WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Senator Republik John McCain mengecam tajam calon presiden partainya pada hari Senin, mencaci Donald Trump yang meremehkan keluarga seorang tentara Muslim yang dibunuh, lansir Anadolu Agency Selasa (02/08/2016).
“Saat partai kami telah memberikan nominasi kepadanya, tidak berarti disertai dengan izin bebas untuk mencemarkan nama baik orang-orang yang terbaik di antara kita,” kata McCain dalam sebuah pernyataan yang luar biasa panjang. “Saya menantang calon presiden kami untuk memberi contoh bisa dan harus mewakili apakah negara kita ini.”
Khizr dan Ghazala Khan memanfaatkan Konvensi Nasional Partai Demokrat pada Kamis malam untuk menolak usulan Trump melarang Muslim memasuki AS. Khizr Khan dikenal mengangkat salinan Konstitusi AS selama pidatonya yang berapi-api, menawarkan referensi kepada Trump dan mengatakan bahwa miliarder itu tidak mengorbankan apapun dan siapa pun.
Anak Khan Capt. AD Humayun Khan meninggal saat berperang di Irak. Dia dianugerahi Bronze Star dan Purple Heart atas pengabdiannya.

Trump mengkritik Ghazala Khan, menunjukkan bahwa dia tidak diizinkan untuk berbicara karena dia adalah seorang wanita Muslim.
“Saya tidak bisa cukup menekankan betapa saya tidak setuju dengan pernyataan Pak Trump,” kata McCain. “Saya berharap Amerika memahami bahwa komentarnya tidak mewakili pandangan dari Partai, pejabat, atau calon Republik kita.”
Trump belum mundur pada komentarnya.
“Pada akhirnya, saya secara moral terikat untuk berbicara hanya untuk hal-hal yang memerintah kesetiaan saya, dan kepada siapa saya mendedikasikan karya hidup saya: Partai Republik, dan yang lebih penting, Amerika Serikat,” kata McCain dalam sebuah pernyataan.
Mantan kapten Angkatan Laut tersebut telah lama bertentangan dengan calon Partai Republik.
Trump mengejek McCain, mengatakan bahwa ia “bukan pahlawan perang”. McCain ditangkap oleh pasukan musuh selama Perang Vietnam dan ditahan selama hampir enam tahun, dimana selama waktu itu dia disiksa.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam