Hamas Kecam Seruan Abbas untuk Lucuti Senjata di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)– Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyerukan agar Hamas melucuti senjata dan menyerahkan kendali Gaza kepada Otoritas Palestina. Hal itu ia sampaikan dalam pidato lewat tautan video pada konferensi PBB tentang solusi dua negara, Rabu (24/9/2025), setelah Amerika Serikat menolak visanya untuk hadir langsung.

Abbas mendesak Hamas dan faksi-faksi lain di Gaza untuk “menyerahkan senjata mereka” serta menyingkir dari peran pemerintahan di masa depan.

Pernyataan tersebut segera mendapat kecaman keras dari Hamas. Pejabat senior Hamas, Izzat al-Rishq, menilai ucapan Abbas “sangat disesalkan” karena menggaungkan tuntutan Israel di saat Zionis masih melancarkan pembantaian di Gaza dan mengintensifkan serangan di Tepi Barat.

Rishq memperingatkan bahwa upaya menghapus peran Hamas dalam kepemimpinan Palestina jelas melanggar perjanjian dialog nasional dan mengabaikan hak rakyat Palestina untuk menentukan kepemimpinan mereka sendiri. Ia juga menuduh Abbas tunduk pada “perintah eksternal” ketika rakyat Palestina terus menanggung agresi brutal Israel.

Hamas mendesak Otoritas Palestina untuk menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel, dan justru fokus pada persatuan serta perlawanan.

“Hanya melalui persatuan, rakyat Palestina dapat mencapai kebebasan, martabat, dan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya,” tegas Rishq.

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa Tel Aviv tengah mempertimbangkan langkah-langkah hukuman terhadap Abbas, menyusul semakin banyaknya negara Barat yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut tengah mengkaji pembatasan finansial terhadap kepemimpinan Palestina.

Agresi Israel di Gaza hingga kini telah menewaskan sedikitnya 65.419 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Ribuan lainnya masih terperangkap di bawah reruntuhan, sementara jutaan penduduk Gaza terus menderita akibat pemboman, pengungsian massal, dan kelaparan yang dipicu blokade Israel. (Bahry)

Sumber: TNA

Tentara Israel Tewas Kena Penembak Jitu di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)– Seorang tentara pendudukan Israel dilaporkan tewas dalam serangan penembak jitu pejuang Hamas di Kota Gaza pada Rabu (24/9/2025). Militer Zionis baru mengumumkan kematian tentaranya pada Kamis pagi (25/9).

Tentara yang tewas diidentifikasi sebagai Sersan Staf Chalachew Shimon Demalash (21), dari Batalyon 932 Brigade Nahal, berasal dari Beersheba. Menurut penyelidikan awal, ia ditembak saat bertugas di pos jaga di sebuah perkemahan militer.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyebut Demalash sebagai tentara yang “berani” dan menegaskan negara akan “merangkul keluarganya di masa sulit ini.”

Kematian Demalash menambah jumlah korban tewas di pihak militer Zionis dalam operasi terbaru di Kota Gaza menjadi dua orang. Sejak dimulainya perang melawan Hamas, jumlah korban Israel baik di Gaza maupun di wilayah perbatasan dilaporkan mencapai 471 orang, termasuk dua polisi dan tiga kontraktor sipil Kementerian Pertahanan.

Sementara itu, di pihak Palestina, serangan udara Israel kembali memakan banyak korban. Sedikitnya 11 orang gugur akibat bombardir Zionis terhadap sebuah rumah yang menjadi tempat pengungsian di Jalur Gaza tengah pada Kamis (25/9).

“Sebelas orang tewas dan banyak yang masih hilang atau terluka setelah serangan udara Israel menargetkan sebuah rumah yang menampung pengungsi di utara Al-Zawaida, Jalur Gaza tengah,” kata juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, kepada AFP.

Bassal menambahkan, beberapa anak termasuk di antara korban tewas. Agresi Israel yang semakin brutal dalam beberapa pekan terakhir telah memaksa ratusan ribu warga Gaza mengungsi demi menyelamatkan diri. (Bahry)

Sumber: TOI

Tiga Pengkhianat Gaza Dieksekusi Hamas karena Bekerja Sama dengan Israel

GAZA (jurnalislam.com)– Otoritas Gaza yang dipimpin Hamas mengeksekusi tiga pria yang dituduh berkolaborasi dengan pendudukan Israel pada Ahad (21/9/2025). Langkah ini disebut sebagai upaya perlawanan menghadapi kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi dengan dukungan Zionis.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak seorang pria bertopeng memberikan peringatan kepada “semua kolaborator” sebelum ketiga pria yang ditutup matanya dieksekusi di depan kerumunan.

Reuters memverifikasi lokasi eksekusi berada di Kota Gaza berdasarkan bangunan, pom bensin, tata letak jalan, dan rambu-rambu yang cocok dengan citra satelit.

Pejabat keamanan Gaza mengatakan eksekusi itu dilakukan oleh Ruang Operasi Gabungan Perlawanan Palestina. Mereka menyebut eksekusi tersebut sebagai penerapan “keputusan revolusioner” terhadap para kolaborator keamanan dengan Israel, serta bertujuan mengirimkan pesan peringatan bagi siapa saja yang tergoda bekerja sama dengan pendudukan.

Selama perang, Hamas telah beberapa kali menghukum secara terbuka warga yang melakukan pelanggaran serius, termasuk penjarahan dan kolaborasi dengan Israel. Video terbaru ini menjadi salah satu demonstrasi paling nyata dari kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa Israel mempersenjatai sejumlah klan yang menentang Hamas. Namun, ia tidak menyebutkan kelompok mana yang dimaksud.

Salah satu figur oposisi bersenjata paling menonjol adalah Yasser Abu Shabab, berbasis di Rafah, Gaza selatan. Meski membantah menerima dukungan Israel, pejabat keamanan Gaza mengatakan beberapa pria yang dieksekusi Ahad lalu memiliki hubungan dengan Abu Shabab.

Kelompok bersenjata Abu Shabab bahkan sempat mengiklankan perekrutan anggota di media sosial, menawarkan gaji bulanan antara Rp13,6 juta hingga Rp22,7 juta (setara 3.000–5.000 shekel Israel baru).

Selain itu, kelompok-kelompok anti-Hamas juga mulai muncul di Beit Lahiya dan Shejaiya di Gaza utara, serta di Khan Younis timur, menurut sumber lokal dan pihak yang dekat dengan Hamas. (Bahry)

Sumber: TOI

Perwira Tank Israel Tewas Kena Serangan Hamas di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)– Pasukan Pendudukan Israel (IDF) mengumumkan pada Selasa pagi (23/9/2025) bahwa seorang perwira tank mereka tewas dalam pertempuran di Kota Gaza sehari sebelumnya.

Tentara yang tewas adalah Mayor Shahar Netanel Bozaglo (27), komandan kompi di Batalyon 77 Brigade Lapis Baja ke-7, berasal dari Migdal Haemek.

Menurut penyelidikan awal IDF, Bozaglo terluka setelah seorang pejuang Hamas menembakkan peluncur roket antitank (RPG) ke arah salah satu tank Batalyon 77 saat operasi di Kota Gaza pada Senin (22/9). Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal akibat luka parah.

Bozaglo menjadi tentara pertama yang tewas dalam serangan darat terbaru IDF di Kota Gaza yang dimulai pekan lalu.

Dalam sebuah video yang dirilis IDF setelah kematiannya, Bozaglo sempat menyemangati pasukannya sebelum masuk ke Gaza: “Disiplin operasional, saling dorong sepanjang waktu. Kita akan mencari musuh dan menemukan mereka.”

IDF menambahkan bahwa Bozaglo baru saja diangkat sebagai komandan kompi pada awal bulan ini. Ia juga pernah menerima penghargaan keunggulan dari Brigjen Ohad Maor, komandan Korps Lapis Baja Zionis. (Bahry)

Sumber: TOI

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa Sampaikan Pidato Bersejarah di PBB, Peringatkan Bahaya Agresi Israel

NEW YORK (jurnalislam.com)– Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa memperingatkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/9/2025) bahwa tindakan Israel di kawasan berpotensi memicu krisis baru. Pidato ini menandai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak tahun 1967 seorang kepala negara Suriah kembali berpidato di forum tertinggi PBB.

Dalam pidatonya, Sharaa menegaskan Damaskus tetap berkomitmen menghormati Perjanjian Pelepasan 1974 dengan Israel. Namun ia mendesak masyarakat internasional untuk mendukung Suriah dalam menghadapi ancaman serta menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatannya.

“Mereka yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah akan menghadapi pertanggungjawaban,” tegas Sharaa. Ia berjanji membuka babak baru bagi Suriah dengan “perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran.”

Sharaa juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang selama ini mendukung Suriah di masa transisi, termasuk Turki, Qatar, Arab Saudi, negara-negara Arab dan Muslim lainnya, bahkan Amerika Serikat serta Uni Eropa.

𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗦𝘂𝗿𝗶𝗮𝗵

Pidato Sharaa disambut antusias oleh ratusan warga Suriah yang berkumpul di luar markas besar PBB di New York. Mereka mengibarkan bendera nasional sebagai bentuk dukungan. Kantor Berita Arab Suriah (SANA) dan stasiun televisi pemerintah Al-Ikhbariya menyiarkan langsung suasana penyambutan tersebut.

Sharaa tiba di New York pada Ahad bersama sejumlah menteri untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-80. Kehadirannya mengakhiri hampir enam dekade ketidakhadiran Suriah di forum internasional ini.

𝗟𝗮𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴

Suriah memboikot Sidang Umum PBB di tingkat presiden sejak perang Arab–Israel 1967, ketika Israel menduduki Dataran Tinggi Golan. Damaskus selama ini menuduh PBB dan lembaga internasional lain berpihak pada Israel karena pengaruh kuat Amerika Serikat dan sekutu Barat.

Pemimpin Suriah terakhir yang pernah hadir di forum PBB adalah Nureddin al-Atassi, yang menjabat sebagai presiden pada 1966–1970.

Menariknya, Ahmed al-Sharaa sebelumnya masuk dalam daftar buronan paling dicari Amerika Serikat dengan imbalan 10 juta dolar AS (setara Rp160 miliar) bagi siapa saja yang bisa menangkapnya. Kini, tokoh yang dulu diburu itu hadir sebagai tamu resmi negara dalam forum tertinggi dunia, menandai perubahan besar dalam peta politik internasional. (Bahry)

UIJ Perluas Jejaring Akademik hingga Negeri Jiran

MALAYSIA (jurnalislam.com)- Universitas Islam Jakarta (UIJ) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional. Melalui kunjungan resmi ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Teknologi Mara (UiTM), delegasi dosen dan mahasiswa Program Doktoral (S3) UIJ disambut hangat oleh kedua universitas besar di Malaysia, Rabu (24/9/2025).

Dalam sesi kunjungan ke UKM, diskusi produktif berlangsung mengenai berbagai potensi kerja sama, antara lain, penyelenggaraan kegiatan akademik bersama (konferensi internasional, seminar, dan workshop). Kemudian, kolaborasi penelitian dan publikasi di jurnal bereputasi internasional.

Selanjutnya, program pengabdian kepada masyarakat lintas negara. Dan mobilitas akademik, seperti student exchange, faculty exchange, dan visiting professor.

Hasil diskusi menghasilkan kesepakatan rencana kerja jangka pendek maupun jangka panjang dengan target tahunan yang jelas. Kerja sama ini diyakini akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi kedua universitas, tetapi juga bagi hubungan akademik Indonesia–Malaysia sebagai negara serumpun.

Prof. Marhamah, Direktur Pascasarjana UIJ, menyampaikan, “Kami ingin menjadikan kerja sama ini sebagai pintu untuk memperkuat literasi internasional, membuka kesempatan mobilitas akademik, dan membangun jejaring global yang memperkaya pengalaman mahasiswa serta meningkatkan kapasitas dosen.”

Sementara itu, Prof. Dr. Fadlan Mohd Othman, Timbalan Dekan Fakulti Pengajian Islam UKM, menyambut baik inisiatif ini. “Sinergi ini akan sangat bermakna bagi pengembangan akademik dan keilmuan, khususnya dalam menghubungkan kedua negara serumpun di kancah global,” ujar Prof Fadlan.

Hal senada diungkapkan Prof. Attabik Luthfi, dosen UIJ sekaligus alumni UKM. “Kunjungan ini menjadi nostalgia berharga karena saya pernah menempuh studi di UKM hampir lima tahun. Semoga kerja sama ini benar-benar terwujud nyata dan memberi manfaat luas,” ujar Prof Attabik.

Penguatan Kolaborasi dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM)

Selain ke UKM, delegasi UIJ juga mengunjungi UiTM untuk memperkuat kerja sama yang sudah terjalin. Kegiatan diisi dengan Seminar Internasional yang melibatkan 24 mahasiswa S3 dari kedua universitas serta Focus Group Discussion (FGD) antara dosen dan profesor UIJ–UiTM

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Salahudin Suyurno, Dekan Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS) UiTM, menyampaikan, “Kami sangat bahagia dapat bekerja sama dengan UIJ. Ke depan, kami berkomitmen memperluas kolaborasi tidak hanya di bidang akademik, penerbitan jurnal Internasional, tetapi juga pengabdian masyarakat, studi halal, serta pengembangan ilmu pengetahuan.”

Dr. Popi Puadah, Sekretaris Program Doktoral UIJ, menambahkan, “Kegiatan bersama ini memperkuat komitmen kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi. Kami yakin manfaatnya akan dirasakan langsung oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat.”

Sementara itu, salah satu pembicara dalam seminar internasional tersebut, Deden Edi, menilai kegiatan ini sebagai pengalaman berharga, “Seminar ini bukan hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga membuka peluang networking, benchmarking, dan mendapatkan perspektif baru dari mahasiswa Malaysia.”

Sebagai penutup, Hardjadinata, perwakilan mahasiswa S3 UIJ sekaligus pendamping bersama Deden Edi, Fajar Harguna, dan Heru Budi Santoso, menyampaikan, “Kerja sama UIJ dengan UKM dan UiTM bukan hanya memperkuat akademik, tetapi juga membuka wawasan internasional bagi mahasiswa. Ini langkah nyata untuk menjadikan UIJ sebagai universitas Islam yang berkualitas dan berdaya saing global.”

Tentang Universitas Islam Jakarta (UIJ)

Universitas Islam Jakarta (UIJ) merupakan perguruan tinggi Islam yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

Dengan visi internasionalisasi, UIJ terus memperluas kolaborasi global demi mencetak SDM unggul, profesional, dan berintegritas.

Ulama dan Tokoh Jatim Dukung Palestina, Tolak Rencana Prabowo Buka Hubungan dengan Israel

SURABAYA (jurnalislam.com)– Aliansi Ulama’ dan Tokoh Jawa Timur menegaskan sikapnya terkait isu Palestina dalam forum Silaturahmi Kebangsaan ke-2 Ulama dan Tokoh Jawa Timur yang digelar Rabu (24/9/2025) di Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya.

Dalam pernyataan bersama, para ulama, kyai, habaib, dan tokoh masyarakat Jawa Timur mendukung penuh langkah pemerintah Indonesia yang mengakui kemerdekaan Palestina.

“Mendukung penuh atas sikap Pemerintah Indonesia yang mengakui kemerdekaan Palestina sebagaimana dicanangkan oleh PBB,” bunyi pernyataan tersebut.

Namun, mereka menolak keras rencana Presiden Prabowo Subianto yang dalam pidatonya di Sidang Umum PBB menyebut siap mengakui Israel.

“Namun pada sisi lain, kami menolak keras atas rencana Presiden untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” tegas mereka.

Sebelumnya, dalam pidatonya di New York, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan “segera mengakui Negara Israel apabila Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina”. Ia juga menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan perdamaian.

Pernyataan ini langsung menuai penolakan dari para ulama dan tokoh Jawa Timur. Bagi mereka, dukungan terhadap Palestina adalah amanat konstitusi dan sesuai politik luar negeri bebas-aktif, tetapi membuka pintu diplomasi dengan Israel justru berarti mengabaikan penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih dijajah Zionis.

Dengan demikian, sikap tegas para ulama dan tokoh Jatim ini menjadi suara lantang umat Islam Indonesia: mendukung penuh kemerdekaan Palestina sekaligus menolak segala bentuk normalisasi dengan penjajah Israel.

Ulama dan Tokoh Jatim Desak Pemakzulan Gibran, Usut Dugaan Korupsi dan Ijazah Palsu Jokowi

SURABAYA (jurnalislam.com)– Aliansi Ulama’ dan Tokoh Jawa Timur menggelar Silaturahmi Kebangsaan ke-2 Ulama dan Tokoh Jawa Timur pada Rabu (24/9/2025) di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Kejawan Putih Tambak VI Nomor 1, Mulyorejo, Surabaya.

Acara yang menghadirkan Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo dan Wakil Ketua DPD RI, Drs. Tamsil Linrung, ini diikuti oleh para ulama, kyai, habaib, serta tokoh masyarakat Jawa Timur. Dari forum tersebut lahir pernyataan sikap keras terkait kondisi bangsa pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu poin utama adalah desakan agar lembaga legislatif memproses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“DPR, DPD, dan MPR harus menindaklanjuti tuntutan Forum Purnawirawan Prajurit TNI dan elemen masyarakat lainnya untuk memproses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai cacat dan tidak memenuhi syarat konstitusional,” tegas pernyataan tersebut.

Selain itu, ulama dan tokoh Jawa Timur juga menyinggung kasus hukum yang menyeret mantan Presiden Jokowi.

“KPK dan Kejaksaan Agung harus bertindak tegas, berani, dan tidak tebang pilih dalam menangkap koruptor, termasuk menangkap dan mengadili mantan Presiden Jokowi yang terindikasi kuat terlibat dalam beberapa kasus korupsi sebagaimana dijelaskan oleh beberapa mantan menterinya,” bunyi pernyataan yang dibacakan.

Tak berhenti di situ, mereka juga menuntut aparat hukum serius menangani dugaan ijazah palsu Jokowi.

“Kami mendesak Kepolisian, Kejaksaan, maupun Pengadilan untuk sungguh-sungguh menyelesaikan proses hukum terhadap kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi,” lanjutnya.

Di luar isu Jokowi dan Gibran, forum ini juga mendesak Presiden dan DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor sebagai langkah strategis pemberantasan korupsi.

Silaturahmi kebangsaan ini sekaligus menjadi wadah konsolidasi ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Jawa Timur dalam menyuarakan aspirasi umat dan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada di jalur konstitusi.

Trump di PBB: Mengakui Palestina Berarti Memberi Hadiah pada Hamas

NEW YORK (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa henti mengejek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada Selasa (23/9/2025). Ia menuduh badan dunia tersebut gagal membawa perdamaian dan bahkan mendorong migrasi ilegal yang disebutnya sebagai “serangan” terhadap negara-negara Barat.

“Apa tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa? Mereka tampaknya hanya menulis surat yang sangat keras. Itu omong kosong, dan omong kosong tidak menyelesaikan perang,” kata Trump.

Trump juga menyindir fasilitas di markas besar PBB di New York. “Inilah dua hal yang saya dapatkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, eskalator yang buruk dan teleprompter yang buruk,” ujarnya sinis.

Selain menyerang PBB, Trump melontarkan klaim keras terkait krisis iklim yang disebutnya sebagai “penipuan terbesar yang pernah ada di dunia.” Menurutnya, konsep jejak karbon hanyalah “tipuan” yang dibuat oleh pihak-pihak dengan niat jahat.

Ia juga menuding Tiongkok dan India sebagai penyandang dana utama perang Rusia dengan Ukraina karena terus membeli minyak Rusia. “Tiongkok dan India mendanai perang yang sedang berlangsung dengan terus membeli minyak Rusia,” katanya.

Dalam pidatonya, Trump turut menyinggung konflik Palestina. Ia mengkritik langkah sejumlah sekutu Washington yang mengakui Negara Palestina, dengan menyebut pengakuan tersebut sebagai “hadiah” untuk Hamas.

“Pengakuan atas Palestina adalah hadiah bagi Hamas atas kekejaman yang mengerikan,” kata Trump, sembari mendesak kelompok perlawanan Palestina itu untuk membebaskan para sandera demi mencapai perdamaian.

Namun, Trump sama sekali tidak menyinggung lebih dari 65.000 warga Palestina yang telah dibunuh oleh Israel di Jalur Gaza sejak perang dimulai. (Bahry)

Sumber: TRT

BMI: Inggris Harus Bertanggung Jawab atas Deklarasi Balfour, Dunia Islam Diminta Tegas terhadap Amerika

JAKARTA (jurnalislam.com)– Baitul Maqdis Institute (BMI) menilai pengakuan Inggris terhadap Negara Palestina merupakan ironi sejarah yang menyakitkan. Lembaga ini mengingatkan bahwa Inggris adalah aktor utama dalam sejarah awal penjajahan atas Palestina melalui Deklarasi Balfour 1917, yang secara sepihak menjanjikan tanah Palestina kepada gerakan Zionis.

“Pengakuan yang baru diberikan 108 tahun kemudian ini tidak cukup jika tidak disertai dengan pertanggungjawaban moral dan politik atas peran historis Inggris dalam tragedi panjang yang menimpa rakyat Palestina,” kata Direktur Eksekutif BMI, Pizaro Gozali Idrus, dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (23/9/2025).

Selain itu, BMI juga menyoroti peran Amerika Serikat yang hingga kini menjadi pendukung utama Israel, baik secara politik, militer, maupun ekonomi. Dukungan penuh dan tanpa syarat dari AS, menurut BMI, telah memperkuat impunitas Israel dalam melakukan kejahatan perang, apartheid, dan genosida terhadap rakyat Palestina.

“Amerika juga terus memveto resolusi-resolusi penting di PBB yang bertujuan menghentikan kekerasan dan memberikan perlindungan kepada rakyat sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan,” jelasnya.

BMI mendesak dunia Islam, baik melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun forum regional lainnya, untuk berani mengambil langkah tegas terhadap Amerika Serikat. Tindakan tersebut di antaranya meninjau ulang kerja sama militer, ekonomi, dan politik dengan AS, memberikan sanksi diplomatik, serta menggalang kekuatan dunia Islam agar mandiri dalam berbagai sektor.

“Dunia Islam harus saling bekerja sama, saling menguatkan, dan tidak bergantung pada Amerika. Dengan kekuatan kolektif, dunia Islam bisa menekan perubahan kebijakan luar negeri Amerika terhadap Palestina,” tegas BMI.

Siaran pers ini ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute, Pizaro Gozali Idrus.