Founder AcceliaEdu Dorong Profesionalisasi Media Pendidikan Islam

SUKOHARJO (jurnalislam.com)— Strategi pengelolaan pesan lembaga Islam khususnya pendidikan menjadi perhatian utama dalam Workshop Jurnalistik Era Digital yang diadakan Risalah TV di Dakwatorium Ar-Risalah, Dregan, Pabelan, Kartasura, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas publikasi dan daya saing media sekolah dan pesantren di tengah derasnya arus informasi.

Pembicara Utama sekaligus Founder AcceliaEdu, Riki Purnomo, S.Sos., M.Psi., menyatakan bahwa tim media lembaga pendidikan Islam harus mampu mengolah pesan secara tepat sasaran, bukan hanya memproduksi dan memposting konten.

“Kerja media lembaga memiliki nilai amal jariyah ketika berhasil membawa citra baik dan mengantarkan masyarakat belajar Islam melalui lembaga pendidikan,” kata Mas Ki (sapaan akrabnya) dalam sesi materi.

Mas Ki membeberkan bagaimana peran strategis dan agenda aksi tim media dalam mengelola branding lembaga pendidikan Islam yang tepat ke publik. Dia mengenalkan alur jurnalistik digital dari fundamental search engine optimization (SEO) dan search engine marketing (SEM) yang didukung oleh media relations.

“Media relations itu penting untuk menguatkan branding lembaga jangka panjang, khususnya mampu meningkatkan visibilitas para calon siswa atau mahasiswa landing ke website kita,” jelas Kandidat Doktor Digital dan Media Islam Studi Islam FAI UAD ini.

Dia menambahkan bahwa media relations bisa dimulai dengan mengundang para jurnalis media massa agar lembaga bisa memaparkan berbagai program unggulan dan profil lembaga. Setelah itu, setiap lembaga ada agenda yang menarik, para jurnalis atau media massa bisa dikirimkan rilis berita.

HRD Yayasan Ar-Risalah Surakarta, Dwi Henry Wijiatmoko, M.Si., saat membuka acara menekankan bahwa media telah menjadi kebutuhan strategis lembaga. Ia menyebut kemampuan menyampaikan informasi yang akurat dan terstruktur sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Peserta workshop, Ardhaffa Arrazzaq dari SDIT Ar-Risalah Secang, Magelang, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pentingnya manajemen publikasi agar lebih terarah dan memiliki kekuatan cerita.

Selain dari unit-unit cabang pendidikan di bawah Yayasan Ar-Risalah Kartasura, agenda ini juga diikuti tim media beberapa sekolah atau pesantren, seperti SMK Muhammadiyah Gondanglegi Karanganyar dan Ponpes Al Mukmin Klaten.

Run For Palestine Warnai Milad ke-26 YASR, Peserta Lampaui Target hingga 443 Orang

KLATEN (jurnalislam.com)— Yayasan Adil Sejahtera (YASR) Klaten menggelar Run For Palestine sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-26 dengan capaian yang melampaui target, di Rowo Jombor Klaten, Minggu (30/11/2025).

“Perhelatan perdana ini bukan hanya berjalan sukses, tetapi menandai penguatan posisi YASR sebagai lembaga sosial yang semakin kokoh di Kabupaten Klaten,” ungkap Ketua YASR Klaten, Ustadz M. Agung Suryantoro SE.

Ustadz Agung menjelaskan, rangkaian Milad ke-26 YASR tahun ini mengusung tema penegasan eksistensi lembaga di Klaten.

Kegiatan diawali seminar Palestina serta roadshow Syeikh Palestina di delapan titik, mulai dari khutbah Jumat, pengajian Ahad pagi, hingga edukasi di sejumlah
sekolah Islam terpadu.

Dalam penyelenggaraan Run For Palestine, YASR menetapkan target awal 200 peserta. Namun hingga hari pelaksanaan, tercatat 443 peserta mendaftar.

“Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, capaian ini melampaui ekspektasi. Untuk event running pertama, hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Ustadz Agung.

Tidak hanya peserta yang meningkat dukungan sponsor juga datang di luar perkiraan panitia. Event tersebut bahkan diwarnai hadirnya sponsor utama yang tidak diprediksi sebelumnya.

Hadiah untuk para juara turut dipersembahkan oleh berbagai pihak: Bupati Klaten untuk juara pertama, PT Putera Perkasa Abadi (PPA) untuk juara kedua, serta seorang anggota DPR RI untuk juara ketiga.

Peserta pun tidak hanya berasal dari Klaten, tetapi juga dari Banyumas, Semarang, Solo, Sragen, dan Sukoharjo.

Ustadz Agung menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas panitia. “Kerja keras,
dedikasi, dan pengorbanan mereka sangat luar biasa,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten juga memberikan dukungan signifikan. Pemkab
memfasilitasi peminjaman Pendopo Pemkab Klaten untuk seminar Palestina, menyediakan hadiah bagi juara pertama Run For Palestine, serta memberi keringanan biaya sewa Gedung Bung Karno untuk perhelatan Konser Amal Cinta Palestina.

Usai Run For Palestine, YASR masih menyiapkan satu agenda puncak: Konser Amal Cinta Palestina, 21 Desember 2025 mendatang.

Acara ini ditargetkan menghadirkan 3.000 peserta sesuai kapasitas gedung serta menghimpun donasi sebesar Rp150 juta. Grup nasyid Azzam Haroki dari Semarang dijadwalkan tampil sebagai pengisi acara.

Ustadz Agung menyebut keberhasilan rangkaian Milad tahun ini akan menjadi landasan bagi perluasan kiprah YASR di wilayah Solo Raya.

“Jika capaian ini terus berulang, mulai Januari 2026 hingga akhir 2027 YASR menargetkan diri menjadi salah satu lembaga sosial dan kemanusiaan yang paling eksis di Solo Raya. Roadmap-nya sudah kami siapkan sejak penyelenggaraan Run For Palestine dan Konser Amal Cinta Palestina,” ujar Ustadz Agung.

Perjalanan Milad ke-26 ini, lanjutnya, diharapkan menjadi tonggak pengokokohan YASR sebagai lembaga yang konsisten menghadirkan kontribusi sosial dan kemanusiaan, baik di Klaten maupun
kawasan Solo Raya yang lebih luas.

Prof. Sukro Muhab: Saatnya JSIT Indonesia Perkokoh Kolaborasi dengan Ekosistem Pendidikan

BREBES (jurnalislam.com)— Ketua Majelis Tinggi Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mengatakan saatnya JSIT Indonesia berkolaborasi dengan ekosistem pendidikan lainnya. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., di hadapan 600 peserta Seminar Pendidikan dalam puncak acara Musyawarah Wilayah VI JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ahad (30/11/2025) di Ballroom Grand Dian Hotel Brebes.

“Sekolah Islam Terpadu (SIT) maupun Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sudah saatnya semakin mengokohkan kolaborasi dengan ekosistem pendidikan lainnya. Karena pada hakikatnya amanah pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa ada tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ada pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” ujar Sukro.

Kebijakan pemerintah saat ini salah satunya juga menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dasar peserta didik, dalam hal ini pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun yang disasar tidak hanya murid, tetapi juga balita dan manula.

“Program MBG sesungguhnya menguntungkan semua pihak. Tidak hanya pihak sekolah, dalam hal ini para murid, tetapi juga masyarakat. Dengan otomatis terbuka lapangan pekerjaan baru. Membutuhkan bahan baku yang bersumber dari para petani, peternak, dan nelayan. Ekonomi masyarakat semakin meningkat,” sambung Sukro.

Acara dibuka dengan lagu berjudul Do’a Untukmu Guru yang dinyanyikan oleh narasumber dan terlihat para peserta ikut haru dalam mendengarkan dan mendendangkan lagu tersebut.

Sukro Muhab juga berpesan agar SIT terus berinovasi dan berjuang dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Generasi qurrota a’yun dan immamul muttaqien. Generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkiprah berkontribusi sesuai spesifikasi passion yang dimiliki,” sambung Sukro.

Untuk menghadirkan generasi tersebut, guru harus meningkatkan Technical Skill, Soft Skill, dan Cognitive Skill sebagai bekal di masa depan,” pungkasnya.

Tabligh Akbar Palestina di Solo Dihadiri Ribuan Jamaah, Donasi Tembus Rp1 Miliar

SOLO (jurnalislam.com)- 10.000 jamaah lebih memadati area Masjid Agung Surakarta dan Alun-Alun Utara pada Ahad pagi, dalam gelaran Tabligh Akbar Solidaritas Solo untuk Palestina, Risalah Islam untuk Perdamaian Dunia yang diselenggarakan oleh PD IKADI Solo bekerja sama dengan Takmir Masjid Agung, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji) serta Pemkot Solo, pada Ahad (30/11/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, KH Syihabudin, KH, Muhammad Hali, KH Abu Bakar Basyir, Ketua MUI Solo Imam Suhadi dan beberapa tokoh lainnya.

Puncak tabligh akbar menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyerukan persatuan lintas ormas dan pentingnya keadilan pemimpin dalam menjaga keberpihakan pada isu kemanusiaan global.

“Sebenarnya masyarakat ini mudah, jika pemimpinnya adil dan ulama amanah maka umat Islam bisa bersatu. Jika adanya memprovokasi maka tinggal menunjukan foto karena semua bisa duduk bersama,” ujarnya.

Menurut UAS, tabligh akbar kali ini dapat dijadikan contoh bahwa persatuan Ulama dengan Ulil Amri, dalam hal ini Wali Kota, dapat membawa persatuan antar ormas.

“Jika umat Islam sudah bersatu padu, maka akan mudah untuk memberikan dampak pada umat secara luas, khususnya Palestina dan umumnya bagi semua umat yang tengah dilanda musibah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustadz Abdul Somad juga menceritakan panjang lebar tentang sejarah mengapa bangsa Israel tega menjajah serta menyerobot tanah milik Palestina.

“Untuk membela Palestina cukup menjadi manusia. Jika ada yang menyebut mengapa kita harus membela Palestina? Karena di pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,”tegasnya.

Terakhir Ustad Abdul Somad meminta agar seluruh umat Islam tidak meninggalkan perjuangan Palestina.

Acara ditutup dengan doa bersama agar Palestina memperoleh kemerdekaan dan agar umat Islam turut menjadi bagian dari pembebasan Masjidil Aqsha.

Diakhir sesi, panitia melakukan lelang barang-barang donasi dari jamaah. Diantaranya motor custom yang dibuka dari harga 13 Juta. Hingga penutupan acara, donasi yang terkumpul mencapai dari 1.003.832.521.

36 PWNU Nyatakan Dukungan kepada Rais Aam atas Pemberhentian Gus Yahya

JAKARTA (jurnalislam.com)– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, kembali menegaskan keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam konferensi pers yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

Dalam keterangan resminya, KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa keputusan tersebut merujuk pada Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU tanggal 20 November 2025, yang sebelumnya telah dituangkan dalam Surat Edaran PBNU.

“Sebanyak 36 PWNU yang hadir telah memahami dengan baik latar belakang keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Rais Aam untuk menindaklanjuti keputusan tersebut,” ujar KH Miftachul Akhyar dalam keterangan pers yang diterima NU Online, Sabtu (29/11/2025).

Surat itu kembali menegaskan bahwa terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU.

“Dan sejak saat itu, kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” demikian isi keterangan resmi tersebut.

Dalam konferensi pers itu, KH Miftachul Akhyar menyampaikan enam poin penting terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Syuriyah PBNU:

1. Latar belakang dan pertimbangan dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU dinyatakan sepenuhnya faktual dan tidak memiliki motif lain selain yang tercantum dalam risalah resmi.

2. Untuk menjamin roda organisasi tetap berjalan normal, PBNU akan menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

3. Mengingat maraknya dinamika dan opini publik di media arus utama maupun media sosial, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk melakukan investigasi menyeluruh. TPF akan berada di bawah arahan KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir.

4. Untuk mendukung kerja TPF, implementasi Digdaya Persuratan tingkat PBNU ditangguhkan sementara, sedangkan tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan normal.

5. PBNU menegaskan pentingnya menjunjung nilai-nilai Khittah NU, termasuk mengutamakan kepentingan bersama, memuliakan akhlak, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam tindakan dan sikap.

6. KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh warga NU untuk bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Konferensi pers ini menandai penegasan resmi Syuriyah PBNU mengenai status kepemimpinan organisasi, di tengah dinamika internal yang menjadi perhatian luas publik.

Sumber: NU online

UNICEF: Hampir 9.300 Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut Parah

GAZA (jurnalislam.com)– UNICEF memperingatkan bahwa hampir 9.300 anak Palestina di bawah usia lima tahun didiagnosis mengalami malnutrisi akut parah pada Oktober lalu, di tengah kondisi kemanusiaan Gaza yang terus memburuk.

“Tingkat malnutrisi yang tinggi terus membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak di Gaza, diperparah oleh datangnya musim dingin yang mempercepat penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian,” kata UNICEF dalam pernyataan di situs resminya pada Sabtu (29/11).

Menurut hasil pemeriksaan gizi yang dilakukan UNICEF dan para mitranya, angka tersebut menggambarkan krisis kesehatan anak yang kian mengkhawatirkan. UNICEF juga menegaskan bahwa banyak pasokan musim dingin masih tertahan di perbatasan, sehingga bantuan tidak dapat segera menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan.

𝗞𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗽 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗺𝗯𝘂𝗿𝘂𝗸

UNICEF menjelaskan bahwa ribuan keluarga pengungsi kini tinggal di penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, maupun perlindungan dari cuaca ekstrem. Hujan deras baru-baru ini menyebabkan banjir yang membawa sampah dan limbah memasuki area-area pemukiman, memperburuk risiko penyakit.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, menyampaikan bahwa ribuan anak balita masih menghadapi malnutrisi, sementara banyak lainnya tidak memiliki tempat tinggal layak, fasilitas sanitasi, ataupun perlindungan dari dingin.

“Terlalu banyak anak di Gaza yang masih menghadapi kelaparan, penyakit, dan paparan suhu dingin. Setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan mereka,” tegas Russell.

Ia juga menyerukan pembukaan seluruh penyeberangan ke Gaza, dengan prosedur izin yang dipermudah dan dipercepat, agar pasokan kemanusiaan dapat mengalir melalui semua rute termasuk lewat Mesir, Israel, Yordania, dan Tepi Barat yang diduduki.

𝗕𝗮𝗱𝗮𝗶 𝗠𝘂𝘀𝗶𝗺 𝗗𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗻𝗱𝗮

Meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober, krisis kemanusiaan Gaza terus memburuk. Kantor media pemerintah Gaza melaporkan bahwa badai musim dingin baru-baru ini merusak sekitar 22.000 tenda pengungsi dan membuat lebih dari 288.000 rumah tangga tanpa perlindungan dari dingin dan hujan.

Pihak berwenang memperkirakan Gaza membutuhkan 300.000 tenda dan unit rumah prefabrikasi untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat hancurnya infrastruktur sipil selama dua tahun perang. (Bahry)

Sumber: TRT

Dua Anak Palestina Syahid Akibat Serangan Drone Israel di Gaza Selatan

GAZA (jurnalislam.com)– Dua anak Palestina meninggal dunia setelah pesawat tanpa awak (drone) Israel menembakkan peluru di dekat sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di kota Bani Suhaila, Gaza selatan, pada Sabtu (29/11). Kedua korban adalah kakak-beradik berusia 11 dan 8 tahun.

Staf medis di Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi bahwa jenazah kedua anak tersebut telah dibawa ke rumah sakit. Militer Israel belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 352 warga Palestina telah terbunuh sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober lalu.

𝗚𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗽𝘂𝗵

Serangan terbaru Israel kembali menguji gencatan senjata yang sudah rapuh. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan dan pada Sabtu (29/11) kembali memanggil para mediator untuk menekan Israel menghentikan pelanggaran gencatan senjata, terutama setelah terbunuhnya kedua anak tersebut.

𝗘𝗸𝘀𝗲𝗸𝘂𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗽𝗶 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗸𝗶𝗺

Sementara itu di Tepi Barat yang diduduki, dua pria Palestina dieksekusi oleh tentara Israel pada Kamis (27/11). Rekaman yang ditayangkan oleh dua stasiun TV Arab memperlihatkan pasukan Israel menembaki kedua pria tersebut meskipun mereka tampak telah menyerah. Militer Israel mengklaim sedang melakukan investigasi.

Kekerasan pemukim ilegal Israel juga terus meningkat. Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 10 warga Palestina terluka akibat pemukulan dan tembakan peluru tajam dalam serangan pemukim di desa Khallet al-Louza, dekat Betlehem, pada Sabtu.

𝗥𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗔𝗦 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗚𝗮𝘇𝗮

Di sisi lain, Amerika Serikat terus mendorong konsep awal “blueprint” masa depan Gaza, wilayah yang telah hancur akibat perang selama dua tahun terakhir.

Rencana tersebut mencakup:
– Pasukan stabilisasi internasional untuk menjaga keamanan,

– Pembentukan otoritas transisi yang akan diawasi oleh Presiden AS Donald Trump,

– Serta kemungkinan jalan menuju pembentukan negara Palestina merdeka di masa depan.

Blueprint tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan dan belum mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait. (Bahry)

Sumber: TNA

Tentara Israel Mundur dari Tubas, Tinggalkan Puluhan Korban dan Kerusakan Infrastruktur

TUBAS (jurnalislam.com)– Tentara Israel telah mundur dari seluruh wilayah Kegubernuran Tubas di Tepi Barat utara yang diduduki, setelah melancarkan serangan brutal sejak Rabu (26/11). Penarikan pasukan tersebut menyisakan puluhan warga Palestina terluka, ratusan ditahan, serta kerusakan infrastruktur yang meluas.

Gubernur Tubas, Ahmed Al-Asaad, mengonfirmasi kepada Anadolu Agency pada Sabtu (29/11) bahwa pasukan Israel telah meninggalkan kota Tubas, desa-desa sekitarnya, serta kamp pengungsi Al Fara’a.

“Pasukan pendudukan telah mundur dari seluruh wilayah kegubernuran dan mengevakuasi rumah-rumah yang mereka ubah menjadi barak militer. Proses penaksiran kerugian sedang berlangsung,” ujarnya.

Menurut Al-Asaad, kerusakan terjadi di berbagai titik, termasuk pintu masuk kota dan desa di Tubas serta kamp Al Fara’a. Di kota Tammoun, tentara Israel menghancurkan jalan dan jaringan air utama.

Selama agresi tersebut, pasukan Israel menyerbu sekitar 350 rumah warga Palestina dan merusak isinya.

Sejak serangan dimulai, lebih dari 200 warga Palestina ditahan, dengan sekitar 70 orang masih berada dalam penahanan. Selain itu, lebih dari 150 warga Palestina terluka, sebagian besar akibat pemukulan oleh tentara Israel.

𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗪𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗶𝗻

Meskipun menarik pasukan dari Tubas, militer Israel mengumumkan akan melanjutkan operasi ofensif di Tepi Barat utara, termasuk rencana penghancuran bangunan di Jenin dengan dalih “kebutuhan operasional”.

Serangan Israel di Tepi Barat meningkat drastis sejak pecahnya agresi terhadap Gaza pada Oktober 2023. Hingga kini, lebih dari 1.085 warga Palestina gugur, 10.700 terluka, dan 20.500 ditahan oleh tentara dan pemukim ilegal di wilayah tersebut.

Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (Bahry)

Sumber: TRT

KPK Dinilai Lamban Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

JAKARTA (jurnalislam.com)– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bergerak terlalu lamban dalam menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tahun 2023–2024. Padahal, unsur tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga melibatkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, disebut sudah terpenuhi. Kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Ficar Hadjar, menyatakan bahwa kelambanan tersebut sulit dipahami mengingat konstruksi hukumnya sudah jelas.

“KPK lamban meski sudah jelas tipikornya, eks Menag,” ujar Ficar, dikutip dari Inilah.com, Rabu (26/11/2025).

Ia menekankan bahwa publik harus terus mengawasi KPK agar lembaga antikorupsi itu tidak terpengaruh kepentingan negatif dalam proses penanganan perkara. Apalagi sejak September, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, telah menjanjikan akan mengumumkan tersangka, namun hingga November belum juga terealisasi.

“Harus dikontrol terus. KPK jangan-jangan kena pengaruh negatif,” tegasnya.

Menyoal dugaan adanya bargain atau tawar-menawar sehingga penetapan tersangka berlarut-larut, Ficar menilai hal itu tidak terjadi. Ia meyakini bahwa alat bukti yang menguatkan penetapan tersangka terhadap eks Menag sudah mencukupi.

“Seharusnya tidak, karena sudah menjadi rahasia umum, buktinya sudah cukup,” kata dia.

Kasus dugaan korupsi kuota haji ini telah naik ke tahap penyidikan sejak Jumat (8/8/2025) melalui surat perintah penyidikan. Meski demikian, KPK hingga kini belum resmi mengumumkan siapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan melebihi Rp1 triliun.

E4 Desak Israel Hentikan Kekerasan Pemukim Ilegal di Tepi Barat yang Capai Rekor Terburuk dalam 20 Tahun

PARIS (jurnalislam.com)— Empat negara Eropa, yakni Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris (kelompok E4), mendesak Israel agar mematuhi hukum internasional dan segera mengambil langkah perlindungan bagi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Seruan ini disampaikan setelah kekerasan oleh pemukim ilegal Israel mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Dalam pernyataan bersama pada Kamis (27/11), E4 “mengutuk keras peningkatan signifikan kekerasan pemukim terhadap warga sipil Palestina” dan menegaskan bahwa situasi di Tepi Barat semakin tidak stabil. Para menteri luar negeri keempat negara itu menyatakan “sangat prihatin” terhadap lonjakan serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel, yang menurut mereka mengancam stabilitas regional dan memperlebar ketegangan.

Mengutip data PBB, E4 mencatat ada 264 serangan pemukim ilegal hanya pada bulan Oktober, angka bulanan tertinggi sejak pemantauan sistematis dimulai pada 2006.

E4 menuntut Israel untuk mematuhi kewajiban hukumnya sebagai kekuatan pendudukan dan menjamin perlindungan warga Palestina. Mereka menegaskan bahwa pihak berwenang Israel wajib memastikan akuntabilitas penuh.

“Kami mendesak pemerintah Israel untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan kejahatan tersebut dan mencegah kekerasan lebih lanjut dengan menangani akar penyebab perilaku ini,” tulis pernyataan itu.

Keempat negara tersebut kembali menegaskan sikap mereka yang menolak segala bentuk aneksasi, baik sebagian, penuh, maupun de facto, serta mengecam kebijakan permukiman Israel yang dianggap melanggar hukum internasional.

𝗘𝗿𝗼𝗽𝗮 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗦𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶 𝗗𝘂𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮

Dalam pernyataan tersebut, E4 juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap solusi dua negara yang dinegosiasikan secara damai, di mana Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dengan aman dan saling mengakui.

Mereka menutup pernyataannya dengan tuntutan tegas:

“Serangan-serangan ini harus dihentikan. Serangan-serangan ini menebar teror di antara warga sipil, merusak upaya perdamaian yang sedang berlangsung, dan pada akhirnya membahayakan keamanan Israel sendiri.” (Bahry)

Sumber: TRT