Responsive image

Al Shabaab Eksekusi Mata-mata CIA

Al Shabaab Eksekusi Mata-mata CIA

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Hanya satu hari setelah melakukan serangan bom truk mematikan di sebuah hotel populer di ibukota Somalia Mogadishu, faksi jihad al Shabaab mengumumkan bahwa pengadilan agama mereka telah mengeksekusi “tiga mata-mata.” Salah satu terduga mata-mata dituduh bekerja untuk CIA yang mengarahkan serangan drone di Shabaab, yang lebih baik dikenal sebagai cabang al Qaeda di Afrika Timur, lansir The long War Journal, Jumat (27/01/2017)

Radio al Furqan, sebuah stasiun radio dan media resmi al Shabaab, melaporkan bahwa tiga mata-mata tersebut tewas di kota Yaaq Barawe di Bay Region Somalia selatan. Ketiga orang itu diidentifikasi sebagai penduduk lokal terbukti “bersalah” karena masing-masing telah membantu CIA, Jubaland intelijen, serta intelijen Somalia. Media Shabaab lain mengatakan bahwa mata-mata yang konon bekerja untuk CIA telah melakukannya selama dua bulan sebelum tertangkap.

The Amniyat, intelijen dan layanan keamanan Shabaab, secara rutin mengeksekusi terduga mata-mata dalam upaya melindungi para pemimpinnya dari penargetan AS, yang telah mengobarkan perang rahasia di Somalia selama satu dekade. Juni lalu, kelompok melaporkan bahwa mereka memenggal seorang penghianat dalam jajarannya yang diduga memberi informasi kepada CIA hingga menyebabkan gugurnya pendirinya, Mukhtar Abu Zubair, dalam serangan pesawat tak berawak (drone) pada September tahun 2014. Seorang anggota lain dilaporkan dipenggal kepalanya karena membantu CIA membunuh Adnan Garaar, perencana serangan Westgate Mall di Kenya, pada 2015. Oktober lalu, Shabaab mengeksekusi dua orang yang mengaku bekerja untuk British MI6.

Militer AS dan CIA telah menargetkan pemimpin dan fasilitas Shabaab dalam setidaknya 30 serangan udara dan serangan pasukan operasi khusus sejak Januari 2007, menurut data yang dikumpulkan oleh Long War Journal.

Selain Zubary dan Garaar, pemimpin Shabaab lainnya syahid dalam operasi AS termasuk Aden Hashi Ayro, amir pertama kelompok; Yusuf Dheeq dan Tahlil Abdishakur, keduanya menjabat sebagai kepala Amniyat; dan Saleh ali Nabhan, seorang pemimpin senior di Shabaab dan al Qaeda.

Shabaab juga telah mengeksekusi tentara Uni Afrika yang ditangkap dalam upaya mengintimidasi mereka. Pekan lalu, Shabaab merilis sebuah video yang menunjukkan eksekusi seorang prajurit Uganda yang ditangkap pada tahun 2015 September setelah serangan besar-besaran pada basis mereka di Somalia selatan. Penyerangan tersebut menewaskan sedikitnya selusin tentara Uganda dan basis AMISOM di tangan Shabaab.

Bagikan
Close X