Pertempuran Meletus di Perbatasan Afghanistan-Pakistan, 2 Tewas dan 22 Terluka

Pertempuran Meletus di Perbatasan Afghanistan-Pakistan, 2 Tewas dan 22 Terluka

D8DBF569-8452-45A1-B4E2-5B22601BADFD_w640_r1_sAFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Satu tentara Afghanistan dan pasukan utama Pakistan telah tewas setelah pasukan perbatasan terlibat baku tembak pada titik persimpangan utama antara kedua negara.

Pakistan menutup perbatasan dengan Afghanistan untuk hari kedua berturut-turut pada hari Selasa karena bentrokan terus berlangsung.

Dua puluh dua lainnya luka-luka dalam pertempuran itu, sepuluh dari mereka adalah warga sipil, termasuk anak-anak, Kepala Administrator Khyber Agency, Khalid Mehmood, mengatakan kepada Al Jazeera, Selasa (14/06/2016).

Bentrokan hari Ahad malam di persimpangan Torkham dimulai tak lama setelah pukul 09:00 (16:00 GMT).

Reporter Al Jazeera Kamal Hyder, melaporkan dari Islamabad, mengatakan ketegangan terjadi selama beberapa saat akibat upaya Pakistan untuk mendirikan sebuah gerbang di perbatasan.

Afghanistan telah lama menentang ide ini karena tidak mengakui gerbang tersebut sebagai garis pemisah yang sah.

“Senjata tidak digunakan tapi situasi sangat tegang,” kata Hyder. “Semuanya ditangguhkan. Jam malam diberlakukan dan banyak keluarga terpaksa keluar dari daerah itu untuk mencari perlindungan di tempat lain.”

Jam malam telah dinyatakan di kota Landi Kotal, Pakistan, yang terletak di tepi Khyber Pass, pintu masuk utama ke Afghanistan.

Kedua negara saling menyalahkan telah memulai pertempuran, yang dilaporkan berhenti pada pukul 05:00 (00:00 GMT) pada hari Senin.

“Pemerintah Pakistan menyatakan keprihatinan mendalam tentang tentara keamanan Pakistan di dekat perbatasan, atas adanya laporan serangan tak beralasan yang tidak membantu dalam hubungan Pakistan-Afghanistan,” kata kantor Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dalam sebuah pernyataan.

Perdana menteri mendesak Afghanistan untuk menyelidiki insiden tersebut.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses