Agama Dijadikan Bahan Lawakan, Bagaimana Hukumnya?

Agama Dijadikan Bahan Lawakan, Bagaimana Hukumnya?

KLATEN (Jurnalislam.com)- Belum adanya proses hukum terhadap para pelaku pelecehan agama Islam di Indonesia dinilai Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustaz Muinudinillah Basri MA disebabkan adanya sikap aparat kepolisian yang tebang pilih dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan ujaran kebencian terhadap Ras, Golongan, Suku dan Agama.

“Hukum ujaran kebencian itu hanya ditegakan oleh mereka atas orang orang yang mereka anggap musuh, tapi orang yang mendukung mereka yaitu orang kafir, orang zindik, orang munafikin, mereka tidak tegakkan,” terangnya kepada Jurnalislam.com di Masjid Al-Aqsha Klaten, Ahad, (14/1/2017).

Ustaz Muin juga mengatakan, bila para pelaku penistaan dan pelecehan agama Islam tersebut non muslim, maka hilang status perlindungannya dari kaum muslimin jika hukum Islam ditegakkan.

“Kalau mereka di negara Islam dan mendapat perlindungan dari kaum muslimin, maka perlindungannya gugur, halal darah mereka, kalau sudah melecehkan Al-Quran, Nabi Muhammad sudah itu,” paparnya.

Dan kalau mereka muslim, kata ustaz Muin, maka mereka sudah keluar dari Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat At Taubah 65-66.

“Kalau mereka orang Islam atau bagian dari Islam maka murtad, karena Allah Subhanahu Wata’ala mengatakan ‘Kalian telah murtad setelah iman kalian dan itu komentar Allah atas jika mereka ditanya mereka hanya sendau gurau dan tidak serius,” ujarnya.

“Jadi pelawak-pelawak ini pertama menjual ayat Allah, kemudian melecehkan ayat Allah, maka mereka tidak ada kemuliaan sama sekali,” pungkas pimpinan Ponpes Ibnu Abbas Klaten ini.

Bagikan
Close X