Upaya untuk Memecahkan Krisis Al Aqsha Terhenti

Upaya untuk Memecahkan Krisis Al Aqsha Terhenti

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Upaya untuk menyelesaikan krisis di Yerusalem atas langkah-langkah keamanan baru di salah satu tempat suci yang paling penting setelah akhir pekan berdarah tampaknya terhenti pada hari Ahad (23/7/2017), lansir Anadolu Agency.

Meskipun ada harapan detektor logam baru yang dipasang di Masjid Al-Aqsa akan dicopot, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu justru berkelit-kelit dalam mempertahankan detektornya.

Waqf Islam, yang mengelola situs suci tersebut dan yang meminta umat Islam untuk sholat di luar Al-Aqsha sampai detektor logam dilepas, mengatakan bahwa mereka hanya akan menerima kembali peraturan seperti sebelumnya.

“Kami menegaskan penolakan atas detektor logam dan semua tindakan penjajahan,” kata Waqf dalam sebuah pernyataan.

Zionis yahudi Netanyahu memutuskan untuk mempertahankan detektor logam tersebut setelah sebuah pertemuan darurat pada hari Kamis malam, meskipun ada kekhawatiran akan terjadinya benturan ketika ribuan orang diperkirakan berkumpul untuk sholat Jumat.

Sedikitnya empat warga Palestina gugur dalam bentrokan dengan pasukan penjajah Israel sejak saat itu, sementara tiga orang Israel juga tewas dalam serangan penusukan di dalam rumah mereka dalam sebuah pemukiman yahudi di Tepi Barat yang mereka jajah.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pada hari Jumat bahwa dia akan memotong semua kontak dengan orang-orang Israel sampai suasana kembali tenang.

Seorang pejabat senior Palestina, yang tidak dapat disebutkan namanya, mengatakan kepada Anadolu Agency mengenai Abbas yang memberi peringatan kepada AS bahwa dia akan mengambil langkah jika terjadi kekerasan, dalam sebuah telpon dengan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Israel telah mengklaim bahwa detektor logam tersebut merupakan tindakan yang diperlukan setelah terjadi sebuah serangan di dalam Al-Aqsha yang menewaskan dua serdadu Israel, dan juga tiga warga Palestina, namun warga Palestina mangatakan itu adalah dalih penjajah Israel yang mencoba untuk menguasa tempat suci tersebut, yang merupakan tempat suci ke tiga bagi kaum Muslim di dunia.

Bagikan