GAZA (jurnalislam.com)— Sedikitnya lima warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah gedung apartemen di kawasan Remal, sebelah barat Kota Gaza, Sabtu (3/10/2026) dini hari.
Serangan menghantam gedung al-Asala sekitar pukul 01.25 waktu setempat ketika para penghuni sedang tidur.
Palestinian Centre for Human Rights (PCHR) menyebut serangan mengenai lantai dasar gedung dan menewaskan lima warga Palestina, termasuk empat perempuan. Sekitar 10 orang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda dan dilarikan ke Kompleks Medis al-Shifa.
Sementara itu, Al Jazeera mengutip petugas medis di Rumah Sakit al-Shifa melaporkan sedikitnya enam orang mengalami luka serius.
Menurut koresponden Al Jazeera, Hani al-Shaer, serangan terjadi tanpa peringatan sebelumnya.
Warga mendengar suara pesawat tempur sebelum tiga serangan menghantam apartemen tersebut.
Serangan merusak bagian gedung dan lantai-lantai di bawahnya serta memicu kebakaran. Api baru dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian oleh tim Pertahanan Sipil Palestina.
Petugas penyelamat bersama warga kemudian mencari korban di antara puing-puing bangunan. Remal merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Kota Gaza. Ribuan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat perang juga mengungsi di kawasan tersebut.
Empat Perempuan Gugur
PCHR mengidentifikasi lima korban gugur sebagai Maisaa Khader Ibrahim Abu Dawoud (55) dan putrinya, Mary Hafez Michelle Abu Dawoud (36); Halloum Mahmoud Mohammed al-Bobo (84) dan putrinya, Yasim Khamis Mohammed al-Bobo (48); serta Belal Ali Khalil Odah (20).
Maisaa dan putrinya, Mary, merupakan warga Kristen Palestina. Kematian keduanya juga mendapat perhatian dari komunitas Kristen setempat.
Reuters melaporkan keduanya dikenang dalam acara di Gereja Saint Porphyrius, Kota Gaza.
Israel Klaim Menargetkan Pejabat Hamas
Militer Israel membenarkan telah melakukan serangan pada malam tersebut dan mengklaim menargetkan Ali al-Amoudi, seorang pejabat senior Hamas.
Namun, militer Israel tidak menjelaskan apakah serangan yang dimaksud adalah serangan yang menghantam gedung al-Asala.
Hingga berita ini ditulis, belum ada verifikasi independen yang memastikan keberadaan al-Amoudi di gedung tersebut saat serangan terjadi.
Data PCHR dan petugas medis menunjukkan lima orang yang gugur dalam serangan di gedung al-Asala merupakan warga Palestina, termasuk empat perempuan.
16 Warga Palestina Gugur dalam Tiga Hari
Serangan di Remal merupakan bagian dari rangkaian serangan Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir.
PCHR mencatat sedikitnya 16 warga Palestina, termasuk enam perempuan dan seorang anak, gugur dalam rangkaian serangan dan penembakan Israel sejak Rabu (30/9) siang hingga Sabtu (3/10) dini hari.
Sedikitnya 36 warga lainnya terluka dalam periode tersebut. Serangan yang didokumentasikan PCHR mencakup serangan udara terhadap kawasan permukiman, tenda pengungsian dan kendaraan, serta penembakan terhadap warga di sejumlah wilayah Jalur Gaza.
PCHR menyatakan rangkaian serangan tersebut berlangsung di tengah kehancuran luas dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza.
Serangan terbaru juga terjadi setelah lebih dari satu tahun gencatan senjata diberlakukan.
Reuters melaporkan sedikitnya 1.400 warga Palestina telah gugur akibat serangan Israel sejak gencatan senjata tersebut dimulai pada Oktober 2025.
Israel menuding Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata dan berupaya membangun kembali kemampuan militernya. Hamas membantah tuduhan tersebut dan menuding Israel terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan.
Sementara itu, serangan masih terus menelan korban di Jalur Gaza, termasuk warga yang berada di rumah dan tempat pengungsian.