61 Tewas dalam Serangan Mematikan di Pusat Pelatihan Polisi Pakistan

61 Tewas dalam Serangan Mematikan di Pusat Pelatihan Polisi Pakistan

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 61 calon polisi dan tentara tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka, Senin malam ketika orang-orang bersenjata menyerang sebuah pusat pelatihan polisi di provinsi Balochistan Pakistan, kata pihak berwenang, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (25/10/2016)

Mayor Jenderal Sher Afghanistan, kepala paramiliter Korps Perbatasan berbasis di Balochistan, mengatakan tiga orang bersenjata semuanya tewas. Mereka adalah anggota milisi Lashkar-e-Jhangvi al-Alami.

Dia mengatakan dua dari penyerang meledakkan bom rompi saat terjadi baku tembak selama tiga jam dengan tentara yang dikirim untuk menyelamatkan para kader polisi.

“Saya sedang berbaring di tempat tidur memeriksa akun Facebook saya ketika mendengar ledakan keras diikuti oleh penembakan berat. Saya segera mematikan lampu, mengunci pintu dan merunduk di bawah tempat tidur sesuai arahan dalam kasus serangan bersenjata,” Asif Hussein, salah satu taruna yang lolos dan tidak terluka, mengatakan kepada wartawan.

Kepala Angkatan Darat Raheel Shareef dan Direktur Jenderal Inter Services Intelligence (AA) – agen mata-mata Pakistan – menghadiri pemakaman massal di Quetta, ibukota provinsi di mana pusat pelatihan tersebut berbasis.

“Situasi sekarang terkendali dan jalan-jalan yang semula ditutup karena operasi penyelamatan telah dibuka untuk lalu lintas,” kata Menteri Dalam Negeri Balochistan Sarfraz Bugti kepada wartawan.

Ia mengatakan lebih dari 250 taruna yang disandera oleh milisi dibebaskan oleh tentara Pakistan.

Quetta selama beberapa dekade telah menjadi fokus kekerasan sectarian Sunni-Syiah di Balochistan yang telah menewaskan ribuan orang. Agustus ini lebih dari 70 orang, sebagian besar pengacara, tewas dalam ledakan bunuh diri di sebuah rumah sakit di Quetta.

 

Bagikan