Hindari Meningkatnya Korban Sipil, Mujahidin Taliban Tinggalkan Kota Kunduz

KUNDUZ (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban Afghanistan) memberitakan penarikan diri dari pusat kota utara Kunduz setelah berminggu-minggu terlibat pertempuran sengit melawan pasukan Afghanistan yang didukung oleh serangan udara AS di kota itu, lansir Aljazeera, Selasa (13/10/2015).

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka menarik diri dari kota untuk melindungi warga sipil.

"Kami meninggalkan Kunduz sehingga pertempuran dapat berhenti dan warga sipil dapat kembali ke kehidupan normal mereka," kata Mujahid.

"Musuh kita (pasukan asing) telah menghancurkan pasar, bangunan komersial dan rumah sakit selama pertempuran dan kami melihat orang-orang mati dan menderita karena serangan-serangan."

Namun, Taliban meyakinkan bahwa mereka mampu merebut kota lagi jika mereka menginginkan.

"Kami meninggalkan kota demi orang warga sipil. Namun, kami dapat kembali dan merebut kota setiap kali kita inginkan," kata Mujahid kepada Al Jazeera.

Menurut juru bicara polisi Kunduz, Sayed Sarwar Hussain, semua pejuang telah meninggalkan kota Kunduz dan kehidupan di kota itu kembali normal.

"Kemarin malam listrik dan pasokan air telah dipulihkan di kota dan sebagian besar pasar di kota telah dibuka kembali," kata Hussain kepada Al Jazeera.

"Warga sipil yang meninggalkan kota kembali menuju Kunduz sekarang."

Sementara itu, Taliban terus menggempur pasukan Afghanistan di pinggiran tenggara kota Ghazni, pada hari Selasa.

Pertempuran menyebabkan jalan-jalan Ghazni sebagian besar kosong untuk hari kedua karena banyak warga mengungsi ke ibu kota, Kabul.

Jatuhnya Kunduz merupakan pukulan besar bagi pasukan pemerintah yang dilatih NATO dan menyoroti potensi mujahidin Taliban untuk memperluas wilayahnya di luar benteng pedesaan.

Saat pertempuran menyebar di provinsi-provinsi tetangga seperti Badakhshan dan Takhar, bahwa penguasaan Kunduz hanyalah langkah pembukaan pertama untuk membebaskan wilayah lainnya dari cengkraman pasukan asing di seluruh Afghanistan utara.

Taliban telah mengambil alih 35 dari 398 kabupaten Afghanistan.  

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses