JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym mengatakan, aksi bela Qur’an tuntut Ahok yang dilakukan jutaan umat Islam itu murni masalah hati, bukan yang lain.
“Saya juga bingung mengapa saya ikut tergerak, ternyata yang menggerakan masa kemarin ini masalah hati , dan yang mengerti hanya para peserta aksi,” katanya dalam acara talk show Indonesia Lawyers Club (ILC)
di stasiun TV One, Selasa (8/11/2016).
Aa yang membawa 1500 pasukan pembersih pada aksi 411 itu menggambarkan masalah rasa, ada guru yang mengatakan kepada para ibu, lanjutnya untuk tidak memakan babi karena haram, dalilnya surat al Maidah ayat 3. Datang pedagang babi tiba-tiba mengatakan, jangan mau dibohongi pakai Al Maidah ayat 3.
“Jadi heran ini siapa? Kenapa memakai al Maidah? Kalau suka makan babi silahkan saja. Tapi ini wilayah yang berbeda, nyelek kesini pak, kenapa Ustadz yang mengajari dan al Maidah dianggap bohong?” Terangnya membuat peserta yang hadir terperangah.
“Itu sederhananya Pak, hallo Pak itu yang saya rasakan,” cetusnya mengarah kepada Kapolri sebagai Narasumber yang sama.
Pada kesempatan itu Aa menegaskan, jutaan massa aksi bela Qur’an itu bukan musuh, tapi aset Negara. Mereka yang terluka hatinya, kata Aa, tapi tidak membalas dengan merusak.
“Saya berada dilapisan bawah dan melihat dengan indahnya tidak ada yang dirugikan. Sampai rumputpun dijaga,” tegasnya.
Menurutnya, umat Islam pada waktu itu hanya ingin keadilan hukum Negara. Bukan Negara juga kekayaan yang berada didalamnya.
“Bukan itukah yang kita rindukan? Hallo Pak. Jadi orang-orang ini hanya meminta apa yang dicita-citakan,” tukasnya.
“Cita-cita kami adil ditegakkan, dan jadi pembelajaran agar tidak terulang lagi. Karena ini sensitif dan membahayakan,” pungkas Aa.
Lebih lanjut, da’i kondang asal Sunda itu mendoakan para peserta dan aparat yang terluka agar disembuhkan lahir dan bathinnya.