Ansharu Syariah Himbau Negara Negara Arab Bantu Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Juru Bicara Jamaah Ansharu Syariah Ustaz Abu Al Iz mendesak negara negara Arab untuk memberikan bantuan untuk korban serangan yang dilakukan oleh tentara Israel yang berada di wilayah Gaza, Palestina.

“Bangsa-bangsa Arab yang berbatasan dengan Palestina untuk lebih tegas dalam membantu Bangsa Palestina, jangan ambigu dengan pernyataan-pernyataannya yang malah terkesan netral,” katanya dalam rilis yang diterima jurnis pada Selasa, (10/10/2023).

Selain itu, dunia internasional sudah seharusnya juga ikut mendesak dewan Keamanan PBB untuk segera bersikap dan mendesak Israel untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil di Palestina.

“Meminta PBB untuk mendesak Israel agar membuka blokade totalnya terhadap
wilayah Palestina,” terangnya.

Ia juga menilai serangan Hamas ke Israel adalah bentuk pembelaan diri dan sah secara syar’i maupun hukum internasional. Terlebih lagi, katanya, Operasi Badai Al-Aqsa berjalan sangat terukur, efektif, dan efisien. Minimnya jumlah korban dari sipil Israel adalah bukti
keberhasilan operasi tersebut.

“Bangsa Palestina telah mengalami penderitaan panjang semenjak diduduki oleh
Israel dari tahun 1967. Wilayahnya diblokade, tanah-tanah mereka dirampas, penduduknya ditangkapi, diculik, disiksa, dipenjara tanpa peradilan hingga dibunuh,” tegasnya.

“Rakyat Palestina berhak mempertahankan negerinya yang terus ditekan dan dijajah
oleh zionis Israel, bahkan umat Islam di dunia berkewajiban menjaga Masjidil Aqsho dari penguasaan zionis Israel,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Warga Israel Tuntut Netanyahu Beserta Koalisinya Dipecat dan Diadili

PALESTINA (jurnalislam.com)- Dinilai sebagai penjahat perang, banyak warga Israel menuntut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar dipecat dan diadili.

Di seluruh spektrum politik, termasuk sayap kanan dan tengah, masyarakat Israel sepakat dalam satu hal: apa yang terjadi adalah akibat dari kegagalan pemerintah Israel. Beberapa bahkan menyerukan agar Netanyahu diadili.

“Jangan menunggu. Adili dia sekarang. Dia penjahat perang”, kata Dan Shilon, seorang jurnalis Israel, menulis di X pada akhir pekan. (15/10/2023)

Mereka yang mendukung pemecatan Netanyahu mengatakan dia tidak hanya bertanggung jawab atas perlawanan Hamas pada 7 Oktober, tapi dia juga tidak bisa dipercaya.

Beberapa warga Israel bahkan berpendapat bahwa Sara Netanyahu, istri dan koalisinya, bekerja hanya demi tujuan kelangsungan politik, “bukan upaya perang”.

“Netanyahu dianggap bertanggung jawab memimpin kebijakan yang gagal terhadap Palestina, dan Jalur Gaza pada khususnya”, kata Yontan Touval, analis kebijakan senior di “Mitvim”, sebuah wadah pemikir kebijakan luar negeri yang berbasis di Tel Aviv, kepada The New Arab.

Sebuah komisi penyelidikan independen kemungkinan akan dibentuk untuk memeriksa peristiwa-peristiwa yang mengarah pada perang tersebut.

“Kesimpulannya diperkirakan akan mematikan secara politik bagi Netanyahu”, kata Touval kepada TNA.

“Pertanyaan besarnya adalah apakah Netanyahu akan mengindahkan seruan ini dan mundur secara sukarela atau dipaksa mundur oleh partainya sendiri, partai Likud, sebelum atau setelah kesimpulan dari komisi penyelidikan tersebut,” tambahnya.

Rula Da’ood, salah satu direktur Standing Together, sebuah LSM gabungan Israel-Palestina yang berdedikasi untuk mempromosikan perdamaian dan kesetaraan antara kedua bangsa, yakin masa depan politik Netanyahu telah ditentukan.

“Menurut pendapat saya, tidak akan ada masa depan politik yang tersisa bagi Netanyahu [setelah perang]”, kata Da’ood kepada TNA, seraya menambahkan, “Masyarakat Israel hidup di bawah ilusi bahwa segala sesuatunya berada di bawah kendali”.

Serangan menakjubkan yang dilakukan oleh Hamas dan pejuang Jihad Islam sangat mengguncang Israel, termasuk para petinggi militer, yang kini terlibat dalam apa yang hanya dapat digambarkan sebagai pemboman “balas dendam” untuk mengembalikan rasa bermartabat.

“Hanya invasi darat dan pendudukan Gaza yang akan menyelamatkan muka mereka dari sudut pandang Israel,” pungkas Rula Da’ood.

Ketidakpuasan terhadap pemerintahan Netanyahu terus meningkat. Apa yang disebut sebagai “reformasi peradilan” dan meningkatnya biaya hidup adalah pendorong utama di balik ketidakpuasan warga Israel sebelum perang. Namun, kegagalan militer Israel dalam mencegah serangan Hamas semakin menambah kritik terhadap pemerintah. Ketidakpuasan ini kini meluas ke seluruh spektrum politik warga Israel.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Soal Palestina, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: Wajib Membelanya Seperti Membela Diri Sendiri

SOLO (jurnalislam.com)- Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mendesak pemerintah Indonesia untuk tegas soal penjajahan Israel atas Palestina, hal itu ia katakan saat berorasi di aksi bela Palestina di Bundaran Gladak, Solo, pada Jum’at, (13/10/2023).

“Dan mudah mudahan Pemerintah Indonesia ini mau memahami bahwa yang diserang di Palestina paling banyak penduduknya adalah Islam, oleh karena itu Pemerintah tidak boleh bersikap lemah, Pemerintah harus tegas dalam hal ini, tidak boleh takut,” katanya.

“Tapi kalau pemerintah ini masih takut takut, menghadapi Yahudi lebih baik turun saja, jangan jadi pemerintah, tidak boleh main main dalam persoalan ini,” imbuhnya.

Ustaz Abu juga menegaskan bahwa kaum Yahudi memang sejak dahulu memusuhi umat Islam.

“Perlu diketahui dalam Al Quran, sudah disebut yang maksudnya saja bahwa yang keras melawan Islam itu ada dua, yaitu Yahudi dan kaum musyrikin, jadi memang Yahudi ini sejak dulu selalu berusaha untuk menghancurkan Islam, oleh karena itu kita tidak boleh ada kelemahan dalam menghadapi dia,” paparnya.

Lebih lanjut, Ustaz Abu menegaskan bahwa umat Islam dimanapun berada saling bersaudara, untuk itu, ia menghimbau untuk ikut membantu Palestina sesuai dengan kemampuan masing masing.

“Sesungguhnya orang beriman itu saudara, jadi orang beriman di seluruh dunia ini bersaudara, Palestina itu saudara kita, oleh sebab itu kita wajib membelanya seperti membela diri sendiri,” tegasnya.

“Orang beriman yang di Gaza sampai diperingati oleh orang orang kafir, kita wajib membela menurut kemampuan kita, kalau bisa dengan tangan kita langsung kesana ikut berjihad, kalau tidak bisa dengan lisan seperti sekarang ini yang kita sampaikan, kalau tidak mampu dengan hati dan kita berdoa kepada Allah mudah mudahan saudara kita di Palestina dibantu oleh Allah dan mudah mudahan Allah menghancurkan Yahudi,” pungkas Ustaz Abu.

Reporter: Ridho Asfari

 

BMH Yogyakarta Terus Dukung Pesantren Tahfidz dengan Salurkan Buka Puasa Sunah

YOGYAKARTA (jurnalislam.com)- Lantunan Alquran terdengar saling bersahutan di ruang tengah Pesantren Tahfidz Cahaya Quran(CahyaQu), Pakem, Sleman. Ruangan yang dulunya area parkir kamar kost tersebut kini disulap menjadi area untuk menghafal Alquran bagi para santri binaan BMH.

Mereka memakai baju koko dan jubah yang sebagian besar warna putih, duduk baris berhadapan satu sama lain untuk mengulang hafalan yang sudah mereka hafal.

Aktifitas santri tersebut adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Laznas Baitul maal Hidayatullah (BMH) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kegiatan buka puasa sunah, pada Kamis (12/10/2023).

Syai’in Kodir, selaku kepada divisi program BMH DIY mengungkapkan, kegiatan buka puasa bersama para santri dilakukan sebagai wujud dukungan kepada mereka agar tetap semangat dalam belajar dan menghafal Alquran.

“Kami ingin mereka tetap semangat belajar dan semangat dalam menghafal. Karena pesantren menjadi tempat yang paling pas untuk anak seusia mereka. Diluar sana anak-anak seusianya lagi asyik dengan game, gadget, dan main yang kurang bermanfaat,” terangnya.

Sementara itu Ustadz Wildan Hadi Syukton selaku pimpinan Pesantren CahyaQu Pakem mengatakan, dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada BMH karena pesantrennya menjadi bagian dari mitra program yang dijalankan oleh BMH.

“Saya merasa senang karena selama ini telah dibantu oleh BMH Yogyakarta, dan anak-anak juga terlihat bahagia karena di hari kamis anak-anak pada puasa sunnah dapat kiriman buka puasa dari BMH, ini menjadi suasana beda bagi anak-anak. Semoga apa yang telah BMH dan para donatur sekalian usahakan ini Allah ganti dengan yang lebih baik nan barokah,” ungkap ustadz Wildan.

DSKS Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas Terhadap Penjajahan ‘Israel’ atas Palestina

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendesak pemerintahan Indonesia untuk bersikap tegas terhadap tindakan zionis Israel di Palestina.

Hal itu dikatakan Sekjend DSKS Dr. Mulyanto Abdullah Khoir saat aksi bela Palestina di Bundaran Gladak, Solo pada Jum’at, (13/10/2023).

“Meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menyatakan sikap tegas atas tragedi tersebut dan lebih melakukan langkah-langkah kongkrit dalam upaya memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang menjadi amanah konstitusi bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” katanya.

Dr Abdullah Khoir juga menegaskan bahwa serangan zionis Israel terhadap Palestina semakin membuktikan bahwa Israel adalah teroris yang sesungguhnya.

“Mengutuk keras tindakan biadab, keji dan tidak berperikemanusiaan tersebut yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal ditinjau dari sisi manapun,” tegasnya.

“Menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan merebut kembali tanah yang telah di rampas oleh penjajah Zionis Israel,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk ikut mendoakan rakyat Palestina dan menggelar shalat gaib untuk korban serangan zionis Israel.

“Menyerukan kepada seluruh Umat Islam untuk memberikan kepeduliannya dengan melakukan shalat ghaib, mendoakan maupun memberikan donasi semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Reporter: Iwan Kurniawan

Brigade Al-Qassam Umumkan 13 Sandera Terbunuh Akibat Serangan Udara Israel

PALESTINA (jurnalislam.com)- Setidaknya 13 sandera yang ditangkap oleh pejuang Hamas, Brigade Al-Qassam, tewas akibat serangan udara Israel yang menyerang Gaza tadi malam, demikian pernyataan Hamas pada Jumat, 13 Oktober.

“Warga asing dan warga Israel tewas akibat serangan intens Israel di Gaza utara dan di dalam Kota Gaza dalam 24 jam terakhir,” terang Al-Qassam dalam pernyataan pers yang dikirim ke The New Arab.

Enam sandera tewas akibat serangan udara Israel tanpa pandang bulu di Jalur Gaza bagian utara, sementara tujuh lainnya tewas dalam serangan terpisah oleh Israel di Kota Gaza, menurut pernyataan itu.

Sementara itu, Israel mengumumkan bahwa mereka menyerang sekitar 750 sasaran tadi malam di Jalur Gaza, termasuk terowongan bawah tanah milik Hamas, kompleks dan markas militer, rumah pejabat, gudang senjata, dan ruang komunikasi.

Dilaporkan Kementerian Kesehatan, pemboman Israel telah membunuh 1.537 warga Palestina di Gaza, dan mengakibatkan 6.612 orang terluka. Di antara korban terbunuh terdapat 500 anak-anak.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Umat Islam Semarang Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina di Kantor Gubernur Jateng

SEMARANG (jurnalislam.com)- Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menggelar aksi solidaritas untuk palestina di depan kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Jumat (13/10/2023).

Aksi tersebut digelar usai sholat jumat yang dimulai dengan longmarch dari Masjid Baiturrahman simpang lima menuju titik aksi, yaitu sepanjang jalan depan kantor gubernur.

Berbagai komunitas dan ormas Islam pun tergabung dalam aksi tersebut, diantaranya Pemuda Mohammadiyah, Forum Persaudaraan Islam, Mualaf Center Semarang, FKAM, Jamaah Ansharu Syariah, Gerakan Pemuda Ka’bah, MPI, Forum Ukhuwah Ahlussunnah, Aqso Working Group, Majelis Muhasabatunnafsi, dll.

Wahyu Kurniawan, korlap acara nengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat palestina yang sedang dijajah oleh yahudi Israel.

“Ini sebagai bentuk dukungan kami untuk rakyat palestina yang sedang berjuang untuk memperoleh kemerdekaan yang selama ini dijajah oleh yahudi israel,” ucapnya

Salahsatu orator dari ketua pemuda muhammadiyah, Ustaz Budi mengatakan, bahwa aksi solidaritas tersebut selain perintah Allah untuk membela saudaranya yang tertindas juga merupakan amanat undang-undang dasar yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

“Aksi kita ini selain perintah Allah yaitu membela saudara muslim yang tertindas juga merupakan amanat undang-undang dasar 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh karena itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,” jelasnya

Menjelang usainya acara, sebagai bentuk protes kepada israel yang telah menjajah palestina para peserta juga melakukan aksi teatrikal pembakaran foto perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Reporter: Agus Riyanto

Ribuan Umat Islam Gelar Aksi Bela Palestina di Solo Kutuk Zionis Israel

SOLO (jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam Soloraya turun kejalan melakukan aksi solidaritas untuk Palestina di Bundaran Gladak, Solo pada Jum’at, (13/10/2023).

Dalam aksi yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta tersebut, Sejumlah spanduk dan poster tampak dibentangkan oleh peserta aksi yang berisi dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap Zionis Israel.

“Mengutuk keras tindakan biadab, keji dan tidak berperikemanusiaan tersebut yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal ditinjau dari sisi manapun,” kata Sekertaris Jendral DSKS Ustadz Dr. Mulyanto Abdullah Khoir.

Dr Abdullah Khoir juga mendesak aparat pemerintahan untuk bersikap tegas terhadap aksi penjajahan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina.

“Meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menyatakan sikap tegas atas tragedi tersebut dan lebih melakukan langkah-langkah kongkrit dalam upaya memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang menjadi amanah konstitusi bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya Soloraya, mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka.

“Menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan merebut kembali tanah yang telah di rampas oleh penjajah Zionis Israel,” ujarnya.

“Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk memberikan kepeduliannya dengan melakukan shalat ghaib, mendoakan maupun memberikan donasi semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Reporter : Riyanto

Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina Gelar Aksi Solidaritas di Depan Gedung Sate Bandung

BANDUNG (jurnalislam.com)- Sekitar sembilan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung, Jawa Barat yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina,” menggelar aksi solidaritas bela Palestina di depan Gedung Sate, Jumat sore, (13/10/23).

Ratusan mahasiswa dari berbagai lembaga dakwah kampus di Bandung ini turut membawa poster dan spanduk yang bertuliskan tuntutan pembebasan Palestina dari gempuran penjajah Israel.

Selain membawa spanduk mereka juga melakukan orasi secara bergantian menuntut pembebasan Palestina dimana disana ada masjid suci umat Islam yakni masjid Al Aqsha.

Tidak hanya mahasiswa, dalam aksi ini juga turut ikut sejumlah ibu-ibu dan juga pelajar yang hatinya terdorong untuk membela warga Palestina yang saat ini tertindas dan terus dibombardir oleh penjajah israel.

Ichwan Ramadhani selaku ketua Gamais ITB mengatakan, selain isu Agama menurutnya persoalan Palestina adalah soal kemanusiaan.

“Jauh dari itu selain isu keagamaan ini adalah isu kemanusiaan, isu penjajahan, yang sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang kita,” kata Ichwan Ramadhani.

Sementara Aam,Izussalam, ketua KAMMI Bandung mendorong pemerintah untuk membantu menyelesaikan persoalan ini.

“Mendorong dan mendukung upaya penuh pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan konflik Palestina dan Israel,” ujarnya.

Mereka juga menyampaikan bahwa aksi serupa dilakukan oleh mahasiswa dari lembaga kampus di berbagai daerah di daerahnya masing-masing.

Reporter: Saifal

Gelar Aksi Solidaritas Untuk Palestina, Umat Islam Jabar Desak Negara Muslim Bantu Palestina

BANDUNG (jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam yang tergabung dalam Forum Ulama, Tokoh dan Advokat Jawa Barat menggelar aksi solidaritas bela Palestina di depan Gedung Sate Bandung Jumat, (13/10/23).

Massa aksi meminta agar negara-negara muslim mengirimkan bantuan untuk menghentikan penjajah yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Bantuan tersebut tidak cukup hanya obat-obatan namun juga bantuan militer agar bisa mengusir kaum Yahudi dari tanah palestina yang sudah puluhan tahun menjajah palestina.

Paling tidak negara-negara muslim memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk dukungan terhadap warta palestina.

Hakim Abdurahman selaku koordinator aksi berharap Indonesia dan negara-negara muslim lainnya mengirimkan bantuan militernya untuk mengusir penjajah irael di tanah Palestina.

Terlebih lagi, kata Hakim Abdurahman dalam amanat Undang-Undang Dasar Republik Indonesia menolak segala bentuk penjajahan diatas muka bumi ini.

“Oleh karena itu kita meminta kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah Negara-negara muslim lainnya untuk mengirimkan tentara-tentara muslimin, bahwa saudara-saudara kita disana tidak hanya membutuhkan obat-obatan tapi juga bantuan militer untuk menegakan hak dan keadilan, mengembalikan tanah kaum muslimin,” Kata Hakim Abdurahman, Usai Menggelar Aksi.

Aksi serupa juga di gelar di beberpa daerah di jawa barat sebagai bentuk solidaritas umat islam indonesia terhadap perjuangan warga Palestina.

Reporter: Saifal