SURABAYA (Jurnalislam.com)–Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim bermediasi dengan konsulat jendral (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atas sikap yang menimpa muslim di Xinjiang Uighur China yang pada awalnya berjalan dengan baik.
Namun, setelah penyampaian aspirasi, pertemuan menemui jalan buntu (deadlock) tanpa menghasilkan tanggapan dari Konjen RRC.
Ketua GUIB Jatim M Yunus mengatakan bahwa dari 7 poin yang disampaikan perwakilan GUIB ada beberapa poin yang tidak diterima oleh perwakilan Konjen.
Menurut Yunus, pihak konsul RRC sudah menerima, juga sudah memfoto hasil pernyataan yang massa sampaikan.
“Namun sayangnya mereka menolak beberapa poin dan tidak memberikan alasannya. Saya merasa dilecehkan dengan sikap mereka yang seperti itu.” ujarnya kepada Jurnalislam.com, Kamis (20/12/2018).
“Pihak perwakilan konsulat menerima informasi yang kami berikan, ada yang mereka terima namun juga menolak beberapa poin tanpa menyebut alasan penolakan,” tambah Yunus.
GUIB mempertanyakan alasan penolakan Konjen RRC, namun tidak ada jawaban yang pasti sehingga pertemuan berakhir buntu.
Menurut Yunus, bila satu pekan ke depan tidak ada reaksi dari Konsulat RRT, pihaknya akan mengadakan aksi besar-besaran di depan kantor Konjen RRT.
Mari kita Bantu saudara kita