ALMANAR Desak Pemkot Cirebon Tutup Karaoke Fantasy

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Maruf Nahi Munkar (ALMANAR) Wilayah III Cirebon mendatangi kantor DPRD Kota Cirebon Jalan Siliwangi No.109, Selasa (24/2/2016).

Kedatangan ALMANAR memenuhi undangan Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno untuk audiensi terkait keberadaan tempat-tempat maksiat di Kota Cirebon khususnya Fantasy  Family Karaoke di Jalan Kartini No 32 Kota Cirebon.

Tempat karaoke dinilai telah meresahkan warga karena kerap didapati menyediakan minuman keras (miras) dan wanita-wanita pemandu lagu (PL). Hal tersebut dinilai ALMANAR telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Pelarangan Peredaran Penjualan dan Konsumsi Minuman Beralkohol (Minol) Nomor 4 Tahun 2013.

Oleh sebab itu, ALMANAR meminta DPRD Kota Cirebon untuk mencabut ijin Fantasy Family Karaoke.

“Maka kami sampaikan sikap dan tuntutan tegas kami kepada DPRD Kota Cirebon untuk mengeluarkan rekomendasi tertulis sekarang juga kepada Pemda Kota Cirebon dan Instansi terkaitnya yang berwenang untuk secepatnya menutup dan mencabut ijin Fantasy Family Karaoke,” tegas Koordinator Umum ALMANAR, Almarwi dalam pernyataan persnya.

“Ini adalah upaya langkah prosedural konstitusional kami setelah kesabaran kami atas berulang kali terselenggaranya bisnis kemunkaran,sosialisasi kemunkaran dan kaderisasi kemunkaran,pelanggaran aturan dan pelanggaran janji pihak manajemen Fantasy Family Karaoke,” sambungnya.

ALMANAR mengancam, akan mengambil tindakan tegas jika tuntutannya tidak dipenuhi.

“Jangan salahkan jika kami bersama masyarakat muslimin Kota Cirebon melakukan tindakan tegas atas hal ini, karena telah dipaksa oleh DPRD dan Pemda Kota Cirebon yang tidak mau bertindak sesuai kewenangan dan aturan yang telah dibuatnya sendiri,” tegasnya.

ALMANAR juga memberikan tenggang waktu satu bulan kepada Pemkot Cirebon untuk segera melakukan kewenangannya menegakkan Perda No 4 Tahun 2013 yang ditandatangani Walikota Cirebon, Ano Sutrisno pada Juni 2013 itu.

Menanggapi tuntutan ALMANAR, wakil ketua DPRD Kota Cirebon Lili Eliya berjanji akan menyampaikannya kepada ketua DPRD Kota Cirebon dan Walikota Cirebon.

“Saya akan sampaikan tuntutan Almanar kepada ketua DPRD & Walikota,” ujar Lili.

Ketua ALMANAR, Andy Mulya sempat menyampaikan kekecewaan karena ketidakhadiran ketua DPRD Edi Suripno sebagai pengundang pertemuan tersebut.

“Saya kecewa dengan pimpinan DPRD  Kota Cirebon,bliau yang mengundang kami namun bliau menghindar,” ucapnya.

Reporter: Yusuf | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.