Setelah Setahun Absen, Kemarin Iran Kirim Rombongan Haji Pertama ke Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran pada hari Ahad (30/7/2017) mengirim rombongan pertama peziarah ke Arab Saudi untuk ibadah haji, lansir Al Arabiya News Channel.

Para peziarah meninggalkan Iran dari Bandara Internasional Bandar Abbas. Menurut Organisasi Penerbangan Sipil Iran, penerbangan pertama berangkat pukul 8:00 pagi pada hari Ahad melalui Iran Air. Dua penerbangan lagi pada pukul 4:00 sore dan jam 7:00 malam juga akan berangkat pada hari Ahad.

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

Qazi Askar, supervisor Misi Haji Iran, mengatakan bahwa tindakan yang diperlukan untuk mengirim rombongan pertama telah selesai.

Jumlah peziarah Iran tahun ini akan mencapai sekitar 86.500 dan mereka akan tiba di Arab Saudi dalam 600 rombongan.

Iran Larang Warganya Pergi Haji Setelah Pembicaraan dengan Saudi Gagal

Tanggapi Uji Coba Rudal Korut, Pembom B-1B AS Terbang Rendah di Semenanjung Korea

KORSEL (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat menerbangkan dua pesawat pembom supersonik di atas Semenanjung Korea pada hari Ahad (30/7/2017) dalam sebuah demonstrasi kekuatan untuk melawan Korea Utara menyusul uji coba rudal balistik antarbenua negara ini, lansir Associated Press.

Pembom B-1 dikawal oleh jet tempur Korsel saat mereka melakukan low-pass di sebuah pangkalan udara dekat ibukota Korea Selatan Seoul sebelum kembali ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam, Pasukan Udara Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan bahwa misi tersebut merupakan balasan terhadap tes ICBM berturut-turut oleh Korea Utara bulan ini. Analis mengatakan data penerbangan dari tes ICBM kedua Korea Utara yang dilakukan pada hari Jumat malam menunjukkan bahwa bagian yang lebih luas dari daratan Amerika Serikat, termasuk Los Angeles dan Chicago, sekarang berada dalam jangkauan senjata Pyongyang.

“Korea Utara tetap merupakan ancaman paling mendesak bagi stabilitas regional,” Jenderal Terrence J. O’Shaughnessy, komandan Angkatan Udara Pasifik, mengatakan.

“Diplomasi tetap memimpin, namun kita memiliki tanggung jawab terhadap sekutu dan negara kita untuk menunjukkan komitmen kita yang tak tergoyahkan saat merencanakan skenario terburuk.”

Dia menambahkan: “Jika dipanggil, kita siap untuk menanggapi dengan cepat, mematikan, dengan kekuatan yang luar biasa pada satu waktu dan tempat yang kita pilih.”

Amerika Serikat sering mengirim pesawat tempur yang kuat pada saat meningkatnya permusuhan dengan Korea Utara. Pembom B-1 telah dikirim ke Korea Selatan untuk beberapa kali tahun ini dalam menanggapi uji coba rudal Korea Utara yang dilarang, dan juga setelah kematian seorang mahasiswa AS bulan lalu setelah dia dibebaskan oleh Korea Utara dalam keadaan koma.

ICBM Hwasong-14, yang pertama kali diuji Korea Utara pada tanggal 4 Juli, merupakan sorotan utama dari beberapa sistem senjata baru yang diluncurkan Pyongyang tahun ini. Mereka adalah rudal jarak menengah yang mampu menyerang Alaska dan Hawaii dan merupakan rudal midrange solid-fuel, yang menurut para analis dapat diluncurkan lebih cepat dan lebih secara diam-diam daripada rudal bahan bakar cair.

Sebarkan Informasi Palsu, Kementerian Transportasi Qatar Bantah Laporan Media Saudi

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar telah menolak laporan media Saudi bahwa negara-negara Arab mengizinkan pesawat Qatari menggunakan koridor udara dalam keadaan darurat, dengan mengatakan bahwa mereka menyebarkan “informasi palsu”.

Kementerian transportasi dan komunikasi Qatar dan otoritas penerbangannya pada hari Ahad (30/7/2017) menolak klaim bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain telah mengambil keputusan tersebut, kantor berita negara QNA melaporkan, lansir Aljazeera.

Kantor berita negara Saudi SPA pada hari Ahad mengutip sebuah pernyataan dari otoritas penerbangan Saudi (GACA) yang mengatakan bahwa mereka telah menyetujui koridor udara darurat, yang diidentifikasi berdasarkan pengawasan ICAO, dan akan dibuka mulai 1 Agustus.

“Sembilan koridor telah diidentifikasi termasuk satu di wilayah udara internasional di atas laut Mediterania yang akan dipantau oleh pihak berwenang Mesir,” kata SPA.

Qatar meminta negara-negara tersebut untuk tidak menyebarkan “informasi palsu” menjelang pertemuan ICAO di Montreal pada hari Senin.

ICAO tidak segera memberikan komentar.

Dewan pemerintahan 36 negara ICAO dapat bertindak untuk menyelesaikan perselisihan yang disampaikan oleh Qatar, namun intervensi semacam itu jarang terjadi dan memakan waktu karena badan PBB tersebut biasanya menegosiasikan perselisihan melalui konsensus.

Arab Saudi, Mesir, UEA, dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada awal Juni atas tuduhan bahwa Qatar mendukung kelompok “teroris” – sebuah tuntutan yang dibantah Qatar.

Serangan Terkoordinasi Al Shabaab Tewaskan 23 Pasukan Uni Afrika dan Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 23 tentara Uni Afrika dan seorang tentara Somalia tewas dalam sebuah penyergapan yang dilakukan oleh pejuang al-Shabab di selatan negara tersebut, menurut seorang pejabat senior regional, Aljazeera melaporkan Ahad (30/7/2017).

Pertempuran tersebut terjadi saat pejuang al-Shabaab menyerang misi Uni Afrika di Somalia (the African Union Mission in Somalia-AMISOM) pada hari Ahad di distrik Bulamareer di wilayah Lower Shabelle, sekitar 140km barat daya ibukota Mogadishu.

“Kami telah membawa 23 tentara AMISOM yang tewas dan seorang tentara Somalia yang tewas dari tempat kejadian saat al Shabaab menyerang AMISOM hari ini,” Ali Nur, wakil gubernur wilayah Lower Shabelle, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Al Shabab, yang telah memerangi pemerintah yang dibentuk dan didukung Barat di Somalia, mengklaim telah membunuh 39 tentara Uni Afrika.

Laporan faksi jihad al-Qaeda di Afrika tersebut dikeluarkan oleh juru bicara Al Shabab di sebuah stasiun radio afiliasi, tidak dapat segera diverifikasi.

Sebelumnya pada hari Ahad, Kolonel Hassan Mohamed mengkonfirmasi bahwa sebuah konvoi AMISOM diserang.

Penduduk setempat mengkonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa pertempuran tersebut terjadi di wilayah Lower Shebelle, sebuah wilayah yang diperebutkan di mana juru bicara al-Shabab mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyergapan.

“Mujahidin berdiri di atas mayat 39 tentara, di antaranya komandan senior”, Abdiaziz Abu Muzab mengatakan kepada radio Andalus.

Uni Afrika memiliki 22.000 kekuatan di Somalia yang berdedikasi untuk memerangi faksi jihad al-Shabab dan mendukung pemerintah Mogadishu yang didukung secara internasional.

Warga mengatakan pasukan tersebut disergap di desa Golweyn saat mereka mengawal pasokan di sepanjang jalan yang menghubungkan Mogadishu dengan Lower Shebelle.

“Pertempuran pecah dan berlanjut lebih dari satu jam,” kata Ali Osman, seorang saksi pertempuran.

Al-Shabab yang telah berjuang melawan pemerintahan Mogadishu bentukan barat juga melakukan serangan pada pos militer Kenya dan Uganda.

Dari Balita Hingga Tua Jompo Ikut Aksi Solidaritas Masjid Al Aqsha di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Wanita dan pria dari segala umur, kelompok pelajar, dan keluarga berkumpul di Lapangan Yenikapi Istanbul pada hari Ahad (30/7/2017) untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap warga Palestina menyusul blokade Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem.

“Yerusalem adalah hati kami,” kata seorang wanita Turki berusia 32 tahun, bersama bayi perempuan berusia 3 tahun yang membawa bendera Palestina pada saat aksi.

Esra, yang tidak ingin mengungkapkan nama belakangnya, mengatakan bahwa dia membawa bayinya ke dalam unjuk rasa karena dia yakin “masalah Palestina harus dipelajari sejak kecil.”

Mengatakan negara-negara berpenduduk mayotitas Muslim tidak berbuat cukup banyak untuk mendukung perjuangan Palestina, dia menjelaskan satu-satunya solusi untuk masalah ini “adalah satu kesatuan umat Islam yang akan bertindak keras melawan penindasan”.

Nurhayat Kurt, 85 tahun, yang bergabung dalam aksi di kursi rodanya mengatakan bahwa pada akhirnya Israel harus menyerah.

Kurt menekankan bahwa Al-Aqsha penting bagi Islam. “Saya di sini bersama anak-anak dan cucu-cucu saya. Semakin banyak Muslim yang bersatu melawan Israel, semakin suara kita akan terdengar baik,” katanya.

“Semua orang harus melakukan apa yang mereka bisa untuk saudara dan saudari kita di Palestina”.

Shiraz Abdul, 57, berasal dari Karibia, juga berada di antara para pemrotes selama demonstrasi hari Ahad.

Setelah datang ke Istanbul sebagai turis, dia mengetahui ada demonstrasi melawan Israel dan memutuskan untuk bergabung setelah dia berpikir menghadiri acara semacam itu “penting karena kami harus memiliki kedamaian di dunia”.

Abdul megatakan Israel sebagai negara kapitalis, yang “ingin mencuri seluruh dunia”.

Dia juga mengkritik negara-negara Arab karena tidak mendukung isu Palestina dan mengklaim bahwa mereka lebih memilih untuk menjadi kaya “dengan mendukung Israel”.

Semua negara kaya mencoba untuk memiliki hubungan baik dengan Israel, dia mengklaim, menambahkan “karena Israel mengendalikan sistem moneter dunia”.

Cengiz Unlu, 58 tahun, setuju dengan dia, mengatakan, “Mereka (para pemimpin Negara Muslim) lebih takut pada para pemimpin Barat daripada takut pada Allah.”

“Namun,” tambahnya, “pertemuan ini akan mengarah pada kembalinya kebangkitan Islam.”

Menunjuk pentingnya Yerusalem bagi semua umat Islam, dan tidak hanya warga Palestina, dia menyimpulkan: “Allah beserta kita, dan kita akan menjadi pemenang ketika seluruh umat Islam dapat dengan bebas melakukan sholat sehari-hari di Al-Quds”, dengan menggunakan nama Arab untuk Kota Yerusalem.

Ratusan orang menghadiri The Great Jerusalem Rally yang diselenggarakan oleh sejumlah LSM Turki.

Puluhan perwakilan dari organisasi masyarakat sipil termasuk Yayasan Pemuda Anatolia (AGD), Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH), dan Yayasan Yedi Hilal, berkumpul di alun-alun dan bersumpah bahwa mereka tidak akan membiarkan Masjid Al-Aqsha jatuh ke tangan Israel.

Para pemrotes pada demonstrasi tersebut meneriakkan slogan anti-Israel dan pro-Palestina, dengan membawa bendera Turki dan Palestina untuk mendukung sesama Muslim.

Pertemuan hari Ahad adalah yang terakhir dari serangkaian unjuk rasa yang telah diadakan di Turki selama pekan terakhir menyusul blokade yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina yang akan memasuki Masjid Al-Aqsha baru-baru ini.

Kemarahan meluap di Tepi Barat sejak pertengahan Juli, ketika militer zionis memberlakukan pembatasan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsha setelah kematian dua paukan penjajah Israel dan tiga orang Arab Israel dalam sebuah serangan.

Muslim menolak masuk Masjid dan berdoa di jalan-jalan di sekitar kompleks masjid tersebut untuk memprotes pemasangan detektor logam.

Israel, setelah menghadapi kecaman internasional, melepaskan detektor pada hari Jumat.

Warga Palestina pada hari Sabtu turun ke jalan dan bergegas ke Al-Aqsha untuk merayakan pemindahan detektor. Sejumlah umat Islam dari seluruh dunia bergabung dalam perayaan di sekitar Masjid dan saling menyapa.

Yerusalem adalah tempat suci bagi anggota ketiga agama Ibrahim – Muslim, Yahudi dan Kristen – dan Masjid Al-Aqsha merupakan tanah wakaf kaum Muslim dan situs tersuci ketiga di dunia Islam.

Pesawat Tempur Libya Ditembak Jatuh Dewan Shura Mujahidin di Derna

TRIPOLI (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat tempur Libya milik Dewan Perwakilan Rakyat Tobruk ditembak jatuh Sabtu oleh Dewan Shura Mujahidin di Derna, menurut sumber militer, lansir Anadolu Agency Ahad (30/7/2017).

Muhammad Idris Al-Mansouri, dari Dewan Shura Mujahidin di Derna menulis di akun Facebook resminya bahwa mereka menahan pilot dan co-pilot, namun pilot tersebut kemudian meninggal dan tidak ada informasi tambahan mengenai co-pilot.

Libya telah dikunci dalam perang dan kekacauan sejak 2011 ketika sebuah pergerakan populer yang berdarah berakhir dengan pemecatan dan kematian mantan Presiden Muammar Gaddafi.

Negara kaya minyak di Afrika Utara itu tetap bergolak, dengan perpecahan politik yang menghasilkan sedikitnya tiga kursi pemerintahan yang berbeda dan sejumlah kelompok milisi yang bersaing.

Pemberontak Syiah Houthi Targetkan Kapal Perang UEA

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka menargetkan sebuah kapal militer milik Uni Emirat Arab, bagian dari koalisi pimpinan-Saudi yang memerangi Syiah Houthi di negara tersebut.

Kapal tersebut, yang membawa peralatan militer, tiba di pelabuhan Mocha Yaman dari pelabuhan Assab Eritrea saat diserang, kata pejabat Houthi pada hari Sabtu (29/7/2017), Aljazeera melaporkan.

Badan Pers Saudi (The Saudi Press Agency), mengutip sebuah pernyataan oleh koalisi tersebut, mengatakan bahwa milisi Syiah Houthi menggunakan kapal penuh bahan peledak, yang menabrak dermaga dekat dengan sekelompok kapal di Mocha.

Ditambahkan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerusakan substansial.

Kapal UEA adalah kapal ketiga milik koalisi yang menjadi sasaran di lepas pantai barat Yaman sejak awal 2017, menurut kantor berita AP.

Juga pada hari Sabtu, pejabat Yaman mengatakan bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengambil alih kendali penuh atas sebuah pangkalan militer utama, yang dikenal sebagai Khalid Ibn al-Walid, dekat pantai barat Yaman.

Bentrokan yang berkecamuk di pangkalan antara pasukan yang setia kepada Hadi dan Houthi, yang mengendalikannya lebih dari dua tahun, telah membunuh puluhan orang di kedua belah pihak.

Kemudian pada hari Sabtu, pejabat Yaman lainnya mengatakan bahwa 13 pasukan Hadi tewas setelah pemberontak Syiah Houthi menyerang sebuah lokasi militer di selatan kota Taiz, di pantai barat daya.

Mereka mengatakan bahwa lima orang milisi Houthi terbunuh dalam bentrokan tersebut dan memperkirakan jumlah korban tewas di antara pasukan Hadi akan meningkat.

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi, yang mendukung pemerintahan Hadi yang diakui secara internasional, telah melakukan operasi udara sejak Maret 2015, berusaha untuk mengusir pemberontak Syiah Houthi, yang merebut ibukota Sanaa dan daerah lainnya pada tahun 2014.

Koalisi tersebut, yang sebagian besar merupakan negara-negara Arab, bertujuan memulihkan kembali kekuasaan Hadi.

830 Ribu Warga Lebih Masih Mengungsi dan 234.594 Telah Kembali ke Mosul

ANKARA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 830.000 orang – termasuk hampir 140.000 keluarga – tetap mengungsi setelah pertempuran merebut kembali kota utara Irak, yang pernah menjadi kota berpenduduk lebih dari 1,4 juta orang, sebuah badan PBB mengatakan pada hari Jumat, lansir Anadolu Agency Sabtu (29/7/2017).

“Sejak awal operasi Mosul pada bulan Oktober 2016, jumlah pengungsi internal yang lokasi pemindahan dan / atau kepulangannya telah diidentifikasi oleh Pelacak Darurat IOM untuk Operasi Mosul (Emergency Tracking for Mosul Operations) mencapai 178.952 keluarga, setara dengan 1.073.712 Individu,”menurut sebuah laporan baru oleh International Organization for Migration (IOM).

Laporan tersebut mengatakan bahwa sekitar 839.118 individu (139.853 keluarga) masih mengungsi setelah pertempuran berat untuk merebut kembali Mosul.

“Sekitar 234.594 pengungsi (39.099 keluarga) kini telah kembali ke Mosul, dan diperkirakan 80 persen akan kembali ke daerah asal mereka di Mosul Timur,” laporan tersebut menambahkan.

“Saya berharap meninggal bersama mereka,” Niqaa, seorang korban dari Mosul Timur, mengatakan kepada IOM dari tempat tidur rumah sakit.

“Mula-mula saya bisa mendengar suara wanita yang berteriak dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur,” Sarah, seorang wanita lain yang selamat mengatakan kepada IOM. “Saya bisa mendengar anak-anak menangis.”

Pasukan Irak, yang didukung oleh koalisi pimpinan agresor AS., berperang untuk menyingkirkan kelompok IS dari Mosul mulai musim gugur yang lalu.

Pada tahun 2014, kota ini dikuasai IS bersama dengan wilayah-wilayah luas di Irak utara dan barat.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Irak secara resmi mengumumkan kemenangan melawan IS di Mosul.

Dubes Israel di Washington Didemo Muslim AS dan Warga Palestina

WASHINGTON DC (Jurnalislam.com) – Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan kedutaan Israel untuk memprotes blokade Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem dan sholat Jum’at.

Warga Palestina terdiri dari Kristen dan Yahudi Ortodoks termasuk di antara mereka yang berpartisipasi dalam unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Muslim Amerika untuk Palestina (the American Muslims for Palestine-AMP).

“Kami berada di sini karena kami menemukan bahwa semua yang dilakukan Israel selama berpuluh-puluh tahun melawan rakyat Palestina benar-benar salah dan langkah mereka meningkatkan kekerasannya hanya mendorong konflik dan memicu kebencian,” Rabbi Dovid Felman, presiden organisasi Naturei Karta International, atau Jewish United Against Zionism, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (29/7/2017).

Felman menekankan bahwa menindas, membunuh, dan mencuri adalah salah, menurut Yudaisme, mengacu pada tindakan Israel terhadap orang-orang Palestina.

“Kami temukan hari ini, Palestina adalah tempat terburuk bagi orang Muslim atau Yahudi murni. Sayangnya, semua ini disebabkan oleh penemuan Zionisme dan penciptaan negara Israel,” tambahnya.

Saat umat Islam sholat di depan kedutaan, yang lainnya memegang spanduk bertuliskan: “Warga Yahudi Torah asli di Yerusalem dan di seluruh dunia mengecam agresi di Al-Aqsha dan penjajahan Palestina” dan “Yudaisme menolak Zionisme dan negara Israel”.

Direktur Kebijakan Nasional AMP Dr. Osama Abuirshaid mengatakan bahwa Israel dapat menolak hak Palestina untuk beribadah dengan bebas namun kedutaannya di Washington DC tidak memiliki hak yang sama dan tidak dapat menahan kebebasan beragama dan berekspresi.

“Kami akan terus berjuang melawan ketidakadilan Israel di negara ini sampai Palestina dan rakyat Palestina bebas,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR), Nihad Awad, mengatakan “Kami di sini untuk memberi tahu pejabat terpilih dan administrasi Trump untuk berperilaku sebagai pemerintah Amerika yang layak dengan melindungi kebebasan beragama di dalam dan luar negeri.” Dia juga menekankan bahwa Israel menyerang brutal warga Palestina dengan senjata, uang dan dukungan Amerika.

Kristin Szremski, Direktur Media dan Komunikasi AMP meminta para demonstran untuk menghubungi anggota kongres mereka dan Departemen Luar Negeri untuk menekan Israel.

“Pendapat publik Amerika berubah. Kongres berubah. Israel telah menjadi topik partisan di Kongres. Dulu bi-partisan, “kata Szremski. “Sekarang sangat partisan. Ini hanya masalah waktu dan mereka mengetahuinya. Itu sebabnya tindakan mereka semakin keras. ”

Kemarahan meluap di Tepi Barat sejak 14 Juli, ketika Israel memberlakukan pembatasan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsha – sebuah situs yang dihormati oleh umat Islam, menyusul kematian dua aparat polisi Israel dan tiga orang Arab Israel dalam sebuah serangan.

Reject the Community Organs, This is The 5 Exclamation Alumni Presidium 212 on Action 287

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Vice Chairman of Alumni Presidium 212 Asri Harahap read out 5 calls for resolution of Action 287 in front of hundreds of thousands of mass who attended the act of rejecting Perppu no 2 in 2017 in Monas, Friday (28/07/2017). Here are 5 calls from the Alumni 212 Presidium to the government, DPR, Ulama, President to Muslims in Indonesia:

1. To all Muslims in Indonesia regardless of the school that followed his jamaahnya dinaunginya, the party that he believed forget essentially we are one body dalah hadith Rasulullah saw said which means we do not forget

“The parable of the believing believer is like one body when one member of the body moans in pain so the whole body will feel the heat and heat”. (H.R Muslim)

HTI is an integral part of the Islamic ummah, now HTI is the first victim, and most likely will be followed by the next victim, if any part of the Muslims who rejoice to see the condition of HTI, they do not realize that the enemies of Islam are never tired of enemies of Muslims , They will eventually become the next target

2. To the House of Representatives of the Republic of Indonesia think somewhat far ahead do not let the short-term calculation of sacrificing the interests of the people, do not fear intimidation, do not soften and bribe bribe and the other be the real people’s representative, do not be a seal stamp of the regime’s genitals with Rewards of worldly rewards

3. To the Constitutional Court properly consider the Judicial Review effort by some circles regarding the highly controversial Perppu, avoid far from the interests of the regime, the constitutional court is the last bastion for the Judicial Review of every Law, Please consider from all direct and indirect contacts with Perppu no. 2 year 2017

4. To the MUI is expected to give a purely religious opinion, so that the opinion of the MUI becomes weighty in giving opinions, not to give opinions to the public that actually opens the door of the arbitrariness of the regime against the Muslims

5. To the President of the Republic of Indonesia we want that the political power obtained by the 2014 presidential election is only a temporary provision of Allah Subhanahu wa ta’ala, God is pleased to extend or shorten your power in this world, for the honorable sir kepolan to wish us from Presidium Alumni 212 , Especially to the President of Indonesia to deign to withdraw in accordance with the will of Allah azza wajala.

Translator: Taznim