Lama dalam Ketegangan, Pemimpin Mesir Kunjungi Raja Arab Bahas Hubungan Strategis

RIYADH (Jurnalislam.com) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi tiba di Riyadh pada hari Ahad (23/4/2017) untuk melakukan pembicaraan dengan Raja Saudi Salman.

Kunjungan kenegaraan itu terjadi setelah ketegangan berbulan-bulan antara kedua Negara sekutu tersebut.

Sisi disambut oleh raja Saudi pada saat tiba di bandara udara King Salman di Riyadh, kantor berita resmi SPA melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Kepresidenan Mesir mengatakan bahwa pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut akan memperkuat hubungan strategis antara kedua negara dan juga isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

Kairo dan Riyadh berselisih mengenai sejumlah isu politik, di antaranya konflik Suriah.

Pada bulan Oktober, Mesir memilih sebuah resolusi yang didukung oleh Rusia untuk Suriah yang dilanda perang, yang ditentang oleh Arab Saudi.

Pada bulan yang sama, perusahaan Aramco Arab Saudi menghentikan pengiriman minyak ke Mesir, yang dikatakan pejabat Mesir untuk alasan “komersial”. Pengiriman dikirim kembali bulan ini.

Terjebak dalam Pertempuran, 90 Warga Sipil Tewas di Mosul Barat

NINEVEH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 90 warga sipil dilaporkan tewas dalam bentrokan mematikan antara pasukan Irak dan kelompok Islamic State (IS) di Mosul barat.

Seorang petugas Rapid Response mengatakan bahwa korban telah ditangkap dalam pertempuran antara militan dan pasukan Irak yang berusaha merebut distrik Al-Thawra di sisi barat kota.

“Sejumlah mayat masih terjebak di bawah puing-puing rumah yang hancur,” kata petugas kepada Anadolu Agency, Ahad (23/4/2017), meminta anonimitas karena pembatasan berbicara dengan media.

Dia mengatakan lebih dari 30 rumah telah hancur dalam pertarungan di Al-Thawra.

Petugas tersebut kemudian menuduh pasukan Irak “kurang memperhatikan keamanan warga sipil” selama pertarungan anti-IS.

“Pasukan bersikeras untuk maju ke daerah sipil, terutama setelah terus menderita kerugian dalam konfrontasi melawan pasukan IS,” katanya.

Menurut perwira Irak, pasukan IS telah mengambil sejumlah sandera saat melarikan diri dari distrik Al-Thawra, yang direbut pasukan Irak dari IS pada hari Kamis.

“Mereka menculik sejumlah warga sipil tak bersenjata di bawah todongan senjata ke daerah lain di Mosul barat,” katanya.

Pada bulan Februari, pasukan darat Irak – yang didukung oleh kekuatan koalisi pimpinan AS – memulai operasi baru untuk mengambil alih posisi IS dari Mosul barat, kubu terakhir IS di Irak utara.

Serangan yang sedang berlangsung merupakan bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang diduduki IS pada pertengahan 2014.

Targetkan Peraturan Syariah, Partai di Inggris Kampanyekan Larangan Burqa

LONDON (Jurnalislam.com) – Partai Kemerdekaan Inggris (UK Independence Party-UKIP) mengatakan akan menerapkan larangan burqa dalam manifesto partai mereka, yang diperkirakan akan dipublikasikan pada hari Senin (24/4/2017), menurut pemimpin partai tersebut pada hari Ahad (23/4/2017).

Paul Nuttal mengatakan dalam acara Andrew Marr Show di BBC One bahwa partai tersebut juga akan menargetkan peraturan Syariah di Inggris sebagai bagian dari kampanye mereka.

“Kami memiliki risiko keamanan yang tinggi saat ini dan agar CCTV efektif, Anda perlu melihat wajah setiap orang,” kata Nuttal.

“Kedua, ada masalah integrasi, saya tidak percaya Anda bisa berintegrasi sepenuhnya dan menikmati hasil masyarakat Inggris jika Anda tidak dapat melihat wajah semua orang,” tambahnya.

Nuttal mengatakan bahwa kebijakan partai tersebut tidak menyebutkan Muslim. Tentang larangan Syariah, dia mengatakan bahwa tidak ada usulan serupa untuk melarang pengadilan agama Yahudi karena penduduk Yahudi lebih kecil dari populasi Muslim.

“Integrasi justru semakin memburuk di Inggris saat ini, bukannya semakin baik. Larangan [burqa] ini akan membantu, “dalihnya.

“Ini bukan serangan khusus pada umat Islam, ini semua tentang integrasi,” tambahnya.

3 Anggotanya Dibunuh, Abu Sayyaf Sembelih Tentara Filipina

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Filipina yang diculik pekan lalu di Filipina selatan oleh kelompok Abu Sayyaf ditemukan dipenggal beberapa jam setelah tentara pemerintah membunuh tiga anggota kelompok Abu Sayyaf dalam bentrokan di tempat lain.

Kepala Sersan Anni Siraji dari Batalyon Infanteri ke-32 Angkatan Darat ditemukan dalam jarak 50 meter dari tubuhnya di kota Patikul di Sulu, Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana, komandan the Joint Task Force Sulu, mengatakan, lansir Aljazeera, Ahad (23/4/2017).

Sobejana mengatakan bahwa Siraji kemungkinan diculik dan dieksekusi karena keterlibatannya dalam inisiatif perdamaian di Sulu.

“Dia terlibat dalam upaya perdamaian, dia sebenarnya bukan kombatan, kami menugaskan dia karena dia adalah seorang Tausog [seperti kebanyakan anggota Abu Sayyaf],” katanya.

Sebelumnya pada hari Ahad, militer mengatakan bahwa tentara telah membunuh lagi tiga anngota Abu Sayyaf di pulau resor Bohol dimana mereka bersembunyi setelah gagal menculik wisatawan.

Militer mengejar dua atau tiga gerilyawan lainnya yang masih berada di Bohol, jauh ke utara benteng mereka di ujung selatan negara yang mayoritas penduduknya Kristen.

“Kami memiliki laporan yang menunjukkan bahwa mereka juga terluka dan kehabisan persediaan,” kata Kolonel Edgard Arevalo, kepala kantor urusan public militer.

Thousands of New Muslims Gathered at TSM Mosque

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Thousands of New Muslims attended the gathering of converts in Bandung Raya at the TSM Mosque, Sunday (04/23/2017).

TSM mosque has the capacity to accommodate about 700 visitors but because the number of converts in attendance, they also cumpled in the yards and surrounding visinity of the mosque. Included in the event was Ustaz Felix Siauw and he gave a sermon.

“I’m not sure about the number of converts in attendence but the sheer volume was beyond the capacity of the TSM mosque, “said the committee of the Muallaf (converts) Muayaf Bandung Raya as quoted by ‘Republika’.

The sheer volume of the congregation, he said, was because many converts were from the public population “We held the ‘friendship of converts event ‘ because we want to embrace the converts, to ensure they do not to walk alone and fragmented.

So they can embrace all aspects, “he said. He also added, the purpose of this event is because it wants to support the new converts who are spreading out in the city of Bandung.

So we are enjoining ‘ukhuwah’ (family values and friendship) among our fellow converts. “This is the first time we had an open event for converts which was open to the public,” he concluded.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Translator: Taznim

Ribuan Mualaf Hadiri Silaturahmi Akbar di Masjid TSM Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan jamaah menghadiri silaturahim mualaf se-Bandung Raya di Masjid TSM, Ahad (23/4/2017).

Kapasitas Masjid TSM ini mampu menampung sekitar 700 jamaah, karena banyaknya jamaah yang hadir, jamaah pun membludak hingga ke pelataran masjid. Dalam pengajian tersebut, hadir Ustaz Felix Siauw memberikan ceramah.

“Saya kurang tahu pasti jumlah jamaahnya. Tapi, ini memang membludak melebihi kapasitas masjid TSM,” ujar Panitia Silaturahmi Muallaf Se- Bandung Raya seperti dikutip dari Republika.

Membludaknya jamaah, kata dia, karena banyak jamaah dari umum. Sementara jumlah mualaf yang hadir, sekitar 40 sampai 50 orang.

“Kami mengadakan silaturahim mualaf se-Bandung Raya karena ingin merangkul mualaf agar tak berjalan sendiri-sendiri dan terkotak-kotak. Sehingga bisa merangkul semuanya,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan digelarnya acara ini karena ingin merangkul mualaf yang tersebar di Kota Bandung. Sehingga terjaga ukhuwah di antara sesama mualaf.

“Ini baru pertama kali kami gelar selain untuk mualaf, terbuka untuk pengajian umum,” pungkasnya.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

25 Journalists from Various Media Attend JITU Convention

BOGOR (Jurnalislam.com)Jurnalis Islam Bersatu (JITU) again held recruiting and recruitment for new members in 2017, titled ‘Printing Steadfast and Professional Muslim Journalist’, a series of activities was held at Dewi Sri villa, Cisarua, Bogor on 21-23 April 2017.

At least 25 candidates for new members of JITU who passed the selection participated in these activities. Participants are journalists from various print and electronic media. Participants from various regions were seen to be enthusiastically participating in a series of activities and material presented from senior Muslim journalists.

JITU Chairman Agus Abdullah said in his speech that Muslim journalists are expected to be like Anas bin Nadhr in the battle of uhud wh helped to raise and form the Muslim Ummah’s army when Rasulullah SAW was wrongly reported to have been killed killed in the war.

“Muslim journalists should imitate Anas bin Nadhr’s. Become a generator of the spirit of Muslims in the midst of adversity, “he said. Participants consist of various Islamic media such as Jurnalislam.com, Harian Amanah, Kiblat.net, Persis.or.id, islampos.com, etc.

Reporter: Ibnu Fariid

Translator: Taznim

Az Zikra Bantah Alasan Penolakan Acara HTI Karena Ancaman Banser

BOGOR (Jurnalislam.com) – Pengurus Masjid Az Zikra, Ustaz Khotib, membantah alasan penolakan kegiatan Forum Khilafah HTI disebabkan adanya ancaman dari GP Ansor.

Berdasarkan data yang diperoleh Jurniscom di lapangan, alasan Az Zikra menolak kegiatan itu berdasarkan rekomendasi dari aparat kepolisian yang menyampaikan adanya beberapa ormas yang tidak setuju dengan kegiatan tersebut.

Begini kronoligis pembatalan acara Forum Khilafah di Masjid Az Zikra, Bogor yang berhasil dihimpun Jurniscom.

Pada Rabu (19/4/17), panitia dari HTI menemui Ustaz Khotib untuk meminta izin penggunaan tempat untuk acara musyawarah internal yang akan diselenggarakan pada hari Ahad (23/04/17) pagi.

Ustadz Khotib pun menyambut dengan baik dan memberikan izin. Sebab HTI memang sudah sering mengadakan di Az Zikra. Akan tetapi, karena acara akan diikuti oleh peserta di atas 500 orang, maka pihak Az Zikra meminta panitia untuk melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolosian.

Hari Sabtu (22/4/2017), panitia menyampaikan surat pemberitahuan kepada Polres Bogor. Namun, Polres Bogor tidak memberikan izin dan meminta ke pihak Az Zikra untuk membatalkan acara tersebut dengan alasan karena situasi yang sedang tidak kondusif serta adanya beberapa ormas yang tidak setuju dengan acara tersebut. Ormas-ormas itu diantaranya Banser GP Ansor Kabupaten Bogor, Pemuda Pancasila, dll.

Menanggapi imbauan kepolisian tersebut, ustaz Khotib dan pengurus Az Zikra lainnya berkoordinasi dengan Ustad Arifin Ilham. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan Ustadz Arifin Ilham memutuskan untuk tidak memberikan izin acara tersebut digelar di Masjid Az Zikra.

Sore harinya, Sabtu (22/4/2017) sekira pukul 17.30 WIB, 10 orang perwakilan Banser GP Ansor Kabupaten Bogor mendatangi Ustadz Khotib. Mereka menyampaikan penolakan acara HTI tersebut digelar di Kabupaten Bogor. Mereka juga memberikan surat keberatan kepada Ustadz Khotib.

Berdasarkan penuturan salah seorang yang hadir dalam pertemuan antara GP Ansor dan Pengurus Masjid Az Zikra, dalam pertemuan itu pihak GP Ansor menyatakan penolakan bernada ancaman bahwa jika acara tetap dilangsungkan GP Ansor akan menerjunkan 8.000 personnel Banser untuk membubarkan acara tersebut.

Mendengar pernyataan it, Ustadz Khotib mengatakan, “Kami sudah bermusyawarah dengan pengurus dan sepakat untuk kali ini acara HTU kami cancel. Jadi bukan karena antum acara HTI kami cancel,” tegas Ustadz Khotib kepada perwakilan GP Ansor.

Ustadz Khotib juga menyayangkan pernyataan GP Ansor yang bernada ancaman itu.

Reporter: Yan Aditya

25 Jurnalis dari Berbagai Media Ikuti Dauroh JITU 2017 di Cisarua

CISARUA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali menggelar dauroh perekrutan anggota baru tahun 2017. Bertajuk ‘Mencetak Jurnalis Muslim yang Tangguh dan Profesional’, rangkaian kegiatan dilangsungkan di vila Dewi Sri, Cisarua, Bogor pada 21-23 April 2017.

Sedikitnya 25 peserta calon anggota baru JITU yang lolos seleksi mengikuti kegiatan tersebut. Peserta adalah para jurnalis yang berasal dari berbagai media Islam cetak maupun elektronik.

Peserta yang berasal dari berbagai daerah itu terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan serta pemaparan materi dari para jurnalis muslim senior.

Ketua Umum JITU, Agus Abdullah menyampaikan dalam sambutannya, para jurnalis muslim diharapakan mampu menjadi sosok Anas bin Nadhr dalam perang Uhud yang membangkitkan semangat pasukan Umat Islam ketika Rasulullah SAW dikabarkan gugur dalam peperangan itu.

“Jurnalis Muslim harus mencontoh sahabat Anas bin Nadhr. Menjadi pembangkit ruh Umat Islam di tengah keterpurukan,” tuturnya.

Peserta terdiri dari berbagai media Islam seperti Jurnalislam.com, Harian Amanah, Kiblat.net, Persis.or.id, islampos.com, dll.

Reporter: Ibnu Fariid

Persis: The Prosecutor has Wounded The Hearts of Muslims

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Members of the Council Hisbah PP Persatuan Islam (Persis), Ustadz Salam Rosyad analisis, prosecutor’s lenient sentence against Ahok wounded the hearts of Muslims and has been called absurdly unfair.

“The sentence given from the prosecutor is seen as very offensive to all Muslims, also the issue of the actual sentence is blatantly unjust when compared with other cases of blasphemy,” he told Jurniscom, Friday (21/4/2017).

For this reason he called on all Muslims to keep demanding justice until the religious blasphemer is appropriately punished with the full severely of the law for such cases.

“If not, then Muslims should find a way to punish this blasphemer of Islam with the law according to Islam ( Shari’a law) ” he also said.

“There must be someone with courage enough to exact the appropriate punishment for this case of blasphemy in accordance with Shari’a law (in this case the guilty perpetrator insulted and belittled the holy verse) “Q.S.al-Maidah / 5: 33,” he said. The chaged/guilty in this case of blasphemy, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) was only charged 1 year probation.

Whereas contrary, in accordance with Article 156a the convicted criminal for the penalty of religious blasphemy should be up to 5 years imprisonment.

Reporter: Yan Aditya

Translator: Taznim