Pembicaraan Damai Rezim Kabul dan Taliban Diharapkan pada Akhir Februari

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai langsung antara Kabul dan Taliban diharapkan berlangsung pada akhir bulan, perwakilan dari empat negara yang terlibat dalam negosiasi untuk mengakhiri perang 15 tahun di Afghanistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan hari Sabtu (06/02/2016)di Islamabad, lansir World Bulletin.

Pernyataan delegasi dari Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika Serikat keluar setelah putaran ketiga pembicaraan antara empat kekuatan dan merupakan indikasi terkuat bahwa Taliban bersedia bergabung dengan perundingan enam bulan setelah dialog langsung putaran sebelumnya gagal.

Taliban muncul sebagai perlawanan dan melancarkan operasi militer musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, lebih dari 14 tahun setelah mereka digulingkan dari kekuasaan oleh pasukan multinasional termasuk  NATO pimpinan AS.

"Kelompok menekankan bahwa hasil dari proses rekonsiliasi harus menjadi penyelesaian politik yang menghasilkan penghentian peperangan dan perdamaian yang berlangsung selamanya di Afghanistan," kata pernyataan itu.

"Menjelang akhir ini, negara QCG (Quadrilateral Coordination Group – Kelompok Koordinasi Segiempat) sepakat melanjutkan upaya bersama untuk menetapkan tanggal bagi perundingan perdamaian langsung antara perwakilan pemerintah Afghanistan dan mujahidinTaliban yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir Februari 2016."

Pernyataan itu menambahkan Taliban akan mengadakan pertemuan berikutnya di Kabul pada 23 Februari jika syarat-syaratnya terpenuhi.

Peran Pakistan, yang mendukung Taliban selama berkuasa sejak 1996 hingga 2001 dan  terus memberikan perlindungan bagi para pemimpin Taliban di pengasingan, dipandang sebagai kunci dalam membujuk Taliban untuk kembali ke perundingan.

Rencana putaran pertama perundingan diadakan di Islamabad bulan lalu, di mana delegasi mulai meletakkan dasar untuk dialog langsung antara Kabul dan Taliban.

Putaran kedua diadakan di Kabul pada 18 Januari yang mendesak kelompok Taliban untuk masuk dalam pembicaraan awal dengan pemerintah Afghanistan tanpa prasyarat.

Perwakilan Taliban absen selama proses dan analis mengingatkan bahwa pembicaraan substantif masih sangat jauh.

Taliban telah meningkatkan serangan terhadap sasaran rezim pemerintah boneka dan asing di Afghanistan musim dingin ini, ketika pertempuran biasanya mereda, menggarisbawahi situasi keamanan memburuk.

Pengamat mengatakan perlawanan berlangsung intensif menyoroti dorongan mujahidin untuk mengambil kembali banyak wilayah dalam upaya memperoleh konsesi yang lebih besar selama pembicaraan.

Pakistan menjadi tuan rumah tonggak pertama putaran perundingan langsung dengan Taliban pada bulan Juli tahun lalu.

Pernyataan itu menambahkan empat negara "meminta semua kelompok Taliban untuk bergabung dengan perundingan damai". Taliban dipimpin oleh Syeikh Mullah Akhtar Mansour, yang secara resmi menggantikan pendiri Taliban, Syeikh Mullah Omar.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses