NEW YORK (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, juga mantan kepala badan pengungsi PBB, mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakhiri “lingkaran setan penganiayaan, diskriminasi, radikalisasi dan represi kekerasan” yang mengakibatkan lebih dari 400.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.
Dia meminta agar PBB dan agen kemanusiaan untuk diizinkan mengakses wilayah Rakhine untuk mengirim bantuan kesana, lansir Aljazeera, Selasa (19/9/2017).
Guterres juga membahas masalah migrasi global.
Jumlah pengungsi yang bergerak di dunia dapat dikelola dengan pembagian tanggung jawab global, katanya.
PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Meningkat Hingga 400.000 Orang, 60 % Anak-anak
“Saya sendiri adalah seorang migran, sama seperti banyak dari Anda, tapi tidak ada yang mengharapkan saya untuk mempertaruhkan nyawa saya di sebuah kapal yang bocor atau melintasi padang pasir di belakang sebuah truk untuk mencari pekerjaan di luar negara kelahiran saya,” kata Guterres.
“Migrasi yang aman tidak bisa hanya terbatas pada elite global.”
Dia juga berbicara tentang perubahan iklim, menyerukan kepada dunia untuk “turun dari jalur bunuh diri emisi “.
“Kami tahu cukup banyak hari ini untuk bertindak. Ilmu ini tidak dapat disangkal,” katanya, mengulangi pesannya kepada para pemimpin global untuk menerapkan Persetujuan Paris “dengan ambisi yang lebih besar lagi”.