SURIAH (Jurnalislam.com) – Anshar Jihad, sebuah faksi jihad al Qaeda yang terdiri dari pejuang Asia dan Turki Tengah, telah merilis sebuah video memperlihatkan kamp pelatihan lain di Suriah utara. Tidak seperti video kamp pelatihan lainnya, kamp sementara ini berfokus pada pelatihan senjata ringan, bahan peledak, dan unit tempur khusus dalam pertempuran jarak dekat. The Long War Journal melaporkan, Jumat (17/03/2017)
Sebagian besar video didedikasikan untuk menunjukkan pelatihan menembakkan senjata serbu di dekat bangunan yang telah ditinggalkan di suatu tempat di barat laut Suriah. Senapan serbu Kalashnikov dan senapan mesin PK ditampilkan, bersama dengan penggunaan bahan peledak dan granat roket (RPG). Video berakhir dengan mujahidin mengambil bagian dalam pelatihan fisik. Video pelatihan sebelumnya berfokus pada penembak jitu dan pertempuran jarak dekat.
Anshar Jihad adalah faksi jihad al Qaeda yang telah berjuang bersama cabang utama al Qaeda di Suriah dalam banyak pertempuran. Kelompok ini telah memberitakan perannya dalam pertempuran di Aleppo, termasuk serangan Oktober 2016 pimpinan al Qaeda bernama “Battle of Abu Omar Saraqib.” Seorang komandan militer Uighur al Qaeda yang syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS awal tahun ini bersama seorang veteran al Qaeda yang dikenal sebagai Abu Khattab al Qahtani.
Komandan jihadis, Abu Omar al Turkistani, merupakan tokoh peran utama dalam terbentuknya Hay’at Tahrir al Sham (HTS), penggabungan antara Jabhat Fatah al Sham (JFS, cabang Al Qaeda di Suriah) dan beberapa faksi-faksi jihad lainnya. Turkistani mengambil posisi di tandzim jihad yang baru dibentuk itu. Dengan demikian, kemungkinan Anshar Jihad merupakan anak dari JFS / HTS.
Anshar Jihad juga memiliki hubungan dengan Uni Jihad Islam al-Qaeda (Islamic Jihad Union-IJU) di Afghanistan. Turkistani adalah mantan komandan di IJU sejak sekitar 2011 hingga 2015 saat ia pindah ke Suriah untuk bergabung dengan jihadis di sana. Pada halaman Telegram Anshar Jihad, mereka juga memuji pejuang IJU yang gugur dan telah berbagi video tentang perjuangan mereka.




