DPP Hidayatullah Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bencana Sumatra Utara dan Aceh

JAKARTA (jurnalislam.com)— Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan Aceh. Musibah berupa banjir bandang disertai longsor serta gempa bumi di Aceh tersebut telah mengakibatkan kerusakan serius, gangguan aktivitas masyarakat, serta jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 442 orang dilaporkan meninggal dunia dan 209 orang lainnya masih dalam proses pencarian di wilayah Sumatra Utara.

Sebagai bentuk komitmen dalam dakwah dan pelayanan umat, Hidayatullah melalui Departemen Sosial DPP Hidayatullah mengerahkan Tim Siaga Kebencanaan yang terdiri dari Search and Rescue Hidayatullah (SAR Hidayatullah), Tim Aksi Siaga Kemanusiaan Hidayatullah (TASK Hidayatullah), serta Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk melakukan respons awal di wilayah terdampak.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi evakuasi dan penyelamatan warga di titik-titik rawan, pengiriman relawan dan logistik darurat seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan dasar, pembukaan posko bantuan di wilayah strategis dekat lokasi bencana, serta pendataan kebutuhan mendesak untuk tahap tanggap darurat dan pemulihan awal.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, menyebut bahwa bencana ini merupakan musibah sekaligus ujian bagi seluruh bangsa untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kaum Muslimin, untuk memperbanyak doa, meningkatkan empati, dan ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Hidayatullah sebagai civil society akan terus berupaya dengan elemen yang lain untuk terlibat responsif dalam tanggap darurat agar masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan bantuan” ujarnya.

Selain mengerahkan relawan, Hidayatullah juga membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui donasi kemanusiaan, baik berupa dana, logistik, maupun dukungan relawan. Bantuan dapat disalurkan melalui SAR Hidayatullah dan Baitul Maal Hidayatullah.

Dalam suasana keprihatinan ini, Hidayatullah menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat umum, agar proses penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut dan Sumbar Menjadi 442 Jiwa

SILANGIT (jurnalislam.com)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat melalui konferensi pers yang digelar di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, 30 November 2025.

Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang. Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Korban Meninggal Dunia Sumatra Utara Menjadi 217 Jiwa

Di Sumatera Utara tercatat 217 jiwa meninggal dunia, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Kemudian untuk korban hilang juga mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah.

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Suharyanto.

Sementara itu, pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Akses darat di beberapa kabupaten masih terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik dan sejumlah desa di Parmonangan dan Adiankoting masih belum dapat dijangkau dengan total lebih dari 12.000 jiwa terdampak.

“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” kata Suharyanto.

Di Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung serta ruas Batang Natal–Muara Batang Gadis terputus pada beberapa titik sehingga sejumlah kecamatan terisolasi. Di Tapanuli Tengah, pembersihan material longsor terus dilakukan pada ruas jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan, Sibolga–Tarutung, serta jembatan yang rusak di beberapa titik.

Penyaluran Logistik

Pengiriman logistik tahap pertama untuk Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100%. Penyaluran ke Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat.

Sebagai solusi, pengiriman udara masih dilanjutkan menggunakan tiga helikopter BNPB dan TNI AD, termasuk distribusi sembako, peralatan dapur, BBM, genset, dan perangkat komunikasi berbasis satelit seperti Starlink. Beberapa sorti udara juga ditujukan khusus untuk wilayah terisolasi seperti Sopotinjak dan Muara Siabu.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Alutsista

BNPB mengerahkan 20 personel di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, serta dukungan TNI/Polri mencapai 500 personel di Tapanuli Tengah. Presiden RI juga mengirimkan bantuan berupa 33 unit alat komunikasi, 33 unit genset, 14 unit LCR, 750 dus Pop Mie, serta 129 unit tenda. Total lima helikopter perbantuan BNPB dan TNI telah beroperasi dari Bandara Silangit, bersama pesawat Caravan dan alat berat dari berbagai instansi untuk pembukaan akses menuju desa yang masih terisolasi.

Di Aceh, Korban Meninggal Dunia Jadi 96 Jiwa

Beralih ke Provinsi Aceh, hingga sore ini tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang, tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.

“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Ini ada di 11 kabupaten/kota,” jelas Kepala BNPB.

Kondisi Akses dan Transportasi

Sejumlah jalur utama masih terputus total, termasuk perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus melakukan percepatan perbaikan infrastruktur vital tersebut.

Telekomunikasi dan Logistik

BNPB mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang, sementara mobilisasi perangkat ke wilayah lain masih berlangsung.

Sebanyak 11 dari 17 kabupaten/kota telah menerima bantuan logistik. Operasi udara dari Lanud SIM telah melakukan lima sorti, sementara pengiriman dari Kualanamu dan jalur laut juga terus berjalan.

Bantuan Presiden berupa 28 unit Starlink, 28 genset, 20 perahu karet, serta paket makanan dan tenda telah diterima dan sebagian didistribusikan. Penguatan buffer stock juga disiapkan untuk kebutuhan respons lanjutan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Caravan telah dijalankan. Tiga helikopter TNI dan satu helikopter yang berada di Kualanamu dikerahkan untuk pengiriman logistik ke wilayah yang terputus akses daratnya.

“Hari ini kita lihat di lapangan, cuacanya cerah ya,” kata Suharyanto.

Di Sumbar, 129 Jiwa Meninggal Dunia

Di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Akses dan Transportasi

Sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional terputus, termasuk ruas Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang, Panti–Simpang IV, serta jalan nasional Padang Panjang–Sicincin dan Simpang Taman–batas Lubuk Sikaping. Upaya pembukaan akses terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh titik terdampak.

“Secara umum masih bisa dilalui lewat jalur darat,” ungkap Suharyanto.

Logistik dan Dukungan Pemerintah

Bantuan logistik ke Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, sementara delapan titik lainnya dalam perjalanan dan dikawal oleh Polda Sumbar. Pengiriman logistik tahap dua sebanyak 120 ton tengah dilakukan melalui jalur darat.

Penanganan di Sumatera Barat dipimpin oleh Sestama BNPB dengan dukungan 24 personel di berbagai kabupaten/kota. Bantuan Presiden berupa 39 unit Starlink, 39 genset, tenda, LCR, dan 2.000 dus mie instan telah tiba di Bandara Minangkabau.

BNPB mengerahkan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk mendukung mobilisasi logistik, khususnya menuju wilayah yang masih tertutup akses darat. Proses mobilisasi helikopter tambahan juga sedang berjalan.

BNPB bersama TNI/Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, dan mitra internasional terus bekerja maksimal untuk mempercepat pencarian korban, pembukaan akses, pemulihan layanan vital, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Update perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala.

Founder AcceliaEdu Dorong Profesionalisasi Media Pendidikan Islam

SUKOHARJO (jurnalislam.com)— Strategi pengelolaan pesan lembaga Islam khususnya pendidikan menjadi perhatian utama dalam Workshop Jurnalistik Era Digital yang diadakan Risalah TV di Dakwatorium Ar-Risalah, Dregan, Pabelan, Kartasura, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas publikasi dan daya saing media sekolah dan pesantren di tengah derasnya arus informasi.

Pembicara Utama sekaligus Founder AcceliaEdu, Riki Purnomo, S.Sos., M.Psi., menyatakan bahwa tim media lembaga pendidikan Islam harus mampu mengolah pesan secara tepat sasaran, bukan hanya memproduksi dan memposting konten.

“Kerja media lembaga memiliki nilai amal jariyah ketika berhasil membawa citra baik dan mengantarkan masyarakat belajar Islam melalui lembaga pendidikan,” kata Mas Ki (sapaan akrabnya) dalam sesi materi.

Mas Ki membeberkan bagaimana peran strategis dan agenda aksi tim media dalam mengelola branding lembaga pendidikan Islam yang tepat ke publik. Dia mengenalkan alur jurnalistik digital dari fundamental search engine optimization (SEO) dan search engine marketing (SEM) yang didukung oleh media relations.

“Media relations itu penting untuk menguatkan branding lembaga jangka panjang, khususnya mampu meningkatkan visibilitas para calon siswa atau mahasiswa landing ke website kita,” jelas Kandidat Doktor Digital dan Media Islam Studi Islam FAI UAD ini.

Dia menambahkan bahwa media relations bisa dimulai dengan mengundang para jurnalis media massa agar lembaga bisa memaparkan berbagai program unggulan dan profil lembaga. Setelah itu, setiap lembaga ada agenda yang menarik, para jurnalis atau media massa bisa dikirimkan rilis berita.

HRD Yayasan Ar-Risalah Surakarta, Dwi Henry Wijiatmoko, M.Si., saat membuka acara menekankan bahwa media telah menjadi kebutuhan strategis lembaga. Ia menyebut kemampuan menyampaikan informasi yang akurat dan terstruktur sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Peserta workshop, Ardhaffa Arrazzaq dari SDIT Ar-Risalah Secang, Magelang, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pentingnya manajemen publikasi agar lebih terarah dan memiliki kekuatan cerita.

Selain dari unit-unit cabang pendidikan di bawah Yayasan Ar-Risalah Kartasura, agenda ini juga diikuti tim media beberapa sekolah atau pesantren, seperti SMK Muhammadiyah Gondanglegi Karanganyar dan Ponpes Al Mukmin Klaten.

Run For Palestine Warnai Milad ke-26 YASR, Peserta Lampaui Target hingga 443 Orang

KLATEN (jurnalislam.com)— Yayasan Adil Sejahtera (YASR) Klaten menggelar Run For Palestine sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-26 dengan capaian yang melampaui target, di Rowo Jombor Klaten, Minggu (30/11/2025).

“Perhelatan perdana ini bukan hanya berjalan sukses, tetapi menandai penguatan posisi YASR sebagai lembaga sosial yang semakin kokoh di Kabupaten Klaten,” ungkap Ketua YASR Klaten, Ustadz M. Agung Suryantoro SE.

Ustadz Agung menjelaskan, rangkaian Milad ke-26 YASR tahun ini mengusung tema penegasan eksistensi lembaga di Klaten.

Kegiatan diawali seminar Palestina serta roadshow Syeikh Palestina di delapan titik, mulai dari khutbah Jumat, pengajian Ahad pagi, hingga edukasi di sejumlah
sekolah Islam terpadu.

Dalam penyelenggaraan Run For Palestine, YASR menetapkan target awal 200 peserta. Namun hingga hari pelaksanaan, tercatat 443 peserta mendaftar.

“Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, capaian ini melampaui ekspektasi. Untuk event running pertama, hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Ustadz Agung.

Tidak hanya peserta yang meningkat dukungan sponsor juga datang di luar perkiraan panitia. Event tersebut bahkan diwarnai hadirnya sponsor utama yang tidak diprediksi sebelumnya.

Hadiah untuk para juara turut dipersembahkan oleh berbagai pihak: Bupati Klaten untuk juara pertama, PT Putera Perkasa Abadi (PPA) untuk juara kedua, serta seorang anggota DPR RI untuk juara ketiga.

Peserta pun tidak hanya berasal dari Klaten, tetapi juga dari Banyumas, Semarang, Solo, Sragen, dan Sukoharjo.

Ustadz Agung menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas panitia. “Kerja keras,
dedikasi, dan pengorbanan mereka sangat luar biasa,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten juga memberikan dukungan signifikan. Pemkab
memfasilitasi peminjaman Pendopo Pemkab Klaten untuk seminar Palestina, menyediakan hadiah bagi juara pertama Run For Palestine, serta memberi keringanan biaya sewa Gedung Bung Karno untuk perhelatan Konser Amal Cinta Palestina.

Usai Run For Palestine, YASR masih menyiapkan satu agenda puncak: Konser Amal Cinta Palestina, 21 Desember 2025 mendatang.

Acara ini ditargetkan menghadirkan 3.000 peserta sesuai kapasitas gedung serta menghimpun donasi sebesar Rp150 juta. Grup nasyid Azzam Haroki dari Semarang dijadwalkan tampil sebagai pengisi acara.

Ustadz Agung menyebut keberhasilan rangkaian Milad tahun ini akan menjadi landasan bagi perluasan kiprah YASR di wilayah Solo Raya.

“Jika capaian ini terus berulang, mulai Januari 2026 hingga akhir 2027 YASR menargetkan diri menjadi salah satu lembaga sosial dan kemanusiaan yang paling eksis di Solo Raya. Roadmap-nya sudah kami siapkan sejak penyelenggaraan Run For Palestine dan Konser Amal Cinta Palestina,” ujar Ustadz Agung.

Perjalanan Milad ke-26 ini, lanjutnya, diharapkan menjadi tonggak pengokokohan YASR sebagai lembaga yang konsisten menghadirkan kontribusi sosial dan kemanusiaan, baik di Klaten maupun
kawasan Solo Raya yang lebih luas.

Prof. Sukro Muhab: Saatnya JSIT Indonesia Perkokoh Kolaborasi dengan Ekosistem Pendidikan

BREBES (jurnalislam.com)— Ketua Majelis Tinggi Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mengatakan saatnya JSIT Indonesia berkolaborasi dengan ekosistem pendidikan lainnya. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., di hadapan 600 peserta Seminar Pendidikan dalam puncak acara Musyawarah Wilayah VI JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ahad (30/11/2025) di Ballroom Grand Dian Hotel Brebes.

“Sekolah Islam Terpadu (SIT) maupun Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sudah saatnya semakin mengokohkan kolaborasi dengan ekosistem pendidikan lainnya. Karena pada hakikatnya amanah pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa ada tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ada pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” ujar Sukro.

Kebijakan pemerintah saat ini salah satunya juga menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dasar peserta didik, dalam hal ini pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun yang disasar tidak hanya murid, tetapi juga balita dan manula.

“Program MBG sesungguhnya menguntungkan semua pihak. Tidak hanya pihak sekolah, dalam hal ini para murid, tetapi juga masyarakat. Dengan otomatis terbuka lapangan pekerjaan baru. Membutuhkan bahan baku yang bersumber dari para petani, peternak, dan nelayan. Ekonomi masyarakat semakin meningkat,” sambung Sukro.

Acara dibuka dengan lagu berjudul Do’a Untukmu Guru yang dinyanyikan oleh narasumber dan terlihat para peserta ikut haru dalam mendengarkan dan mendendangkan lagu tersebut.

Sukro Muhab juga berpesan agar SIT terus berinovasi dan berjuang dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Generasi qurrota a’yun dan immamul muttaqien. Generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkiprah berkontribusi sesuai spesifikasi passion yang dimiliki,” sambung Sukro.

Untuk menghadirkan generasi tersebut, guru harus meningkatkan Technical Skill, Soft Skill, dan Cognitive Skill sebagai bekal di masa depan,” pungkasnya.

Tabligh Akbar Palestina di Solo Dihadiri Ribuan Jamaah, Donasi Tembus Rp1 Miliar

SOLO (jurnalislam.com)- 10.000 jamaah lebih memadati area Masjid Agung Surakarta dan Alun-Alun Utara pada Ahad pagi, dalam gelaran Tabligh Akbar Solidaritas Solo untuk Palestina, Risalah Islam untuk Perdamaian Dunia yang diselenggarakan oleh PD IKADI Solo bekerja sama dengan Takmir Masjid Agung, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji) serta Pemkot Solo, pada Ahad (30/11/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, KH Syihabudin, KH, Muhammad Hali, KH Abu Bakar Basyir, Ketua MUI Solo Imam Suhadi dan beberapa tokoh lainnya.

Puncak tabligh akbar menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyerukan persatuan lintas ormas dan pentingnya keadilan pemimpin dalam menjaga keberpihakan pada isu kemanusiaan global.

“Sebenarnya masyarakat ini mudah, jika pemimpinnya adil dan ulama amanah maka umat Islam bisa bersatu. Jika adanya memprovokasi maka tinggal menunjukan foto karena semua bisa duduk bersama,” ujarnya.

Menurut UAS, tabligh akbar kali ini dapat dijadikan contoh bahwa persatuan Ulama dengan Ulil Amri, dalam hal ini Wali Kota, dapat membawa persatuan antar ormas.

“Jika umat Islam sudah bersatu padu, maka akan mudah untuk memberikan dampak pada umat secara luas, khususnya Palestina dan umumnya bagi semua umat yang tengah dilanda musibah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustadz Abdul Somad juga menceritakan panjang lebar tentang sejarah mengapa bangsa Israel tega menjajah serta menyerobot tanah milik Palestina.

“Untuk membela Palestina cukup menjadi manusia. Jika ada yang menyebut mengapa kita harus membela Palestina? Karena di pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,”tegasnya.

Terakhir Ustad Abdul Somad meminta agar seluruh umat Islam tidak meninggalkan perjuangan Palestina.

Acara ditutup dengan doa bersama agar Palestina memperoleh kemerdekaan dan agar umat Islam turut menjadi bagian dari pembebasan Masjidil Aqsha.

Diakhir sesi, panitia melakukan lelang barang-barang donasi dari jamaah. Diantaranya motor custom yang dibuka dari harga 13 Juta. Hingga penutupan acara, donasi yang terkumpul mencapai dari 1.003.832.521.

36 PWNU Nyatakan Dukungan kepada Rais Aam atas Pemberhentian Gus Yahya

JAKARTA (jurnalislam.com)– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, kembali menegaskan keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam konferensi pers yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

Dalam keterangan resminya, KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa keputusan tersebut merujuk pada Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU tanggal 20 November 2025, yang sebelumnya telah dituangkan dalam Surat Edaran PBNU.

“Sebanyak 36 PWNU yang hadir telah memahami dengan baik latar belakang keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Rais Aam untuk menindaklanjuti keputusan tersebut,” ujar KH Miftachul Akhyar dalam keterangan pers yang diterima NU Online, Sabtu (29/11/2025).

Surat itu kembali menegaskan bahwa terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU.

“Dan sejak saat itu, kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” demikian isi keterangan resmi tersebut.

Dalam konferensi pers itu, KH Miftachul Akhyar menyampaikan enam poin penting terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Syuriyah PBNU:

1. Latar belakang dan pertimbangan dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU dinyatakan sepenuhnya faktual dan tidak memiliki motif lain selain yang tercantum dalam risalah resmi.

2. Untuk menjamin roda organisasi tetap berjalan normal, PBNU akan menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

3. Mengingat maraknya dinamika dan opini publik di media arus utama maupun media sosial, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk melakukan investigasi menyeluruh. TPF akan berada di bawah arahan KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir.

4. Untuk mendukung kerja TPF, implementasi Digdaya Persuratan tingkat PBNU ditangguhkan sementara, sedangkan tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan normal.

5. PBNU menegaskan pentingnya menjunjung nilai-nilai Khittah NU, termasuk mengutamakan kepentingan bersama, memuliakan akhlak, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam tindakan dan sikap.

6. KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh warga NU untuk bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Konferensi pers ini menandai penegasan resmi Syuriyah PBNU mengenai status kepemimpinan organisasi, di tengah dinamika internal yang menjadi perhatian luas publik.

Sumber: NU online

UNICEF: Hampir 9.300 Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut Parah

GAZA (jurnalislam.com)– UNICEF memperingatkan bahwa hampir 9.300 anak Palestina di bawah usia lima tahun didiagnosis mengalami malnutrisi akut parah pada Oktober lalu, di tengah kondisi kemanusiaan Gaza yang terus memburuk.

“Tingkat malnutrisi yang tinggi terus membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak di Gaza, diperparah oleh datangnya musim dingin yang mempercepat penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian,” kata UNICEF dalam pernyataan di situs resminya pada Sabtu (29/11).

Menurut hasil pemeriksaan gizi yang dilakukan UNICEF dan para mitranya, angka tersebut menggambarkan krisis kesehatan anak yang kian mengkhawatirkan. UNICEF juga menegaskan bahwa banyak pasokan musim dingin masih tertahan di perbatasan, sehingga bantuan tidak dapat segera menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan.

𝗞𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗽 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗺𝗯𝘂𝗿𝘂𝗸

UNICEF menjelaskan bahwa ribuan keluarga pengungsi kini tinggal di penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, maupun perlindungan dari cuaca ekstrem. Hujan deras baru-baru ini menyebabkan banjir yang membawa sampah dan limbah memasuki area-area pemukiman, memperburuk risiko penyakit.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, menyampaikan bahwa ribuan anak balita masih menghadapi malnutrisi, sementara banyak lainnya tidak memiliki tempat tinggal layak, fasilitas sanitasi, ataupun perlindungan dari dingin.

“Terlalu banyak anak di Gaza yang masih menghadapi kelaparan, penyakit, dan paparan suhu dingin. Setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan mereka,” tegas Russell.

Ia juga menyerukan pembukaan seluruh penyeberangan ke Gaza, dengan prosedur izin yang dipermudah dan dipercepat, agar pasokan kemanusiaan dapat mengalir melalui semua rute termasuk lewat Mesir, Israel, Yordania, dan Tepi Barat yang diduduki.

𝗕𝗮𝗱𝗮𝗶 𝗠𝘂𝘀𝗶𝗺 𝗗𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗻𝗱𝗮

Meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober, krisis kemanusiaan Gaza terus memburuk. Kantor media pemerintah Gaza melaporkan bahwa badai musim dingin baru-baru ini merusak sekitar 22.000 tenda pengungsi dan membuat lebih dari 288.000 rumah tangga tanpa perlindungan dari dingin dan hujan.

Pihak berwenang memperkirakan Gaza membutuhkan 300.000 tenda dan unit rumah prefabrikasi untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat hancurnya infrastruktur sipil selama dua tahun perang. (Bahry)

Sumber: TRT

Dua Anak Palestina Syahid Akibat Serangan Drone Israel di Gaza Selatan

GAZA (jurnalislam.com)– Dua anak Palestina meninggal dunia setelah pesawat tanpa awak (drone) Israel menembakkan peluru di dekat sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di kota Bani Suhaila, Gaza selatan, pada Sabtu (29/11). Kedua korban adalah kakak-beradik berusia 11 dan 8 tahun.

Staf medis di Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi bahwa jenazah kedua anak tersebut telah dibawa ke rumah sakit. Militer Israel belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 352 warga Palestina telah terbunuh sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober lalu.

𝗚𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗽𝘂𝗵

Serangan terbaru Israel kembali menguji gencatan senjata yang sudah rapuh. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan dan pada Sabtu (29/11) kembali memanggil para mediator untuk menekan Israel menghentikan pelanggaran gencatan senjata, terutama setelah terbunuhnya kedua anak tersebut.

𝗘𝗸𝘀𝗲𝗸𝘂𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗽𝗶 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗸𝗶𝗺

Sementara itu di Tepi Barat yang diduduki, dua pria Palestina dieksekusi oleh tentara Israel pada Kamis (27/11). Rekaman yang ditayangkan oleh dua stasiun TV Arab memperlihatkan pasukan Israel menembaki kedua pria tersebut meskipun mereka tampak telah menyerah. Militer Israel mengklaim sedang melakukan investigasi.

Kekerasan pemukim ilegal Israel juga terus meningkat. Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 10 warga Palestina terluka akibat pemukulan dan tembakan peluru tajam dalam serangan pemukim di desa Khallet al-Louza, dekat Betlehem, pada Sabtu.

𝗥𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗔𝗦 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗚𝗮𝘇𝗮

Di sisi lain, Amerika Serikat terus mendorong konsep awal “blueprint” masa depan Gaza, wilayah yang telah hancur akibat perang selama dua tahun terakhir.

Rencana tersebut mencakup:
– Pasukan stabilisasi internasional untuk menjaga keamanan,

– Pembentukan otoritas transisi yang akan diawasi oleh Presiden AS Donald Trump,

– Serta kemungkinan jalan menuju pembentukan negara Palestina merdeka di masa depan.

Blueprint tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan dan belum mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait. (Bahry)

Sumber: TNA

Tentara Israel Mundur dari Tubas, Tinggalkan Puluhan Korban dan Kerusakan Infrastruktur

TUBAS (jurnalislam.com)– Tentara Israel telah mundur dari seluruh wilayah Kegubernuran Tubas di Tepi Barat utara yang diduduki, setelah melancarkan serangan brutal sejak Rabu (26/11). Penarikan pasukan tersebut menyisakan puluhan warga Palestina terluka, ratusan ditahan, serta kerusakan infrastruktur yang meluas.

Gubernur Tubas, Ahmed Al-Asaad, mengonfirmasi kepada Anadolu Agency pada Sabtu (29/11) bahwa pasukan Israel telah meninggalkan kota Tubas, desa-desa sekitarnya, serta kamp pengungsi Al Fara’a.

“Pasukan pendudukan telah mundur dari seluruh wilayah kegubernuran dan mengevakuasi rumah-rumah yang mereka ubah menjadi barak militer. Proses penaksiran kerugian sedang berlangsung,” ujarnya.

Menurut Al-Asaad, kerusakan terjadi di berbagai titik, termasuk pintu masuk kota dan desa di Tubas serta kamp Al Fara’a. Di kota Tammoun, tentara Israel menghancurkan jalan dan jaringan air utama.

Selama agresi tersebut, pasukan Israel menyerbu sekitar 350 rumah warga Palestina dan merusak isinya.

Sejak serangan dimulai, lebih dari 200 warga Palestina ditahan, dengan sekitar 70 orang masih berada dalam penahanan. Selain itu, lebih dari 150 warga Palestina terluka, sebagian besar akibat pemukulan oleh tentara Israel.

𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗪𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗶𝗻

Meskipun menarik pasukan dari Tubas, militer Israel mengumumkan akan melanjutkan operasi ofensif di Tepi Barat utara, termasuk rencana penghancuran bangunan di Jenin dengan dalih “kebutuhan operasional”.

Serangan Israel di Tepi Barat meningkat drastis sejak pecahnya agresi terhadap Gaza pada Oktober 2023. Hingga kini, lebih dari 1.085 warga Palestina gugur, 10.700 terluka, dan 20.500 ditahan oleh tentara dan pemukim ilegal di wilayah tersebut.

Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (Bahry)

Sumber: TRT