Muslim Spanyol Tunaikan Umrah dengan Berjalan Kaki Sejauh 9000 Km

SPANYOL (Jurnalislam.com) – Seorang Muslim Spanyol dilaporkan telah berjalan lebih dari 9.000 kilometer untuk melakukan umrah setelah berangkat dari Paris lima setengah bulan yang lalu.

Menurut surat kabar Kuwait Al Rai, Rabu (19/10/2016) Ishaq bermaksud melakukan perjalanan dari Perancis ke Makkah dengan berjalan kaki. Dia memiliki budget hanya 5.000 euro (10 euro per hari) untuk perjalanan dan menolak menerima uang dari orang-orang di jalan.

3398389791Ishaq juga menemui banyak kesulitan selama perjalanan karena kondisi cuaca yang keras. Dalam satu kesempatan, ia mengalami mati rasa di tangan dan kaki karena kedinginan.

Ishaq bukanlah yang pertama melakukan perjalanan ke tanah suci dengan berjalan kaki.

Pada tahun 2012, seorang pria Bosnia tiba untuk beribadah haji tahunan setelah berjalan sepanjang 5.700 kilometer. Tahun ini seorang Muslim China dan Muslim Rusia juga pernah melakukan perjalanan haji dengan bersepeda.

IS Diperkirakan Gunakan Senjata Kimia dalam Perang Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan yang berperang melawan Islamic State (IS) di Mosul mengatakan mereka memperkirakan kelompok IS menggunakan senjata kimia mentah saat mencoba mempertahankan Mosul dari serangan.

Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters, Rabu (19/10/2016), bahwa pasukan AS telah mengumpulkan sisa-sisa granat/mortir IS untuk diuji kandungan kimianya karena kelompok tersebut dikenal sering menggunakan gas mustard di masa lalu.

Para pejabat pasukan mengatakan dalam sebuah pernyataan sebelumnya yang tidak diungkapkan ke publik bahwa mereka telah mengkonfirmasi adanya kandungan sulfur mustard dalam munisi IS pada 5 Oktober.

Sementara itu, Jenderal Senior Irak Letjen Thalib Shaghati kepada wartawan di sebuah pangkalan militer pada hari Selasa mengatakan bahwa hingga 6.000 pasukan IS saat ini berada di dalam kota. Dia tidak mengatakan berapa banyak dari mereka yang merupakan warga negara asing.

Sumber mengatakan bahwa lembaga kemanusiaan menguatkan antara 100.000 hingga 400.000 warga sipilmengungsi dari pertempuran di Mosul dan berupaya menuju Suriah, wilayah administrasi Kurdi-Irak atau perbatasan dengan Turki.

Kerem Kinik, kepala organisasi Bulan Sabit Merah Turki, mengatakan kepada The Associated Press pada hari Rabu bahwa “aspek kemanusiaan” dari operasi Mosul belum dipikirkan dengan baik oleh pasukan koalisi.

 

Jauhkan dari Resolusi UNESCO atas Masjid Al Aqsha, Hamas Kecam Sekjen PBB

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kelompok Palestina Hamas mengecam Sekjen PBB Ban Ki moon karena menjauhkan diri dari resolusi UNESCO yang menyangkal koneksi Yahudi dengan bangunan Masjid Al Aqsha, World Bulletin melaporkan, Rabu (19/102016).

Pada hari Selasa (18/10/2016), dewan eksekutif UNESCO secara resmi mengadopsi sebuah resolusi yang menetapkan bahwa Masjid Al Aqsha sebagai warisan Islam murni.

Ban mengatakan bahwa situs suci tersebut milik semua agama.

“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali pentingnya Kota Tua Yerusalem dan Dindingnya bagi tiga agama monoteistik dan menekankan pentingnya hubungan agama dan sejarah bangsa Yahudi, Muslim dan Kristen ke tempat suci itu,” kata juru bicara Banm Estefan Dogrec.

Hamas menggambarkan pernyataan Ban sebagai “pelanggaran atas tugasnya.”

ban-ki-moon“Pernyataan-pernyataan ini merupakan bukti pelanggaran [Ban] terhadap resolusi internasional untuk melayani kepentingan Israel,” kata kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, dalam sebuah pernyataan.

Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Zionis Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai “Temple Mount,” mengklaimnya sebagai situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur, di mana Masjid Al Aqsha berada selama Perang Timur Tengah 1967.

Militer Israel secara brutal menganeksasi Yerusalem pada tahun 1980 – dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional – dan mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi.

PYD Berusaha Rebut al-Bab dari FSA dan IS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok ektremis PYD/PKK dukungan AS telah memulai serangan di distrik al-Bab Suriah utara untuk menyatukan dua kabupaten yang mereka kontrol hingga ke timur dan barat, menurut sumber lokal.

Sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena masalah keamanan, mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu (19/10/2016) bahwa PYD/PKK telah meningkatkan ketegangan di kawasan al-Bab.

Ketika pasukan oposisi moderat, Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA), mendekati distrik al-Bab dengan dukungan Angkatan Bersenjata Turki sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield), rencana PYD/PKK untuk menyatukan distrik Afrin (di barat al-Bab) dan Manbij (di timur al -Bab), serta wilayah mereka di sebelah timur Sungai Efrat, semakin sulit, kata pernyataan tersebut.

Kelompok milisi komunis Kurdi tersebut pada Selasa malam menyerang pasukan FSA di desa Tal Malid di distrik Mare, sebelah barat laut al-Bab. Serangan itu merenggut nyawa dua pejuang FSA.

PYD/PKK juga merebut beberapa desa yang berada di bawah kendali kelompok Islamic State (IS).

Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa menegaskan bahwa salah satu tujuan Operasi Euphrates Shield adalah agar FSA merebut kembali al-Bab dari teroris PYD dan milisi IS.

PYD/PKK, yang saat ini juga mengontrol kabupaten Afrin dan Kobane, berusaha memperluas kontrol dengan mengambil kendali daerah di Suriah utara dari Jarabulus ke Azaz, yang juga terletak dekat perbatasan Turki.

Sedikitnya 2 Pasukan AS Tewas Diberondong Seorang Pria Bersenjata di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Seorang pria bersenjata dalam seragam tentara Afghanistan menembaki sekelompok tentara AS, menewaskan sedikitnya dua serdadu kewarganegaraan Amerika termasuk seorang warga sipil di ibukota Afghanistan, Kabul, Aljazeera melaporkan, Rabu (19/10/2016).

Penembakan itu terjadi pukul 11 waktu setempat (0630GMT) pada hari Rabu saat pasukan internasional (NATO) mengunjungi sebuah pangkalan militer di Kabul, menurut Dawlat Waziri, juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan.

Penembak itu tewas setelah baku tembak di lingkungan Rishkhor, Kabul, tempat sebuah pusat pelatihan pasukan khusus Afghanistan, menurut NATO dan Waziri.

Amerika sedang melakukan tugas sebagai bagian dari misi mereka untuk melatih, memberikan nasihat dan membantu pasukan Afghanistan ketika mereka diserang Taliban, NATO menambahkan bahwa penyelidikan telah diluncurkan ke insiden itu.

“Kapan saja kita kehilangan anggota tim kami, itu sangat menyakitkan,” kata Jenderal John Nicholson, komandan tertinggi AS dan NATO di Afghanistan.

“Simpati kami sampaikan ke keluarga, orang yang dicintai, dan unit mereka yang terlibat dalam insiden ini. Kepada mereka yang terus menargetkan pasukan koalisi … [kami] akan terus mengejar misi kami untuk membantu mitra kami menciptakan Afghanistan yang lebih baik,” katanya.

Ratusan Pasukan Syiah Nujaba Irak Musnah dalam Pertempuran di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Gerakan Nujaba Irak, salah satu milisi Syiah utama yang mendukung pasukan Nushairiyah Assad di Aleppo telah kehilangan puluhan anggotanya, selama operasi baru-baru ini yang dirilis pada situs Syrian Resistance di Aleppo, lansir ElDorar AlShamia Selasa (18/10/2016).

Sebuah sumber militer mengkonfirmasi kepada jaringan berita ElDorar di beberapa garis depan pertempuran, gerakan Nujaba Syiah Irak menderita kerugian besar, di mana hampir 78 komandan dan personil mereka yang semuanya warga Irak tewas, serta beberapa mesin berat dirusak dan dirampas.

Sumber itu menambahkan bahwa pertempuran di Aleppo berbalik, di mana rezim Syiah Assad yang selama sekitar satu setengah pekan mencoba untuk maju di garis depan timur-laut dan selatan, dan dalam beberapa poin mampu berkembang dan gagal di titik yang lain , tetapi faksi Syrian Resistance tetap tangguh terlepas dari blokade yang dikenakan pada mereka, dan mampu menggagalkan sejumlah besar serangan di garis depan Aziza dan Karm al-Tarrab.

Koresponden ElDorar sebelumnya telah mengkonfirmasi pembantaian 30 pasukan Syiah Gerakan Nujaba, dan menangkap lima orang lainnya dalam pertempuran Sheikh Saeed, menghancurkan tiga kendaraan militer dan merebut dua lainnya.

Demikian juga gerakan Nujaba Irak, yang jelas berpartisipasi di pedesaan selatan Aleppo, menderita korban tewas berjumlah melebihi 260 pasukan selama dua bulan terakhir.

Gerakan Nujaba Irak didirikan oleh “Akram al-Kaabi,” pada tahun 2013 yang menerima dukungan militer dan logistik langsung dari Republik Syiah Iran, di mana sebagian besar pejuang Irak melakukan sesi rehabilitasi militer dengan kamp-kamp Garda Revolusi Iran.

Hari Ke-3 Perang Mosul: 352 Km Persegi Direbut Pasukan Irak, Komandan Militer IS Terbunuh

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membebaskan wilayah selatan Mosul seluas 352 kilometer persegi sejak operasi militer besar dimulai awal pekan ini untuk merebut Mosul dari kelompok Islamic State (IS), seorang komandan polisi Irak mengatakan Rabu (19/10/2016), lansir Anadolu Agency.

Pasukan Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, meluncurkan serangan Ahad malam untuk merebut kembali Mosul – benteng terakhir IS di Irak utara, yang dikuasai IS sejak pertengahan 2014.

“Pasukan Irak telah membersihkan wilayah seluas 352 kilometer persegi dari IS sejak operasi dimulai,” kata Komandan Polisi Federal Letnan Jenderal Raed Shakir dalam laporan yang dikutip oleh Kementerian Dalam Negeri.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan oleh komandan mengenai daerah tertentu mana yang telah dibersihkan dari IS.

Menurut Amin al-Zubaidi, seorang letnan pertama di Komando Operasi Gabungan Nineveh (Nineveh Joint Operations Command) Angkatan Darat, 13 pasukan IS terbunuh di Mosul pada hari Rabu – termasuk pemimpin terkemuka IS – dalam serangan pesawat tak berawak yang dilakukan oleh pesawat koalisi pimpinan AS.

“Informasi intelijen yang disediakan oleh sumber-sumber kami di Mosul menunjukkan bahwa Abu Sarah, seorang pemimpin IS yang bertanggung jawab atas perencanaan militer, tewas – bersama dengan sejumlah militan lain – dalam serangan drone koalisi,” kata al-Zubaidi kepada Anadolu Agency.

Serangan, terjadi Rabu pagi di daerah Dawasa Mosul di tepi Sungai Tigris, yang mengalir melalui Mosul, ia menambahkan.

Mengomentari kemajuan operasi di darat, al-Zubaidi mengatakan pasukan Irak menghadapi banyak kendala saat berusaha maju ke Mosul.

“Perangkat peledak dan jebakan yang ditanam oleh IS menghambat kemajuan angkatan bersenjata kita,” katanya.

Dalam perkembangan terkait, sedikitnya 200 warga sipil di Mosul kini disandera oleh militan IS, kata seorang pejabat setempat, Rabu.

“Lima belas pasukan IS tewas setelah diserang oleh penduduk lokal di distrik Haman al-Alil selatan Mosul,” politisi Kurdi Said Memozini yang berbasis di Mosul mengatakan kepada Anadolu Agency.

“IS kemudian memperkuat kehadirannya di daerah dan mengumpulkan sekitar 200 warga sipil yang diduga ambil bagian dalam perlawanan,” tambahnya.

Komandan Tentara Irak Mohamed Jabouri mengatakan pasukan IS baru-baru ini membawa sekitar 100 warga dari daerah-daerah terpencil ke Mosul dan digunakan sebagai perisai manusia menghadapi serangan udara koalisi yang sedang berlangsung.

Di Washington, Gedung Putih mengakui keprihatinan kemanusiaan karena serangan terus berlanjut, tetapi mengatakan bahwa, “potensi kontinjensi kemanusiaan tertentu tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menunda pelaksanaan operasi ini.”

“Warga Mosul sudah terlanjur menderita resiko kematian,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan. “Apa yang harus kita lakukan dan apa yang telah dilakukan masyarakat internasional, sebagaimana diakui presiden kemarin, adalah untuk merencanakan kontinjensi potensial tersebut.”

thumbs_b_c_86a39fcf8c97eefb647d3f21d5790d3e

Sementara itu howitzer AS dilaporkan telah mulai menembaki kota Bashiqa yang dikuasai IS, terletak kira-kira 10 kilometer sebelah timur dari Camp Bashiqa, di mana pasukan “Pengawal Niniwe” Turki yang terlatih sedang menunggu untuk operasi mereka sendiri di Mosul.

Angkatan udara Turki juga kabarnya kini bersiap-siap menargetkan posisi IS dekat Mosul setelah mencapai kesepakatan mengenai parameter operasi.

Dan di distrik Sinjar (terletak sekitar 120 kilometer sebelah barat Mosul), pasukan Peshmerga – dengan dukungan pesawat koalisi pimpinan AS – menggagalkan serangan pasukan IS, menurut sumber Peshmerga.

“Pasukan Peshmerga yang dikerahkan di sepanjang sumbu Sinjar menggagalkan serangan IS yang diluncurkan dari fasilitas di Sinjar,” kata petugas Peshmerga Sherzad Zakholi kepada Anadolu Agency, tanpa memberikan informasi korban tewas.

Pejabat Departemen Pertahanan Irak Salman Jawad mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa komandan tinggi tentara Irak dan “ahli” dari koalisi pimpinan AS mengadakan pertemuan strategi rutin di distrik Makhmur di selatan Mosul untuk membahas operasi yang sedang berlangsung.

Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota kedua terbesar Irak – sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat negara itu.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah. Namun, kelompok IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah maju bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Kementerian Dalam Negeri Saudi Intruksikan Eksekusi Mati Pangeran Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengkonfirmasi telah melaksanakan perintah eksekusi pada hari Selasa terhadap Pangeran Arab Saudi, Turki bin Saud al-Kabir, Al Arabiya News Channel melaporkan Selasa (18/10/2016).

Pangeran dinyatakan bersalah tiga tahun lalu oleh pengadilan Saudi karena membunuh seorang pemuda Saudi menyusul perkelahian kelompok di wilayah al-Thumama di pinggiran Riyadh.

Pernyataan itu mengatakan bahwa “Turki bin Saud al-Kabir membunuh warga Saudi Adel bin Suleiman bin Abdul Karim Mohaimeed.”

Pernyataan itu juga menambahkan bahwa “pemerintah menangkap pelaku yang disebutkan di atas. Setelah penyelidikan, mereka menuduhnya melakukan kejahatan dan dakwaannya dikirim ke Pengadilan Umum. Dia didakwa dengan apa yang dikaitkan dengannya dan dihukum mati sebagai retribusi.”

Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung keduanya sepakat dengan dakwaan. Sebuah Keputusan Kerajaan (Royal Decree) dikeluarkan untuk pelaksanaan aturan pengadilan.

Keluarga korban menolak tawaran ‘uang darah’ dan menuntut keadilan dilakukan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Kementerian Dalam Negeri menegaskan “ketaatan Raja Salman dalam menegakkan keamanan, keadilan dan penghakiman Allah.”

Pernyataan tersebut juga memperingatkan “bahwa hukuman yang sah akan diberlakukan kepada siapa pun yang mencoba menyerang orang-orang yang tidak bersalah dan menumpahkan darah mereka”.

Angkatan Udara Turki akan Bergabung dalam Operasi Militer Mosul

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Turki pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa angkatan udara Turki akan bergabung dengan operasi militer untuk membebaskan Mosul dari kelompok Islamic State (IS).

Pernyataan Fikri Isik tesebut muncul pada Selasa malam (18/10/2016) di Kedutaan Turki di Roma. Di depan wartawan setelah pertemuan para menteri pertahanan Selatan-Timur, Isik mengatakan: “Kami telah mencapai kesepakatan dengan pasukan koalisi bahwa angkatan udara kami akan bergabung dengan operasi Mosul.”

Ketika diminta untuk mengevaluasi undangan bagi Turki ke pertemuan tentang Mosul di Paris dalam beberapa hari mendatang, Isik mengatakan: “Tidak mungkin memutuskan masa depan Mosul tanpa Turki.”

Operasi militer yang bertujuan untuk merebut kembali kota utara Irak yang dikuasai IS memasuki hari kedua pada Selasa dengan menimbulkan banyak kerugian bagi IS.

Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota terbesar kedua Irak – sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat Irak.

Beberapa bulan terakhir tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, telah merebut kembali banyak wilayah.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah maju bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

 

 

Pertempuran Merebut Mosul Memasuki Hari Ke-2

NINIWE (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang bertujuan untuk merebut kembali kota Mosul, Irak utara, yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) oleh pemerintah Irak memasuki hari kedua pada hari Selasa (18/10/2016).

“Pasukan Irak terus menekan melalui dua sumbu terpisah di Mosul,” Mohamed al-Jubouri, seorang kolonel militer Irak di Komando Operasi Nineveh (Nineveh Operations Command), mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa.

Gelombang pertama, jelasnya, yang sedang ditempuh oleh Divisi Kesembilan unit tentara Irak, bergerak dari Al-Kuwer ke daerah Nimrud di tenggara Mosul.

Secara bersamaan, personel polisi federal Irak bergerak sepanjang sumbu kedua – menuju desa Tlul Nasser – dari selatan, menurut al-Jubouri.

“Pasukan bergerak sepanjang sumbu kedua dan sekarang bergerak di Tlul Nasser dan pabrik belerang Al-Mishraq, yang keduanya terletak di wilayah Al-Qayyarah selatan Mosul,” kata al-Jubouri.

Ali al-Darraji, seorang letnan tentara Irak, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pertahanan IS telah hancur di desa Abbas Rajab dekat daerah Hammam al-Alil selatan Mosul.

Menurut al-Darraji, pasukan Irak pada Selasa pagi merebut desa meskipun militan IS melancarkan perlawanan sengit.

“Abbas Rajab memiliki kepentingan strategis yang penting,” kata al-Darraji. “Menguasainya berarti memberikan kontribusi untuk kemajuan pesat pasukan di Mosul sepanjang sumbu selatan.”

Amin al-Jazaeri, seorang perwira di Divisi Kesembilan Angkatan Darat mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan Irak kini ditempatkan di beberapa desa di selatan Mosul yang telah dikuasai selama 36 jam terakhir.

Dalam perkembangan selanjutnya di hari Selasa, pasukan Irak berhasil merebut dua desa selatan Mosul, menurut Raed Jawdat, seorang komandan Polisi Federal.

Dalam sebuah pernyataan, Jawdat mengatakan divisi polisi elit telah “membebaskan” dua desa di daerah Al-Hud.

Dan menurut seorang koresponden Anadolu Agency yang berada dekat dengan pertempuran, pasukan militer Irak merebut distrik Al-Hamdaniya setelah bentrokan sengit dengan militan Daesh.

Terletak sekitar 10 kilometer di tenggara Mosul, Al-Hamdaniya adalah distrik pertama Mosul yang secara tegas diambil dari Daesh.

Sementara itu, pasukan Peshmerga Kurdi yang ditempatkan di Bashiqa (terletak kira-kira 12 kilometer di timur laut Mosul) belum bergabung dengan pertempuran untuk Mosul karena “kekurangan pasokan,” menurut sebuah sumber militer Irak.

“Pasukan Peshmerga diharapkan akan memulai operasi dari timur laut hari ini,” kata Mayor Saadoun al-Delimi kepada Anadolu Agency, Selasa.

“Karena kekurangan pasokan, namun, operasi ditunda sampai besok,” tambahnya.

Menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan, militan IS menggunakan drone tak berawak untuk menyerang pasukan Peshmerga di timur Mosul.

Sedikitnya satu pejuang Peshmerga terluka oleh bom yang dijatuhkan dari pesawat tak berawak IS yang dilepas di wilayah Al-Khazir, lapor koresponden Anadolu Agency.

Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota terbesar kedua Irak – sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat Irak.