Laporan: Tes Rudal Balistik Korut untuk Serang Pasukan AS di Jepang

SEOUL (Jurnalislam.com) – Tes rudal balistik Korea Utara yang kontroversial diarahkan untuk mengembangkan kemampuan untuk menyerang pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Jepang, menurut kantor berita resmi negara komunis itu melaporkan, lansir Anadolu Agency, Selasa (07/03/2017).

KCNA melaporkan Selasa pagi bahwa latihan itu dilakukan oleh unit artileri yang “bertugas untuk menyerang basis pasukan agresi imperialis AS di Jepang”.

Laporan itu muncul setelah Korea Utara menembakkan empat proyektil terlarang dengan jarak tempuh 1.000 kilometer (621 mil) di seluruh Semenanjung Korea Senin pagi, seperti yang dipantau oleh militer Korea Selatan.

Tiga dari rudal tersebut mendarat di perairan milik zona ekonomi eksklusif Jepang, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Selasa yang mengecam peluncuran rudal itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikutip KCNA saat memerintahkan unit artileri untuk melakukan peluncuran rudal sendiri sebagai “pasukan nuklir yang kredibel”.

Pyongyang dilarang melakukan uji teknologi rudal nuklir dan balistik oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.

Peluncuran pekan ini menandai provokasi rudal kedua oleh Korea Utara sejak Presiden AS Donald Trump dilantik pada 20 Januari. Meskipun menerima tekanan internasional, Korea Utara tetap berkeras melakukan uji rudal balistik jarak menengah pada 12 Februari.

Kantor Presiden Korsel Hwang Kyo-ahn mengatakan ia telah mengadakan pembicaraan telepon Selasa pagi dengan Trump untuk membahas tanggapan dua Negara sekutu tersebut.

Pyongyang mengecam latihan militer bersama Korea Selatan dan AS yang sedang berlangsung.

Negara komunis itu menghadapi sanksi berat dari Dewan Keamanan PBB atas serangkaian peluncuran rudal tahun lalu, selain dua tes nuklir lainnya.

Syiah Houthi Culik 100 Warga Distrik Utmah dan Jarah Hartanya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan pasukan mantan presiden Yaman telah meluncurkan sejumlah penculikan dan serangan serta penjarahan rumah warga sipil di Kabupaten Utmah beberapa hari setelah mendapatkan kontrol yang lebih luas di provinsi Dhamar, Al Arabiya News Channel melaporkan, Selasa (07/03/2017).

Sumber mengatakan milisi Houthi telah menculik sedikitnya 100 warga sipil dari daerah itu dan menuduh mereka bekerja dengan Angkatan Resistansi Populer (the Popular Resistance Forces). Keberadaan warga sipil yang diculik tersebut masih belum diketahui.

Pemberontak Syiah juga sudah mulai merampok dan memasuki rumah penduduk untuk mencari senjata yang mereka klaim disimpan oleh seorang pemimpin perlawanan yang tinggal di daerah itu.

Banyak mobil, sepeda motor dan toko komersial milik warga yang dijarah oleh pemberontak untuk mereka gunakan sendiri, kata sumber-sumber.

WikiLeaks Bongkar Dokumen Rahasia CIA Terbesar di Dunia Digital

WASHINGTON (Jurnalislam.com)WikiLeaks pada hari Selasa (07/03/2017) membongkar koleksi dokumen rahasia CIA “terbesar yang pernah ada”.

Situs whistleblowing itu mengatakan dokumen tersebut difokuskan pada program hacking CIA termasuk rincian perangkat lunak “cyberweapons” yang dapat menargetkan telepon seluler, komputer dan TV yang tersambung ke Internet.

Hampir 9000 dokumen tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen oleh Anadolu Agency dan CIA menolak berkomentar.

WikiLeaks mengatakan CIA baru saja kehilangan kendali perangkat cyberwarfare, termasuk “malware, virus, trojan, weaponized eksploitasi ‘nol hari’, sistem remote control malware dan dokumentasi terkait”.

Perangkat-perangkat itu memberikan akses menuju arsip oleh salah satu di antara sejumlah mantan hacker pemerintah AS dan kontraktor yang mengedarkan rincian program cyber CIA “secara tidak sah”, menurut pernyataan WikiLeaks.

Kegiatan cyber CIA diduga menargetkan berbagai perangkat elektronik seperti iPhone Apple, perangkat yang menjalankan Google Android OS, Microsoft Windows dan televisi pintar Samsung.

WikiLeaks mengatakan televisi pintar Samsung bisa berubah menjadi “mikrofon rahasia” dan merekam percakapan pribadi.

“CIA pada dasarnya telah menciptakan ‘NSA mereka sendiri’ bahkan tanpa akuntabilitas dan tanpa menjawab pertanyaan secara terbuka apakah pembelanjaan dengan anggaran besar-besaran seperti itu untuk menduplikasi kapasitas lembaga rival mereka bisa dibenarkan,” kata pernyataan itu, merujuk Badan Keamanan Nasional (National Security Agency-NSA), yang memiliki tanggung jawab utama untuk spionase elektronik.

Rilis ini diharapkan akan diikuti oleh rahasia CIA lainnya.

“Kami tidak mengomentari keaslian atau isi dari dokumen intelijen tersebut,” kata juru bicara CIA Jonathan Liu.

Pada tahun 2010, WikiLeaks menerbitkan 250.000 kabel diplomatik yang diambil oleh mantan analis intelijen tentara Bradley Manning.

Israel Kembali Berulah, Gelar Serangan ke Gaza Utara

GAZA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel pada hari Selasa (07/03/2017) menggelar serangan terbatas ke Jalur Gaza utara, Palestina.

Militer zionis tersebut mengklaim pasukannya telah menjinakkan dua perangkat bahan peledak di dekat pagar pembatas antara Israel dan wilayah Palestina.

“Peralatan itu dipasang untuk menyerang pasukan (tentara) IDF yang beroperasi di perbatasan. Sisa-sisa perangkat dikumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurut saksi mata, sejumlah kendaraan tempur lapis baja Israel dan buldoser melintasi pagar perbatasan ke kota utara Beit Hanoun.

Buldoser meratakan sebidang besar lahan pertanian sebelum kembali, kata mereka kepada Anadolu Agency.

Seorang warga Palestina terluka ketika pasukan Israel menembaki penduduk di utara Jalur Gaza, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra.

Pasukan zionis yang ditempatkan di dekat perbatasan sering menggelar serangan terbatas ke Jalur Gaza, sebuah wilayah yang telah di blokade penjajah Israel selama satu dekade.

Lebih dari 2.000 Pasukan Iran Tewas di Irak dan Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Lebih dari 2.000 pasukan Iran telah tewas di Irak dan Suriah, kata seorang pejabat Iran Selasa (07/03/2017).

“Sedikitnya 2.100 pasukan telah tewas di Irak dan di wilayah lain,” kata kantor berita resmi Iran IRNA mengutip Mohammad Ali Shahidi Mahallati, seorang pejabat di Yayasan Iran untuk Urusan Martir dan Veteran (Iran’s Foundation for Martyrs’ and Veterans’ Affairs), lansir Anadolu Agency.

Namun Mahallati tidak menyebutkan kapan tepatnya pasukan tersebut tewas.

Iran adalah pendukung setia rezim Syiah Nushairiyah Assad di Suriah, yang telah tercabik-cabik akibat konflik sejak 2011 ketika pasukan rezim membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, pemerintah Iran telah mengirimkan sejumlah “penasihat militer” untuk Suriah – bersama dengan pasukan relawan Syiah dari Afghanistan, Irak dan Pakistan – untuk mendukung rezim Syiah Assad yang diperangi rakyatnya.

Teheran juga mendukung pertempuran pemerintah Irak yang sedang berlangsung di sejumlah luas wilayah di utara dan barat Irak sejak pertengahan 2014.

Pada tahun 2016, Majelis Permusyawaratan (Parlemen) Iran meloloskan RUU memberikan kewarganegaraan Iran kepada keluarga pasukan asing yang terbunuh.

November lalu, pihak berwenang Iran mengatakan, lebih dari 1.000 pasukan telah tewas di Suriah yang dilanda perang.

Pada bulan Januari, Human Rights Watch yang berbasis di New York melaporkan Korps Pengawal Revolusi Iran merekrut ribuan pengungsi Afghanistan di Iran untuk melayani militer sejak 2013.

Kini FSA, PYD, AS dan Rezim Assad Rebutan Kota Manbij

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dewan Militer Manbij kelompok ektremis PYD / PKK pada hari Senin (06/03/2017) menyatakan bahwa kota Manbij di utara Suriah tidak akan menyerah kepada pasukan rezim Nushiriyah Suriah.

Dewan PYD / PKK itu mengatakan, akan melindungi diri bersama pasukan AS yang ditempatkan di sebelah utara Manbij sedangkan pasukan rezim Assad di barat dan selatan kota.

Pejabat militer Rusia sebelumnya mengatakan bahwa Manbij akan diserahkan kepada rezim Assad. Sementara pejabat AS mengatakan mereka tidak memiliki informasi tentang usulan penyerahan itu, dan rezim Suriah hanya diam tentang masalah ini.

Sumber-sumber lokal di Manbij mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa PYD / PKK baru-baru ini menyerahkan tiga desa di daerah tetapi pasukan rezim tidak sepenuhnya mengisi kekosongan.

Pasukan AS saat ini dikerahkan di utara Manbij di antara Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan PYD / PKK.

Menurut laporan di media, Pasukan Khusus AS sekarang secara bertahap maju ke daerah Ayn Dadat di Manbij.

Manbij dikelilingi oleh pasukan AS di utara dan oleh pasukan rezim Suriah di selatan dan barat daya. Pasukan rezim berharap untuk membangun zona penyangga melawan FSA di barat.

Kabupaten ini berbatasan dengan Sungai Efrat di sebelah timur.

PYD / PKK saat ini menguasai Kobani (juga dikenal sebagai Ayn al-Arab), Tell Abyad dan Al-Hasakah.

Pekan ini, Komando Umum pasukan Peshmerga Pemerintah Daerah Kurdi mengumumkan bahwa PKK telah mengirim senjata berat ke kabupaten Sinjar Mosul pada hari Ahad.

Sumber di Manbij mengkonfirmasi bahwa pasukan dan persenjataan berat telah dikerahkan menuju Sinjar, mengambil keuntungan dari perlindungan yang terjadi atas kehadiran militer AS.

Manbij terletak hanya 30 kilometer dari perbatasan Turki. Pada tahun 2012, oposisi Suriah merebut Manbij, tapi kelompok IS merebutnya di awal 2014.

Dengan dukungan udara AS, PYD / PKK kemudian mengusir IS dari Manbij.

AS telah berjanji kepada Turki bahwa PYD / PKK akan meninggalkan daerah itu setelah merebutnya dari IS, tapi janji ini gagal terwujud.

Manbij dihuni terutama oleh orang Arab, dengan hanya beberapa ribu orang Kurdi dan Turkmen yang tinggal di sana.

Lagi, Bentrokan Bersenjata Meletus di Perbatasan Myanmar dengan China, 30 Tewas

MYANMAR (jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 orang tewas di wilayah di perbatasan Myanmar dengan China setelah oposisi Myanmar – beberapa orang mengenakan seragam polisi – meluncurkan serangan mendadak, menurut pihak berwenang.

Kantor berita Aljazeera mengatakan, bentrokan di hari Senin (06/03/2017) tersebut termasuk yang terburuk yang pernah terjadi di wilayah Kokang sejak pertempuran pada tahun 2015 yang menyebabkan sejumlah orang tewas dan memaksa puluhan ribu mengungsi melintasi perbatasan ke China. Wilayah Kokang terletak di timur laut negara bagian Shan dan penduduknya berbahasa China.

Oposisi dari kelompok Myanmar Nationalities Demokrat Alliance Army (MNDAA) melancarkan serangan pada Senin pagi terhadap polisi dan pos-pos militer di Kokang, menurut kantor Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar.

Sebuah kelompok pejuang yang terpisah juga menyerang lokasi di Laukkai, sebuah kota utama di Kokang.

“Menurut informasi awal, banyak warga sipil tak berdosa termasuk seorang guru sekolah dasar yang tewas karena serangan oleh kelompok bersenjata MNDAA,” kata kantor konselor negara dalam sebuah pernyataan.

Ia juga mengatakan beberapa penyerang mengenakan seragam polisi setempat.

Pernyataan, yang disertai dengan gambar grafis beberapa orang yang mati dan terluka, mengatakan sedikitnya lima warga sipil dan lima polisi setempat tewas dalam pertempuran itu.

Ia juga mengatakan bahwa 20 lebih “mayat yang terbakar” telah ditemukan bersama senjata.

Zaw Htay, juru bicara pemerintah, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 20 mayat merupakan milisi MNDAA.

Video yang belum diverifikasi yang tersebar di media sosial menunjukkan bagian-bagian kota masih terbakar pada Senin sore saat warga sipil bergegas menyelamatkan diri di tengah rentetan tembakan senjata kecil.

Taliban Serang Pos Pemeriksaan dengan Kenakan Seragam Polisi Afghanistan, 6 Tewas

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Mujahidin Taliban mengenakan seragam pasukan keamanan membunuh enam polisi militer di Afghanistan utara, Ahad, kata seorang kepala polisi provinsi, lansir World Bulletin Senin (06/03/2017).

Jenderal Abdul Hamid Hamid mengatakan kelompok besar pejuang Taliban menyerang pos pemeriksaan Polda Afghanistan (the Afghan Local Police-ALP) di provinsi Kunduz Ahad pagi, menewaskan enam petugas di daerah Zakhil distrik polisi ke-3.

Safiullah Amiri, seorang anggota dewan provinsi, mengatakan para penyerang menghilang dengan cepat dari TKP dengan membawa senjata dan peralatan milik aparat.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan telah berencana untuk mengekang serangan tersebut selama enam bulan terakhir. Serangan-serangan tersebut dilakukan oleh mujahidin yang menyusup dalam pasukan atau menggunakan seragam mereka.

Kunduz jatuh dua kali ke tangan Taliban dalam dua tahun terakhir, dan Taliban memiliki kehadiran berat di sejumlah kabupaten tersebut.

33 Mantan Pasukan Irak Tewas Dihajar Rudal Pasukan Koalisi di Barat Mosul

NINIWE (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 33 mantan anggota pasukan Irak tewas dalam serangan koalisi pimpinan AS di Mosul barat, Senin, menurut seorang petugas polisi setempat.

Petugas polisi federal Abdullah al-Mayahi mengatakan kelompok Islamic State (IS) menahan puluhan mantan anggota pasukan keamanan untuk menanyai mereka tentang dugaan bekerjasama dengan militer Irak.

Dia mengatakan pesawat perang koalisi keliru menembakkan dua rudal ke sebuah stasiun kereta api, di mana para tawanan ditahan.

“Serangan itu menewaskan 33 anggota mantan pasukan keamanan dan melukai delapan orang lainnya,” katanya kepada Anadolu Agency, Senin (06/03/2017).

Menurut al-Mayahi, sejumlah pasukan IS juga terbunuh dan terluka dalam serangan udara.

“IS telah mencoba untuk menutupi kejahatannya dengan mengklaim bahwa situs yang dibom adalah rumah bagi keluarga pengungsi,” kata petugas polisi.

Pada pertengahan Februari, pasukan Irak – didukung oleh koalisi udara dimpinan AS – mulai melancarkan operasi baru untuk memukul mundur IS dari Mosul barat.

Serangan terjadi sebagai bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, bersama dengan banyak wilayah utara dan barat Irak, yang diserbu IS pada pertengahan 2014.

 

Heboh, Sepupu Pemimpin IS Tertangkap di Mosul

MOSUL (Jurnalislam.ccom) – Pasukan pertahanan Irak menangkap seorang pria yang diyakini adalah sepupu pemimpin IS, Abu Bakr al-Baghdadi di Mosul, media berita Irak melaporkan.

Menurut laporan media Irak, sepupu al Baghdadi – yang tidak disebutkan namanya dalam laporan berita ini – ditangkap oleh polisi federal di lingkungan Jawsaq di Mosul, hari Jumat, lansir Al Arabiya News Channel Ahad (05/03/2017).

“Dia ditangkap setelah polisi menerima informasi intelijen yang akurat. Pasukan pertahanan memindahkannya ke lokasi yang tidak diketahui publik dengan alasan keamanan, dan mereka akan melanjutkan penyelidikan di sana,” laporan Irak mengutip sumber keamanan mengatakan.

Menurut sebuah foto yang diambil dari video, sepupu al Baghdadi, yang memiliki janggut merah tersebut terlihat diborgol polisi yang membawanya pergi.

Daerah Jawsaq Mosul ini dibebaskan pada hari Senin dan sekitar 50 pasukan IS terbunuh.