Turki akan Cegah Milisi YPG Rebut Kota Penting Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki tidak akan membiarkan kota Azaz Suriah yang berada tepat di seberang perbatasan Turki jatuh di bawah kendali  milisi Kurdi Suriah (YPG), Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan Senin (15/02/2016), lansir World Bulletin.

"Kami tidak akan membiarkan Azaz jatuh," Davutoglu seperti dikutip dalam perjalanan ke sebuah kunjungan resmi ke Ukraina.

"YPG tidak akan dapat menyeberang ke barat (sungai) Efrat dan timur Afrin," tambahnya.

Artileri Turki menyerang sasaran milisi Kurdi di akhir pekan, dimana Ankara bersikeras bahwa mereka membalas serangan berdasarkan aturan keterlibatan.

Rezim di Damaskus mengutuk Ankara atas penembakan Artileri tersebut dan mendesak PBB untuk bertindak.

Tapi Davutoglu mengatakan: "Intervensi akan dilakukan (oleh Turki) terhadap YPG ketika diperlukan."

Turki khawatirkan dengan pergerakan pasukan Kurdi di Azaz dan menantang panggilan dari mitra Baratnya untuk menghentikan pemboman artileri terhadap posisi YPG.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi milisi Kurdi-Arab yang didukung AS di mana YPG memainkan peran kunci, juga telah menyita pangkalan udara Minnigh di Suriah utara.

Davutoglu memperingatkan mereka untuk menarik diri dari bandara, mengeluarkan ancaman akan kemungkinan serangan militer Turki jika mereka tidak mundur dari bandara.

"Mereka harus menarik diri dari bandara," katanya, mengacu pada pangkalan udara Minnigh.

"Jika tidak, bandara tidak akan dapat digunakan lagi," tambahnya, tanpa merinci lebih lanjut.

Turki mengatakan pasukan Kurdi Suriah menjadi cabang komunis Partai Pekerja Kurdistan Suriah (PKK) yang dilarang, yang telah mengobarkan perang berdarah terhadap Turki karena pemberontakan senjata sejak tahun 1984.

Rusia adalah sekutu utama rezim Suriah Bashar al-Assad, yang ingin digulingkan Turki.

Hubungan bilateral kedua negara juga menukik tajam setelah Turki menembak jatuh sebuah pesawat perang Rusia di perbatasan Suriah pada 24 November.

Davutoglu mengatakan "YPG jelas merupakan instrumen Rusia di Suriah sekarang," kata kantor berita negara Anatolia.

"Semua orang harus melihat ini. Hari ini, PKK di Turki dan YPG di Suriah jelas-jelas adalah instrumen Rusia," katanya.

"Rusia menggunakan instrumen tersebut untuk menyudutkan Turki. Oleh karena itu, sikap kami memiliki alasan yang sah."

Oposisi Turki bagi milisi komunis YPG dan lengan politik mereka Partai Uni Demokrat (PYD) juga mengancam hubungan Turki dengan Amerika Serikat yang mendukung pasukan Suriah Kurdi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses