YAMAN (Jurnalislam.com) – Serangan udara Koalisi Arab telah membunuh seorang pemimpin milisi Houthi yang didukung Iran bersama dengan 10 pasukannya setelah menargetkan konvoi mereka di kota barat laut Saada, Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat (30/09/2016), mengutip sumber-sumber lokal.
Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, sumber mengatakan pemimpin pemberontak Houthi itu tewas di distrik Razah Saada yang terletak di wilayah Burkan.
Sementara itu, tentara Yaman telah mengalami kemajuan di Taiz dengan sekitar 20 milisi yang bersekutu dengan pemberontak Houthi dan Presiden terguling Ali Abdullah Saleh tewas dan terluka setelah serangan udara Koalisi Arab menargetkan posisi mereka di barat daya kota.
Juru bicara Dewan Militer Yaman Jenderal Mansour al-Hassani mengatakan bahwa tentara nasional negara itu mampu merebut kembali al-Taba al-Sawoda, tabat al-Khilwa, al-Munim Jabal di wilayah al-Dhabab di Taiz.
Tembakan milisi Yaman membunuh seorang penjaga perbatasan Saudi dan melukai tiga warga sipil termasuk seorang warga Bangladesh, kementerian dalam negeri, Jumat.
Distrik Tuwal di Jazan, yang terletak di perbatasan Saudi dengan Yaman, diserang pada Kamis sore, melukai kopral penjaga perbatasan, kata pernyataan kementerian.
Dia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
Dua orang Saudi dan seorang warga Bangladesh terluka oleh penembakan Houthi di Tuwal pada hari yang sama, kata kantor Pertahanan Sipil dalam pernyataan terpisah.
Lebih dari 100 warga sipil dan tentara Arab Saudi tewas dalam serangan dan pertempuran di sepanjang perbatasan sejak koalisi pimpinan Saudi campur tangan di Yaman mendukung pemerintah yang diakui secara internasional pada Maret tahun lalu.
Koalisi memulai serangan udara setelah pemberontak Houthi dan sekutu mereka, pasukan yang setia kepada mantan Presiden Saleh, menguasai banyak wilayah di Yaman