Obama Serang Balik Tuduhan Donald Trump

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Mantan Presiden AS Barack Obama pada hari Sabtu membantah tuduhan Presiden AS bahwa dia berada di balik serangkaian kebocoran yang mengguncang pemerintahan Donald Trump.

“Baik Presiden Obama maupun pejabat Gedung Putih tidak pernah memerintahkan pengawasan pada setiap warga negara AS,” kata juru bicara Obama Kevin Lewis dalam sebuah pernyataan, World Bulletin melaporkan, Ahad (05/03/2017)

Trump mengaku Selasa lalu dalam sebuah wawancara di Fox News: “Saya pikir Presiden Obama berada di balik (kebocoran/penyadapan) itu karena orang-orangnya tentu ada di balik (kebocoran/penyadapan) itu.”

Pada hari Jumat, ia mengeluarkan sejumlah tweet mengklaim bahwa pengacara yang baik “bisa membuat kasus besar” dari kegiatan penyadapan yang diduga terjadi pada bulan Oktober, sebelum pemilihan 8 November.

Dia bahkan meyebut Obama “pria yang jahat (atau sakit)!

Trump tidak membeberkan bukti untuk mendukung klaimnya.

Jaksa Agung ditunjuk Trump, Jeff Sessions, pada hari Kamis membantah keterlibatan dirinya dengan setiap penyelidikan yang terkait dengan keterikatan Rusia dalam kampanye Trump.

Keputusannya muncul setelah Washington Post melaporkan ia bertemu dua kali dengan utusan Rusia untuk Washington menjelang pemilihan presiden tahun lalu – kontak yang dia bantah di depan kesaksian kongres.

Bulan lalu, Michael Flynn terpaksa mengundurkan diri sebagai penasihat keamanan nasional setelah laporan media mengenai kontaknya dengan Duta Besar Rusia untuk Washington sebelum Trump diasumsikan meraih kekuasaan.

Laporan juga mengklaim bahwa ia menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence tentang diskusi mengenai sanksi.

PM Somalia: Dalam 48 Jam, 110 Orang Tewas karena Kelaparan dan Diare

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Somalia mengumumkan kematian sedikitnya 110 orang karena kelaparan dan diare di negara ini selama 48 jam terakhir akibat kekeringan di wilayah Bay.

Pengumuman oleh Hassan Ali Khaire di hari Sabtu tersebut terjadi setelah pemerintah Somalia pekan lalu mengeluarkan peringatan bahwa kekeringan tersebut adalah bencana nasional, lansir Aljazeera Ahad (05/03/2017).

“Ini adalah situasi yang sulit bagi penggembala dan ternak mereka. Beberapa orang telah menderita [kelaparan] dan diare pada saat yang sama. Dalam 48 jam terakhir, 110 orang meninggal karena [kelaparan] dan diare di wilayah Bay,” kantor Khaire mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Wilayah Bay berada di bagian barat daya Somalia.

“Pemerintah Somalia akan melakukan yang terbaik, dan kami mendesak semua warga Somalia, dimanapun mereka berada, untuk membantu dan menyelamatkan warga Somalia yang sekarat,” kata pernyataan yang dirilis setelah pertemuan komite merespon kelaparan.

Kebanyakan anak-anak dan orang tua meninggal di desa-desa yang mengelilingi kota Baido, Abdullahi Omar Roble, kepala kemanusiaan pemerintah daerah, mengatakan kepada kantor berita DPA.

Obat yang ada tidak cukup untuk mengobati semua pasien, kata Roble.

Kekeringan telah menyebabkan penyebaran akut diare berair, kolera dan campak dan hampir 5,5 juta orang beresiko tertular penyakit yang ditularkan melalui air.

Wabah kolera telah menewaskan sedikitnya 69 orang sejak Jumat, kata seorang pejabat pemerintah setempat.

Lebih dari 70 orang lain telah dirawat di rumah sakit.

AQAP Serang Pos Militer Yaman, 6 Tentara Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Al Qaeda menembaki sebuah pos pemeriksaan militer Yaman di provinsi selatan Abyan pada hari Ahad (05/03/2017), seorang pejabat keamanan dan warga mengatakan, sedikitnya menewaskan enam tentara, lansir Al Arabiya News Channel.

Serangan terjadi setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara beberapa hari terhadap Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), salah satu cabang Al Qaeda yang paling aktif.

Pasukan Yaman mengerahkan operasi “sabuk keamanan” di provinsi Abyan di sekitar kota pelabuhan selatan Aden yang merupakan basis pemerintah yang diakui secara internasional itu.

Perang Yaman hampir dua tahun antara pemerintah yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi melawan pemberontak Syiah Houthi sekutu Iran telah memungkinkan Al Qaeda cabang Yaman tumbuh menjadi kuat, mendapatkan wilayah dan melakukan serangan.

Milisi Gerakan Rakyat Sudan Bebaskan 109 Tentara Sudan

SUDAN (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok oposisi Sudan telah membebaskan 127 orang yang mereka tangkap dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah, menurut militer negara itu.

Mereka yang dibebaskan oleh Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (the Sudan People’s Liberation Movement-North-SPLM-N) tersebut termasuk 109 tentara dan 18 warga sipil, Brigadir Ahmed Khalifa al-Shami, juru bicara militer, mengatakan dalam sebuah pernyataan, Ahad (05/03/2017), lansir Aljazeera.

“Militer Sudan mengakui ini sebagai langkah positif untuk mencapai perdamaian di negeri ini.”

SPLM-N menangkap para tentara di negara bagia Blue Nile dan Kordofan Selatan, di mana mereka telah memerangi pasukan pemerintah Sudan selama bertahun-tahun.

Tidak jelas berapa lama para tahanan tersebut menghabiskan waktu di penahanan.

Pada tahun 2011, Sudan Selatan merdeka dari Sudan menyusul kesepakatan damai 2005 yang mengakhiri perang saudara paling lama di Afrika.

Setelah referendum, saat mayoritas warga Sudan Selatan memilih untuk memisahkan diri, muncul negara baru Afrika yang pertama sejak Eritrea berpisah dari Ethiopia pada tahun 1993.

Tapi Kordofan Selatan dan Blue Nile, yang mayoritas penghuninya ingin menjadi warga negara baru, dikeluarkan dari kesepakatan.

Akibatnya SPLM-N, afiliasi utara SPLM di Sudan Selatan, mengangkat senjata melawan pemerintah Sudan Presiden Omar al-Bashir, dan sejak itu pertempuran terus berlangsung.

Pertempuran di dua daerah tersebut dan juga di Darfur telah menewaskan puluhan ribu orang dan jutaan lainnya mengungsi.

Khartoum mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Juni 2016 dalam tiga zona konflik, yang diperpanjang selama enam bulan pada bulan Januari.

PBB mengatakan bahwa selama beberapa tahun tidak ada petugas bantuan di Blue Nile dan Kordofan Selatan meninggalkan ribuan orang tanpa akses ke bantuan kemanusiaan.

Laporan: Lebih dari 200.000 Orang Mengungsi dari Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran pasukan Irak untuk merebut kembali kota Mosul dari IS yang dimulai pada bulan Oktober, menurut sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis Swiss.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (he International Organisation for Migration-IOM) memperkirakan, dalam laporan yang dirilis pada hari Ahad, bahwa 45.000 orang telah melarikan diri dari barat Mosul sejak pertempuran untuk mengusir IS mulai bulan Februari.

Lebih dari 17.000 orang tiba dari Mosul barat pada tanggal 28 Februari saja, sementara lebih dari 13.000 lainnya datang pada tanggal 3 Maret, menurut IOM.

Pada hari Sabtu, seorang pejabat senior pemerintah Irak secara terbuka mengkritik PBB yang memimpin upaya untuk membantu orang-orang yang terlantar akibat pertempuran di barat Mosul. PBB juga mengatakan bahwa bantuan tersebut adalah “prioritas utama”.

“Sayangnya, jelas ada kekurangan dalam pekerjaan mereka [UN/PBB],” Jassem Mohammed al-Jaff, Menteri perpindahan dan migrasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Reporter Al Jazeera Dekker, melaporkan dari Mosul timur, Ahad (05/03/2017), bahwa arus orang terus berdatangan.

“Karena kapasitas kamp telah penuh, para pengungsi sekarang sedang dibawa ke daerah Kurdi di Irak utara sini,” katanya.

“Ada bus di belakang kami yang baru saja tiba dengan lebih banyak orang. Kita berbicara tentang ribuan dan ribuan orang.”

Selain itu, tenaga medis memperingatkan bahwa perempuan dan anak-anak telah terkena gas beracun dekat kota.

Jika dikonfirmasi, penggunaan senjata kimia dan agen beracun dalam pertempuran itu akan mmbuktikan adanya kejahatan perang, PBB mengatakan.

Di darat, pasukan Irak yang didukung AS telah maju dalam dorongan baru menuju pusat kota tua Mosul dari sisi barat Sungai Tigris, untuk mengusir IS, menurut juru bicara militer Irak.

Asap membubung di atas Mosul barat pada hari Ahad saat pasukan maju dalam pertarungan yang ditandai dengan ledakan dan tembakan senjata otomatis terus-menerus.

“Polisi Federal dan pasukan Divisi Reaksi Cepat menyerang lingkungan Al Dindan dan Al Dawasa,” kata Irak Joint Operations Command (JOC).

AQAP Bertambah Kuat, Jet Tempur AS Lakukan 30 Serangan Udara dalam 2 Hari

YAMAN (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat melakukan serangan udara hari kedua terhadap posisi al-Qaeda di Yaman pada hari Jumat (03/03/2017), para pejabat AS mengatakan. Serangan itu merupakan tanda meningkatnya fokus militer AS pada kelompok jihadis yang kekuatannya telah tumbuh pesat selama perang Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan Sabtu (04/03/2017).

Sejak serangan di bulan Januari, Amerika Serikat telah menunjukkan keinginan mereka untuk menyerang al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan untuk memulihkan kelemahan intelijen mereka mengenai kekuatan AQAP yang telah diakui para pejabat AS sejak perang Yaman memaksa ditutupnya Kedutaan Besar AS di tahun 2015.

“Kami memiliki banyak kekurangan dalam pemahaman kita tentang AQAP,” kata seorang pejabat pertahanan AS, menambahkan bahwa penarikan personel AS dua tahun lalu “pasti tidak membantu pemahaman kita tentang situasi.”

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan dalam jumpa pers bahwa Amerika Serikat telah melakukan lebih dari 30 serangan selama dua hari terakhir di provinsi Shabwah, Abyan dan Al Bayda.

Militer AS tidak mengungkapkan berapa banyak mujahidin al Qaeda yang menjadi target pada hari Jumat meskipun Reuters melaporkan bahwa serangan hari Kamis, menggunakan pesawat berawak dan tak berawak, mengklaim beberapa pejuang gugur .

Militer AS tidak mengesampingkan serangan lebih lanjut di masa mendatang.

“Saya tidak menginginkan operasi seperti ini di masa depan tapi ini adalah bagian dari rencana untuk menghadapi ancaman besar yang sangat nyata dan memastikan mereka dikalahkan,” kata Davis dalam sebuah jumpa pers Pentagon.

Pasukan Irak Evakuasai 8000 Warga Sipil Mosul Saat Pertempuran Berlangsung

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah mengevakuasi sekitar 8.000 warga sipil dari Mosul barat dalam 24 jam terakhir di tengah serangan berkelanjutan pada kelompok Islamic State (IS) dari daerah, menurut seorang perwira militer setempat.

“Warga sipil dipindahkan dari kabupaten dimana pasukan terlibat dalam pertempuran melawan IS,” kata Kapten Angkatan Darat Jabbar Hassan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (04/03/2017).

Dia mengatakan para pengungsi dipindahkan ke kamp-kamp pengungsi sementara sebelum dipindahkan ke timur Mosul.

Pemerintah Irak pada hari Jumat mengumumkan bahwa sekitar 14.000 warga sipil melarikan diri dari Mosul barat dalam satu hari, dan merupakan salah satu gelombang perpindahan terbesar sejak militer melancarkan operasi baru untuk merebut kembali Mosul barat bulan lalu.

Petugas polisi federal Karim Thiyab menggambarkan proses penempatan pengungsi sebagai “tidak teratur”.

Pekan lalu, pihak berwenang Irak membuka kamp Hammam al-Alil untuk melayani di tenggara Mosul dengan kapasitas 4.000 keluarga dari Mosul barat.

“Ketidakteraturan telah menghancurkan kamp akibat pelayanan buruk yang dilakukan oleh tim bantuan,” kata Thiyab kepada Anadolu Agency.

Pada pertengahan Februari, pasukan Irak – yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS – memulai operasi baru yang bertujuan menyingkirkan IS dari Mosul barat.

Serangan adalah bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, bersama banyak wilayah di utara dan barat Irak, yang diserbu IS pada pertengahan 2014.

Ahrar al Sham Tembak Jatuh Jet Tempur Mig 23 Rezim Assad

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur Mig-23 rezim Nushairiyah Assad pada Sabtu (04/03/2017) malam jatuh di sisi perbatasan Turki dengan Suriah setelah Ahrar al Sham mengatakan telah menembaknya, lansir Middle East Eye Sabtu.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menegaskan jet tempur Mig-23 Suriah telah jatuh dan mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.

“Sebuah Mig-23 milik rezim Suriah telah jatuh. Kami mengasumsikan pilot telah melontarkan diri keluar pesawat. Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung,” kata Yildirim.

Ahrar al Sham Suriah mengatakan telah menembak jatuh jet tersebut dengan senjata anti-pesawat saat terbang di atas provinsi Idlib.

Juru bicara Ahrar al Sham Ahmed Karaali mengatakan kepada kantor berita Anadolu Agency bahwa pasukannya telah menembak jatuh jet tempur rezim Assad.

“Kami menjatuhkan pesawat dengan senjata anti-pesawat 23mm saat pesawat itu melakukan serangan bom dengan terbang rendah di daerah pedesaan Idlib,” kata dia.

“Pesawat itu mengalami kerusakan setelah kita menembaknya. Kemudian kita melihat pesawat itu mulai jatuh.”

Sebuah video yang diposting oleh Ahrar al Sham menunjukkan pejuang mereka menembaki jet saat terbang di atas posisi mereka.

Puing-puing itu ditemukan di sisi perbatasan Turki, dan kokpit pesawat kosong.

Pilot jet dilaporkan keluar saat pesawat jatuh di dekat provinsi Hatay Turki di perbatasan Suriah, laporan media Turki menyatakan.

4 Pasukan Amerika Tewas Dihantam Bom Taliban

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Ledakan bom pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan AS di luar di kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar, menewaskan 4 penjajah Amerika Serikat dan melukai satu orang lainnya pada Jumat malam, Al Emarah News melaporkan Jumat (03/03/2017).

Ledakan terjadi di gerbang lapangan udara Jalalabad mengakibatkan kendaraan itu hancur berantakan.

Sementara di wilayah lain bentrokan berat meletus setelah sejumlah besar pasukan boneka dikawal oleh tank dan helikopter yang tiba di daerah Bazar, Tapa Saadat, Akhunzada Sahib Zyarat, Todankano, Abdullah Khelo dan Aspanzo di Kabupaten Farah Rod untuk operasi diserang mujahidin Taliban, koresponden mengatakan.

Tembak-menembak tak terelakkan setelah pasukan khusus Taliban tiba ke tempat kejadian, tembak menembak juga terjadi di pusat pemerintahan dan pos pertahanan kabupaten tersebut.

Menurut rincian, pertempuran senjata berat dan ringan berakhir tengah hari setelah pasukan boneka Afghanistan terpaksa melarikan diri menuju pusat Farah.

Laporan awal menunjukkan bahwa 4 tank telah hancur dengan 17 pasukan komando tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Pasukan Nasioanal Afghanistan juga membombardir warga sipil namun belum ada laporan tentang warga yang menjadi korban.

Hanya 4 pejuang Taliban sejauh ini yang terluka dalam bentrokan.

Ubah Struktur Sosial di Yaman, Syiah Houthi Targetkan Kelompok Suku dan Tekan Pejabat Publik

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran menerapkan strategi sistematis dalam mengubah struktur sosial Yaman untuk menciptakan perpecahan antara suku-suku yang berbeda di negara itu dengan menggunakan aliansi mereka untuk membasmi kelompok yang menentang milisi Houthi, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat (03/03/2017).

Sepuluh suku, yang berbasis di empat provinsi berbeda, menjadi yang paling menderita akibat operasi militer dan ekonomi zalim Houthi yang menimbulkan hilangnya nyawa, mengungsinya banyak keluarga, dan kerusakan properti massal.

Suku-suku ini adalah:
Sana’a: Arhab dan Bani Dubian
Dhumar: Atmah dan al-Haddah
Ibb: Al Khafar, al Shawour, al-Adin, Ba’dan, al Radmah, al Oud, al Siyahi
Al Hudaydah: Al-Zaranik

Selanjutnya, pemberontak Syiah Houthi juga memaksakan berbagai cara ekonomi untuk menghukum dan menindas lawan dari kelompok pegawai negeri sipil dengan memecat ribuan PNS dan menggantinya dengan antek, juga menghentikan pembayaran gaji ratusan ribu pekerja sipil dan militer.