Komandan Houthi Akui Keterlibatan Iran dan Syiah Hizbullah dalam Perang Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin pemberontak Houthi mengakui bahwa Iran dan Syiah Hizbullah Lebanon telah banyak terlibat dalam pelatihan pasukan mereka, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad (15/01/2017).

Abu Mohammed, yang bertanggung jawab atas serangan roket di distrik al-Nihm di Yaman, membuat pengakuan tersebut setelah menyerah.

Dia mengatakan bahwa ada ahli militer dari Iran dan warga Lebanon dari milisi Syiah Hizbullah saat ini yang berada di Saada membantu menjalankan fasilitas pelatihan rahasia.

Pengakuan tersebut muncul sebulan setelah sebuah laporan oleh kelompok riset independen Penelitian Persenjataan Konflik (Conflict Armament Research-CAR) menyebutkan bahwa ada “pipa” senjata yang memanjang dari Iran dan Yaman.

Kantor Berita Republik Islam (Islamic Republic News Agency-IRNA) Iran tahun lalu mengakui bahwa rudal yang dibuat di Teheran baru-baru ini digunakan di Yaman oleh pemberontak Houthi dalam serangan lintas batas terhadap Arab Saudi.

Roket the Zelzal-3 adalah rudal propelan padat buatan Iran yang dikenal digunakan oleh Iran, Suriah dan pasukan Hizbullah.

Ektremis Budha Hadang Acara Pertemuan Muslim Myanmar

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Sebuah pertemuan Muslim di kota kecil Myanmar dibatalkan karena protes dari kelompok ekstrem Buddha. Ini merupakan pembatalan kedua terhadap pertemuan Muslim di negara itu bulan ini.

Acara tersebut semula akan diadakan di kota Pyay di wilayah Bago, di barat laut sekitar 440 kilometer dari bekas ibukota Myanmar, Yangon. Acara dibatalkan di menit terakhir setelah kelompok nasionalis berbasis Yangon menekan pemerintah daerah dan warga Muslim, majalah online Irrawaddy melaporkan, lansir World Bulletin, Ahad (15/01/2017).

Laporan itu mengatakan pihak berwenang telah mengizinkan acara berlangsung 30 menit setelah negosiasi hari Sabtu dengan kelompok Budha garis keras dan warga Muslim. Acara semula dijadwalkan akan diadakan selama sedikitnya tiga jam di hari Ahad.

Namun kaum nasionalis Buddha garis keras kemudian menuntut agar upacara dibatalkan seluruhnya.

“Kami melaksanakan acara seperti ini setiap tahun dengan damai,” Kyaw Naing, anggota komite pengorganisasian festival mengatakan seperti dikutip oleh majalah Irrawaddy.

Dia menggarisbawahi bahwa komunitas Muslim sepakat untuk membatalkan acara mereka setelah diprotes untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama damai bagi masyarakat Myanmar serta di seluruh dunia.

“Otoritas sebenarnya sudah memberikan izin kepada kami untuk melangsungkan acara,” katanya.

Insiden ini adalah yang kedua kalinya bulan ini kelompok garis keras Buddha menghambat pertemuan Muslim.

Pada tanggal 8 Januari, sekelompok orang termasuk biksu garis keras – yang banyak disalahkan atas meningkatnya penganiayaan umat Islam di Myanmar – mengganggu acara Muslim di Botataung Township, Yangon, dengan menuduh Muslim mengadakan acara tanpa persetujuan dari pemerintah setempat.

Petugas keamanan harus dikerahkan untuk menjaga pertemuan itu, dan warga Muslim kemudian mengeluh bahwa beberapa nasionalis berperilaku buruk ketika mereka mencoba untuk sholat.

Biksu nasionalis garis keras – seperti Organisasi untuk Perlindungan Ras dan Agama (Ma Ba Tha) – menonjol di Myanmar di belakang kekerasan komunal antara Rakhine Buddha dan Muslim Rohingya di sebelah barat negara bagian Rakhine pada pertengahan 2012.

Retorika anti-Muslim dari kelompok Ma Ba Tha dilihat sengaja memicu api kebencian agama di negara mayoritas Buddha tersebut.

Partai Budha Myanmar Tolak Utusan PBB Selidiki Pembantaian Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Sebuah partai etnis Budha di Myanmar kembali menolak permintaan untuk bertemu dari seorang pejabat tinggi PBB yang mengunjungi negara bagian Rakhine yang bermasalah untuk menyelidiki laporan pelanggaran hak asasi terhadap Muslim Rohingya, lansir Anadolu Agency, Sabtu (15/01/2017).

Northern Rakhine telah berada di bawah kepungan militer yang ketat sejak 9 Oktober ketika sekelompok perlawanana menewaskan sembilan pejabat polisi perbatasan di dekat perbatasan dengan Bangladesh, yang dibalas tindakan keras yang membantai hingga 400 muslim Rohingya terbunuh.

Seorang pejabat Partai Nasional Arakan (Arakan National Party-ANP) mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa mereka menolak permintaan Yanghee Lee, utusan khusus PBB tentang hak asasi manusia di Myanmar, untuk bertemu dengan para pemimpin partai Jumat malam, beberapa jam setelah ia tiba di ibukota negara Sittwe.

“Kami tidak bertemu dengannya karena kami tidak percaya dia dan organisasinya [PBB] memiliki kemauan yang cukup untuk menyelesaikan masalah,” kata sekretaris gabungan ANP Ba Swe kepada Anadolu Agency melalui telepon.

“Masalah-masalah tidak akan pernah terpecahkan selama mereka menerima Muslim Rohingya sebagai bagian di negeri ini,” kata Ba Swe, menggunakan istilah yang menunjukkan Rohingya adalah imigran ilegal dari negara tetangga Bangladesh.

Sebagai bagian dari kunjungan 12 hari ke Myanmar, Lee akan menghabiskan tiga hari di Rakhine – rumah bagi sekitar 1,2 juta warga Rohingya yang tidak diakui negara (stateless), minoritas yang telah menderita kemiskinan dan penindasan selama puluhan tahun dan tidak memiliki hak-hak dasar seperti kewarganegaraan dan kebebasan bergerak.

Pada hari Jumat, ia bertemu dengan para pemimpin kaum Muslim selama kunjungannya ke lingkungan Rohingya di Sittwe.

Juru bicara pemerintah daerah Rakhine Tin Maung Swe mengatakan Lee tiba Sabtu di utara Maungdaw Township, area yang dilanda konflik di dekat perbatasan barat negara itu dengan Bangladesh.

Dia mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pemerintah daerah dan militer membantu perjalanannya ke hampir semua desa yang dia minta.

“Namun dia tidak akan dapat mengunjungi beberapa desa karena masalah keamanan,” katanya.

Sejak 9 Oktober, akses ke daerah mayoritas Muslim Rohingya bagi badan bantuan dan wartawan independen telah ditolak, dan sedikitnya 101 warga Rohingya – 17 polisi dan tentara, delapan orang Muslim yang bekerja sama dengan otoritas lokal, dan 76 orang yang diduga “penyerang” (termasuk enam yang dikabarkan meninggal selama interogasi) – tewas dan lebih dari 600 orang ditahan karena dituduh terlibat.

Namun kelompok advokasi Rohingya melaporkan sekitar 400 Muslim Rohingya – yang dijelaskan oleh PBB sebagai salah satu kelompok yang paling teraniaya di seluruh dunia – tewas dalam operasi militer, wanita-wanita diperkosa secara massal dan lebih dari 1.000 rumah di desa Rohingya dibakar.

Sebuah undang-undang yang disahkan di Myanmar pada tahun 1982 membantah kewarganegaraan Rohingya dan membuat mereka stateless (tidak memiliki Negara) padahal banyak di antaranya telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Hukum membantah hak kebangsaan Rohingya di Myanmar, menghilangkan kebebasan mereka untuk bergerak, akses pendidikan dan layanan, dan memberi izin penyitaan properti yang sewenang-wenang oleh pemerintah Myanmar.

Ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri berbondong-bondong ke Myanmar selama puluhan tahun, dengan gelombang baru migrasi terjadi sejak pertengahan 2012 setelah pembantaian komunal pecah.

Kepala Babi Digantung di Masjid yang Sedang Dibangun

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Komunitas Muslim di kota Perancis timur Dijon menjadi sasaran serangan Islamophobia, media lokal melaporkan pada hari Jumat, lansir World Bulletin Sabtu, (14/01/2017).

Bleu Radio Perancis mengatakan bahwa kepala babi digantung di pagar Masjid yang sedang dibangun.

Kantor kejaksaan Dijon melakukan penyelidikan dengan dugaan kebencian agama dan memicu diskriminasi, kata laporan itu.

Walikota Genlis, Vincent Dancourts mengkonfirmasi serangan kebencian dalam pernyataan tertulis dan mengatakan bahwa pihak berwenang dalam solidaritas penuh dengan komunitas Muslim di daerah.

SOS Racism, gerakan anti-rasis di Prancis, mengutuk keras serangan itu dan meminta pihak berwenang untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas serangan ke pengadilan.

Bangunan masjid diserahkan kepada asosiasi Muslim di Genlis dalam beberapa bulan terakhir dan direkonstruksi agar bisa dipakai untuk sholat.

Serangan Islamofobia terhadap Muslim di Perancis telah meningkat di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir, menurut Pusat melawan Islamophobia (the Center against Islamophobia).

Perancis menjadi tuan rumah bagi hampir lima juta kaum Muslim, sebagian besar dari Afrika utara.

Oposisi Suriah Dukung KTT Perdamaian Suriah di Astana

ANKARA (Jurnalislam.com) – Komite perwakilan politik oposisi Suriah mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka akan mendukung KTT perdamaian Suriah di ibukota Kazakhstan, Astana, pada 23 Januari, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (15/01/2017).

Menurut pernyataan tertulis yang dirilis setelah pertemuan dua hari di Riyadh, Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee-HNC) menyuarakan “kesiapan untuk mendukung delegasi militer yang akan dibentuk oleh oposisi untuk menghadiri pembicaraan” dan menyatakan “berharap bahwa pertemuan tersebut akan memperkuat gencatan senjata.”

Kelompok ini juga mengatakan Astana “membuka jalan bagi pembicaraan politik” di Jenewa pada tanggal 8 Februari, mengungkapkan rasa terima kasih bagi negara-negara yang mengerahkan usaha untuk pertemuan Astana.

Negosiasi untuk mencapai resolusi bagi perang enam tahun di Suriah akan dimulai di ibukota Kazakhstan, Astana, antara rezim Suriah dan oposisi.

Menyusul kesepakatan gencatan senjata Suriah bulan lalu, pertemuan Astana terjadi sebagai bagian dari upaya Turki dan Rusia untuk mempromosikan solusi politik di Suriah yang dilanda perang.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik.

Tentara Yaman Rebut Kendali Bukit Strategis antara Taiz dan Hudaydah dari Milisi Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara nasional Yaman telah membuat kemajuan di wilayah barat Taiz, komandan militer Mayor Jenderal Khaled Fadhel mengkonfirmasi bentrokan dengan pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran, Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat (14/01/2017).

Komandan militer menyatakan bahwa pasukannya menguasai sejumlah situs dan bukit-bukit yang menghadap jalur penghubung antara Taiz dan Hudaydah, mengatakan bahwa tentara mendekati jalur pasokan utama di sebelah barat kota tempat basis milisi Syiah Houthi.

Sementara itu di Shabwa, 13 pemberontak Houthi tewas dan terluka oleh serangan udara koalisi. Saat perebutan kekuasaan di Yaman terus berlanjut ke tahun kedua, utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed meneruskan usahanya untuk memulai kembali pembicaraan damai antara pihak yang bertikai.

Awal pekan ini Cheikh Ahmed melakukan kunjungan ke Riyadh di mana ia bertemu dengan duta besar kelompok negara yang mensponsori inisiatif Teluk untuk mengatasi krisis.

Dalam pertemuan tersebut, perkembangan berkaitan dengan Yaman dibahas. Ahmed mengatakan bahwa pertemuan selanjutnya akan berlangsung di Aden dan Sanaa sebelum dia menghadap ke Dewan Keamanan untuk melaporkan kesaksiannya pada 25 Januari

India Ancam Pakistan dengan Serangan Bedah di Kashmir

INDIA (Jurnalislam.com) – Panglima militer India pada hari Jumat mengatakan bahwa “serangan bedah” akan dilakukan lebih banyak lagi di Kashmir bagian Pakistan “jika memungkinkan”, media lokal melaporkan, lansir World Bulletin, Jumat (14/01/2017).

“Serangan bedah [pada September lalu] adalah demonstrasi dari apa yang bisa kami lakukan. Kami akan melakukannya lagi jika diperlukan,” Jenderal Bipin Rawat seperti dikutip oleh The Times of India saat konferensi pers di New Delhi.

Dalam konferensi pertamanya setelah menjabat pada 31 Desember, Rawat mengatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini menurun di Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang membagi wilayah sengketa.

“Tapi jika tidak maka maka kami mungkin melakukan serangan bedah seperti itu lagi,” tambahnya.

Pada akhir September 2016, militer India menyatakan melakukan serangan bedah udara sepanjang LoC berdasarkan masukan yang “spesifik dan kredibel” mengenai rencana infiltrasi pejuang Muslim Kashmir.

“Berdasarkan masukan yang spesifik dan kredibel, beberapa pejuang Kashmir telah memposisikan diri di bantalan peluncuran bersama Garis Kontrol untuk melaksanakan infiltrasi dan melakukan serangan perlawanan di dalam Jammu dan Kashmir dan di berbagai metro di negara-negara lain, Angkatan Darat India melakukan serangan bedah di beberapa bantalan peluncuran ini untuk mendahului infiltrasi pejuang,” Direktur Jenderal Operasi Militer, Letnan Jenderal Ranbir Singh seperti dikutip Times of India pada 29 September.

“Operasi terfokus memastikan bahwa pejuang tidak berhasil melakukan rencana mereka untuk menyebabkan kerusakan dan membahayakan kehidupan warga kami,” Singh dilaporkan mengatakan, menambahkan bahwa hampir 20 upaya infiltrasi telah digagalkan oleh tentara pada atau di dekat LoC di tahun 2016.

Ketegangan antara kedua rival nuklir tersebut telah meningkat sejak India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan pejuang Muslim Kashmir yang menewaskan 19 tentara India di Jammu dan Kashmir yang diduduki militer India pada September tahun 2016.

Pakistan membantah tuduhan itu dan berablik mengatakan India menekan protes pro-kemerdekaan yang dimulai di wilayah Himalaya yang disengketakan di Juli 2016 ketika lebih dari 100 warga sipil Kashmir ditembak mati oleh pasukan India dan ribuan lainnya luka-luka.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh kedua Negara secara penuh. Sebuah potongan kecil dari Kashmir juga dipegang oleh China.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka dipisah pada tahun 1947, dua diantaranya memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di Jammu dan Kashmir yang dijajah India telah berjuang melawan pasukan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India.

India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah yang disengketakan.

Sepanjang Tahun 2016, 6773 Pasukan Afghanistan Bergabung dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Inilah laporan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) yang dirilis dalam media resminya, Voice of Jihad, pada hari Jumat (14/01/2017) menyampaikan perkembangan perjuangannya, sebagai berikut; – sebagai administrasi yang terorganisasi dengan baik dan efektif – telah mendirikan Komisi dan Departemen untuk semua kebutuhan militer, sipil dan kesejahteraan. Karena tujuan tertinggi Imarah Islam adalah reformasi hamba Allah, menyerukan kebaikan terhadap mereka dan membebaskan mereka dari kejahatan (keburukan) maka Imarah Islam Afghanistan telah menyiapkan sebuah badan independen yang disebut Dakwah dan Bimbingan, yaitu Komisi Rekrutmen yang bertugas memanggil orang menjalankan Syariah Islam yang mulia, menyelamatkan mereka dari kejahatan, menentang orang-orang kafir atau membantu Mujahidin melalui konferensi propagasi (penyebaran), seminar Fiqh (yurisprudensi) dan kegiatan pemberitaan (dakwah) luas lainnya.

Dakwah dan Bimbingan adalah Komisi Rekrutmen pertama kali didirikan atas perintah almarhum Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah merahmatinya) pada tahun 2011 dan mulai bekerja di bawah pengawasan Amirul Mukminin saat ini, Syekhul Hadis Mawlawi Hibatullah Akhundzada (semoga Allah melindunginya). Komisi Dakwah dan Bimbingan menjalankan kegiatannya di bawah pengawasan Al-Haj Mullah Abdul Manan (Umari), adik almarhum Amir ul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah merahmatinya) dan anggota Dewan Pimpinan.

Komisi Rekrutmen Dakwah dan Bimbingan memiliki departemen terpisah yang bertugas merekrut dan mengeluarkan orang yang bekerja untuk antek pemerintahan Kabul. Atas kerja keras departemen ini, ribuan pemuda sejauh ini telah dibawa keluar dari militer musuh dan pekerjaan sipil, diberikan jaminan keamanan dan berasimilasi ke kehidupan biasa.

Pada tahun 2016, Departemen Rekrutmen telah berhasil melepaskan 6773 orang dari pemerintahan boneka AS. Mereka juga telah membawa 2.145 senjata dalam berbagai jenis, 14 truk pickup, 36 APC, 84 kendaraan dalam berbagai macam, 2.116 putaran RPG, 300 kotak senapan dan putaran senapan mesin serta sejumlah besar peralatan lainnya.

Sejak Komisi ini mulai bekerja sampai hari ini (empat setengah tahun), total 23.509 personel kaki tangan dengan 5350 item persenjataan telah meninggalkan barisan musuh atas upaya departemen ini.

Departemen Dakwah dan Bimbingan mengadakan seminar propagasi di seluruh negeri dan mengadakan pertemuan aktif dengan ulama setempat, tetua suku dan pejabat Mujahidin.

Departemen bekerjasama dengan Imam dan ulama masjid untuk mereformasi ideologis pemuda, mengajarkan masalah dasar Islam, mengirimkan kelompok ulama ke desa-desa dan masjid untuk tujuan propagasi dan mengadakan program invitasi.

Imarah Islam juga telah menugaskan departemen Dakwah dan Bimbingan untuk Menyerukan Kebaikan dan Melarang Berbuat Jahat yang juga merupakan kewajiban Islam terpenting. Untuk tujuan ini departemen telah menyiapkan cabang khusus dan menanamkannya dalam semua kelompok dan front Mujahidin serta semua kabupaten di seluruh negeri.

Daftar rinci (dalam bahasa Pashto) jumlah personil administrasi Kabul yang meninggalkan tugasnya dan membawa senjata selama tahun 2016 dapat didownload dari link yang disediakan di bawah ini.

https://ia801509.us.archive.org/34/items/rp_ry_yahoo_201701/د%20۲۰۱۶%20کال%20مجموعي%20راپور.pdf

 

Lagi, Jaysh al Islam Patahkan Gempuran Pasukan Lapis Baja Rezim di Midaani

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Jaysh al Islam Kamis malam mengumumkan telah menggagalkan upaya pasukan al-Assad menggempur garis depan Midaani dan Al-Bahariyah di kawasan Timur Ghouta di provinsi Rif Dimashq, ElDorar AlShamia melaporkan, Jumat (14/01/2017).

Menurut kantor media Jaysh al Islam, mujahidin yang telah menguasai kembali wilayah Al-Bahariyah, yang sebelumnya direbut pasukan Syiah Assad, sekaligus menggagalkan tiga upaya pasukan Assad untuk maju pada basis Midaani, meskipun pasukan Assad menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri berat.

Jaysh al Islam kemarin menerbitkan laporan kerugian militer Assad selama enam bulan dalam pertempuran Timur Ghouta, yaitu lebih dari 325 upaya untuk masuk ke wilayah tersebut, dan 67 serangan, di mana rezim telah kehilangan 63 tank, 5 kendaraan Chilka, 12 kendaraan tempur pengangkut personil (BMP), 24 buldoser, dan sebuah helikopter, serta terbunuhnya 1.328 tentara rezim.

Pasukan dan Tank AS Tiba di Polandia, Rusia: Ini Ancaman di Depan Pintu

POLANDIA (Jurnalislam.com) – Pasukan dan tank AS mulai tiba di Polandia hari Kamis (12/01/2017), merupakan salah satu penyebaran pasukan AS terbesar di Eropa sejak Perang Dingin yang akan melibatkan lebih dari 3.000 tentara, lansir World Bulletin, Kamis.

Operasi Pentagon memicu kemarahan langsung Rusia, dengan Kremlin menggambarkannya sebagai “ancaman di depan pintu.”

Misi the Atlantic Resolve ini akan melibatkan sebuah brigade lapis baja dengan lebih dari 3.000 tentara dan alat berat Amerika dikerahkan di Polandia dan mitra NATO terdekat Estonia, Latvia, Lithuania, Rumania, Bulgaria dan Hungaria secara bergantian.

Pemerintahan Obama memerintahkan penyebaran pasukan tersebut pada tahun 2014 untuk meyakinkan sekutu Timur mereka setelah tindakan Rusia di Ukraina.

Tetapi operasi tersebut dilakukan seminggu menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang menyatakan pemerintah partai Republik yang baru ini akan berusaha meredakan ketegangan dengan Kremlin.

Sebuah kontingen pasukan AS memasuki Polandia di perbatasan Olszyna dengan Jerman pada hari Kamis.

Alat berat, termasuk 87 tank Abrams dan lebih dari 500 kendaraan pengangkut personel termasuk Humvee militer.

“Operasi ini mengancam kepentingan dan keamanan kami,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Kamis.

“Ancaman ini bahkan menjadi lebih jelas ketika pihak ketiga (Amerika Serikat) memperkuat kehadiran militernya di depan rumah kami di Eropa,” tambahnya.

Musim panas lalu, para pemimpin NATO juga mendukung rencana untuk memutar pasukan ke Polandia dan tiga negara Baltik lainnya untuk meyakinkan bahwa mereka tidak akan dibiarkan dalam kesukaran jika Rusia tergoda untuk mengulangi intervensi Ukraina2014.

Sebuah batalion yang dipimpin AS yang terpisah, yang bekerja dalam kerangka NATO akan ditempatkan di dekat perbatasan utara-timur Polandia dengan Rusia di Kaliningrad eksklave.

Moskow telah meningkatkan kehadirannya di daerah Laut Baltik selama dua tahun terakhir.

Jet secara teratur melanggar wilayah udara sekutu NATO bekas Soviet yang lebih kecil seperti Estonia dan bahkan pada bulan April mereka mengancam angkatan laut AS.

Akhir tahun lalu, Polandia mengkritik penyebaran rudal Iskander milik Moskow yang berkemampuan nuklir ke pos Kaliningrad yang berbatasan dengan anggota NATO Polandia dan Lithuania