Mantan Wagub DKI: ‘Gelar Perkara Hukum Bukanlah Indonesian Idol’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Mayjen TNI (Purn) Priyanto menegaskan gelar perkara hukum kasus penistaan agama secara terbuka jangan disamakan dengan ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

“Ketika Jokowi dan Kapolri mengatakan akan ada gelar perkara terbuka, dari omongan itu saya kaget ada opini berkembang bahwa 70% saksi akan mengatakan ini bukan penistaan agama. Gelar perkara hukum secara terbuka ini bukanlah Indonesian Idol,” ujar Priyanto dalam ‘Diskusi Publik: Kasus Ahok Nista Islam dalam Perspektif Hukum Pidana’ di Rumah Amanah Rakyat, Menteng, Jakarta pada Kamis, (10/11/2016).

Menurutnya, gelar perkara hukum ini bukan banyak-banyakan SMS. Bukan juga ajang banyak-banyakan pakar yang pro terhadap kasus ini.

“Ini masalah hukum. Kita harus merujuk pada bukti-bukti formil dan materiil yang akan disajikan. Keputusan harus berlandaskan kejujuran dan keadilan,” ujar mantan wakil Fauzi Bowo ini.

Pengelola Rumah Amanah Rakyat ini menambahkan diskusi ini penting dilakukan karena ini menyangkut salah satu kandidat calon pemimpin di Jakarta. Sedangkan, Rumah Amanah Rakyat memiliki tugas pokok mencerahkan masyarakat memilih pemimpin.

“Pemimpin seperti apa? Yaitu pemimpin yang berketuhanan Maha Esa, jujur, tegas dan beradab,” kata tokoh yang pernah berselisih dengan Ahok dalam Kasus Taman BMW itu.

Rumah Amanah Rakyat bekerjasama dengan NSEAS menggelar diskusi untuk menjembatani para pakar pidana menyampaikan pandangannya tentang kasus pidana Ahok dalam penistaan agama.

Reporter: Fajar Shadiq/JITU

Ikuti Aksi 411, PAS Apresiasi Kepemimpinan Ulama dan Tekad Perjuangan Umat Islam

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Menyikapi berlangsungnya Aksi Damai Sejuta Ummat Bela Islam dari berbagai elemen masyarakat, lembaga dakwah dan ormas Islam termasuk dari elemen PAS Jabar yakni sebanyak 1000 orang yang berlangsung pada Jum’at, 4 November 2016 dari Masjid Istiqlal hingga depan Istana Negara dan kemudian dilanjutkan di gedung DPR/MPR, maka PAS Jabar menyatakan sikap dan seruan sebagai berikut:

  1. Bersyukur kepada Allah SWT bahwa massa aksi damai Bela Islam telah didukung dan diikuti oleh jutaan umat Islam dari berbagai elemen dakwah dan ormas Islam yang berasal dari berdaerah di Indonesia ( Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Papua dan sebagainya) yang didorong oleh semangat ukhuwah islamiyah dengan penuh pengorbanan yang besar, persatuan, persaudaraan dan kebersamaan, hikmat, dan kesukarelaan yang tinggi.
  2. Berterima kasih kepada umat Islam seluruh dunia yang telah dengan sigap dan bermartabat menjawab seruan untuk membela kehormatan agama dan harga diri umat yang telah diremehkan dan diinjak-injak oleh kaum dan pendukung penista Al-Qur’an.
  3. Mengapresiasi sebesar-besarnya atas kepemimpinan para ulama dan habaib, khususnya Habib Rizieq Syihab dan Ust Bachtiar Nasir yang telah dengan tegar dan sabar memimpin jutaan umat Islam yang berdemonstrasi yang berakhir damai.
  4. Mengapresiasi ketangguhan umat Islam yang berdemo dengan rute cukup panjang dan melelahkan dari Istiqlal, Patung Kuda, Istana, hingga ke DPR/MPR dan sampai berakhir dini hari Sabtu, 5 November 2016 dengan semangat tanpa padam.
  5. Mengapresiasi timbulnya tekad perjuangan dan akhlak yang baik berupa tindakan kebersamaan, saling berbagi dan saling melindungi, kedermawanan yang muncul secara spontan dari sesama massa dan pendukung unjuk rasa dari ummat.
  6. Menyerukan kembali agar umat seluruhnya bersatu mengawal tuntutan aksi damai Bela Islam yang sudah disuarakan untuk memenjarakan Ahok tanpa kenal menyerah.
  7. Menuntut kepada aparat keamanan khususnya Polri atas jatuhnya korban baik yang meninggal dunia maupun luka untuk diusut dan dibawa ke pengadilan.
  8. Tetaplah berjuang, bersatu, dan meningkatkan keimanan dan solidaritas antar umat Islam dan jangan berpecah-belah.
  9. Mengajak semua elemen masyarakat, lembaga dakwah, ormas Islam dan masyarakat yang peduli dan cinta NKRI agar kasus penistaan Al Quran ini harus terus dikawal hingga yang bersangkutan diproses secara hukum sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia serta segera mendapat status hukum yang jelas.

Bandung, 6 November 2016

Muhammad Roinul Balad,Sos.I ( Ketua PAS Jabar)

Mohammad Ferdian ( Sekretaris PAS Jabar)

Kesaksian Ustadz Bachtiar Nasir Soal Insiden 411

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustadz Bachtiar Nashir menganggap ada sesuatu yang aneh dalam kericuhan dalam #AksiBelaQuran Jum’at malam 4 November 2016. Ia mengungkapkan, gas air mata yang awalnya ditembakkan ke pihak provokator, tiba-tiba ditembakkan ke masa yang damai.

“Ketika gas air dihujankan yang tadinya hanya di pihak provokator, tiba-tiba disemprotkan ke peserta yang damai. Padahal banyak peserta damai, banyak ibu-ibu. Kemudian terjadi tembakan membabi buta sehingga banyak korban,” katanya dalam konferensi pres di Restoran Pulau Dua Jakarta, dilansir kiblatnet, Sabtu (05/11/2016).

UBN mengatakan bahwa Ustadz Arifin Ilham menjadi korban gas air mata ketika keluar dari negosiasi, kemudian Syaikh Ali Jaber juga menjadi korban.

“Padahal kami mencoba untuk persuasif. Sampai kemudian ada yang meninggal dunia,” ucapnya.

Saat terjadi kericuhan, kata dia, Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sudah berteriak untuk menghentikan tembakan. Namun aparat tidak menggubris.

“Pak Kapolri dan Panglima TNI berteriak dengan sangat keras, tapi tembakan air mata dan peluru karet terus ditembakkan. Motor-motor polisi berkurumunan di tengah massa dan menggilas,” tuturnya.

Melihat tekanan yang begitu represif, UBN menjelaskan bahwa pihaknya berusaha untuk menjauhkan seruan-seruan bernada melawan.

“Jangan melawan, jangan maju, bertahan! Jadi perlawanan kami bertahan tanpa melakukan perlawanan. Karena kami tidak mau dibenturkan dengan Kapolri dan TNI,” pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi damai bela Al-Quran yang berlangsung hari Jum’at kemarin harus berlangsung ricuh ketika polisi memaksa pembubaran massa yang menuntut proses hukum segera terhadap Ahok. Setidaknya puluhan orang luka-luka dan 1 orang tewas lantaran sesak nafas.

Pers Rilis JITU Terkait Kericuhan 4/11

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berdasarkan pantauan lapangan wartawan Jurnalis Islam Bersatu (JITU), aksi damai bela Islam atau aksi bela Qur’an pada Jum’at 4 November 2016 yang dilakukan oleh 1 juta umat Islam, menjelang dan pada saat aksi secara umum berlangsung tertib dan damai. Namun aksi yang penuh kedamaian ini ternoda karena tiba-tiba terjadi kericuhan di menit-menit terakhir.

Dalam hal ini, sebagai jurnalis yang berada di tempat kejadian, Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyampaikan beberapa kesaksian. Berikut rilis resmi yang diterima Kiblat.net, Sabtu (05/11):

1. Kami di barisan terdepan melihat bahwa insiden di menit-menit terakhir dipicu oleh tindakan kepolisian yang mengarahkan tembakan gas air mata ke arah para ulama yang pada saat itu justru berusaha menenangkan massa yang terprovokasi. Tidak benar bahwa insiden ini diakibatkan oleh peserta aksi.

2. Kami mendengar dan melihat bagaimana para tokoh ulama dan masyarakat baik di barisan terdepan sampai belakang, berharap bertemu dengan presiden Jokowi untuk menyampaikan tuntutan. Namun kami juga melihat fakta tidak adanya tanda-tanda persiden Jokowi akan menemui para peserta aksi.

3. Kami mendengar dan menyaksikan begitu besarnya keinginan masyarakat muslim yang melaksanakan aksi maupun yang tidak hadir, untuk menuntut Ahok yang dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menistakan Al-Quran ke pengadilan secepatnya. Karena itu, kami menghimbau kepada para ulama agar tidak berhenti menyuarakan aspirasi umat Islam tersebut.

4. JITU juga memandang ada arus ketidakpercayaan umat Islam kepada media-media tertentu. Hal ini dipicu oleh sikap media massa tersebut yang tidak adil dalam memberitakan aksi damai bela Islam. Oleh karena itu, JITU menyerukan agar wartawan tetap bersikap profesional dan dapat menggunakan hati nuraninya dalam membuat berita.

Ikutilah! Aksi Bela Islam ‘Penjarakan Ahok’ di NTB

BIMA (Jurnalislam.com) – Aliansi Umat Islam (AUI) Nusa Tenggara Barat akan menggelar aksi damai Bela Islam bertajuk ‘Penjarakan Ahok’ pada Jumat, 28 Oktober 2016 mendatang. AUI mengundang seluruh umat Islam NTB untuk berpartisipasi dalam aksi yang sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda itu.

Aksi akan diisi dengan long march dari Islamic Center Mataram menuju Polda NTB.

Ribuan Umat Islam Jawa Barat Berunjuk Rasa Desak Ahok Segera Ditangkap

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Jawa Barat menggelar aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, agar segera ditangkap karena kasus penistaan agama.

Aksi dimulai usai shalat Jumat di Pusdai Jabar, dilanjut longmarch ke Gedung Sate dan berakhir di Balaikota Bandung Gedung Merdeka, Jumat (21/10/2016). Acara ini dihadiri puluhan elemen umat Islam seperti: Persis, Hidayatullah, FUI, Muhammadiyah, Garis, FPI, LPI, Gema Keadilan, Pemuda Persis, KAMMI, FSLDK, API, Pondok Quran, dll serta elemen perguruan Pencak Silat se-Jawa Barat.

“Kami menuntut Ahok agar segera ditangkap karena menista Agama,” kata Asep Syarifudin selaku Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat di depan Gedung Sate Bandung dilansir dari alhikmah.co

Kalau polisi tak sanggup menangkap Ahok, biar kami yang menangkap Ahok,” teriak massa. Aksi berjalan dengan tertib dan damai dimulai dengan pembacaan surat Al Maidah ayat 51 dan diakhiri dengan doa.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa Ahok melakukan penghinaan terhadap al Quran juga para ulama. Serentak, elemen umat Islam di berbagai wilayah seluruh Indonesia melakukan aksi protes pernyataan gubernur DKI Jakarta tersebut dan menuntut Ahok segera ditangkap.

Amir Ansharusy Syariah Nusra: Kami Akan Kawal Proses Hukum Ahok

BIMA (Jurnalislam.com) – Menanggapi kasus pelecehan dan penistaan terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Wilayah Nusa Tenggara, Ustadz Abdul Hakim menegaskan akan mengawal proses hukum kasus tersebut.

“Kami akan terus mengawal proses hukum terhadap Ahok, jangan sampai terkesan polisi menutup mata, sehingga dikhawatirkan akan muncul lagi aksi yang lebih masif,” katanya kepada Jurniscom, Kamis (20/10/2016).

Ustadz Abdul Hakim menyatakan, Ahok telah menghina kitab suci umat Islam dan telah merendahkan para ulama.

“Oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab setiap dari umat muslim ketika dia tahu agamanya dihina, kitab sucinya dihina, ulamanya dihina, maka tidaklah benar kalau kemudian kita diam,” lanjutnya.

Ia mengingatkan Ahok agar tidak bermain api dengan kaum muslimin. “Umat Islam dilarang oleh nabinya mencari musuh, tetapi jangan coba-coba ganggu agamanya, dan siapapun yang melakukan hal itu dia pasti akan dikalahkan,” tegasnya.

Ustadz Abdul Hakim khawatir, jika aparat dan pemerintah tidak mengambil langkah tegas atas perilaku Ahok, umat Islam sendiri yang akan menghakimi Ahok.

“Kalau ini dibiarkan maka kami khawatir si Ahok akan menghadapi pengadilan jalanan,” ujarnya.

“Hukum adalah panglima tertinggi, jangan sampai hukum itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka jangan hanya mempermainkan dan memaniskan kata, tetapi tnjukanlah bukti nyata,” pungkasnya.

70 Ormas Islam Se-Jatim Kutuk Ahok

PERNYATAAN SIKAP

Tentang

“KASUS PENODAAN AGAMA OLEH GUBERNUR DKI JAKARTA BASUKI TJAHAJA PURNAMA ALIAS AHOK“

Mencermati fenomena terkait dengan adanya indikasi pidana penodaan/penistaan terhadap agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, dan menyikapi berbagai pendapat di masyarakat, perdebatan dan kontroversi yang terjadi serta pemberitaan media massa terhadap masalah tersebut, maka Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim) sebuah lembaga di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang beranggotakan ormas-ormas Islam di Jawa Timur, menyelenggarakan pertemuan terbatas membahas persoalan tersebut.

Sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, untuk terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, toleran dan harmonis, kami meminta kepada pemerintah dan instansi terkait agar melakukan langkah tegas dalam rangka melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat akibat pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama, menodai Alquran, melecehkan ulama dan menghina umat Islam. Oleh karena itu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama Islam, menodai al Qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat Islam, perbuatan ini secara sah dan meyakinkan telah melanggar KUHP Pasal 156a dan UU No.1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan terhadap agama di Indonesia.
  2. Mendesak kepada aparat yang berwenang untuk segera bertindak secara proaktif, dan professional dalam penegakan hukum (law enforcement) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama Islam, menodai al Qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat Islam dengan prinsip persamaan perlakuan di hadapan hukum (equality before the law).
  3. Mendorong kepada para pemimpin pusat maupun daerah agar memberikan contoh yang baik (uswatun Hasanah) kepada masyarakat tentang pentingnya menjunjung tinggi etika, moral dan ahlak yang baik serta nilai-nilai kepatutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk tetap waspada agar tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang bisa mengganggu stabilitas nasional atas tindakan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama Islam, menodai al Qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat Islam, dan menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
  5. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari :
  6. Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Timur
  7. Muhammadiyah Jawa Timur
  8. Hidayatullah Jawa Timur
  9. Perhimpunan Al Irsyad Jawa Timur
  10. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur
  11. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur
  12. Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur
  13. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur
  14. Persatuan Islam (PERSIS) Jawa Timur
  15. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Jawa Timur
  16. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur
  17. Al Bayyinat Jawa Timur
  18. Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur
  19. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur
  20. Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur
  21. Forum Ummat Islam (FUI) Jawa Timur
  22. Muslimat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
  23. Fatayat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
  24. PW Aisyiyah Jawa timur
  25. Nasiatul Aisyiyah Jawa Timur
  26. Muslimah Hidayatullah Jawa Timur
  27. Syabab Hidayatullah Jawa Timur
  28. Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur
  29. Keluarga Alumni Masjid Kampus Indonesia (KAMPUSINA) Jawa Timur
  30. Laskar Pembela Islam (LPI) Jawa Timur
  31. Front Pemuda Islam (FPIS) Jawa Timur
  32. Persyarikatan Da’wah Al Haromain Jawa Timur
  33. Al Hawariyun Jawa Timur
  34. Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Jawa Timur
  35. Forum Madura Bersatu (FORMABES) Jawa Timur
  36. Majelis Dzikir & Dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (MADDIA) Jawa Timur
  37. Forum Pemuda Sunni Jawa Timur
  38. CICS (Center for Indonesian Community Studies) Jawa Timur
  39. GNPI (Gerakan Nasional Patriat Islam) Jawa Timur
  40. ORISSA Jawa Timur
  41. Laskar Arif Rahman Hakiem Jawa Timur
  42. Al Irsyad Al Islamiyah Jawa Timur
  43. Ikatan Da’I Muda Indonesia (IDMI) Jawa Timur
  44. Muballigh Bulan Bintang Jawa Timur
  45. BKSPPI Jawa Timur
  46. Badan Koordinasi Masjid (BAKORMAS) Jawa Timur
  47. Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) Jawa Timur
  48. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur
  49. IDIAL Jawa Timur
  50. FPPBD Jawa Timur
  51. Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Jawa Timur
  52. Front Anti Komunis (FAK) Jawa Timur
  53. Forum Ulama Madura ( FUM ) Jawa Timur
  54. Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA)
  55. Forum Intelektual Indonesia (FII) Jawa Timur
  56. Forum Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur (FDII)
  57. Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur
  58. Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) Jawa Timur
  59. Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (GMPN) Jawa Timur
  60. Forum Kyai Muda Madura (FORKIM) Jawa Timur
  61. Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Jawa Timur
  62. Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jawa Timur
  63. Ikatan Keluarga Besar Alumni Remaja Masjid Al Falah (IKA RMA) Jawa Timur
  64. Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Jawa Timur
  65. Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Jawa Timur
  66. Darussyifa’ Asshomadiyah Jawa Timur
  67. Sarikat Islam (SI) Jawa Timur
  68. Wahdah Islamiyah Jawa Timur
  69. Forum Da’I Ekonomi Syariah (FORDEIS) Jawa Timur
  70. Aliansi Ulama Madura (AUMA)
  71. Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA)
  72. Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur
  73. Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur
  74. Harkat Pimpinan Pondok Pesantren Se-Madura (HP3M)
  75. Jama’ah Anshorus Syariah (JAS) Jawa Timur