LPAI: 85 Persen Remaja Anggap Seks Penting dalam Rayakan Valentine

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Bidang Pemantauan dan Kajian Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menegaskan, tradisi Hari Valentine setiap tanggal 14 Februari beresiko bagi remaja dan anak-anak.

Ada beberapa dasar terukur yang membuat Hari Valentine harus diwaspadai para orangtua. Di antaranya, kata Reza, data survei Kristen Mark yang menyebutkan bahwa 85 persen responden menganggap seks sebagai perkara penting pada perayaan di Hari Valentine.

“Begitu pula Sigi National Retail Federation, yang menyebutkan 51 persen orang akan melakukan ‘itu’ atau seks, pada momen yang diidentikkan sejumlah kalangan sebagai hari kasih sayang,” kata Reza, kepada Jurnalislam melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/2/2020).

Dia menambahkan, SKYN Condoms pada tahun 2017 melakukan survei terhadap lebih dari 3000 pria dan wanita berusia 18-34 tahun.

“Temuan serunya, 68 persen responden menyebut 14 Februari sebagai hari saat mereka paling sering bercinta. Melampaui masa bulan madu!” ujarnya.

Data Durex, tambahnya, menunjukkan bahwa penjualan kondom tertinggi jatuh pada Valentine’s Day, di mana kenaikan penjualan pada hari tersebut mencapai 25 persen.

“Nah, kita punya dasar terukur untuk super hati-hati menjelang 14 Februari. Ini menjadi lebih berisiko lagi bagi anak-anak, karena mereka secara umum adalah peniru yang baik. Apalagi karena kematangan fisik dan seksual anak-anak zaman sekarang datang lebih cepat, tanpa disertai kematangan psikis dan moral yang setara,” paparnya.

Oleh sebab itu, Reza mengimbau para orangtua untuk menjaga anak-anaknya dari bahaya yang dipicu oleh perayaan Hari Valentine ini.

“Kehamilan di luar nikah, penyakit menular seksual, serta kemungkinan digaruk masyarakat dan Satpol PP adalah kemungkinan yang nyata. Ujung-ujungnya studi bisa terputus, masa depan morat-marit, dan nama baik keluarga pun terjun bebas,” tuturnya.

Reza juga mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk tidak hanya berkampanye soal pencegahan pernikahan dini, akan tetapi soal pencegahan seks pranikah juga penting digencarkan.

“Rokok didisplay di belakang kasir. Ditutup tirai di beberapa daerah. Kondom malah dipajang di depan kasir. Tanpa penutup. Orang kita sebegitu mencandunya akan seks?” tandas Reza.

KH Cholil Nafis: Pernyataan Yudian Wahyudi Tidak Masuk Akal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis membantah pernyataan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi bahwa musuh utama Pancasila adalah agama.

“Bagaimana mungkin Pancasila bertentangan dengan agama, sila pertama itu kan Ketuhanan yang Maha Esa. Ketuhanan itu adalah konsep beragama, jadi (pernyataan Yudian) sangat-sangat tidak masuk akal,” katanya kepada Jurnalislam melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/2/2020).

Kendati demikian, Kyai Cholil masih membuka ruang tabayun atas pernyataan Yudian tersebut.

“Mungkin yang dimaksud adalah orang yang salah paham terhadap agama sehingga dia akan mempertentangkan agama dengan Pancasila. Oleh karena itu perlu tabayun lebih dahulu,” ujarnya.

Pernyataan kontroversial Prof Yudian Wahyudi tersebut disampaikan dalam program Blak-Blakan detik.com pada Rabu (12/2/2020).

Pernyataan itu dia tujukan kepada kelompok-kelompok umat Islam yang dia sebut dengan ‘kelompok minoritas yang mengaku mayoritas’ yang dinilainya telah mereduksi nilai Ketuhanan dalam Pancasila. Maksud kelompok minoritas mengaku mayoritas menurut Yudian adalah kelompok umat Islam yang mengadakan Ijtima Ulama.

“Maksud saya begini, muslim ini kan mayoritas, nah dari mayoritas itu yang mayoritas benerankan NU Muhammadiyah, tapi ada kelompok-kelompok yang menginginkan beda dengan Muhammadiyah dan NU, karena Muhammadiyah dan NU ini pendukung Pancasila, mereka ini ingin melawan Pancasila tapi mengklaim diri sebagai mayoritas, padahal mereka ini sebenarnya minoritas. Contohnya kasus Ijtima Ulama itu. Ini contoh ada orang minoritas mengklaim mayoritas, padahal dia minoritas di kalangan mayoritas itu. Karena terhalang oleh kalangan mayoritas tadi, akhirnya mengambil tindakan sendiri, ini yang berbahaya. Jadi saya ulang, musuh terbesar Pancasila itu apa sih? Kalau kita ya jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama,” paparnya.

Dinas Pendidikan Jawa Barat Larang Siswa Rayakan Hari Valentin

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengeluarkan Surat Himbauan kepada seluruh siswa untuk tidak merayakan Hari Valentin pada 14 Februari mendatang.

“Menghimbau peserta didik untuk tidak merayakan Valentine Day, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika dalam surat himbauan yang dikeluarkan pada Selasa (11/2/2020).

Dalam surat bernomor 430/2062-Set.Disik itu Dewi juga meminta Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota, Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru untuk memantau kegiatan siswa pada tanggal tersebut.

“Menghimbau kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota agar menginstruksikan para Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP untuk melakukan pemantauan kegiatan peserta didiknya,” ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, imbauan itu dalam rangka membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta dalam upaya menjaga peserta didik terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya.

Pada tahun 2017 lalu, Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menuturkan, kebiasaan perayaan Hari Valentine alias Hari Kasih Sayang setiap 14 Februari, cukup berisiko bagi para remaja dan anak-anak.

Ada beberapa dasar terukur yang membuat Valentine’s Day harus diwaspadai para orangtua. Di antaranya, kata Reza, data survei Kristen Mark yang menyebutkan bahwa 85 persen responden menganggap seks sebagai perkara penting pada perayaan di Hari Valentine.

“Begitu pula Sigi National Retail Federation, yang menyebutkan 51 persen orang akan melakukan ‘itu’ atau seks, pada momen yang diidentikkan sejumlah kalangan sebagai hari kasih sayang,” kata Reza.

Pertengahan Februari, Lebih dari 500 Ribu Warga Wuhan Diprediksi Terinfeksi Virus Corona

LONDON (Jurnalislam.com) – Sebuah studi baru yang dikeluarkan London School of Hygiene & Tropical Medicine mengungkapkan, virus corona dapat menyebar ke lebih dari 500.000 orang di Kota Wuhan, Cina sebelum epidemik ini mencapai puncaknya. 

Bloomberg News melaporkan, London School of Hygiene & Tropical Medicine mengembangkan model yang menunjukkan bahwa satu dari 20 orang Wuhan (pusat wabahakan turun dengan penyakit sebelum penyebaran virus mulai melambat. 

“Ada banyak ketidakpastianjadi saya berhati-hati dalam memilih nilai tunggal untuk puncaktetapi itu mungkin berdasarkan data saat ini kita mungkin melihat prevalensi puncak lebih dari 5%,” kata profesor epidemiologi penyakit menular, Adam Kucharski.  

Berdasarkan tren saat ini, studi tersebut memprediksi bahwa virus akan mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir Februari. 

Studi itu juga melaporkandengan populasi 11 juta, para peneliti memperkirakan bahwa 500.000 penduduk Wuhan akan tertular virus pada saat itu. Jumlah ini secara signifikan lebih tinggi dari 16.902 kasus saat ini. 

Para ilmuwan mengatakan perbedaan itu karena banyak kasus virus yang ringan di wilayah tersebut tidak dilaporkan. 

Di seluruh daratan Cina, virus ini telah menewaskan sedikitnya 910 orang dan menginfeksi lebih dari 40.000 lainnya. 

Sumber: NYPost

Aktivis Palestina Apresiasi Penunjukkan Fadli Zon Sebagai Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Ketua Palestinian Cultural Organization of Malaysia (PCOM), Muslim Imran, mengapresiasi penunjukkan Fadli Zon sebagai Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds.

Menurutnya, hal itu merupakan bukti bahwa Indonesia telah menjadi aktor penting dalam upaya pembebasan Palestina dari cengkraman Israel.

“Ini adalah bukti bahwa Indonesia sangat penting sebagai aktor global dalam isu Palestina khususnya pada level parlementer,” kata Imran kepada Jurnal Islam, Ahad (9/2/2020).

“Saya yakin kepercayaan yang diberikan Liga Parlemen Dunia kepada Mr. Fadli untuk menunjukkan apresiasi terhadap pemerintah Indonesia dan harapannya di masa depan,” paparnya.

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, ditunjuk menjadi Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina LP4Q). Penunjukan dibuat dalam Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds ketiga yang digelar di Malaysia pada 8-9 Februari 2020.

Fadli terpilih bersama anggota parlemen Turki Nuredin Nabaty. Mereka berdua ditunjuk oleh Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina Syekh Hamid Abdullah al-Ahmar dari Yaman. Fadli dan Nuredin nantinya bertugas mengoordinasikan gerakan solidaritas parlemen dunia untuk Palestina.

Konferensi ketiga Liga Parlemen Dunia untuk Palestina ini dihadiri oleh lebih dari 500 anggota parlemen dari 40 negara. Acara dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dan ditutup Wakil Perdana Menteri Wan Azizah binti Wan Ismail.

Semua pembicara dan peserta mengecam proposal yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk masa depan Palestina yang berjudul ‘Deal of the Century’. Mereka menganggap ide Trump menggambarkan rencana agresi baru pada rakyat Palestina dan peningkatan historis mereka atas tanah air Palestina.

Fadli Zon: Proposal Trump Melanggar Hukum Internasional

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon menyampaikan Indonesia menolak kebijakan Trump karena rencana tersebut hanya membenarkan pendudukan Israel.

“Proposal itu juga menegaskan kembali keberpihakan Trump terhadap Israel yang telah secara terang-terangan melanggar hukum dan norma internasional,” kata Fadli dalam konferensi ketiga Liga Parlemen untuk Al-Quds di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu (8/2/2020).

Fadli menyatakan Trump telah melanggar ‘garis merah’ hak-hak dasar rakyat Palestina, terutama hak sah mereka untuk tinggal di Tepi Barat yang telah dicuri oleh Israel.

“Bangsa Palestina juga memiliki hak atas Yerusalem sebagai ibukota abadi negara mereka,” ujar Fadli.

Fadli juga menggarisbawahi agar parlemen dunia mendukung rekonsiliasi Hamas dan Fatah untuk menjaga persatuan Palestina.

Menurut Fadli, semakin memburuknya situasi di Palestina khususnya Gaza harus mendorong para faksi-faksi Palestina untuk mengesampingkan perbedaan politik.

“Saya ingatkan meskipun ada persaingan politik yang keras di antara kekuatan politik Israel, mereka benar-benar bersatu ketika menghadapi Palestina,” ujar Fadli.

Sekitar 500 anggota parlemen termasuk ketua DPR dari berbagai belahan dunia akan berkumpul di Malaysia untuk menghadiri LP4Q.

Ketua panitia LP4Q Syed Ibrahim Syed Noh mengatakan konferensi dua hari ini akan membahas sejumlah problem Palestina, khususnya rencana perdamaian Israel-Palestina yang diumumkan Donald Trump baru-baru ini.

“Kami menyambut konferensi ketiga ini diadakan di Malaysia dan akan menjadi wadah bertukar pikiran dan pengalaman terkait tindakan yang akan kita ambil untuk mempertahankan dan mendukung perjuangan Palestina,” ujar Ibrahim dalam keterangan persnya, Jumat.

Ibrahim menyampaikan LP4Q kini terdiri dari 700 anggota parlemen dari 70 negara, meningkat dari tahun 2015 yang hanya berisi 125 anggota parlemen dari 25 negara.

Kegiatan ini dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan pidato penutupan akan disampaikan Anggota Parlemen Malaysia Anwar Ibrahim.

Sumber: Anadolu Agency

Fadli Zon Didapuk Jadi Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, ditunjuk menjadi Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina LP4Q). Penunjukan dibuat dalam Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds ketiga yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 8-9 Februari 2020.

Fadli mengaku penunjukan itu merupakan amanah berat dan kehormatan. Menurutnya, Indonesia telah dipercaya oleh parlemen 40 negara peserta untuk mengoordinasikan kegiatan parlemen dunia terkait isu Palestina.

“Indonesia akan berdiri bersama akal sehat dan kemanusiaan, berjuang membela Palestina dan umat manusia dari penjajahan dan penindasan,” kata Fadli melalui keterangan tertulis, Ahad (9/2/2020) malam.

Fadli terpilih bersama anggota parlemen Turki Nuredin Nabaty. Mereka berdua ditunjuk oleh Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina Syekh Hamid Abdullah al-Ahmar dari Yaman. Fadli dan Nuredin nantinya bertugas mengoordinasikan gerakan solidaritas parlemen dunia untuk Palestina.

Konferensi ketiga Liga Parlemen Dunia untuk Palestina ini dihadiri oleh lebih dari 500 anggota parlemen dari 40 negara. Acara dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dan ditutup Wakil Perdana Menteri Wan Azizah binti Wan Ismail.

Semua pembicara dan peserta mengecam proposal yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk masa depan Palestina yang berjudul ‘Deal of the Century’. Mereka menganggap ide Trump menggambarkan rencana agresi baru pada rakyat Palestina dan peningkatan historis mereka atas tanah air Palestina.

Sumber: Tempo

Enam Tips Mudah Mengontrol Penggunaan Gawai pada Anak

 

Oleh : Adi Hadiyanto

Anak adalah anugerah dari Allah yang sangat indah, kehadirannya sangat dirindukan oleh setiap pasangan suami istri. Namun tahukah kita bahwa anak itu adalah amanah yang harus kita jaga dan kita didik agar ia selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat. Allah SWT berfirman ,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (QS. At-Tahrim : 6)

Imam Ibnu katsir Rahimahullah dalam tafsirnya menerangkan bahwa wajib bagi orang tua untuk mendidik dan memerintahkannya untuk bertakwa kepada Allah SWT .

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi hari ini anak-anak dihadapkan dengan dunia yang bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi secara global dengan internet pada gawai.

Hal tersebut tentu bisa menimbulkan dampak yang positif dan juga negatif, sehingga penting bagi orangtua untuk mengontrol penggunaan gawai pada anak agar tidak terkena dampak negatif yang akan berakibat buruk pada anak.

Baca juga:

10 Dampak Buruk Layar Gawai Bagi Anak

Berikut enam tips mudah untuk mengontrol penggunaan gawai agar anak tidak berlebihan dalam menggunakannya dan agar mereka terhindar dari dampak negatifnya, karena beberapa studi menyatakan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai bisa berakibat buruk pada anak:

1. Mengatur durasi waktu.
Terlalu lama menggunakan gawai menyebabkan seorang anak kurang bersosial, padahal interaksi sosial di dunia nyata sangat baik bagi perkembangan fisik dan kesehatan mentalnya

2. Membuat aturan situs atau aplikasi mana yang boleh diakses dan mana yang tidak boleh.
Membatasi akses merupakan upaya yang baik agar ada batasan ketika berselancar di dunia maya

3. Bicara baik-baik dengan anak tentang bahaya penggunaan gawai jika tidak dibatasi.
Biarkan mereka tahu bahwa dengan seperti itu menunjukkan betapa kita sangat peduli dan sayang kepadanya.

4. Menggunakan gawai di tempat yang terlihat oleh orangtua agar lebih mudah mengontrol aktifitas anak

5. Mengajarkan kepada anak bagaimana caranya menggunakan gawai untuk belajar.
Jelaskan kepadanya bahwa gawai bukan hanya digunakan untuk hiburan menghabiskan waktu sia-sia, tetapi juga sangat bermanfaat jika digunakan untuk belajar.

6. Memperhatikan perubahan emosional anak.
Boleh jadi terjadi perubahan emosional pada anak akibat tanpa sengaja melihat atau mengakses konten yang buruk, sehingga orang tua harus memberikan pengertian kepadanya.

Demikian tips mudah mengontrol penggunaan internet pada anak, semoga bermanfaat.

 

Tips Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak

Oleh : Ustaz Adi Hadiyanto

Penting untuk diketahui bahwa seorang anak mulai cenderung kepada buku ketika ia berumur tiga tahun. Alangkah baiknya orang tua mempersiapkan anaknya untuk berhubungan lebih dekat dengan buku sejak dini, karena buku adalah jendela ilmu. Dengan membaca, anak akan menjadi sosok yang cerdas dan buku akan memperluas wawasannya.

Buku adalah sumber pengetahuan. Studi membuktikan bahwa 70 % ilmu pengetahuan didapat dari membaca. Seorang pakar pendidikan Ashraf al Gharib mengatakan, “kebutuhan membaca bagi seseorang sama dengan kebutuhan makan, minum dan berbicara.”

Berikut beberapa tips bagaimana membuat anak menyukai buku seperti halnya ia menyukai mainan yang membuatnya betah berteman dengan buku:

1. Membuat anak merasa penting membaca buku adalah dengan menyimpan buku-buku di setiap ruangan rumah, karena lingkungan bisa memengaruhi kebiasaannya.

2. Membelikan anak buku-buku dan membuatkan perpustakaan kecil atau area khusus buku seperti area khusus ia bermain. Orangtua harus mengetahui bahwa kebutuhan anak akan membaca sama seperti kebutuhan ia pada makan, minum dan pakaian.

3. Mengajak anak ke perpustakaan dan pameran buku, biarkan ia memilih buku yang disukainya dengannya akan tumbuh hubungan antara dirinya dengan buku.

4. Untuk menumbuhkan minat bacanya pilihkan buku-buku yang sesuai usia dan perkembangan psikologisnya.

5. Fokuslah mengajarkan Al-Quran sesuai dengan usia dan kemampuanya.

6. Ajarkan tauhid sejak dini kepadanya.

7. Membacakan kisah-kisah yang menarik dan inspiratif.

Manfaat membaca bagi anak:

1. Meningkatkan ilmu pengetahuan.

2. Menumbuhkan kepercayaan diri.

3. Menjadikan membaca sebagai kebiasaan dirinya.

4. Memperkaya kosa kata.

5. Meningkatkan hubungan yang harmonis sesama anggota keluarga.

Semoga anak-anak kita menjadi para pecinta buku karena ulama mengatakan “Sulit sekali mengalahkan seorang pembaca”.