Wahdah Islamiyah Luncurkan Program Wakaf Uang Bersama Ketua BWI Di Arena Mukernas

MAKASSAR (jurnalislam.com)– Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Mohammad Nuh., DEA memberikan paparan tentang wakaf dengan tema “Era Baru: Wakaf sebagai Lifestyle” dalam gelaran Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XVI Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Embarkasi Makassar, Jumat (24/11/2023)

Dalam kesempatan itu, Prof. Mohammad Nuh didampingi oleh Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin dan legislator RI Tamsil Linrung meluncurkan Program Wakaf Uang Wahdah Islamiyah sebelum memberikan materi ceramahnya.

Ustaz Zaitun mengatakan, untuk mendampingi program nasional wakaf uang ini, pihaknya telah membentuk satu badan khusus bernama One Wakaf.

Diawal ceramah kebangsaan, Prof Mohammad Nuh menitikberatkan persoalan wakaf ini sebagai bagian dari gaya hidup. Ia mengatakan bahwa wakaf ini sudah jelas dan terang. Sudah teruji dan sudah ada bukti sejak zaman Nabi.

“Wakaf bukanlah hal yang baru, wakaf telah ada sejakdahulu dan telah teruji. Ummat Islam jaya dengan wakaf, terlebih di zaman Turki Utsmani. Mari membangun inisiatif kita dalam melakukan gerakan revival bersama ONE WAKAF. Maka tugas kita sekarang adalah bagaimana meneruskan ini, memajukan dan mensosialisasikannya ke masyarakat,” ujarnya.

Wakaf kata Menteri Pendidikan Indonesia Masa Bakti 2009-2014 ini mengatakan, bahwa zakat adalah bagian dari ikhtiar kita menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

“Mari kita siapkan bekal akhirat agar tidak menjadi pengemis dan gelandangan disana,” katanya, sembari menyetir QS Al Kahfi ayat 110.

Prof Mohammad Nuh menguraikan bahwa wakaf bukan hanya investasi akhirat, tetapi juga investasi yang manfaatnya bisa didapat di dunia dan diakhirat, bagi diri sendiri dan masyarakat. Beberapa contoh suksesi perzakatan di tanah air yang ia deskripsikan dalam vceramah tersebut adalah RS Mata Wakaf Achmad Wardi di Kota Serang, Banten yang menarget sebanyak 2.513 pasien selama 5 tahun dan pengadaan mobil ambulance gratis.

Ia pun mengajak kepada peserta Mukernas untuk tetap berwakaf setiap hari. Menurutnya, tidak mengapa sedikit asalkan rutin dan berkelanjutan.

“Kalau disuruh milih, penjenengan pilih wakaf uang langsung banyak, atau sedikit saja tapi rutin. Kalau boleh jujur lebih baik pilihan yang kedua,” jelasnya.

Dalam sesi terakhir yang menutup ceramahnya dengan mengatakan, wakaf yang sukses manakala para nazir sudah mencapai level nazir 3.0, artinya nazir itu bisa kelola wakafnya, otaknya cerdas, dia bisa memperbanyak pewakif, dan melahirkan pewakif-pewakif baru.

“Nazir itu harus expert di bidang pengelolaan aset umat. Bisa membaca, menangkap dan menciptakan peluang, menjadi real power. Punya sertifikasi kompetensi, kemampuan melipatgandakan nilai aset,” tutupnya.

Hamas Kian Populer, 75% Warga Palestina Setuju Serangan 7 Oktober

Oleh, Pizaro Gozali

Baru-baru ini survei yang digelar di Palestina menunjukkan fakta yang menarik. Survei yang digelar oleh lembaga penelitian Arab World for Research and Development pada 14 November lalu itu ingin mencari tahu seberapa besar dukungan bangsa Palestina terhadap serangan Taufan Al Aqsha yang dikomandani Hamas untuk melumpuhkan penjajah Zionis.

Hasilnya: sebanyak 75% responden setuju dengan serangan Hamas dan 74,7% setuju bahwa mereka mendukung berdirinya negara tunggal Palestina.

Ketika warga Palestina dihadapkan dengan pertanyaan “Seberapa besar Anda mendukung operasi militer yang dilakukan perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober?”

Tanggapan warga Palestina menunjukkan dukungan yang kuat atas serangan tersebut.

Warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, misalnya, sebagian besar mereka mendukung serangan tersebut dengan presentase 83,1%.

Hanya 6,9% yang menjawab bahwa mereka “sangat” atau “agak” menentang serangan tersebut. Selain itu, 8,4% tidak menyatakan pendapatnya.

Sementara itu, sebanyak 63,6% warga di Jalur Gaza menyatakan mereka sangat mendukung serangan Hamas. Sedangkan, 14,4% lainnya menjawab bahwa mereka tidak menentang atau mendukung serangan tersebut.

Selanjutnya, sebanyak 20,9% warga Palestina yang tinggal di Gaza menentang serangan tersebut sampai tingkat tertentu.

Hasilnya secara keseluruhan sebanyak 75% responden setuju dengan serangan 7 Oktober tersebut.

Ketika ditanya pertanyaan, menurut mereka apa alasan utama dilancarkannya operasi perlawanan Palestina pada tanggal 7 Oktober?

Sebanyak 31,7% responden yang tinggal di Tepi Barat dan 24,9% responden yang tinggal di Gaza mengklaim alasan serangan itu adalah untuk “membebaskan Palestina.”

Sebanyak 23,3% responden yang tinggal di Tepi Barat dan 17,7% responden yang tinggal di Gaza menyatakan bahwa alasan serangan tersebut adalah “menghancurkan pengepungan di Jalur Gaza.”

Sementara, sebanyak 35% dari total responden mengatakan serangan itu adalah untuk “menghentikan pelanggaran HAM terhadap Masjidil Aqsa”.

Sementara itu, saat ditanya “Apakah Anda mendukung solusi pembentukan satu atau dua negara?” mayoritas (74,7%) responden menjawab bahwa mereka mendukung negara tunggal Palestina.

Meskipun perang dikatakan terjadi antara Israel dan Hamas, hanya 18,6% responden yang setuju dengan hal tersebut.

Mayoritas (63,6%) merasa ini adalah perang antara “Israel dan Palestina secara umum” dan 9,4% lainnya menyatakan bahwa mereka melihat ini sebagai perang antara “dunia Barat dan dunia Arab.”

– Aspirasi Bangsa Palestina

Menurut penulis, ada beberapa analisa yang dapat diketengahkan melihat survei ini.

Pertama, survei ini menunjukkan semakin populernya gerakan Hamas di Palestina yang mendapatkan dukungan dari bangsa Palestina. Sebab banyak 75% responden Palestina ternyata menyetujui serangan 7 Oktober tersebut yang telah meluluhlantahkan kekuatan penjajahan Israel.

Padahal banyak opini berkembang di luar Palestina yang menyudutkan Hamas, menolak aksi Hamas dan bahkan mendorong warga Palestina untuk hijrah ke negeri lain dan tunduk pada kekuasaan Zionis. Faktanya opini-opini tersebut tidak tervalidasi di internal warga Palestina.

Kedua, hasil survei ini menunjukan bahwa Operasi Taufan Al Aqsha bertujuan untuk membebaskan Palestina, bukan hanya Gaza. Seperti namanya “Al Aqsha” yang menegaskan bahwa Hamas memang berada di jalur Gaza tapi mata mereka tertuju ke Masjid Al Aqsha yang terus dinodai oleh penjajah Zionis.

Ini juga terkonfirmasi dari besarnya dukungan masyarakat Palestina yang melihat gerakan perlawanan Hamas bertujuan untun memerdekakan Palestina.

Ketiga, survei ini juga bisa menjadi kesimpulan bahwa popularitas Hamas saat ini sudah melampaui kepemimpinan Mahmoud Abbas yang banyak mendapat kritik karena hanya menjadi penonton dari bombardir yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Abbas dinilai lebih suka duduk di atas meja melakukan negosiasi-negosiasi dengan Israel yang hasilnya lebih banyak membuat tanah Palestina terus dicaplok oleh kekuatan penjajah.

– Meredupnya Abbas

Popularitas Otoritas Palestina di Tepi Barat memang telah mengalami penurunan tajam di tanah Palestina. Abbas dinilai tidak banyak melakukan tindakan merespons kebiadaban yang dilakukan Zionis terhadap Masjidil Aqsha, Tepi Barat, dan jalur Gaza. Kepercayaan publik kepada Abbas pun telah menurun tajam.

Sebaliknya, Hamas dan Jihad Islam dianggap masyarakat sebagai representasi perlawanan bangsa Palestina yang melawan kepongahan Zionis.

Juli 2023 lalu, survei yang dilakukan the Palestinian Center for Policy and Survey Research di Universitas Tel Aviv Israel, telah mendesak pemerintah Israel untuk memperkuat Otoritas Palestina (PA) dan meningkatkan perekonomiannya karena semakin redupnya populariats Abbas dan pengaruhnya bagi bangsa Palestina.

Hal itu digambarkan oleh think tank penjajah tersebut sebagai upaya untuk memperkuat kepentingan Israel di Palestina untuk menghadapi Hamas atau faksi perlawanan lainnya.

“Tampaknya PA – di bawah kepemimpinan Abu Mazen (Abbas) – berada dalam situasi paling parah sejak intifada kedua dan berada di jalur penurunan yang mungkin berakhir dengan keruntuhannya,” kata studi tersebut.

Sementara itu, jajak pendapat terpisah yang dilakukan pada Juni 2023 oleh the Palestinian Center for Policy and Survey Research menunjukkan 63 persen warga Palestina percaya bahwa Otoritas Palestina merupakan beban bagi mereka, sementara 80 persen tidak puas dengan kinerja Abbas.

Selain itu, sebanyak 50 persen warga Palestina berpendapat pembubaran Otoritas Palestina akan menjadi yang terbaik bagi masyarakat Palestina, sementara 63 persen berpendapat kelangsungan Otoritas Palestina adalah untk melayani kepentingan Israel.

Gambaran ini sebenarnya adalah tamparan bagi Mahmoud Abbas yang dinilai gagal memberikan perlindungan kepada bangsa Palestina, yang lebih banyak menyatakan kutukannya ketimbang benar-benar terjun menghalau penjajahan Israel.

Operasi Taufan Al Aqsha, sekali lagi, telah menjadi momentum Hamas untuk menjadi pemimpin sebenarnya di mata masyarakat Palestina.

Seperti dikatakan pemimpin Hamas Khalid Misyal: “Bahwa penjajah ini dapat dikalahkan, dan bahwa jalan menuju hal itu adalah jihad dan perlawanan, bukan memohon, mengemis, negosiasi, atau bersikap lemah.”

Penulis adalah peneliti Baitul Maqdis Institute
Kandidat Ph.D bidang Policy Research and International Studies Universiti Sains Malaysia

Sumber: FB Pizaro

Hari Ke-48 Operasi Badai Al Aqsa, Brigade Al Qassam Telah Hancurkan 335 Kendaraan Militer Israel

GAZA (jurnalislam.com)- Jelang gencatan senjata sementara, operasi Badai Al Aqsa telah memasuki hari ke-48. Juru bicara Al Qassam, Abu Ubaidah, menyatakan kesiapannya untuk berperang dalam jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan melalui sebuah rekaman video sebagaimana yang ditayangkan oleh Al Jazeera Mubasher pada Jum’at dini hari (24/11/2023).

“Mujahidin kami terus menghadapi agresi brutal zionis, dan kami telah mendokumentasikan penargetan 335 kendaraan militer zionis sejak awal serangan. Kendaraan yang menjadi sasaran bervariasi antara pengangkut personel, tank, dan buldoser,” kata Abu Ubaidah.

Ia juga melaporkan peningkatan serangan Brigade Al Qassam ke Israel dalam tiga hari terakhir dengan rinci.

“Kami terus mengarahkan serangan rudal ke berbagai sasaran di dalam wilayah zionis. Kami hancurkan 33 kendaraan zionis dalam 72 jam terakhir,” terangnya.

“Selama tiga hari terakhir, kami melakukan operasi kualitatif terhadap pasukan musuh, yang mengakibatkan tewasnya mereka,” sambungnya.

Abu Ubaidah juga menyatakan bahwa Brigade Al Qasam berhasil menggagalkan rencana Israel untuk meraih kemenangan di Gaza.

“Mujahidin kami tetap ditempatkan di posisi mereka, tidak goyah. Mujahidin kami terus berada dalam posisi tempur mereka,” tegasnya.

Menurutnya, Israel masih menyembunyikan kerugian yang sebenarnya,

“Apa yang musuh banggakan untuk memperpanjang pertempuran hanya berupa pelecehan dan pembantaian, dan kami menegaskan kesiapan kami untuk terus berperang tidak peduli berapa lama agresi berlangsung!,” pungkasnya.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri

Buka Mukernas ke-16, Ketua DPD RI Apresiasi Konsistensi Wahdah Islamiyah dalam Memperjuangkan Pancasila Sebagai Falsafah Negara

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Wahdah Islamiyah menggelar Mukernas ke-XVI dengan Tema “Meningkatkan Soliditas dan Kolaborasi Mewujudkan Indonesia Maju”. yang dihadiri oleh berbagai tokoh Nasional, pihak Pemerintah Kota Makassar, hingga ketua DPD RI, bertempat di Gedung Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Sudiang, Kamis (23/11/2023).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti membuka secara resmi kegiatan tersebut, dalam sambutannya berharap Wahdah Islamiyah dapat melahirkan program yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Musyawarah Kerja Nasional Ke-16 Wahdah Islamiyah saya nyatakan dibuka. Semoga Mukernas ke-16 kali ini dapat menghasilkan program kerja yang tetap bermuara kepada kepentingan umat dan semoga ikhtiar kita untuk umat dan untuk Indonesia yang lebih baik diridoi oleh Allah SWT,” terangnya.

Menurutnya, Mukernas Wahdah Islamiyah ini adalah salah satu wujud dari nilai-nilai bangsa ini dalam bernegara. Sebagaimana yang termaktub di dalam Pancasila yaitu musyawarah, yang juga termasuk sistem bernegara yang dirumuskan pada pendiri bangsa.

“Saya memberikan apresiasi Kepada Wahdah Islamiyah yang konsisten memperjuangkan sikap jalan tengah dengan tetap memperjuangkan Pancasila sebagai falsafah dasar tengah dan negara, sekaligus sebagai nilai-nilai yang berjalan seiring dengan nilai-nilai ajaran Islam,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Makassar yang hadir dalam kegiatan Mukernas ini, diwakili oleh Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Makassar Drs. A. Irwan Bangsawan. Ia berharap kedepaanya antara Wahdah dan Pemkot dapat bersinergi dalam program keummatan.

“Mukernas ini sangat strategis dilaksanakan tentunya kita berharap bisa bersinergi dengan program pemerintah Kota Makassar, kami juga ada program penguatan keummatan dalam penyelesaiaan problematika perkotaan. Masalah anak-anak kita harus bagaimana menguatkan iman dan takwa mereka. Marilah kita menjaga keamanan dan kenyamanan sesuai tema Mukernas ini, meningkatkan soliditas dan kolaborasi,” katanya saat memberikan sambutan.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA dalam sambutannya menyampaikan kondisi tragis yang dirasakan rakyat Palestina akibat pembantaian dan penjajahan yang terus dilakukan oleh Zionis Israel.

“Mukernas ini kita adakan dalam suasana yang tidak menyenangkan, dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina yang bukan sekedar pembantaian, tapi genosida yang terburuk, bukan dari segi jumlah akan, tetapi dari segi cara bahkan jauh lebih brutal dibandingkan perang-perang yang lalu. Sulit untuk menggambarkan kondisi ini, pembantaian yang dialami secara perlahan, di bombardir dimana-mana rumah sakit dan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Ustaz Zaitun menegaskan bahwa kita harus menjadi solusi atas permasalahan ummat sebagai bentuk soliditas kita, bahkan sebagai bangsa kita punya hutang kemerdekaan terhadap Palestina yang harus dibayar.

“Dalam Mukernas ini, persoalan Palestina ini harus menjadi pemikiran bagi seluruh peserta Mukernas, yang mudah-mudahan dapat memberikan gagasan dan ide untuk perjuangan bangsa Palestina, baik dengan doa-doa kita. Maka pentingnya kita menguatkan soliditas, karena lemahnya soliditas kita sehingga terjadi pembantaiaan tersebut,” pungkasnya.

Kisah Mengharukan: Remaja Palestina di Bawah Reruntuhan Zionis

GAZA (jurnalislam.com)- Dalam kegelapan malam, ketika kota itu terperangkap dalam keadaan tanpa air, listrik, dan obat-obatan akibat blokade yang dilakukan oleh zionis Israel, pesawat tempur menyapu langit-langit dengan kekejaman yang tak terbayangkan.

Di bawah reruntuhan yang tak kenal ampun, terbaring syahid seorang remaja Palestina 16 tahun, didalam saku celananya ditemukan lembaran catatan kecil yang memaparkan keinginan baiknya. Lembar catatan itu mengisahkan perjalanan seorang pemuda yang merasa membawa beban dosa-dosanya.

Catatan itu menciptakan sebuah lukisan kelabu akan kehidupan yang terenggut oleh serangan udara zionis. Isi buku catatan itu, yaitu:

Senin : aku tertidur tanpa berwudhu.

Selasa: aku tertawa terlalu kuat.

Rabu: aku tidak mendirikan sholat ‘Isya tepat waktu.

Kamis: aku menjaringkan gol saat futsal dan terbit rasa bangga dalam hatiku.

Jum’at: seharusnya aku bershalawat 1000 kali sehari, tetapi hari ini aku hanya bershalawat 700 kali

Sabtu: aku terlupa dzikir pagi.

Di bawah langit kota Gaza yang penuh serangan, remaja Palestina itu menjadi saksi bisu kehancuran tanahnya yang tak terhingga. Catatan kecil yang terukir di bawah reruntuhan menciptakan gambaran seorang pemuda yang mencari kebaikan dalam keadaan yang penuh tantangan dan kegelapan.

Sumber: allaboutpalestine

Reporter: Bahri

Israel Lumpuhkan Rumah Sakit Di Gaza Utara

GAZA (jurnalislam.com)- Rumah sakit di Gaza utara kini benar-benar lumpuh total, menurut Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada hari Selasa (21/11/2023) bahwa tingkat okupansi di rumah sakit di utara Gaza telah mencapai 100 persen.

“Israel membom dan menghancurkan sebagian Rumah Sakit al-Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar di kawasan Gaza, di mana lebih dari 700 orang masih ditawan di bawah pengepungan tentara Israel,” terang al-Qudra.

Pekan lalu, pasukan Zionis Israel menyita rumah sakit tersebut untuk mencari apa yang mereka tuduhkan adanya jaringan terowongan Hamas dan pusat komando yang dibangun di bawah kompleks rumah sakit tersebut. Namun Hamas telah membantah tuduhan tersebut.

Menurut otoritas Palestina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada hari Senin, sebanyak 28 bayi prematur telah berhasil dievakuasi dari Rumah Sakit al-Shifa ke Mesir untuk menerima perawatan.

Al-Qudra juga melaporkan bahwa sekitar 120 orang juga dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara ke Kompleks Medis Nasser di wilayah selatan Jalur Gaza.

“Masih ada lebih dari 400 orang yang terluka di dalam Rumah Sakit Indonesia, selain sekitar 200 staf medis dan lebih dari 2.000 lainnya adalah warga yang mengungsi,” katanya.

“Tentara Israel telah menempatkan mereka yang berada di dalam rumah sakit dalam lingkaran kematian, menargetkan siapa saja yang bergerak di sekitar rumah sakit atau di dalamnya,” kata al-Qudra.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Senin bahwa setidaknya 12 warga Palestina terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan terhadap rumah sakit Indonesia, yang hingga saat ini masih dikepung oleh tank-tank Israel.

Rumah sakit di Gaza utara dan Kota Gaza masih menghadapi serangan brutal zionis Israel dan mengalami pemadaman listrik karena kekurangan bahan bakar.

Mereka juga menghadapi kekurangan air, obat-obatan dan pasokan penting ketika Israel terus melakukan operasi darat dan serangan udara di daerah tersebut.

WHO menyatakan telah mencatat 335 serangan terhadap kompleks kesehatan di wilayah pendudukan Palestina sejak 7 Oktober, awal perang Gaza, termasuk 164 serangan di Jalur Gaza dan 171 serangan di Tepi Barat.

Serangan-serangan ini mengakibatkan evakuasi massal secara paksa dari rumah sakit, dan banyak korban jiwa termasuk korban jiwa di antara pasien, teman mereka, dan pengungsi yang mengungsi di sana, kata WHO.

Laporan Kementrian Kesehatan Gaza pada Selasa (21/11), menyatakan korban terbunuh akibat serangan Israel di Jalur Gaza melonjak menjadi 14.128 jiwa, termasuk lebih dari 5.840 anak-anak dan 3920 wanita.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Samsul

Gencatan Senjata Sementara, KITA Palestina Dorong Masyarakat Indonesia Salurkan Bantuan

GAZA (jurnalislam.com)- Gencatan senjata kemanusiaan dengan salah satu syarat pertukaran tahanan merupakan kemenangan bagi Hamas. Salah satu tujuan operasi Taufan Al-Aqsa adalah pembebasan warga Palestina di penjara Israel.

Dalam hal ini, pejuang Palestina mampu memberikan tekanan ke militer Israel dengan menahan serangan darat dan udara selama 46 hari berturut-turut. Teroris Israel membombardir Gaza dengan tujuan menekan Hamas dan membebaskan tahanan di Jalur Gaza.

Namun, Israel tidak mencapai prestasi militer apapun di Jalur Gaza bahkan mengalami kerugian besar di bidang militer, ekonomi, dan politik. Teroris penjahat perang itu akhirnya menyerah dan menyetujui syarat dari Hamas untuk gencatan senjata, yang salah satunya pertukaran tahanan.

“Hamas mampu mengendalikan perundingan dari posisi yang kuat di lapangan, meskipun ada upaya penjajah Israel untuk memperpanjang dan menunda perundingan,” demikian rilis resmi Hamas, Rabu (22/11) sebagaimana yang diterima oleh Media Center KITA Palestina.

Selain itu, Hamas menerima tawaran gencatan senjata demi kepentingan warga sipil yang jadi korban kejahatan perang teroris Israel. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Hamas memasukkan ratusan truk bantuan kemanusiaan ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa terkecuali, mulai dari Jalur Gaza selatan sampai ke Jalur Gaza utara.

“Ketentuan perjanjian tersebut dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya, yang bertujuan untuk mengabdi pada rakyat kita dan memperkuat ketabahan mereka dalam menghadapi agresi,” tambah keterangan Hamas.

Ketua Komite Solidaritas Palestina, Ustaz Syaibani Mujiono menegaskan bahwa kezaliman yang dilakukan Israel cepat atau lambat akan zirna dimuka bumi ini.

“Kita punya satu keyakinan bahwa kezaliman dan keangkaramurkaan pasti akan hancur, dan sudah begitu banyak contoh dari waktu ke waktu para umat terdahulu yang membangkang dengan Allah dan melakukan kezaliman di muka bumi ini Allah Subhanahu WA Ta’ala hancurkan dan pasti kemenangan bagi orang-orang yang beriman,” katanya, Kamis (23/11/2023).

Dalam gencata senjata tersebut, KITA Palestina mendorong berbagai upaya untuk terus dilakukan dalam membantu rakyat Palestina, baik secara materil dan moril, utamanya dari rakyat Indonesia.

“Dari kita Palestina, kita terus Insya Allah mendoakan dan mengajak seluruh kaum muslimin di Indonesia, dan di seluruh dunia untuk terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya.

Pada Senin (30/10/2023), KITA Palestina telah mengumpulkan bantuan masyarakat Indonesia dan telah disalurkan tahap 1 melalui LAZNAS WIZ, berupa bahan makanan, air minum dan kebutuhan mendesak para korban-korban. Sedangkan bantuan tahap 2 sementara disiapkan baik berupa pakaian dan makanan siap saji.

Capai Kesepakatan Gencatan Senjata, Berikut Isi Pernyataan Resmi Hamas

GAZA (jurnalislam.com)- Israel dan Gerakan Perlawan Islam, Hamas dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata setelah dimediasi oleh Qatar.

Melalui situs resminya, Hamas merilis kesepakatan gencatan senjata selama 4 hari tersenut, berikut poin poinnya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Mengenai Pengumuman Perjanjian Gencatan Senjata

Didorong oleh tanggung jawab kami terhadap rakyat Palestina yang tangguh dan teguh, dan upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan ketabahan rakyat kami yang heroik di Jalur Gaza, untuk memberikan bantuan dan menyembuhkan luka-luka mereka, dan untuk memperkuat keinginan kemenangan perlawanan kami pada hari ketujuh. Oktober dalam menghadapi musuh Zionis:

Setelah perundingan yang sulit dan rumit selama beberapa hari, kami mengumumkan, dengan bantuan dan keberhasilan yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu WA Ta’ala, tercapainya kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan (gencatan senjata sementara) selama empat hari dengan upaya yang tekun dan dihargai dari Qatar dan Mesir yang mengatur:

  • Penghentian tembakan dari kedua belah pihak, penghentian seluruh aktivitas militer tentara pendudukan di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan penghentian pergerakan kendaraan militer yang menyusup ke Jalur Gaza.
  • Masuknya ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan, pertolongan, medis, dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa kecuali, utara dan selatan.
  • Pembebasan 50 tahanan pendudukan, perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun, sebagai imbalan atas pembebasan 150 perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun dari penjara pendudukan, semuanya sesuai dengan senioritas.
  • Penghentian lalu lintas udara di (selatan) selama empat hari.
  • Penghentian lalu lintas udara di (utara) selama enam jam setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 16.00.
  • Selama gencatan senjata, pendudukan berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza.
  • Menjamin kebebasan pergerakan orang (dari utara ke selatan) di sepanjang Jalan Salah Al-Din.

Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya, yang bertujuan untuk melayani rakyat kita dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi, terus-menerus menyadari pengorbanan, penderitaan, keprihatinan mereka, dan mengelola negosiasi ini dari sudut pandang yang berbeda. posisi ketabahan dan kekuatan di lapangan, meskipun ada upaya pendudukan untuk memperpanjang dan menunda negosiasi.

Saat kami mengumumkan tercapainya perjanjian gencatan senjata, kami menegaskan bahwa kami akan tetap memegang kendali, dan brigade kami yang menang akan tetap berupaya membela rakyat kami dan mengalahkan pendudukan dan agresi.

Kami berjanji kepada rakyat kami bahwa kami akan tetap setia pada darah, pengorbanan, kesabaran, ketabahan, dan aspirasi mereka untuk pembebasan, kebebasan, pemulihan hak, dan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya, Insya Allah.

Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
Rabu : 08 Jumadil Awal 1445H
Sesuai dengan: 22 November 2023

Reporter: Ridho Asfari

Mencekam! Tank Israel Kepung Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Tank-tank Israel mengepung dengan kejam Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, menyisakan kehancuran dan korban sipil Palestina. Dalam tragedi ini, setidaknya 12 nyawa tak bersalah telah melayang akibat tembakan artileri zionis Israel di kompleks kesehatan tersebut.

Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (20/11/2023) bahwa “situasinya sangat buruk” di Rumah Sakit Indonesia, di mana ratusan orang masih terjebak.

“Staf Rumah Sakit Indonesia bersikeras bertahan dalam gedung untuk merawat pasien yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan orang yang terluka, di dalam rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, angkat suara mengecam keras tindakan Israel. Ia meminta negara-negara mitra Israel untuk bersatu mendesak agar serangan kejam ini segera dihentikan.

“Serangan itu jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional. Semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, harus menggunakan seluruh pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana yang dilansir Al Jazeera.

Serangan tentara Israel di Rumah Sakit Indonesia ini terjadi sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevakuasi 31 bayi prematur dari Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.

Termasuk di antara mereka terdapat lebih dari 250 pasien dalam kondisi sakit kritis atau terluka yang terdampar di sana sejak pasukan zionis Israel memasuki kompleks Rumah Sakit Al-Shifa tersebut.

Fasilitas kesehatan terbesar di wilayah tersebut dievakuasi dibawah todongan senjata setelah dikepung selama beberapa hari dengan 7.000 orang di dalamnya.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, melaporkan “runtuhnya layanan” di rumah sakit di Gaza utara menyusul serangan udara yang meluas dan kurangnya bahan bakar dan pasokan medis.

Meski militer Israel mengklaim adanya terowongan bawah tanah di bawah rumah sakit untuk keperluan militer, Hamas dan pejabat medis rumah sakit membantah klaim tersebut.

Marwan Abdallah, petugas medis di RS Indonesia, mengatakan tank Israel terlihat dari jendela.

“Anda dapat melihat mereka bergerak dan menembak,” katanya.

“Wanita dan anak-anak ketakutan. Terdengar suara ledakan dan tembakan terus-menerus.” imbuhnya.

Abdallah mengatakan rumah sakit tersebut telah menerima puluhan orang tewas dan terluka dalam serangan udara dan penembakan semalam.

Pemerintahan Hamas mengatakan jumlah korban tewas akibat pemboman udara dan operasi darat Israel di wilayah Palestina telah mencapai 13.000 orang, ribuan di antaranya adalah anak-anak.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Samsul

Hari Ke-45 Operasi Badai Al Aqsa, Brigade Al Qassam: Tujuan Israel Dalam Perang Adalah Membunuh Warga Sipil Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Dalam tengah-tengah serangan berkepanjangan oleh zionis Israel, operasi Badai Al Aqsa telah mencapai hari ke-45. Abu Ubaidah, juru bicara Al Qassam, menyampaikan rasa bangga terhadap keteguhan masyarakat Gaza yang terus menghadapi serangan brutal. Pernyataannya disampaikan melalui video yang ditayangkan oleh Al Jazeera Mubasher pada Selasa dini hari (21/11/2023).

“Mujahidin kami berhasil menargetkan 60 kendaraan militer Zionis dalam 3 hari terakhir, termasuk 10 kendaraan pengangkut pasukan,” ungkap Abu Ubaidah, menyoroti ketangguhan pasukan Al Qassam.

Brigade Al Qassam juga melaporkan keberhasilan penyergapan terhadap pasukan Israel di barat daya Gaza pada hari Sabtu.

“Mujahidin kami bahkan mendengar teriakan tentara musuh dan mereka meminta bantuan,” ungkapnya.

“Pasukan Al-Qassam juga menyergap musuh saat mereka menunggu pasukan penyelamat, dan menyebabkan banyak kematian, tidak kurang dari 7 orang di situ, dan Mujahidin kami kembali ke pangkalan mereka dengan selamat,” imbuhnya.

Pada hari Ahad, 25 pasukan elit Al-Qassam melancarkan serangan gabungan terhadap pasukan musuh yang bersembunyi di Rumah Sakit Anak Al Rantisi.

“Kami berhasil menghancurkan sebuah tank dan kendaraan pengangkut pasukan, menewaskan empat tentara musuh. Namun, satu mujahidin kami gugur dalam serangan tersebut,” terang Abu Ubaidah.

Abu Ubaidah juga menyoroti tindakan Israel yang menyerang anak-anak dan rumah sakit, mengklaim hal ini sebagai indikasi keputusasaan mereka.

“Tujuan penjajah dalam perang ini adalah untuk menghancurkan dan membunuh warga sipil semata,” katanya, menegaskan bahwa kebijakan agresif Israel mencerminkan ketidakyakinan mereka untuk menang.

Dengan optimisme tinggi, Abu Ubaidah menyatakan, “Agresi mereka (Israel) akan dipatahkan, dan kemauan kami tidak akan bisa dipatahkan!” Pernyataan ini mencerminkan tekad Brigade Al Qassam dalam menghadapi pertempuran yang terus berlanjut.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri