BALI (Jurnalislam.com)—Saat ini, semangat kesibukan mengawal hasil pemilu tidak menyurutkan beberapa lembaga, komunitas masjid dan mushola di Bali untuk berkolaborasi dalam membantu Palestina yang sedang menderita akibat penjajahan bangsa Israel.
Semangat Bung Karno yang tetap tidak pernah mengakui bangsa Israel sebagai sebuah bangsa dan negara, dikarenakan penjajahannya kepada bangsa Palestina.
Dua hari ini (18-19/4/2019), beberapa komunitas, lembaga, masjid dan mushola di Bali mengadakan acara Tabligh Akbar “Saatnya Selamatkan Palestina”.
“Isu Palestina bukan hanya isu sebuah agama, namun isu Palestina adalah isu kemanusiaan, sebuah isu penderitaan rakyat Palestina akibat penjajahan puluhan tahun bangsa Israel, sebuah bangsa sporadis yang kemudian berkumpul dan mengeklaim bahwa tanah Palestina adalah tanah miliknya”. Ujar Antoni selaku koordinator Tabligh Akbar.
Hal yang sama juga diamini oleh Yusuf, selaku ketua sahabat subuh. Menurutnya kesibukan dalam pengawalan pesta demokrasi jangan sampai melupakan kita akan isu kemanusiaan di Palestina.
”Pesta Demokrasi adalah amanat Undang-undang, namun penghapusan penjajahan di dunia juga merupakan amanah UUD dan cita-cita para pendiri bangsa,” tambahnya.
Tabligh Akbar “Saatnya Selamatkan Palestina” ini diselenggarakan oleh kolaborasi lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (Aksi Cepat Tanggap), Yayasan Kesejahteraan Ukhuwah (YKU), LAZ Masjid Sadar dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bali.
Selain itu keberadaan komunitas dalam mensukseskan Tabligh Akbar ini semakin membuat acara tersebut makin ramai dan semarak.
Diantara komunitas yang ikut adalah Sahabat Subuh, Semeton Hijrah, Biker Sholih, Ikatan Mahasiswa Muslim Mahasaraswati, dan Ikatan Mahasiswa Muslim Stiki tak ketinggalan pula Liqo Laki serta majelis taklim Salsabila Jimbaran Badung Bali.
Tabligh Akbar yang diadakan dua hari ini (18-19 April 2019) diselingi dengan kegiatan penggalangan dana untuk rakyat Palestina, disupport cukup baik oleh beberapa masjid dan mushola beserta remasnya.
Diantaranya adalah Masjid Sadar Sesetan Denpasar dengan GEMMAR-nya, Baitul Mu’miniin Panjer dengan Arba’innya, Musholah As Syuhada dengan Irmusanya, Mushola Umar Bin Khottob Jimbaran, Masjid Baitul Ummah Jimbaran, serta mushola Al Fattah Jimbaran dengan remasnya.
Suasana Tabligh Akbar semakin menarik ketika diselingi pemutaran video yang diperoleh dari kontributor sebuah media masa Nasional yang kebetulan cukup lama tinggal di Palestina.
Yaitu Husein Gaza, sebagai wartawan senior yang lama ditugaskan di daerah konflik menyebabkan sajian tablig akbar menjadi seru dan berisi.