MAARIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 pemberontak Syiah Houthi tewas di kota pelabuhan Midi, Yaman barat, dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Arab yang dipimpin Saudi, menurut sebuah pernyataan pada hari Jumat (14/04/2017) yang dikeluarkan oleh militer Yaman, lansie Anadolu Agency.
“Milisi terbunuh Kamis malam ketika pesawat koalisi menargetkan konsentrasi Houthi di daerah tersebut,” pernyataan tersebut membacakan, menambahkan bahwa pasukan militer juga berhasil menggagalkan usaha Houthi untuk merebut kembali wilayah kota pelabuhan itu.
Juru bicara Houthi belum mengomentari pernyataan militer tersebut.
Beberapa pekan terakhir ini telah terjadi bentrokan sporadis di Midi antara Houthi dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Saudi.
Pada tahun 2015, Houthi merebut Midi – yang terletak di provinsi Hajjah di Yaman barat – namun kemudian kehilangan sebagian besar kekuatan pro-pemerintah yang didukung oleh kekuatan koalisi pimpinan Saudi.
Pemerintah Yaman dan sekutu-sekutu Arabnya menuduh kelompok milisi Syiah menggunakan kota pelabuhan strategis untuk menyelundupkan senjata ke Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi.
Yaman tetap dalam keadaan perang sejak tahun 2014, ketika pasukan Syiah Houthi dukungan Iran dan sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menguasai Sanaa dan beberapa wilayah lain di negara tersebut.
Konflik tersebut meningkat satu tahun kemudian ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara luas untuk membalikkan keuntungan militer Syiah Houthi dan menopang pemerintah pro-Saudi di negara tersebut.