ACT Buka Layanan Telepon Pengadaan Pangan Gratis, Ini Prosesnya

ACT Buka Layanan Telepon Pengadaan Pangan Gratis, Ini Prosesnya

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Direktur Program ACT Bambang Triyono menyatakan bahwa selain melakukan penyusunan sistem dan SOP program  tim program Humanity Careline, ACT juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung program lainnya.

Program Humanity Careline ini berbasis komunikasi telepon bebas pulsa. Layanan penyediaan pangan pokok tersebut akan dibagikan kepada warga dan korban terdampak wabah dan karantina wilayah yang kesulitan memperoleh kebutuhan pangan pokok terutama beras.

 

“Pada tahap awal, kami melakukan persiapan sarana dan prasarana pendukung program seperti nomor bebas pulsa, relawan operator careline, penyediaan barang bantuan (pangan) dan lokasi-lokasi penempatan dan pengambilan barang. Lalu, kami juga melakukan seleksi dengan penyedia layanan jasa untuk memaksimalkan program ini. Sistem layanan dilakukan dengan penjaringan data penerima manfaat yang menyampaikan permintaan melalui Layanan Telepon Bebas Pulsa (0800-1-165-228),” jelas Bambang.

Administrasi

Setelah proses layanan telepon tersebut, dilakukan proses administrasi data calon penerima manfaat. Kemudian, dilanjutkan dengan proses verifikasi data oleh tim verifikasi untuk menganalisis profil penerima manfaat.

 

Jika lolos proses verifikasi, data penerima manfaat terutama lokasi bermukimnya, akan diteruskan kepada tim distribusi untuk kemudian berkoordinasi dengan tim lapangan di titik pengambilan barang.

 

Tim Distribusi Humanity Careline juga akan menginput data pada aplikasi Grab Express, sehingga pengantaran dapat dilakukan secara simultan ke beberapa lokasi sekaligus.

 

Bambang menambahkan, operator layanan Humanity Careline akan membuka sesi layanan pada sesi pagi (pukul 08.00 – 10.00) dan sesi siang (pukul 13.00 – 16.00).

 

Layanan pengantaran dilaksanakan dalam dua sif, pengantaran pagi pada pukul 08.00 – 11.00 (dari layanan telepon sesi siang) dan pengantaran siang pada pada pukul 13.00 – 16.00 (dari layanan telepon sesi pagi).

 

Pemetaan penerima manfaat berdasarkan kedekatan teritori atau arah antaran.

 

“Pada tahap terakhir, pengemudi ojek online  mengambil paket ke titik pengambilan terdekat dari lokasinya berada, yang telah disiapkan oleh tim lapangan. Tim Lapangan akan mendata profil pengemudi ojek online, mendokumentasikan penyerahan paket OPG yang akan terhubung dalam aplikasi, lalu relawan operator layanan merekap dokumentasi dan laporan pengemudi ojol yg bertugas untuk dijadikan rekap harian,” pungkas Bambang. []

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X