/10/2016) bahwa Turki bertekad untuk menjadi bagian dari pasukan koalisi dalam serangan untuk merebut kembali kota Mosul Irak yang kaya minyak dari Islamic State (IS), lansir Anadolu Agency, Jumat.

“Kami bertekad untuk mengambil tempat di antara pasukan koalisi persatuan dan solidaritas Irak,” kata Erdogan dalam upacara pelantikan massal di provinsi tengah Konya.

“Anda mengundang kami ke [Camp] Bashiqa,” kata Erdogan, mengacu permintaan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk membentuk sebuah pangkalan militer di negara itu.

Presiden menambahkan bahwa pasukan koalisi di Irak harus menyadari bahwa Turki “bukanlah negara suku.”

Turki dan Irak terlibat dalam perang kata-kata atas kehadiran pasukan Turki di Bashiqa, Irak utara.

Presiden Turki sebelumnya mengatakan, PM Irak “mengetahui batas kemampuannya,” mengingatkan bahwa kehadiran militer Turki di Irak adalah karena permintaan yang dibuat oleh Baghdad sendiri.

Desember lalu, Turki mengirim sekitar 150 tentara dan sekitar dua lusin tank tempur ke Camp Bashiqa, yang terletak sekitar 12 kilometer (7,5 mil) timur laut dari kota Mosul yang dikuasai IS.

Penyebaran pasukan Turki – yang pada saat itu dikritik oleh Baghdad – bertujuan untuk melindungi personil militer Turki yang bertugas melatih relawan Irak untuk melawan IS.

Turki mengatakan pasukannya berada di sana untuk mencegah konflik sektarian yang berpotensi terjadi di dalam dan sekitar Mosul setelah kota diambil dari IS.

Operasi bisa dimulai secepatnya pekan depan jika persiapan selesai.

Negara-negara telah memanggil duta besar masing-masing untuk konsultasi.

Erdogan juga mengecam kerjasama pasukan koalisi anti-IS yang dipimpin AS dengan YPG, yang merupakan sayap bersenjata PYD (PKK cabang Suriah), yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Uni Eropa.

“Kami sulit memahami mengapa pasukan koalisi bertindak bersama-sama dengan PYD atau YPG,” kata Erdogan, menambahkan ada 63 negara di pasukan koalisi dan beberapa dari mereka sekutu NATO bagi Turki.

Washington telah lama mempertahankan bahwa YPG adalah mitra yang efektif dalam memerangi IS, dan selama ini sangat mengandalkan YPG di bawah bendera “Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces).”

UNESCO Kutuk Israel atas resolusi Masjid al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Resolusi UNESCO mengutuk Israel karena membatasi akses Muslim menuju lokasi Al Aqsha, serta agresi polisi dan tentara zionis. UNESCO juga menyebut Israel sebagai ‘penguasa penjajah’, badan kebudayaan PBB tersebut mengeluarkan resolusi yang mengkritik tajam kebijakan Israel di sekitar kompleks Masjid al Aqsha, serta menolak hubungan Yahudi dengan situs suci di Yerusalem Timur.

“Ini merupakan pesan penting kepada Israel untuk mengakhiri penjajahannya dan mengakui negara Palestina serta Jerusalem sebagai ibukotanya yang memiliki tempat suci bagi Muslim dan Kristen,” kata Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Namun Israel dan Amerika Serikat mengecam keputusan UNESCO tersebut, Israel menghentikan kerjasama dengan UNESCO.

“Israel sangat marah atas resolusi UNESCO ini karena pada dasarnya membatalkan koneksi Yahudi ke kompleks Masjid al-Aqsha,” kata reporter Al Jazeera Bernard Smith, melaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, Jumat (14/10/2016).

“Resolusi itu tidak menegaskan bahwa Yerusalem suci bagi tiga agama monoteistik – Yudaisme, Islam dan Kristen – tetapi ada bagian khusus dalam resolusi yang mengatakan kompleks suci Masjid al-Aqsha hanya untuk umat Islam.

“Resolusi itu tidak menyebutkan bahwa Yerusalem juga suci bagi orang Yahudi. Ini yang membuat marah pemerintah Israel.”

Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa UNESCO telah kehilangan legitimasinya dengan mengadopsi resolusi ini.

“Pertunjukan absurd di UNESCO terus berlanjut dan hari ini organisasi mengadopsi keputusan delusional (khayalan) lain yang mengatakan bahwa orang-orang Israel tidak memiliki hubungan dengan Temple Mount dan Tembok Barat,” kata PM zionis tersebut.

“Menyatakan bahwa Israel tidak memiliki koneksi dengan Temple Mount dan Tembok Barat sama seperti mengatakan bahwa Cihna tidak memiliki koneksi dengan Great Wall of China, atau bahwa Mesir tidak memiliki koneksi dengan piramida.”

Resolusi, yang disampaikan oleh Aljazair, Mesir, Lebanon, Maroko, Oman, Qatar dan Sudan, terpilih pada hari Kamis dengan 24 suara mendukung, enam melawan, dan 26 abstain.

Estonia, Jerman, Lithuania, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat menentang resolusi itu, sementara Cina, Rusia, Meksiko, Afrika Selatan dan Pakistan adalah sebagian yang mendukung.

Pada hari Jumat, direktur jenderal UNESCO Irina Bokova menjauhkan diri dari resolusi Kamis.

“Warisan Yerusalem terbagi-bagi, dan masing-masing masyarakat memiliki hak pengakuan eksplisit terhadap sejarah dan hubungan dengan kota mereka,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Kota Tua Yerusalem telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia karena nilai-nilai universal … yang merupakan daya tarik untuk dialog, bukan konfrontasi,” kata Bokova.

“Kami memiliki tanggung jawab kolektif untuk memperkuat koeksistensi budaya dan agama ini, dengan kekuatan tindakan dan juga dengan kekuatan kata-kata,” tambahnya.

Setelah pemungutan suara, AS menyuarakan ketidaksenangan mereka dengan mengatakan “sangat menentang” resolusi.

“Kami sangat prihatin dengan berulangnya resolusi yang dipolitisir seperti ini yang melakukan segala cara untuk memajukan hasil konstruktif di lapangan, dan kami tidak percaya bahwa mereka harus diadopsi,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner.

Status Yerusalem adalah masalah konflik Palestina yang paling sulit selama puluhan tahun.

Masjid al-Aqsha adalah situs ketiga paling suci dalam Islam. Masjid ini terletak di Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel pada tahun 1967 sebagai bagian dari pendudukan Tepi Barat. Langkah Israel ini tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pemukim zionis Yahudi dan organisasi garis keras Zionis sayap kanan telah menyerukan kontrol atas kompleks Masjid.

Kelompok Yahudi merujuk situs tersebut sebagai Temple Mount dan serangan mereka yang meningkat terhadap kompleks Masjid telah memicu protes keras Muslim Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Komandan Senior Syiah Hizbullah Lebanon Tewas di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media Pro Syiah Hizbullah Lebanon melaporkan, pada hari Kamis, atas tewasnya seorang pemimpin milisi terkemuka, “Mahmoud Ahmed Muzannar” dari Mayfadun, Libanon selatan, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (14/10/2016).

Media Lebanon melaporkan bahwa al-Muzannar meninggal secara alami setelah berjuang melawan penyakit, sementara media lain melaporkan ia tewas dalam pertempuran di kota Aleppo.

Milisi Lebanon Syiah Hizbullah menderita ratusan kematian di Aleppo, termasuk kehilangan sejumlah komandan senior mereka selama pertempuran di Suriah; saat Hizbullah bersikeras mendorong Syiah Lebanon untuk berjuang bersama rezim Nushairiyah Assad dan didukung oleh Rusia-Iran.

Pasukan Syiah Hizbullah terlibat dalam perang bersama pasukan Syiah Assad sejak 2012, dan telah memusatkan pasukannya secara efektif dalam ” pertempuran al-Qsir, pertempuran Western Qalmoun dan Damaskus, serta Aleppo Suriah Utara.”