Wawali Solo Astrid Buka Jalan Sehat DSKS, Diikuti Ratusan Peserta

SOLO (jurnalislam.com)- Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani membuka acara Jalan Sehat yang diselenggarakan oleh Lajnah Muslimah DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta) di Bundaran Gladag, Ahad (23/2/2025).

Jalan sehat yang diadakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tersebut diikuti oleh 500 Muslimah. Mengambil start di Bundaran Gladag menyusuri Jl Jendral Sudirman, Jl Ronggowarsito, Pure Mangkunegaran ke kiri menyusuri CFD Slamet Riyadi dan kembali ke Gladag.

Dalam sambutannya Astrid berharap dengan adanya acara in terjalin persatuan antar seluruh umat Islam.

“Saya berpesan dari masing -masing majelis taklim yang hadir untuk terus menjalin ukhuwah sehingga bisa memberi kebaikan kepada semua orang,”ujarnya, Ahad (23/2/2025).

Astrid juga menyampaikan bahwa Kota Solo ini kota toleran untuk itu kita harus saling menghargai dan menghormati.

“Kegiatan pagi ini kita fokuskan jalan sehat tidak hanya bangun jiwanya namun juga kita bangun juga raganya. Ini sebagai ikhtiar agar tubuh kita tetap sehat,”ungkapnya.

Usai jalan sehat ratusan Muslimah kembali ke Gladag dan mendengarkan nasihat yang disampaikan oleh Wakil Ketua DSKS, Ustadz Qodri Faturrahman. Dalam tausiyahnya Ustadz Qodri mengajak seluruh umat Islam untuk bersuka cita menyambut bulan suci Ramadhan.

“Mari manfaatkan bulan Ramadhan selain untuk ibadah sendiri tetapi juga sosial. Tak peduli bukan muslim tapi juga harus dibantu. Kita tingkatkan amal sosial kita,”katanya.

Selain mendapatkan sarapan soto gratis, para peserta juga mendapatkan beberapa macam doorprize mulai dari baju, herbal, alat elektronik hingga lemari es.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Sekjend DSKS, Dr Mulanto Abdullah Khoir.

Sambut Bulan Ramadhan, Warga Banyuanyar Gelar Pawai Keliling Desa

SOLO (jurnalislam.com)- Lebih dari seribu warga Banyuanyar, Solo menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan 1446 H di Masjid Abi Muhammad, Banyuanyar, Banjarsari, Solo pada Ahad, (23/2/2025).

Kegiatan Tarhib Ramadhan yang diinisiasi oleh Koordinator Umat Islam Banyuanyar (KUIB) tersebut diawali dengan peserta berkumpul di halaman Masjid Abi Muhammad kemudian pawai dengan kendaraan seperti kereta kelinci, mobil, becak dan motor keliling desa Banyuanyar dan finish di Masjid Abi Muhammad.

Peserta yang terdiri dari anak anak TPQ, pemuda dan orang dewasa ini terlihat sangat antusias, mereka membentangkan spanduk dan poster poster ajakan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh semangat.

“Alhamdulillah peserta anak anak saja sekitar seribu santri, belum lagi para pendamping, ustadz ustadzah TPA, bapak ibu dari Takmir Masjid perwakilan ini hadir, sehingga pada pagi hari ini benar benar sangat luar biasa, kereta kelincinya ada 18 atau 20, ditambah mobil mobil dan kendaraan bermotornya oleh bapak bapak dan remajanya,” kata Ketua KUIB Drs Jawari di sela sela kegiatan.

Ustadz Jawari berharap kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut dapat menjadi syiar Islam dan menjadi momentum untuk ukhuwah Islamiyah di Banyuanyar.

“Insyaallah kegiatan ini benar benar memberikan satu dukungan moril kepada seluruh umat Islam terutama angkatan muda dan anak anak, kita biasakan anak anak agar menyambut datangnya bulan ramadhan itu dengan penuh rasa kegembiraan,” katanya.

“Benar benar menampakan adanya syiar agama Allah, terutama syiar ramadhan, yang nanti akan menjadi sarana pemersatu, jadi kita harapkan umat Islam di Banyuanyar ini benar benar terjalin dalam satu wadah, satu ukhuwah,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Banyuanyar, Banjarsari Legiyanto memberikan apresiasi kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut.

“Alhamdulillah saya merasa senang dan bangga menjadi bagian umat Islam Banyuanyar sebagai pemangku wilayah sangat memfasilitasi kegiatan ataupun gerakan warga yang memang ini berdasarkan bersumber dari kearifan lokal yang ada di Banyuanyar ini,” ungkapnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh umat Islam di Banyuanyar untuk menyemarakan masjid masjid terdekat di wilayah Banyuanyar ini terdapat 25 masjid dan mushola, Monggo umat Islam semarakkan, kita langkahkan kaki kita di bulan ramadhan ini untuk mengisinya sholat berjamaah di masjid dan mushola terdekat malamnya di isi dengan taraweh, tadarus, pengajian pengajian penuhkan shaf shaf yang ada di masjid masjid terdekat, semarakkan bahwa bukan ramadhan ini bulan yang terbaik kita,” pungkasnya.

Pererat Ukhuwah, Stakeholder Yayasan dan Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki Silaturahmi ke PBNU

JAKARTA (jurnalislam.com)- Stakeholder Yayasan dan Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki melakukan kunjungan dan silaturahmi ke kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta pada Jumat (21/2/2025).

Kunjungan yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 12.00 WIB ini menjadi momen penting dalam menjalin komunikasi dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar lembaga Islam di Indonesia.

Rombongan Al Mukmin Ngruki yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua YPIA Drs. KH. Farid Maruf, Pengawas YPIA KH. Sholihin, Lc., MA., Wakil Skretaris YPIA Ust. Najmul Falah, Lc., M.E., Ketua STIM Surakarta Ust. Dr. Zahrodin Fanani, M.P.I., dan Pudir I Pon Pes Islam Al Mukmin Ust. Richie Fajar, Lc., M.H.I.

Mereka disambut secara langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, yang didampingi oleh Gus Aunulloh A’la Habib. Sambutan hangat dari PBNU menciptakan suasana pertemuan yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam pertemuan ini, diskusi berlangsung secara cair dan terbuka. KH. Yahya Cholil Staquf berbagi pengalaman mengenai perjuangan PBNU dalam mendukung Palestina.

K.H Yahya Cholil menekankan bahwa peperangan yang terjadi di wilayah tersebut disebabkan oleh ketidakpatuhan Israel terhadap konsensus dunia yang telah disepakati. Selain itu, diskusi juga menyoroti berbagai perbedaan yang terjadi di Indonesia.

K.H Yahya Cholil juga menegaskan bahwa konstitusi dan kesepakatan bersama merupakan koridor utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Silaturahmi ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta pemberian cendera mata dari KH. Farid Maruf kepada KH. Yahya Cholil Staquf sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan. Harapan besar disampaikan agar pertemuan semacam ini terus berlanjut dan menjadi jembatan yang mempererat hubungan antar sesama kaum Muslimin.

Setelah pertemuan selesai, rombongan melaksanakan sholat Jumat di masjid kantor pusat PBNU. Sholat Jumat yang penuh dengan kekhidmatan ini mengingatkan jamaah akan datangnya bulan suci Ramadhan tahun 2025. Dalam sholat Jumat ini juga seluruh jamaah mendoakan kemenangan kaum Muslimin di Palestina.

Kunjungan ini menjadi langkah positif dalam membangun sinergi antara berbagai elemen umat Islam demi mewujudkan keharmonisan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

Tingkatkan Kemampuan Menulis, HMPS MPI STAIL Sukses Gelar Workshop Penulisan Esai dan Opini

SURABAYA (jurnalislam.com)- Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (HMPS MPI STAIL) Surabaya sukses menggelar Workshop Penulisan Karya Tulis Esai dan Opini.

Acara ini berlangsung pada Sabtu (22/02/2025) di Aula SMP-SMA Luqman Al Hakim Surabaya, Jawa Timur dan diampu oleh Master Trainer AR Learning Center sekaligus Pemimpin Redaksi Media Nasional Suara Utama, Andre Hariyanto.

Workshop ini mengusung tema “Mengasah Pena dan Menciptakan Gagasan dalam Keterampilan Menulis untuk Membawa Perubahan” serta dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa MPI, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Ketua HMPS MPI STAIL Surabaya, Abdul Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat menulis dan membaca di kalangan mahasiswa.

“Alhamdulillah, tujuan acara ini semata-mata agar semua mahasiswa lebih aktif kembali menulis dan memiliki minat membaca, guna ke depannya dapat memberikan gagasan lewat tulisan,” ujar Abdul Rahman.

Dalam sesi materi, Andre Hariyanto menjelaskan langkah-langkah menulis esai dan opini, memberikan tips efektif dalam menulis, serta membagikan cara agar seseorang bisa konsisten dalam berkarya melalui tulisan.

“Keterampilan dasar dalam menulis esai dan opini sangat penting dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, baik akademis maupun profesional. Dengan latihan dan pemahaman yang baik, diharapkan peserta dapat menghasilkan karya tulis yang lebih berkualitas dan berpengaruh,” ungkap Andre Hariyanto, yang juga pernah menjabat sebagai Pengurus Wilayah Divisi Informasi Pemuda Hidayatullah Jawa Timur 2017.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru serta motivasi untuk lebih aktif menulis. Diharapkan, melalui workshop ini, mahasiswa semakin terdorong untuk menghasilkan karya tulis yang kritis, inspiratif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Rencana Terbitkan Biografi KSAD Jendeal Maruli Simanjuntak, Mabes TNI Kunjungi Pondok Ngruki

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Pondok Almukmin Ngruki menerima kunjungan dari Mabes TNI terkait rencana penerbitan Biografi Jendral Maruli Simanjuntak Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Kamis, (20/2/2025).

Hal ini disampaikan utusan dari Mabes TNI Letkol Jeni Akmal kepada Pimpinan Pondok Pesantren Almukmin Ngruki di Darul Anshar kantor baru pondok pesantren Al Mukmin Ngruki

Menyambut dari pimpinan pondok pesantren Al Mukmin Ngruki adalah Abdurahman Shobari Sekretaris Direktur, Sofa Hidayat Wakil Direktur, Aziz Ikhwani Humas Pondok serta ust. Darwis dan ust. Muchshon selaku pengajar Senior di pondok Ngruki.

Dalam penjelasannya, Ustaz Abdurrahman shobari menyampaikan bahwa Jenderal Maruli Simanjuntak semasa menjabat Danrem 074/Warastratama Surakarta pernah berkontribusi di Pondok Pesantren Almukmin Ngruki dengan memberikan Mimbar yang hingga saat ini masih dipergunakan di Masjid dekat ruangan Imam masjid Baitussalam.

Utusan dari Mabes TNI didampingi pejabat dari Korem 074/Warastratama, Kodim Sukoharjo, Koramil Grogol dan Babinsa Desa Cemani.

Setelah ramah tamah di Darul Anshar kantor pondok, acara dilanjutkan menuju ke Masjid Baitussalam Pondok Pesantren Almukmin Ngruki untuk melihat mimbar tersebut.

Setelah dari masjid Baitussalam dilanjutkan foto bersama di depan Kantor Darul Anshar.

LUIS Minta Izin Kuliner Non Halal di Solo Paragon Dibatalkan

SOLO (jurnalislam.com)- Rencana Kamis, (13/2/2025) Solo Paragon menggelar Kuliner Non Halal di Solo Paragon. Pihak Solo Paragon telah memperoleh izin dari Polresta Surakarta.

Sementara itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono merasa hingga tanggal Selasa (11/2/2025) sore pengajuan izin belum masuk ke Polresta Surakarta.

“Saat LUIS audiensi bersama Satpol 11 Februari 2025 di kantor Satpol PP, pihak pemerintah kota Surakarta tidak merekomendasikan kegiatan tersebut,” katanya pada Kamis, (13/2/2025).

Endro menjelaskan saat audiensi dengan Polresta Surakarta didapat informasi bahwa Izin akan dikeluarkan setelah ada rekomendasi dari MUI Solo dan Kementerian Agama kota Surakarta.

“Sementara itu hingga pagi ini LUIS belum menemukan ada rekomendasi dari MUI Solo maupun Kemenag Kota Surakarta,” ungkapnya.

“Dalam aturan terkait izin keramaian mengacu pada Peraturan Polri no 7 tahun 2023 pasal 10 ayat 1 huruf c yang mensyaratkan adanya rekomendasi dari instansi terkait, dalam hal ini cukup kompeten jika MUI dan Kemenag Kota Surakarta ikut dimintai rekomendasi,” imbuhnya.

Jika tidak ada rekomendasi dari MUI Solo dan Kemenag Kota Surakarta, kata Endro, timbul pertanyaan apa ada rekomendasi lain selain dari MUI Solo dan Kemenag Kota Surakarta.

“LUIS meminta Kapolresta Surakarta mencabut izin keramaian tersebut dengan pertimbangan ada penolakan dari ormas Islam, belum ada rekomendasi dari ormas keagamaan, ada unjuk rasa penolakan, ada potensi gangguan Kamtibmas dan bisa mengarah pada maladministrasi,” tegasnya.

“Satu hal yang perlu dicatat bahwa bagi umat Islam makan babi adalah haram, mestinya yang haram dibatasi, ditinggalkan, dilarang agar tidak menimbulkan polemik dan kontroversi. Sangat mungkin nanti ada festival-festival haram lain baik zina, gay, lesbi, miras dan judi. Jelas jika ini dibiarkan akan mengganggu tatanan bermasyarakat,” imbuhnya.

“Sesuatu yang haram lalu dipertontonkan, difestivalkan justru mengusik dan mengganggu keyakinan umat lain dan menciderai toleransi beragama,” pungkas Endro.

Munculkan Kegaduhan, Majelis Mujahidin Desak Pemkot Solo Batalkan Kuliner Non Halal di Ruang Publik

SOLO (jurnalislam.com)- Ketua Majelis Mujahidin LPW Jawa Tengah Ibad Sutono ikut mengomentari terkait rencana festival kuliner Cap Go Meh 2025 di Solo yang ada menjual kuliner non halal, menurutnya makanan haram atau non halal dalam perspektif hukum dikategorikan makanan yang tidak aman.

“Berdasarkan Pasal 1 Ayat (5) UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pangan yang diharamkan oleh ajaran agama dikategorikan sebagai pangan tidak aman. Oleh karena itu, penyajian makanan haram di ruang publik berpotensi melanggar prinsip keamanan pangan serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang menjunjung nilai-nilai agama,” katanya dalam rilis yang diterima jurnalislam pada Sabtu, (8/2/2025).

Selain itu, dalam Islam, makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari keyakinan dan identitas keagamaan yang wajib dihormati. Menyamakan atau mensejajarkan makanan halal dengan haram dalam satu lokasi publik, meskipun diberi sekat, tetap merupakan bentuk ketidakpekaan terhadap ajaran agama Islam.

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa festival kuliner yang mencampurkan makanan halal dan haram di ruang publik telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan sosial. Kejadian ini berulang kembali, menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap keberagaman masyarakat Surakarta,” katanya.

“Meskipun ada upaya seleksi pengunjung dan penyekatan lokasi, hal ini tidak menghilangkan kesan bahwa halal dan haram disejajarkan dalam satu festival. Ini bertentangan dengan prinsip agama Islam dan dapat menyinggung umat Muslim,” imbuhnya.

Solusi dan Usulan

Ibad Sutono menegaskan bahwa Festival makanan halal dan haram tidak boleh dicampurkan dalam satu acara yang sama di ruang publik.

“Jika komunitas tertentu ingin menyelenggarakan festival makanan yang mengandung unsur non halal, sebaiknya dilakukan di area tertutup atau lokasi khusus, seperti tempat ibadah komunitas penyelenggara (gereja, pura, klenteng), sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi umat Islam,” paparnya.

Ia juga mendesak Pemerintah Kota Surakarta untuk lebih bijak dalam memberikan izin kegiatan yang berpotensi menimbulkan polemik keagamaan dan keresahan sosial.

“Kami mendesak Pemerintah Kota Surakarta untuk meninjau ulang dan membatalkan festival kuliner yang mencampurkan makanan halal dan haram di ruang publik, demi menjaga keharmonisan dan menghormati nilai-nilai agama,” ujarnya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati keyakinan masing-masing dengan menghindari tindakan atau acara yang berpotensi mencederai nilai agama dan budaya setempat. Majelis Mujahidin LPW Jawa Tengah siap berada di garda depan dalam mengawal kebijakan publik yang selaras dengan konstitusi, nilai agama, dan budaya masyarakat demi mewujudkan kehidupan sosial yang kondusif, harmonis dan beradab,” pungkasnya.

Solo Madani Sebut Festival Kuliner Non Halal Merusak Moderasi Beragama

SOLO (jurnalislam.com)- Ketua Solo Madani Indonesia Jaya (SMIJ) Ustadz Yusuf Suparno menyebut rencana menyandingkan makanan halal dan haram dalam satu festival di ruang publik merupakan bentuk abainya sensitivitas keagamaan yang dapat menimbulkan keresahan.

Sebagaimana diketahui, festival kuliner Cap Go Meh bakal digelar di Solo Paragon Lifestyle pada Rabu-Ahad, (12-16/2/2025). Dalam festival kuliner tersebut rencananya selain ada makanan halal, akan ada makanan non halal yang dijual yang akan ditutupi sekat untuk meminimalisir penjunjung muslim.

“Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga aspek kehidupan, termasuk pangan. Oleh karena itu, menghadirkan makanan haram dalam ruang publik yang bersifat umum
dapat melukai keyakinan umat Islam dan bertentangan dengan prinsip keadilan dan
keseimbangan dalam moderasi beragama. Festival yang mencampurkan Halal dan Haram di ruang publik adalah pelanggaran terhadap prinsip moderasi beragama,” kata Ustadz Yusuf Suparno dalam rilis yang diterima jurnalislam.com pada Senin, (11/2/2025).

Menurut Ustadz Yusuf, pelaksanaan festival tersebut bukan bentuk moderasi beragama, melainkan kompromi yang justru mencederai kesepakatan hidup beragama dalam bingkai NKRI.

Untuk itu, ia mendorong Pemerintah untuk menghormati Prinsip Keberagaman secara adil dan proporsional.

“Meminta Pemerintah Kota Surakarta untuk meninjau ulang kebijakan penyelenggaraan
festival tersebut, mengingat dampak sosial dan keresahan yang ditimbulkan,” ungkapnya.

“Menegaskan bahwa kebebasan beragama harus dipahami dalam bingkai nilai-nilai
agama itu sendiri, bukan dengan mencampuradukkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama,” pungkasnya.

Penolakan Festival Non Halal di Solo, LUIS audiensi ke Satpol PP dan Polresta Surakarta

SOLO (jurnalislam.com)- Terkait penolakan Festival Kuliner Non Halal di Solo, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) lakukan koordinasi dengan Satpol PP dan Polresta Surakarta

Bertempat di kantor Satpol PP perwakilan LUIS dihadiri Edi Lukito Ketua, Salman Wakil Ketua, Yusuf Suparno Sekretaris, Endro Sudarsono Humas dan Tokoh Masyarakat Shobarin Syakur

Didik Kepala Satpol PP Surakarta hingga siang ini, Selasa 11 Februari 2025 Pemerintah Kota Surakarta tidak mengeluarkan Rekomendasi Festival Kuliner Non Halal

Sementara itu ditemui di Mapolresta Surakarta 11 Februari 2025 sekitar pukul 15.00, Doni Staf Intelkam Polresta Surakarta menyampaikan bahwa hingga ditemui rombongan LUIS belum ada pengajuan ijin Festival Kuliner Non Halal

Polresta Surakarta akan mempertimbangkan pendapat dan rekomendasi dari MUI dan Kemenag Kota Surakarta

Sementara itu Endro Sudarsono Humas LUIS bahwa dalam agama Islam ada ajaran yabg sifatnya perintah dan larangan, ada Halal dan Haram.

Yang termasuk kategori haram adalah zina, pernikahan sejenis ( gay dan lesby), Minuman Keras, Makan Babi, maupun Narkoba. Yang haram diperintahkan untuk ditinggalkan

Untuk itu ketika yang Haram kemudian difestivalkan, divulgarkan maka tidak menutup kemungkinan yang haram lainnya juga akan difestivalkan dan ini berbahaya untuk tatanan sosial, hukum dan ketertiban masyarakat

Untuk itu LUIS meminta kepada Panitia maupun pihak Paragon untuk membatalkan Rencana Festival Kuliner Non Halal untuk menjaga kebaikan dan kenyamanan bersama

Pondok Almukmin Ngruki Terima Kunjungan Dandim dan Polres Sukoharjo

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Bertempat di Darul Anshar kantor baru Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki pada hari Senin (10/2/2025) pukul 14.00 WIB Direktur Pondok Pesantren Almukmin Ngruki Ust. Yahya Abdurahman menerima kunjungan Letkol. INF. Supri Siswanto Dandim Sukoharjo dan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo

Hadir juga AKP Kurniawan Triatmaja,SH Kapolsek Grogol beserta beberapa Kasat Polres Sukoharjo dan Kapten Inf Kasiyan Danramil Grogol dan Pejabat Kodim lainnya

Ikut menyambut kunjungan ini adalah ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan Ustadz Sofa Hidayat Wakil Direktur Pesantren, Ustadz Abdurrahman Sekretaris Pondok dan Ustadz Aziz Ikhwani Humas Pondok Ngruki

Dalam sambutannya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi serta menyampaikan keutamaan menjaga tali silaturahmi

Sementara itu Letkol. INF. Supri Siswanto Dandim Sukoharjo menyampaikan dukungan untuk Sukoharjo agar tetap aman, tentram dan damai

Selanjutnya acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Yahya Abdurahman memohon kebaikan dan keberkahan untuk Indonesia dan Sukoharjo khususnya

Sekitar pukul 15.00 acara dilanjutkan dengan berkunjung di halaman Darul Hijrah asrama putri dan diambil foto bersama