Ahmad Fauzi, Penista Agama Asal Semarang Minta Maaf Usai Didatangi Ormas Islam

Ahmad Fauzi, Penista Agama Asal Semarang Minta Maaf Usai Didatangi Ormas Islam

SEMARANG (Jurnalislam.com)–Puluhan massa dari berbagai Ormas Islam yang tergabung dalam Paguyuban Muslim Semarang mendatangi orang bernama Ahmad Fauzi yang diduga melecehkan Agama, kedatangannya guna meminta klarifikasi terhadap tulisan-tulisannya yang kontroversi di media sosial

 

Marzuki koordinator lapangan Aksi mengatakan tujuannya mendatangi yang bersangkutan meminta klarifikasi terkait tulisan-tulisannya yang melecehkan Agama dan menghina para Nabi

 

“Kami kesini untuk meminta klarifikasi atas tulisannya di Facebook yang melecehkan dan menista Agama,” ucapnya saat mendatangi rumah Ahmad Fauzi di  Jl Banjarsari, Perum Panorama, Banjaran, Ngalian Semarang, Ahad (14/6/2020)

 

Pada tanggal 11 Juni 2020 Ia menulis status kontroversial di Facebooknya yang membuat marah Umat Islam

 

“Ular yang menggoda Adam n Hawa untuk memakan buah khuldi sebenarnya adalah simbol birahi seks untuk melakukan persetubuhan. Akhirnya mereka diusir dari komunitas tempat keduanya tinggal karena telah melakukan hubungan seks inses,” tulisan yang dikutip dari facebook yang bersangkutan

 

“Sumber pengetahuan dalam kenabian adalah kesurupan dan perdukunan,” kutipan Facebook lainnya tertanggal 10 Juni 2020

 

Salah satu warga Banjaran, perum Panorama yang ikut mediasi bersama ormas Islam juga meminta Ahmad Fauzi untuk diselesaikan secara kekeluargaan dengan meminta maaf dan tidak mengulanginya kembali

 

“Kalau bapak (Ahmad Fauzi) tidak mau ramai-ramai seperti ini tolong segera diselesaikan dengan kekeluargaan, yaitu dengan minta maaf, itu sudah selesai tapi dengan catatan jangan mengulangi lagi,” ucap warga banjaran

 

Disamping itu, Aris yang menjadi ketua RT 02 RW XIX Banjaran, Perum Panorama dengan khas bahasa jawanya, juga merasa kecewa dengan tingkah laku Ahmad Fauzi yang membuat wilayahnya menjadi gaduh, meminta kasusnya segera diselesaikan

 

“Biyen durung ono jenengan (Ahmad Fauzi) tenang wae, saiki ono jenengan malah ono koyo ngene, kalo jenengan ada kasus dengan bapak-bapak iki tolong diselesekke, jangan bawa-bawa warga sini (Dulu sebelum ada kamu tenang saja, sekarang ada kamu malah ada seperti ini, jika kamu ada kasus dengan bapak-bapak ini tolong diselesaikan, jangan membawa-bawa warga sini),” ucap ketua RT kepada Ahmad Fauzi.

Minta Maaf

Setelah mendapat desakan Permintaan Maaf oleh Ormas Islam dan warga setempat akhirnya Ahmad Fauzi secara terbuka didepan media meminta maaf atas tulisan difacebooknya maupun menulis dibuku dan tidak mengulangi kembali

 

“Demi kebaikan bersama saya minta maaf tidak akan mengulangi lagi menulis difacebook, menarik bukunya dan tidak akan menulis lagi,” ucap Ahmad Fauzi

 

Saat setelah mediasi selesai, Aditya Pengacara Muslim Semarang menyampaikan kepada Ormas Islam untuk mengawal kesepakatan, dan apabila diketemukan pelanggaran yang dilakukan Ahmad Fauzi pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan ke Polda Jawa Tengah

 

“Kita mendapatkan permintaan maaf dari Fauzi, itu menjadi bahan ketika Fauzi melakukan hal yang tidak diinginkan oleh bersama, siap-siap kita bersama bikin laporan ke Polda,” ucapnya didepan Barisan ormas Islam

 

Perlu diketahui sebelumnya, Ahmad Fauzi tahun 2013 juga sudah diproses hukum atas kasus yang sama yang dilaporkan oleh Ormas Islam, bahkan saat mediasi bersama ketua MUI Jawa Tengah sudah meminta Ahmad Fauzi untuk meminta maaf dan bertaubat, tetapi yang bersangkutan bersikukuh menolaknya dengan alasan apa yang dilakukan tidak salah

 

Hingga akhirnya kasusnya menghilang setelah Ahmad Fauzi dinyatakan gila oleh salah satu rumah sakit di Semarang

 

Selain itu, Ia juga menulis buku yang juga tidak kalah kontroversi diantara karya buku-bukunya berjudul: Iblis Sang Nabi Primitif, Kesurupan Tuhan, Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal, dan lain-lain

 

Reporter Agus Riyanto

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X